M. Syukri .
Program Magister Administrasi Pendidikan FKIP Untan, Pontianak

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PENINGKATAN PERKEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR MELALUI GERAK IRAMA DI TK ABC123 PONTIANAK SELATAN Firdayanti, .; ., M. Syukri; ., Halida
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 5 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas.  Siklus Tindakan Kelas terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Pengumpulan data dengan menggunakan pedoman observasi, panduan wawancara dan dokumentasi.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan hasil analisis data maka secara umum dapat disimpulkan bahwa peningkatan perkembangan keterampilan motorik kasar dapat dilakukan melalui gerak irama pada anak kelompok B usia 5-6 tahun di TK abc123 Pontianak Selatan.  Secara khusus dapat disimpulkan sebagai berikut: (1). Perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan keterampilan motorik kasar anak melalui gerak irama dikategorikan sangat baik; (2). Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan keterampilan motorik kasar anak melalui gerak irama dikategorikan sangat baik.  Ini berarti pelaksanaan pembelajaran peningkatan perkembangan keterampilan motorik kasar telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat; (3).  Hasil peningkatan perkembangan keterampilan motorik kasar anak melalui gerak irama dapat dikatakan baik, karena setiap aspek keterampilan motorik kasar mengalami peningkatan dengan kategori sangat tinggi.   Kata Kunci: Keterampilan Motorik Kasar, Gerak Irama Abstract: The method used is descriptive method with the form of classroom action research. Class Action Cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. The collection of data by using the guidelines observation, interview and documentation. Based on the research that has been done and the results of data analysis in general it can be concluded that the increased development of gross motor skills can be done through a motion rhythm in group B children aged 5-6 years in kindergarten abc123 South Pontianak. In particular can be summarized as follows: (1). Learning plan to improve the development of gross motor skills of children through movement rhythm very well categorized; (2). Implementation of learning to enhance the development of gross motor skills of children through movement rhythm very well categorized. This means an increase in the implementation of learning gross motor skills development has been carried out in accordance with lesson plans that have been made; (3). The resulting increase in the development of gross motor skills of children through movement rhythm can be good, because every aspect of gross motor skills increase with very high category. Keywords: Rough Motor Skills, Motion Rhythm
PENINGKATAN PERILAKU SOSIAL MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA Corry, Margaretha; ., M. Syukri; ., Yuline
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Maret 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan perilaku sosial melalui metode bermain peran pada anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Putussibau. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian satu guru dan anak  usia 5-6 tahun yang berjumlah 18 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat persentase aktivitas peningkatan perilaku sosial, yakni anak dapat anak dapat bekerja sama dalam bermain peran sebesar 89%, anak bersedia berbagi dalam bermain peran sebesar  83 %, dan anak dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial dalam bermain peran sebesar 89%. Ketiga indikator menunjukkan kriteria sangat tinggi karena memiliki rata-rata 87%.   Kata kunci: peningkatan perilaku sosial, bermain peran   Abstract : This study aimed to describe the increase in social behavior through methods play a role in children aged 5-6 years in kindergarten Putussibau Pembina State . Forms of this research is classroom action research using descriptive method . The research subject of the teachers and children aged 5-6 years , amounting to 18 people . The results of data analysis showed that the percentage level of activity increase in social behavior , the child can be a child can work together to play a role by 89 % , children are willing to share in playing the role of 83% , and children can adapt to the demands of social role playing by 89 % , The third indicator shows the very high criteria because it has an average of 87 % .   Keywords : increased social behavior , role play
