Sulistyarini .
Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Untan Pontianak

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

MOBILITAS SOSIAL ANTAR GENERASI KELUARGA PETANI PADI DI KELURAHAN PASIRAN KECAMATAN SINGKAWANG BARAT Mauliny, Claudya Erza; ., Sulistyarini; Salim, Izhar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 5 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.39 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui mobilitas sosial vertikal antar generasi dan mobilitas sosial horizontal antar generasi keluarga petani padi di Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi langsung, wawancara langsung dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mengalami mobilitas sosial vertikal naik sebanyak dua keluarga petani padi dan yang mengalami mobilitas sosial vertikal turun sebanyak satu keluarga petani padi. Sedangkan dua keluarga petani padi lainnya mengalami mobilitas sosial horizontal. Hal ini menunjukan bahwa mobilitas sosial antar generasi yang terjadi pada keluarga petani padi di Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang Barat tidak selalu mengalami kenaikan, penurunan, tetapi ada juga yang tetap pada status atau kelas sosial yang sama.   Kata Kunci: Mobilitas Sosial, Antar Generasi, Keluarga, Petani Padi   Abstract: This study aims to determine the vertical social mobility and social mobility horizontally intergenerational of paddy farmers family generation in Pasiran, Subdistrict of West Singkawang. This research uses qualitative research method with descriptive form. The technique used in study is the techniques of direct observation, direct interview and documentation. The data collection tools used are observation guides, interview guides, and documentation. The results showed that those who experienced vertical social mobility rise as many as two families of paddy farmers and who experienced vertical social mobility down by one family of paddy farmers. Meanwhile, two other paddy farming families experienced horizontal social mobility. This shows that the social mobility intergenerational in paddy farming families in Pasiran, Subdistrict of West Singkawang doesn?t always experience an increase, decrease, but some remain on the same social status or class.   Key Word: Social Mobility, Intergenerational, Family, Paddy Farmers
PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PELAJARAN EKONOMI Shaleha, .; ., Junaidi; ., Sulistyarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 9 (2016): September 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.317 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui apakah terdapat perbedaan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dan model pembelajaran konvensional dalammeningkatkan hasil belajar siswapelajaran Ekonomi  Kelas X IIS SMAN 02 Pontianak Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan quasi-experimental design dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Pontianak  dengan jumlah 75 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi langsung,tes hasil belajar dan kertas kerja dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol karena peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih besar yaitu 60,02 sedangkan kelas kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 56,65. Kata Kunci : Student Facilitator and Explaining,Hasil Belajar, Ekonomi Abstract :This study aimed to see whether there are differences in learning model Student Facilitator and Explaining ( SFE ) and conventional learning models in improving student learning outcomes lesson Economy Class X IIS SMAN 02 Pontianak method used in this study is an experimental method using quasi - experimental design with design research nonequivalent control group design . Subjects in this study were students of class X SMAN 2 Pontianak IIS with the number of 75 students . Data collection tool used in this study is a direct observation sheet , achievement test documentation and paper work . The results showed that the learning outcomes of the experimental class is higher than the control class for improving student learning outcomes larger experimental class is 60.02 while the control group only increased by 56.65 .  Keywords : Student Facilitator and Explaining , Learning Outcomes, economy    
PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN 39 PONTIANAK KOTA Chairinah, .; Asmara, Uray Husna; ., Sulistyarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 06 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.716 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan rancangan, proses, evaluasi serta faktor pendukung dan penghambat. Teknik perolehan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan triangulasi. Hasil penelitian : (1) RPP tematik yang dibuat oleh guru sudah memenuhi syarat pembuatan RPP; (2) Pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pembelajaran tematik berbasis Scientific yang banyak melibatkan peserta didik, metode yang bervariasi, peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran. (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai instrument penilaian sehingga guru dapat memahami perilaku dan kemampuan peserta didik; (4) Tersedianya sarana dan prasarana, kemauan dan kemampuan guru, motivasi dari kepala sekolah dan perhatian orang tua merupakan faktor pendukung; (5) Perbedaan kemampuan, minat bakat dan  jumlah peserta didik menjadi faktor penghambat penerapan Pembelajaran Tematik Berbasis Scientific . Kata Kunci: Pembelajaran Tematik, Pendekatan Scientifik. Abstract: The purpose of this research is for describing the program, process, evaluation, encouraged and obstructed factors. The technique of achieving the data is based on observation, interview, and documentation. The analyzed data is by triangulation. The result of this research are: (1) The thematic lesson plan made by teacher is qualified (2) the teaching and learning process is by using thematic teaching based on scientific which involved many students, variation method, the students doing active role through the learning process.  (3) the learning evaluation is done by using many kinds of assessment instrument therefore the teacher is able to comprehend students capability and behavior; (4) the adequate facilties, the willingness and teacher ability, motivation from the headmistress and also parents attention is also encourage factor. (5) The differences of ability, talent and interest and also the amount of the students became the obstructed factors in implementation of thematic learning based on scientific. Key words : Thematic Learning, Scientific Approach.  
ANALISIS PROSES INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF ANTARA PENGURUS OSIS DI SMP Aziz, Abdul; ., Sulistyarini; Salim, Izhar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 11 (2016): Nopember 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.543 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama asosiatif dan akomodasi antara pengurus Osis SMP Islam Ashabul Kahfi Pontianak Provinsi Kalimantan Barat periode 2015-2016. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian. Sampel penelitian ini adalah 7 orang anggota Osis dari total keseluruhan pengurus Osis sebanyak 24 orang anggota. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerjasama antara pengurus Osis telah berjalan dengan baik atas kerjasama yang selalu ditingkatkan oleh seluruh pengurus OSIS dan pembinaan yang terus-menerus dilakukan oleh pembina OSIS SMP Islam Ashabul Kahfi Pontianak, walaupun masih kurang sempurna dikarenakan berbagai hanbatan-hambatan yang terjadi didalam pengurus OSIS.   Kata kunci : Teori Kerjasama, Interkasi Sosial, Pengurus Osis Abstract : The study aims to determine the associative cooperation between board and accommodation Osis SMP Islam Ashabul Kahfi Pontianak in West Borneo period 2015-2016. The method used is descriptive with problem solving procedures investigeted by describing or depicting the state of the subject or object of research. In the study sample are seven members of the total board Osis twenty four members. The analysis showed that the cooperation between board Osis has worked well for the cooperation ehich is always enhanced by the whole OSIS and coaching are continually done by coach OSIS SMP Islam Ashabul Kahfi Pontianak, although still les than perfect because of several obstacles that accur within board Osis. Keywords: Theory of Cooperation, Social Interaction, OSIS Board
PENTINGNYA PENDIDIKAN HUMANISTIK DI ERA GLOBALISASI ., Sulistyarini
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 2, No 1 (2011): Volume 2 Nomor 1 Edisi April 2011
Publisher : Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kancah pergulatan global dewasa ini, kekhawatiran yang muncul adalah hancurnya rasa kemanusiaan dan terkikisnya semangat religius serta kaburnya nilai-nilai kemanusiaan ditambah lagi hilangnya jatidiri bangsa. Globalisasi menjadikan dunia tanpa batas, lebih transparan dan terbuka, dunia telah menjadi sebuah big village. Humanisasi adalah proses membangun karakter kemanusiaan dalam diri manusia, yang menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, dengan berbagai anugerah kelebihan. Humanisasi pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang manusiawi merupakan suatu upaya menjadikan pendidikan sebagai suatu proses pembudayaan.
PENTINGNYA PENDIDIKAN HUMANISTIK DI ERA GLOBALISASI ., Sulistyarini
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 2 (2010): JCK September 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.521 KB)

