Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PENGABDIAN SRIWIJAYA

SOSIALISASI MANAJEMEN DEMENSIA MELALUI PEMANFAATAN BUAH MENGKUDU SEBAGAI ANTIOKSIDATIF ., Susilawati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Pengabdian Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demensia adalah istilah yang digunakan untuk melukiskan gejala-gejala sekelompok penyakit yang mempengaruhi otak. Demensia mempengaruhi cara berfikir, kelakuan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan biasa sehari-hari. Fungsi otak cukup banyak terpengaruh sehingga menganggu pergaulan dan pekerjaan normal penderita. Buah mengkudu memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat bagi kesehatan, di samping kandungan nutrisinya yang beragam seperti vitamin A, C, niasin, tiamin, riboflavin serta mineral seperti zat besi , kalsium, natrium dan kalium. Sebanyak 160 senyawa fitokimia telah teridentifikasi dari mengkudu. Mikronutrien terbesar yang ditemukan dalam buah mengkudu adalah senyawa fenol, asam organik dan alkaloid. Senyawa golongan fenol yang paling banyak ditemukan dan penting adalah antrakuinon (damnacanthal, morindon dan morindan), acubin, asperulosida dan skopoletin. Golongan asam organik utama adalah asam kaproat dan asam kaprilik sedangkan golongan alkaloid utama adalah xeronine.(Winarti, 2005; Rethinam et al., 2007; Blanco et al., 2010).Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan tentang tanda dan gejala penyakit dementia dan pengaturan intake makanan serta aktivitas yang dapat mencegah terjadinya penyakit dementia bagi setiap masyarakat yang memiliki risiko untuk terjadinya Penyakit dementia dan bagi masyarakat yang menderita dementia. Selain itu juga dilakukan penyuluhan tentang pemanfaatan buah mengkudu menjadi bahan makanan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat mengingat Morinda citrifolia memiliki efek antioksidatif yang dapat meningkatkan fungsi kognitif otak. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Universitas Sriwijaya dalam rangka melaksanakan salah satu tri darma perguruan tinggi.Dari kegiatan yang dilakukan terlihat warga masyarakat yag hadir sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Hal ini dapat diketahui dengan banyaknya pertanyaan yang muncul setelah penyuluhan diberikan. Pertanyaan tidak hanya terbatas pada penyakit dementia, manfaat mengkudu tapi tentang masalah kesehatan yang lain. Peserta yang hadir juga melakukan konsultasi tentang berbagai penyakit.. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan.
PENDAMPINGAN DETEKSI MANDIRI PENYAKIT DIABETES MELITUS MELALUI TRACKING FAKTOR RISIKO DAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU ., Susilawati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pengabdian Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik kronis tidak menular, dengan karakteristik hiperglikemi yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Kadar gula darah merupakan kadar glukosa dalam darah dengan nilai >126 mg/dl dalam keadaan puasa dinyatakan kadar gula darah tinggi/kencing manis yang juga sering disebut Diabetes Melitus (Corwin, 1997). Kadar gula darah yang tinggi dan berlangsung lama dapat menimbulkan komplikasi yaitu kelainan mikrovaskuler seperti retinopati, nefropati, jantung koroner dan kelainan makrovaskuler seperti stroke, jantung sistemik dan gangren. Komplikasi diabetes dapat mengenai berbagai organ tubuh dan jaringan diantaranya adalah kerusakan ginjal yang ditandai dengan adanya albumin urin karena penurunan filtrasi glomerulus ginjal dan gangguan respon imunitas. Kondisi kadar gula darah melebihi normal memicu terjadinya peningkatan radikal bebas pada berbagai sel tubuh termasuk jumlah sel neutrofil (Tjokoprawiro, 2006).     Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berupa penyuluhan tentang, faktor risiko penyakit diabetes melitus,  tanda dan gejala penyakit diabetes melitus serta pengaturan intake makanan yang mengandung gula bagi setiap masyarakat yang memiliki risiko untuk terjadinya Penyakit diabetes melitus dan bagi masyarakat yang menderita diabetes melitus. Selain itu juga dilakukan penyuluhan tentang penggunaan alat ?glukosa-test? untuk memeriksa kadar gula darah sewaktu kepada masyarakat Kelurahan Aryo Kemuning, Siring Agung, pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan konsultasi sekitar penyakit diabetes melitus. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Sriwijaya.     Dari kegiatan yang dilakukan terlihat warga masyarakat yang hadir sangat antusias untuk mengikuti kegiatan pengabdian ini. Hal ini dapat diketahui dengan banyaknya pertanyaan yang muncul setelah penyuluhan diberikan. Pertanyaan tidak hanya terbatas pada penyakit diabetes  tapi tentang masalah kesehatan yang lain. Peserta yang hadir juga melakukan konsultasi serta diperiksa kadar gula darah sewaktu. Perlu dilakukan kegiatan pengabdian yang berkesinambungan dengan topik-topik penyakit yang berbeda juga pengabdian berupa pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat sehingga selain mendapatkan pengetahuan yang baru juga dapat menikmati langsung pelayanan kesehatan
PENGEMBANGAN BERBAGAI TANAMAN SAYURAN DI PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI USAHA MEWUJUDKAN PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI ., Susilawati
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Pengabdian Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan, Pekarangan, Pangan, Lestari