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN AKHLAK TERPUJI UNTUK PEROLEHAN BELAJAR SISWA MAS USHULUDDIN SINGKAWANG Saputra, Husyin; ., M. Syukri; ., M. Chiar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan rancangan multimedia dalam pembelajaran akhlak terpuji pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI MAS ushuluddin singkawang. (2) Mendeskripsikan Penerapan multimedia dalam pembelajaran akhlak terpuji pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI MAS ushuluddin singkawang. (3) Mengetahui perolehan belajar akhlak terpuji dengan multimedia yang dikembangkan pada mata pelajaran akidah akhlak di kelas XI MAS ushuluddin singkawang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analis data menggunakan model analisis interaktif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MAS ushuluddin Singkawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rancangan multimedia disusun mulai dari analisis kebutuhan, desain, story board, kemudian dibuat cd pembelajaran cukup menarik minat siswa dan layak untuk dijadikan media pembelajaran. (2) Multimedia pembelajaran akhlak terpuji sudah diterapkan pada siswa kelas XI MAS Ushuluddin singkawang dengan baik. (3) Perolehan belajar siswa tentang materi akhlak terpuji meningkat setelah menggunakan multimedia yang dikembangkan guru dikelas XI MAS Ushulddin Singkawang.   Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia, Perolehan Belajar Abstract : This study aims to : (1) Describe the design of multimedia in learning the finer on the subjects of moral theology in class XI MAS Ushuluddin singkawang. (2) Describe the Application of multimedia in learning the finer on the subjects of moral theology in class XI MAS Ushuluddin singkawang. (3) Knowing the acquisition of learning with multimedia finer developed on the subjects of moral theology in class XI MAS Ushuluddin singkawan. The method of data collection is done by interview and observation . The data were analyzed using an interactive analysis model . The subjects were students of class XI MAS Ushuluddin Singkawang . The results showed that : (1) The design of multimedia compiled from requirements analysis, design, story board, then made cd learning enough to attract students and eligible to be used as a medium of learning. (2) Multimedia learning finer already applied to students of class XI MAS Ushuluddin singkawang well. (3) Acquisition of student learning about the finer material increases after using multimedia developed MAS teachers in class XI Ushulddin Singkawang.                Keywords : Development , Multimedia , Learning outcomes 
PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Mardiansyah, Dedek; Sabri, Tahmid; ., M. Syukri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPS kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Rasau Jaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Untuk mendapatkan faktual tentang rancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan peningkatan aktivitas peserta didik baik fisik, mental maupun emosional, maka peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitiannya : 1. Rancangan pembelajaran yang terdiri dari SK/KD, penentuan indikator, perumusan tujuan, penggunaan strategi dan metode sampai pada perumusan evaluasi. 2. Pelaksanaan pembelajarannya dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rancangan pembelajaran; 3. Peningkatan aktivitas fisik, mental, dan emosional dari siklus ke siklus mengalami penigkatan dengan skor rata-rata, yakni pada siklus I. 11,61 (38,70%) pada siklus II meningkat menjadi 19,25 (64,17%), sedangkan pada siklus III meningkat menjadi 27,54 (91,80%). Dengan kesimpulan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan dengan optimal melalui penggunaan pendekatan kontekstual kelas IV SD.   Kata Kunci : Aktivitas, pendekatan kontekstual.   Abstract : This research aims to increase the activities of students in the fourth grade social studies lesson State Primary School 1 Rasau Jaya. The method used is descriptive. To get factual about learning design, implementation of learning and learners increased activities whether physical, mental or emotional, the researchers carry out other Classroom Action Research. Research results: 1. The design of learning consisting of SK / KD, the determination of indicators, formulation of objectives, strategies and methods to use in the formulation of the evaluation. 2. The implementation of learning can be implemented properly in accordance with the design of learning; 3. Increased physical activities, mental, and emotional from cycle to cycle experienced a progressive increase with an average score, which is the cycle I. 11.61 (38.70%) on the second cycle increased to 19.25 (64.17%) , while the third cycle increased to 27.54 (91.80%). With the conclusion of learners in the learning activities can be improved by optimal IPS through the use of a contextual approach to the fourth grade.   Keywords : Activities, Contextual Approach.
