Articles

Found 3 Documents
Search

HARMONISASI PENGATURAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA ., Sutikno
Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juni 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.88 KB)

Abstract

Penulis mengangkat permasalahan tentang harmonisasi pengaturan pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam sistem ketatanegaraan indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh amanat konstitusi bahwa Indonesia adalah negara hukum dan negara demokrasi. Demokrasi merupakan salah satu prinsip dasar dalam penyelenggaraan negara yang dipilih bangsa Indonesia, perwujudan demokrasi yang paling konkrit dilaksanakan dengan penyelenggaran pemilihan umum. Disamping itu, Indonesia sebagai negara hukum dalam penyeleggaraan negara harus berdasarkan hukum. Oleh karena itu, dalam menjalankan demokrasi harus berpedoman pada prinsip-prinsip negara hukum demi terwujudnya negara demokrasi konstitusional. Untuk menganalisis mengenai pengaturan pemilihan umum kepala dan wakil kepala daerah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, maka penulis menggunakan teori dari Hans Kelsen.Kata kunci : harmonisasi, pemilihan, pengaturan.
PENERAPAN E-COMMERCE UNTUK MENINGKATKAN DAN MEMPERLUAS PEMASARAN DI UMKM (Studi Kasus di UMKM Pengrajin Tahu Putih dan Telur Asin di Kabupaten Klaten) ., Sutikno; Adhy, Satriyo; Endah, Sukmawati Nur
JURNAL EKONOMI MANAJEMEN AKUNTANSI Vol 23, No 40 (2016)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.01 KB)

Abstract

Abstrak Salah satu potensi industri yang menjadi basis perekonomian di kabupaten Klaten yaitu industri tahu dan telur asin. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik kabupaten Klaten tahun 2012 bahwa terdapat 6 kelompok sentra industri tahu dan belum terdapat kelompok sentra industri telur asin.  Pada sisi lain, jumlah penduduk kabupaten Klaten dari tahun ketahun mengalami peningkatan sehingga akan menambah masalah pengangguran baru jika tidak diimbangi dengan menciptakan industri baru atau mengembangkan industri kecil yang sudah ada. UMKM yang mempunyai potensi untuk berkembang di kabupaten Klaten saat ini  yaitu UMKM tahu putih dan telur asin. Permasalahan dari UMKM ini yaitu pemasaran masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan tenaga manusia sehingga untuk berkembang menjadi besar akan mengalami kesulitan. Untuk mengatasi permasalagan tersebut diperlukan teknologi yang dapat meningkatkan dan memperluas jangkauan pemasaran, sehingga berkembang lebih cepat. Salah satu teknologi yang berkembang sangat pesat sekarang yaitu dengan memanfaatkan e-commerce. E-commerce merupakan tipe perdagangan yang memanfaatkan internet dalam melakukan transaksi. Metode yang digunakan dalam pembuatan e-commerce ini yaitu dengan metode Web Engineering Method (WEM) yang terdiri dari akuisisi, fase orientasi, fase identifikasi, fase perancangan, fase realisasi, dan fase implementasi. Manfaat yang diperoleh dengan di terapkannya e-commerce bagi UMKM ini yaitu dapat melakukan pemasaran dengan jangkauan yang lebih luas tanpa terbatas oleh jarak dan waktu, komunikasi antara pengelola UMKM dan konsumen dapat dilakukan dengan internet sehingga lebih cepat dan murah, dan data-data produksi, konsumen, dan keuntungan terekam secara otomatis. Kata Kunci : UMKM, Web Engineering Methode (WEM), e-commerce
Identifikasi Keragaman Gen FTO Pada Bangsa Sapi Potong Indonesia ., Sutikno; Priyanto, Rudy; Sumantri, Cece; Jakaria, Jakaria
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.158 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.5655

Abstract

ABSTRAK Gen FTO berfungsi sebagai regulasi homeostasis, deposisi lemak dan pengaturan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme SNP g.125550A>T di ekson 3 gen FTO pada bangsa sapi potong Indonesia. Sampel darah diperoleh dari 209 ekor sapi, terdiri atas sapi bali (44), madura (20), Pesisir (20), katingan (20), Peranakan ongole (PO) (22), Pasundan (20), Sumba Ongole (SO) (11), brahman (20), simental (15), dan limousin (18). Polimorfisme gen FTO dianalisis menggunakan metode PCR-RFLP (HpyCH4III) dan direct sequencing. Hasil genotiping SNP g.125550A>T adalah polimorfik (genotipe AA, AT, dan TT) pada sapi madura, pesisir, katingan, PO, pasundan, SO, brahman, simental, dan limousin. Frekuensi alel A dan T masing-masing adalah 0,70, 0,68, 0,84, 0,89, 0,70, 0,86, 0,90, 0,73, 0,69 dan 0,30, 0,33, 0,16, 0,11, 0,30, 0,14, 0,10, 0,27, 0,31. Nilai Ho dan He masing-masing adalah 0,60-0,14 dan 0,44-0,18 serta dalam keseimbangan Hardy-Weinberg (P>0.05). Sementara pada sapi bali bersifat monomorfik hanya bergenotipe AA. Hasil sekuensing SNP g.125550A>T ditemukan mutasi tranvesi A menjadi T pada posisi nukleotida  g.125550. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa SNP 125550A>T gen FTO beragam dan berpotensi dijadikan marka genetik untuk kualitas daging pada bangsa sapi potong Indonesia.Kata Kunci: gen FTO, PCR-RFLP, Sapi, SNP g.125550A>TABSTRACTThe FTO gene functions as regulation of homeostasis, fat deposition and regulation of obesity. This study aimed to identify the polymorphism of SNP g.125550A>T in exon 3 of FTO gene in Indonesian beef cattle. Blood samples were collected from 209 cattle, including bali (44), madura (20), pesisir (20), katingan (20), PO (22), pasundan (20), SO (11), brahman (20), simental (15), and limousin (18). Polymorphism of the FTO gene was analyzed using PCR-RFLP (HpyCH4III) and direct sequencing methods. The results of genotyping SNP g.125550A>T was polymorphic (AA, AT and TT genotypes) in madura, pesisir, katingan, PO, pasundan, SO, brahman, simental, and limousin cattle. The frequency of A and T alleles were 0,70, 0,68, 0,84, 0,89, 0,70, 0,86, 0,90, 0,73, 0,69 and 0,30, 0,33, 0,16, 0,11, 0,30, 0,14, 0,10, 0,27, 0,31 respectively. The values of Ho and He were 0,60-0,14 and 0,44-0,18 respectively and in Hardy-Weinberg equilibrium (P>0,05). While in Bali cattle was monomorphic (AA genotype). Results of sequencing SNP g.125550A>T of the FTO gene found a transverse mutation A to T at the nucleotide position g.125550. As a result of this study, it can be concluded that SNP 125550A>T of the FTO gene was diverse and potentially used as genetic markers for meat quality in Indonesian beef cattle.Keywords: cattle, FTO gene, PCR-RFLP, SNP g.125550A>T.