Articles

Found 8 Documents
Search

PENGKAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KENTANG DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan Santoso, Pudji; ., Yuniarti; Purnomo, Sudarmadi; ., Subandi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan. The assessment on improving the cultivation technology of potato as demonstration plot in farmer’s land was done in Prima Tani area of Magetan regency in Genilangit village, during dry season on June – September 2007. Collecting data was done using farm record keeping method on the application of improving cultivation technology of potato which was done by cooperator farmers, while non-cooperator farmers done their potato farming using their own cultivation technology as the comparison. Improving cultivation technologies which were applied by the farmers including 1) Seed quality and seed treatment before planting, 2) The use of rational fertilization, 3) Enlargement of planting space and planting-row space, and 4) Improving pests and diseases control method. The aim of the assessment were 1) To increase productivity, yield quality and farmer’s income of potato farming using the improved cultivation technology, and 2) To find development strategy of potato farming in the assessment area. The result showed, that application of the improved cultivation technology of potato farming can increased productivity, yield quality and farmer’s income. Development strategy for potato farming in this area should be based on the principle of maximize their potency and use their opportunity in facing threats and minimize their weaknesses. Increasing the farming efficiency, productivity and yield quality should be done by application of potato farming using cooperated farming model. The use of qualified seed such as certified potato seed needed to be socialized.
PENGELOLAAN HARA KALIUM UNTUK UBIKAYU PADA LAHAN KERING MASAM ., Subandi
Buletin Palawija No 22 (2011)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas ubikayu (Manihot esculenta Crantz). nasional tergolong rendah (18,24 t/ha ubi segar), salah satu penyebab pentingnya adalah ketersediaan hara yang rendah dalam tanah, di antaranya K. Kecukupan hara K sangat menentukan pertumbuhan tanaman serta kuantitas dan kualitas hasil ubikayu, sebab K terlibat dalam berbagai proses fisiologi, di antaranya pertumbuhan sel, pembukaan stomata, pembentukan dan translokasi karbohidrat, pembentukan protein, dan senyawa fenol yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Pengelolaan hara K pada ubikayu di lahan kering masam perlu mendapat perhatian besar, sebab: (a) areal ubikayu telah dan terus berkembang ke lahan kering masam yang tersedia luas, khususnya di Sumatera dan Kalimantan yang antara tahun 2005 dan 2009 tumbuh secara signifikan, berturut-turut 17,6% dan 6,5%, dan (b) ubikayu relatif banyak membutuhkan hara K jika dibandingan dengan tanaman pangan yang lain (padi, jagung, kedelai, kacang tanah). Ketersediaan K (K-dd) pada lahan kering masam umumnya kurang dari 0,10 me/100 g tanah, padahal untuk ubikayu batas kritis K-dd adalah 0,15 me/100 g tanah; sehingga tambahan K melalui pemupukan mutlak diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan K dalam tanah. Berdasarkan pola pertumbuhan biomas dan perakaran ubikayu, serta potensi erosi dan pelindian hara K yang tinggi pada lahan kering masam, maka pupuk K dianjurkan diberikan dua kali, masing-masing 50% pada umur satu dan tiga bulan Pupuk diaplikasi secara dibenamkan/ ditugal di samping tanaman pada kedalaman 5–10 cm. Selain melakukan pemupukan, upaya lain yang harus dilakukan untuk mengurangi kehilangan serta meningkatkan ketersediaan dan penyerapan hara K dalam tanah adalah: (a) menerapkan sistem pertanaman lorong dengan menanam pagar hidup untuk mengurangi erosi dan pelindian, dan (b) meningkatkan kandungan bahan organik tanah, sebagai sumber K dan agar tanah lebih banyak mengikat/menyediakan air/lengas untuk memperlancar pergerakan K ke permukaan akar melalui proses aliran masa dan difusi. Kadar kritis bahan organik dalam tanah untuk ubikayu adalah 3,2%.
Teknologi Produksi Ubi Kayu Mendukung Industri Bioetanol Radjit, Budi Santoso; Saleh, Nasir; ., Subandi; Ginting, Erliana
Buletin Palawija No 16 (2008)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sumber energi alternatif yang berasal dari hasil pertanian seperti biodiesel dan bioetanol menjadi isu penting akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) di pasaran dunia dan menipisnya cadangan fosil sebagai bahan baku minyak. Sesuai dengan Peraturan Presiden No.5 tahun 2006, ubi kayu berpotensi dikembangkan sebagai bahan bakar nabati (biofuel) dalam bentuk bioetanol sebagai campuran premium dengan proporsi 10% (Gasohol-E10). Pada tahun 2008, kebutuhan premium untuk transportasi nasional mencapai 19,66 juta KL dan akan terus meningkat dengan laju pertumbuhan 7,07% per tahun. Kondisi tersebut mengindikasikan perlu-nya pengembangan ubi kayu untuk memenuhi permintaan industri bioetanol, dan industri lainnya. Untuk mendukung industri pengolahan bioetanol dari bahan ubi kayu telah tersedia teknologi berupa varietas ubi kayu yang sesuai seperti Adira-4, MLG-6, dan UJ-5, teknologi budidaya yang produktif dan efisien yang mampu menghasilkan umbi 35–45 t/ha serta teknologi pengelolaan waktu tanam dan panen yang menjamin pasokan bahan ubi kayu secara lebih merata sepanjang tahun.
TEKNOLOGI BUDIDAYA TUMPANGSARI UBIKAYU–KACANG TANAH MENDUKUNG SISTEM INTEGRASI TERNAK–TANAMAN PADA LAHAN KERING MASAM ., Subandi
Buletin Palawija No 19 (2010)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk pasokan bahan pangan dan industri pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi beberapa produk pertanian, di antaranya adalah ubikayu, kacang tanah, dan daging sapi. Dalam meningkatkan produksi ketiga komoditas tersebut, dihadapkan pada sejumlah permasalahan, di antaranya areal tanam/panen yang belum luas, penerapan teknologi yang belum optimal sehingga produktivitasnya rendah, kekurangan pakan, dan ketidak-cukupan modal untuk menyediakan sarana produksi. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, upaya yang dinilai strategis adalah pengembangan pertanaman tumpangsari ubikayu dengan kacang tanah untuk mendukung sistem usahatani Integrasi ternak-tanaman pada lahan kering masam yang banyak tersebar di luar Jawa. Untuk ini diperlukan dukungan teknologi yang tepat agar usaha pertanaman menjadi produktif dan efisien. Berkenaan dengan itu kini telah tersedia komponen teknologi, yakni meliputi: (a) varietas unggul ubikayu, diantaranya Adira-4, Malang-4, Malang-6, UJ-5, dan UJ-3, (b) varietas unggul kacang tanah, di antaranya Kancil, Jerapah, Tuban, dan Bison, (3) tanah harus diolah, (d) pengaturan tanaman, yakni pada awal musim hujan menanam kacang tanah secara monokultur berjarak tanam 15 cm x 40 cm, ubikayu ditanam 20 hari kemudian secara sistem baris ganda dengan pengaturan jarak tanam (60 cm x 70 cm) x 260 cm; setelah kacang tanah pertama dipanen, kacang tanah kedua ditanam dalam lorong antara baris ganda ubikayu, (e) stek ubikayu dengan panjang 20-25 cm dan diameter 2-3 cm yang diperoleh dari pertanaman yang berumur 7–12 bulan, ditanam secara vertical, (f) pemupukan: (a) untuk ubikayu 170 kg Urea+85 kg SP36+70 kg KCl+5.000 kg pupuk kandang/ha, sedang (b) bagi kacang tanah adalah untuk kacang tanah pertama 50 kg Urea+100 kg SP36+100 kg KCl+1.500 kg pupuk kandang/ha atau 1.500 kg/ha pupuk organik kaya hara Santap rakitan Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, sedangkan untuk untuk kacang tanah kedua 35 kg Urea+70 kg SP36+70 kg KCl+1.000 kg pupuk kandang/ha; atau 1.000 kg pupuk organik kaya hara Santap. Jika kejenuhan Al lebih dari 30%, lahan harus dikapur untuk menurunkan kejenuhan Al hingga menjadi 30%, tetapi kalau kejenuhan Al kurang dari 30% pemberian kapur cukup 500 kg/ha. Pada sistem pertanaman tumpangsari tersebut, akan diperoleh pakan sebagai hasil samping tanaman berupa: (a) daun ubikayu segar 5,9 t/ha, (b) kulit ubikayu segar 8,1 t/ha, dan (c) brangkasan kacang tanah segar 17,9 t/ha.
PENGKAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KENTANG DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan Santoso, Pudji; ., Yuniarti; Purnomo, Sudarmadi; ., Subandi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v12n2.2009.p%p