PENINGKATAN AKTIVITAS MURID MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Mustiar, .; Sabri, Tahmid; ., M. Syukri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peningkatan aktivitas murid menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN 11 Serunai Sambas Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Terdapat peningkatan aktivitas belajar murid pada base line yaitu 34,27 % setelah diberikan tindakan pada siklus I aktivitas belajar murid meningkat menjadi 44,27 %, selisih peningkatan dari base line ke siklus I berkisar 10 %. Pada siklus II terdapat peningkatan aktivitas belajar murid sehingga mencapai angka 64,77 %, pada siklus III aktivitas belajar murid menjadi 85,13 %. Selisih peningkatan dari siklus I hingga siklus II  20,5 % peningkatan ini tergolong rendah. Apabila dibandingkan peningkatan aktivitas murid dari siklus II ke siklus III berkisar 20,36 %, hasil ini juga digolongkan rendah.   Kata Kunci: Aktivitas Pendekatan Keterampilan Proses, Pembelajaran IPA   Abstract: This recearch aimed to describe the increase in The Activities of Student using the Skill Approach in The Process of Learning IPA in IV th Class primary School in Serunai Sambas West Borneo Provence. Using method is descriftif method. There is increasing activities student learning baseline 34,27 % after being given action in cycle I student activities learning in creasing being 44,27 %, margin improvedment from  base line to cycle I 10 %. In cycle II there is an increasing the student learning activities. So as to achive 64,77 %, cycle III student learning activities increasing to 85,13 %, margin improvedment from cycle I to II   20,5 % in creasing low.while the result of the comparin of cycle II  to cycle III. There is incresing learning student activities with difference of 20,36 % result low category   Keywords: Activies Learning, Approach Process, IPA
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR MELALUI PERMAINAN MENGURUTKAN GAMBAR PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Yuliastuty, .; ., M. Syukri; ., Fadilah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 7 (2016): JULI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah ?1. Bagaimana perencanaan pembelajaran yang dibuat guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir melalui permainan mengurutkan gambar dalam bentuk bermain pada anak usia 4-5 tahun? 2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir melalui permainan mengurutkan gambar dalam bentuk bermain pada anak usia 4-5 tahun? 3. Bagaimana peningkatan kemampuan berpikir setelah permainan mengurutkan gambar? Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh setelah diadakan analisis data secara umum dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa pada nilai hasil perencanaan pembelajaran  siklus I adalah 2,27 dan hasil pelaksanaan pembelajaran siklus I adalah 2,33. Kesimpulannya pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir anak  telah di laksanakan dengan baik, hal ini disebabkan oleh kegiatan pembelajaran melalui permainan mengurutkan gambar yang bervariasi hal tersebut dapat memotivasi anak untuk meningkatkan kemampuan berpikir. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir, Permainan Mengurutkan Gambar. Abstract:The problem in this research is "1. How teachers made learning plan to improve the ability to think through the game sort pictures in the form of play in children aged 4-5 years? 2. How is the implementation of learning to improve the ability to think through the game sort pictures in the form of play in children aged 4-5 years? 3. How to increase the ability to think after the game sort pictures? This research is a classroom action research, the method used is descriptive method. Based on the results obtained after the holding of general data analysis can pull a conclusion that the value of the learning planning cycle I was 2,27 and the results of implementation of the first cycle of learning is 2.33. The conclusion of learning increased ability to think a child has been implemented well, this is caused by the activities of learning through games sort the images varied it can motivate children to improve the ability to think. Keyword :Thinking Skills, Games Sorting Images.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN HURUF ALPHABET MELALUI KEGIATAN MERONCE PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Atika, Emil; ., M. Syukri; Yusuf, Abas
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 7 (2016): JULI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif sedangkan bentuk penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Tempat penelitian adalah TK Kemala Bhayangkari I Pontianak dan sumber data diperoleh 1 orang guru dan 21 anak. Teknik dan alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar obsevasi dan studi dokumenter. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan melalui hasil yang diperoleh setelah diadakan perhitungan secara statistik, secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Perencanaan yang dilakukan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan menyusun huruf alphabet anak usia 5-6 tahun disiapkan dengan kategori ?Baik? dengan rata-rata skor 3,57. 2) Pelaksanaan yang dilakukan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan menyusun huruf alphabet anak usia 5-6 tahun dilaksanakan dengan kategori ?Baik? dengan rata-rata skor 3,61. 3) Peningkatan kemampuan menyusun huruf alphabet anak usia 5-6 tahun setelah melakukan kegiatan meronce dikategorikan ?Baik? dengan peningkatan rata-rata 62,8%. Kata Kunci: Menyusun huruf alphabet dan kegiatan meronce. Abstract: This research method using descriptive method, while the form of research is classroom action research. Where research is TK Kemala Bhayangkari I Pontianak and the data sources obtained one teacher and 21 children. Techniques and data collection tool used is a sheet of observation and documentary studies. Based on the research that has been done and with the results obtained after performed the statistical calculation, the general conclusion is that: 1) Planning the teachers in learning to use activities to improve compile meronce alphabet letters children aged 5-6 years prepared category of "Good" with an average score of 3.57. 2) Implementation of the teachers in the study by using meronce activities to improve the ability of alphabet letters compose 5-6 years old children conducted by the category of "Good" with an average score of 3.61. 3) Increasing the capability of preparing alphabet letters children aged 5-6 years after conducting meronce categorized as "Good" with an average increase of 62.8%. Keyword : Develop letters of alphabet and activities meronce.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYELENGGARAKN PENDIDIKAN SEKOLAH SATU ATAP DI KECAMATAN KUALA MANDOR Yuliastuti, Indah; ., M. Syukri; ., Martono