Abstract

Dalam kancah pergulatan global dewasa ini, kekhawatiran yang muncul adalah hancurnya rasa kemanusiaan dan terkikisnya semangat religius serta kaburnya nilai-nilai kemanusiaan ditambah lagi hilangnya jatidiri bangsa. Globalisasi menjadikan dunia tanpa batas, lebih transparan dan terbuka, dunia telah menjadi sebuah big village. Humanisasi adalah proses membangun karakter kemanusiaan dalam diri manusia, yang menghargai harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, dengan berbagai anugerah kelebihan. Humanisasi pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang manusiawi merupakan suatu upaya menjadikan pendidikan sebagai suatu proses pembudayaan.Kata Kunci: Pendidikan Hunanistik, Globalisasi
MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL ., Sulistyarini
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 8, No 1 (2010): JCK Maret 2010
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.143 KB)

Abstract

Proses pendidikan yang berlangsung selama ini lebih menekankan pada pengembangan ranah kognitif peserta didik dan cenderung mengabaikan ranah afektif dan psikomotorik. Akibatnya, sekolah lebih berfungsi sebagai tempat pengajaran dari pada pendidikan. Sebuah sistem pendidikan yang berhasil adalah yang dapat membentuk manusia-manusia berkarakter yang sangat diperlukan dalam mewujudkan sebuah negara kebangsaan yang terhormat. Karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral.Komponen karakter ada tiga yaitu moral knowing, moral feeling dan moral action. Pembelajaran Kontekstual dengan tujuh komponennya yaitu (1) Konstruktivistik; (2) Inquiry; (3) Questioning; (4) learning community; (5) Modelling; (6) reflection dan (7) authentic assessment, dapat dijadikan sebagai cara untuk membangun karakter siswa.Kata Kunci: Karakter, Pembelajaran Kontekstual
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN METODE DEBAT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI Maulina, Suvi; ., Mashudi; ., Sulistyarini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 7 (2016): JULI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.271 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran metode debat terhadap kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berkomunikasi siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA negeri 1 Segedong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experiment dengan bentuk penelitian quasi experiment dan rancangan percobaan yaitu nonequeivalent control group design. Jumlah populasi sebanyak 96 siswa. Adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar tes dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis data kuantitatif statsitik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran metode debat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berkomunikasi siswa pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Segedong dengan effect size 1,184 pada kemampuan berpikir kritis dan 1,664 pada kemampuan berkomunikasi dengan kriteria tinggi yaitu ES > 0,8.   Kata Kunci: Metode debat, Kemampuan Berpikir Kritis, Kemampuan Berkomunikasi. Abstract: The purpose of the study is to know on the effectivity of teaching methods debate on critical thinking skills and communication skills of students on economic subjects in SMA Negeri 1 Segedong. The method of the study was experiment in form of quasi experiment and the simulation design was nonequeivalent control group design. Total population of 96 students. The sample of the study was 60 students. The tools of collecting data were test and observation sheet. The analysis data was done by doing descriptive statistic quantitative data analysis.  The result that the learning methods of debate effective in improving critical thinking skills and communication skills of the students on the subjects of Economics in SMAN 1 Segedong with effect size 1,184 on critical thinking skills and the ability to communicate with the 1,664 high criteria are ES> 0.8. Keywords: Methods Debate, Critical Thinking Skills, Communication Skills.
MODEL INKUIRI (HEURISTIC) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKN) ., Sulistyarini
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 6, No 2 (2008): JCK September 2008
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.553 KB)

Abstract

Salah satu tujuan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah untuk memberikan kompetensi berpikir secara kritis, rasional,dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan. Oleh karena itu mata pelajaran kewarganegaraan harus dinamis dan mampu menarik perhatian peserta didik, mampu mengembangkan pemahaman serta bermakna.Model Inkuiri (Heuristic) merupakan model yang tepat digunakan dalam pembelajaran PKn, karena menekankan pada proses berpikir, mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis. Kata kunci : Model Inkuiri, berpikir, kritis
PERAN ORANG TUA SEBAGAI AGEN SOSIALISASI PENDIDIKAN DASAR ANAK KELUARGA PEMULUNG DI PONTIANAK Saputra, Ridho Rizki; ., Sulistyarini; ., Imran
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 10 (2015): Oktober 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.397 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran orang tua yang bekerja sebagai pemulung dalam pendidikan dasar anak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dalam penelitian ini disajikan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan informan sebanyak 5 orang yang terdiri dari 2 keluarga dengan masing-masing keluarga beranggotakan sebanyak 3 orang dan 2 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua sebagai perencana, dilakukan dengan cara merencanakan tingkat pendidikan anak kejenjang yang lebih tinggi serta menyiapkan dana untuk pendidikan selanjutnya. Kemudian peran orang tua sebagai pelaksana pendidikan dasar anak dilakukan dengan memenuhi kebutuhan anak dalam menunjang pendidikan yang dijalani. Selanjutnya peran orang tua sebagai pengawas dalam pendidikan dasar anak dilakukan dengan memberikan perhatian kepada anak, peduli terhadap kemajuan belajar anak, membimbing anak belajar, memberikan motivasi terhadap pendidikan yang dijalani anak serta mengajarkan nilai moral dan spiritual kepada anak.   Kata Kunci : Peran Orang Tua, Pendidikan Dasar Abstract : This research aims to determine of the role of parents who worked as scavengers in the primary education of children. The approach used is qualitative approach with descriptive methods. Data accumulation techniques used are observation, interview, and documentation. Analysis in this research served in descriptive qualitative by using 5 informant consisting of 2 families with each family of as many as 3 people and 2 people. The results showed the role of parents as the planner, is done by plotting the level education of children to the higher and prepare the cost for further education. Then the role of parents as the executor of primary education to meet the needs of children done to support children in undertaken education. Furthermore, the role of parents as a supervisor in the child's primary education is done by giving attention to the child, care for children's learning progress, guiding children to learn, providing motivation to the education of children who lived and taught moral and spiritual values ??to the children.   Keywords : Role Of Parents, Primary Education