Abstract

Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan. The assessment on improving the cultivation technology of potato as demonstration plot in farmer’s land was done in Prima Tani area of Magetan regency in Genilangit village, during dry season on June – September 2007. Collecting data was done using farm record keeping method on the application of improving cultivation technology of potato which was done by cooperator farmers, while non-cooperator farmers done their potato farming using their own cultivation technology as the comparison. Improving cultivation technologies which were applied by the farmers including 1) Seed quality and seed treatment before planting, 2) The use of rational fertilization, 3) Enlargement of planting space and planting-row space, and 4) Improving pests and diseases control method. The aim of the assessment were 1) To increase productivity, yield quality and farmer’s income of potato farming using the improved cultivation technology, and 2) To find development strategy of potato farming in the assessment area. The result showed, that application of the improved cultivation technology of potato farming can increased productivity, yield quality and farmer’s income. Development strategy for potato farming in this area should be based on the principle of maximize their potency and use their opportunity in facing threats and minimize their weaknesses. Increasing the farming efficiency, productivity and yield quality should be done by application of potato farming using cooperated farming model. The use of qualified seed such as certified potato seed needed to be socialized.
The Effect of Ischemic Stroke to Cognitive Disorders in RSUD Dr. Moewardi Desvitarini, Arwindya Galih; ., Subandi; Ghozali, Dhoni Akbar
Nexus Kedokteran Klinik Vol 4, No 1 (2015): Nexus Kedokteran Klinik
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.046 KB)