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2016): Februari 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kepemimpinan kepala sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan Sekolah Satu Atap di Kecamatan Kuala Mandor Kabupaten Kubu Raya. Peneliti mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan peneliti Kualitatif dengan mengambil kasus di SD N 21 Kuala Mandor B dan SMP N 5 Kuala Mandor B dalam mengimpletasikan kebijakan SD ? SMP Satu Atap di Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya. Hasil peneliti di temukan bahwa berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan hasilnya, maka kepemimpinan kepala Sekolah dalam Menyelenggarakan pendidikan sekolah satu atap di Kecamatan Kuala Mandor Kabupaten Kubu Raya dengan Mengambil Kasus pada SD N 21 dan SMP N 5 Kuala Mandor B dapat di tarik kesimpulan : 1.) Perumusan visi dan Penjabaran misi dilakukan oleh kepala sekolah dengan melibatkan para guru dan pegawai yang selanjutnya disetujui melalui rapat dewan guru dan pegawai. 2.) Gaya Kepemimpinankepala sekolah dalam menyusun perencanaan program sekolah merupakan deskripsi dari gaya kepemimpinan Transformasional. 3.) Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam perencanaan program sekolah yang telah di susun mencerminkan gaya kepemimpinan Transformasional.   Kata Kunci : Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Menyelenggarakan Pendidikan Abstract : The purpose of this study was to reveal the principal's leadership in education at the District School One Roof Kuala Mandor, Kubu Raya. Researcher uses descriptive method with qualitative research approach by taking the case in SD N 21 Kuala Mandor B and SMP N 5 Kuala Foreman B in policy mengimpletasikan SD - SMP One Roof in District Overseer B Kuala Kubu Raya. The researchers' work is found that based on the findings of the study and discussion of the results, the leadership of the School of the Organizing school education one roof in the district of Kuala Mandor Kubu Raya to Take Case to SD N 21 and SMP N 5 Kuala foreman B can be deduced: 1. ) The formulation of the vision and mission translation done by the principal to engage teachers and employees were subsequently approved by the board meeting of teachers and employees. 2.) Style Kepemimpinankepala schools in planning school program is a description of a transformational leadership style. 3.) The Principal Leadership Style in planning school programs that have been collated reflect the transformational leadership style.   Keywords : Leadership , Principal , Education Organizing
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA SATUAN PENDIDIKAN TINGKAT SLTP DI ENTIKONG. Imran, .; Radiana, Usman; ., M. Syukri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

    Abstrak: Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui  implementasai MBS. Secara khusus untuk memperoleh informasi mendalam mengenai, 1) perencanaan MBS, 2) strategi MBS, 3) hasil monitoring pelaksanaan program MBS, 4) pencapaian serta efektifitas program MBS, 5) mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat MBS. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber datanya kepala sekolah, guru, komite sekolah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi non partisan dan studi dokumenter. Analisis data melalui 3 alur yaitu reduksi,penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitiannya bahwa implementasi MBS di Entikong perencanaanya cukup baik dengan melibatkan sumber daya yang dimiliki sekolah, berhasil dijalankannya program sekolah sehingga: (1) Kepala sekolah perlu perbaiki perencanaan program dengan memperhatikan perkembangan output pendidikan yang mengarah pada perbaikan MBS. (2) Untuk mencapai kepuasan dan harapan masyarakat sebagai pelanggan di SMP Negeri 1 Entikong, kepala sekolah perlu strategi implementasi MBS. (3) kepala sekolah perlu memonitor implementaasi MBS, (4) Kepala sekolah bekerjasama dalam upaya meningkatkan pencapaian secara berkala. Kata kunci : Implementasi, Manajemen Berbasis Sekolah, Abstrac: The focus of the research is an implementation of School-Based Management at Junior Secondary schools of Border Region of Indonesia-Malaysia : A Case Study at SMP Negeri  Entikong. The research applied qualitative approach with case study design. The sources of data are the principal, teachers, school committee, and students. The data are obtained from interview, non-participant observation and documentary study. The data are analyzed through triangulation, i.e. data reduction, data presentation and data verification.  The research has involved all resources of the school who have implemented the school?s programs, thus, some problems could be solved. From the research conclusions, some suggestions are proposed as follows: (1) the principal need to do improvement continuously on education service planning programs  on educational outputs which are directed to the improvement of school-based management, (2) to reach society?s satisfactory and hope on SMPN 1 Entikong, the principal need to implement some strategies of School-Based Management, (3) relating to the tasks as leadership, the principal needs to do monitoring on School-Based Management implementation so that the results of school programs could be known, (4) the principal needs to cooperate with all resources in order to increase achievements of the plans.   Keywords : Implementation, School-Based Management