Abstract

Background: Stroke is the fourth highest cause of death in the world after heart disease, cancer, and chronic lower respiratory tract disease. In Indonesia, stroke is the major cause of death, covering about 15.4% of deaths. Damage to brain cells due to stroke may cause cognitive dysfunction. Two-thirds of stroke patients may reveal cognitive degradation in various domains such as attention, language, memory, executive function, and visuospatial ability. This study aimed to analyze the effect of ischemic stroke to cognitive disorders. Method: This was an observational analytic study with cross-sectional approach which was conducted from July to September2014 at Neurology Outpatient Clinicof RSUD Dr. Moewardi Surakarta. A total of 50 subjects were obtained by fixed exposure sampling. The data were retrieved by using MoCA-Ina questionnaire and interviewing the respondents. The data were analyzed by Chi Square test and multiple logistic regression using SPSS 20.0 program for Windows. Result: Three independent variables were analyzed, which consisted of ischemic stroke, age, and level of education. Ischemic stroke was the only independent variable that associated with cognitive disorders significantly (p = 0.010). There were no association with cognitive disorders found in both age (p = 0.279 and level of education (p = 0.074). Conclusion: There is a significant association between ischemic stroke and cognitive disorders. Keywords: Ischemic stroke, cognitive disorder, MoCA-Ina 
PERUBAHAN MAKNA HIDUP WARGA BINAAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN X Fadhli, Muhammad; ., Subandi
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 3 No 2 (2020): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.666 KB) | DOI: 10.36341/psi.v3i2.1233

Abstract

Manusia yang sehat memiliki keinginan untuk menetapkan tujuan dan menemukan makna dalam hidupnya. Pemaknaan di dalam hidup diperoleh melalui penghayatan terhadap pengalaman dari peristiwa yang terjadi dalam hidup. Peristiwa besar yang dialami di dalam hidup diantaranya adalah terlibat kasus korupsi dan menjalani hukuman di lapas berdampak pada perubahan makna hidup. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan pola hidup yang dijalani serta tekanan secara emosional yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perubahan makna hidup pada WBP tipikor. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan untuk mengeksplorasi perubahan makna hidup melalui pemaknaan terhadap fenomena hidup di lapas. Dua orang subjek utama terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumen. Pengujian kredibilitas penelitian ini menggunakan member checking, triangulasi yang melibatkan significant others, dan deskripsi secara kaya dan padat agar mampu mencapai derajat transferabilitas. Hasil penelitian ini menemukan perubahan makna hidup yang dirasakan oleh subjek adalah timbulnya peningkatan rasa syukur, peningkatan religiositas, komitmen, ikhlas, dan perubahan penilaian sosial. Kemudian terkait dengan aspek-aspek yang mendasari perubahan makna hidup diantaranya pandangan hidup di masa lalu, refleksi terhadap kasus korupsi, refleksi terhadap pengalaman hidup di lapas, relasi-dukungan sosial, dan coping stress.Kepada subjek WBP Tipikor diharapkan mampu untuk menjalani sisa kehidupan di lapas dengan sebaik-baiknya.
Analisis Performansi VSAT IP Dan VSAT LINK Dalam Akses Data Internet Pada PT. Lintasarta Cabang Pontianak ., Subandi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Banyak perusahaan besar maupun anak cabang perusahaan di Kalimatan Barat, yang telah menggunakan jasa VSAT untuk kepentingan bisnisnya, diantaranya PT. Sintang Raya dan PT. Poliplant Sejahtera Mill merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat. PT. Lintasarta sebagai penyedia layanan komunikasi satelit memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan akses data internet. Salah satu parameter untuk menganalisis kepadatan trafik suatu jaringan, adalah tingkat penggunaan bandwidth pada jaringan tersebut. Dengan adanya tampilan trafik informasi penggunaan bandwidth tersebut, dapat dilihat performansi VSAT IP dan VSAT LINK. Hasil perhitungan rata-rata Maximal In (download) bandwidth total PT. Sintang Raya= 344,375 kbps, CIR = 11,479 kbps, Kapasitas Data = 1,434 KB, dan Throughput = 344,375 kbps. Internet yang disewa PT. Sintang Raya dengan bandwidth 512 kbps sudah cukup, sehingga dengan bandwidth yang telah ada user masih bisa melakukan akses internet. Sedangkan hasil perhitungan rata-rata Maximal Out (upload) bandwidth total PT. Poliplant Sejahtera Mill = 151,416 kbps, CIR = 5,047 kbps, Kapasitas Data = 0,630 KB dan Throughput = 151,419 kbps. Internet yang disewa PT. Poliplant Sejahtera Mill dengan bandwidth 512 kbps melebihi dari yang diperlukan dan user tidak menggunakan maksimal internetnya. Maka PT. Poliplant Sejahtera Mill perlu menurunkan bandwidthnya menjadi 256 kbps, supaya tidak terjadi pemborosan bandwidth yang disewa. Kata kunci : VSAT, Internet, Multi Router Traffic Grapher (MRTG)