Joni Safaat Adiansyah
Fakultas Teknik Program Studi Pertambangan Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PIPELINE PROGRAM CDM DI INDONESIA: SEBUAH PELUANG DAN TANTANGAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN Adiansyah, Joni Safaat
Jurnal Teknosains Vol. 1 No. 1 tahun 2011
Publisher : Sekolah Pascasarjana UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.382 KB)

Abstract

Climate change is one of the world’s problems that must be dealt; the failure in tackling climate change will impact on increasing the earth temperature and endanger the archipelago countries including Indonesia. Clean Development Mechanism (CDM) is one of the Kyoto Protocol mechanisms designed to mitigate climate change. Indonesia is one of the countries that meets the requirement as the host of CDM program and has set up the target to reduce GHG emissions as much as 26 percent in year 2020. The industrial sector has opportunities to engage actively in reducing GHG emission including mining industry.  The objectives of this research are to find out the potency of mining company’s involvement in climate change mitigation efforts particularly through CDM. In addition, the research of method that is chosen is literature study including reviewing data relating to CDM and with qualitative approached. The result shows that mining industry has a potency to involve actively in CDM program, among others, through energy efficiency, fuel substitution, renewable energy, Coal Bed Methane and the handling of critical lands through afforestation and reforestation scheme. Furthermore, by using Business as Usual assumption, the linier  regression that is produced y=27.255.x + 12.711 therefore  It is estimated that about 15 Mt CO2-e (assuming 4 percent reduction) needs to be derived from the energy sector in 2020 that can be taken as an opportunity for the mining industry as well.
PIPELINE PROGRAM CDM DI INDONESIA: SEBUAH PELUANG DAN TANTANGAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN Adiansyah, Joni Safaat
Jurnal Teknosains Vol 1, No 1 (2011): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.382 KB) | DOI: 10.22146/teknosains.3986

Abstract

Climate change is one of the world’s problems that must be dealt; the failure in tackling climate change will impact on increasing the earth temperature and endanger the archipelago countries including Indonesia. Clean Development Mechanism (CDM) is one of the Kyoto Protocol mechanisms designed to mitigate climate change. Indonesia is one of the countries that meets the requirement as the host of CDM program and has set up the target to reduce GHG emissions as much as 26 percent in year 2020. The industrial sector has opportunities to engage actively in reducing GHG emission including mining industry.  The objectives of this research are to find out the potency of mining company’s involvement in climate change mitigation efforts particularly through CDM. In addition, the research of method that is chosen is literature study including reviewing data relating to CDM and with qualitative approached. The result shows that mining industry has a potency to involve actively in CDM program, among others, through energy efficiency, fuel substitution, renewable energy, Coal Bed Methane and the handling of critical lands through afforestation and reforestation scheme. Furthermore, by using Business as Usual assumption, the linier  regression that is produced y=27.255.x + 12.711 therefore  It is estimated that about 15 Mt CO2-e (assuming 4 percent reduction) needs to be derived from the energy sector in 2020 that can be taken as an opportunity for the mining industry as well.
IDENTIFIKASI POTENSI GEO-SITES DI KECAMATAN SEKOTONG MENUJU PENGEMBANGAN EDU-GEO TOURISM Rahmawati, Diah; Adiansyah, Joni Safaat; Alpiana, Alpiana; Matrani, Bedy Fara Aga
Jurnal Ulul Albab Vol 23, No 2 (2019): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v23i2.1731

Abstract

Kecamatan Sekotong adalah salah satu lokasi yang marak dengan kegiatan pertambangan rakyat. Saat ini pendapatan masyarakat dari pertambangan rakyat sudah mulai menurun seiring dengan semakin dalamnya letak deposit mineral sehingga perlu dipikirkan upaya diversifikasi kegiatan agar dapat menambah penghasilan masyarakat penambang. Salah satunya adalah dengan mempromosikan wisata geologi untuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi terhadap potensi geo sites di Kecamatan Sekotong yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi edu-geo tourism. Metode penelitian quantitatif akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantifikasi geowisata. Berdasarkan pendekatan geosite dan geomorphosite menggunakan penilaian menurut Kubalikova (2013) dapat disimpulkan bahwa lokasi geosite yang berada di wilayah pantai memiliki nilai kelayakan lebih tinggi dibandingkan dengan yang berada di wilayah non pantai dengan nilai kelayakan antara 44,59% ? 75,68% untuk dapat dijadikan edu-geo tourism.
ANALISIS KEMAMPUAN CRUSHER PLANT AIR MERAH DALAM PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI DI PT. AMMAN MINERAL NUSA TENGGARA (PT. AMNT) Purnawansyah, Erwin; Adiansyah, Joni Safaat
Jurnal Ulul Albab Vol 23, No 2 (2019): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v23i2.1728

Abstract

PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) mempunyai crusher plant untuk memproduksi material pendukung seperti base coarse.Crusher Plant ini di kenal dengan nama  Crusher Plant Air Merah. Dalam kegiatan operasionalnya, PT. AMNT mempunyai target produksi material yang disesuaikan dengan kemampuan crusher plant dan kebutuhan di lapangan. Adapun tujuan dari pengamatan ini yaitu, Untuk mengetahui produksi aktual dari unit crusher plant, mengetahui ketercapaian target produksi crusher plant, mengetahui hambatan yang mempengaruhi produksi crusher plant.Serta untuk mengetahui upaya dalam mengurangi hambatan untuk mencapai target produksi crusher plant.Hasil produksi Pada bulan maret 2019 crusher plant sebesar 26.102 12 m3">   perbulan, dan untuk target produksi perbulannya adalah 28.730,88 12m3"> . Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa target produksi belum tercapai sebesar 2.628,88 12m3">  ini disebabkan karena besarnya waktu hambatan yang diakibatkan Physical Availability (PA) dan Use of Availability (UA). Untuk meningkatkan produksi dari unit crusher plant dapat dilakukan dengan optimasi waktu hambatan, seperti mengoptimasikan waktu clean up area
KAJIAN DAUR HIDUP (LIFE CYCLE ASSESSMENT) DALAM PRODUKSI PUPUK UREA: STUDI KASUS PT PUPUK KUJANG Adiansyah, Joni Safaat; Ningrum, Nailawati Prastiya; Pratiwi, Dyan; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 17, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Ilmu Lingkungan,Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.433 KB) | DOI: 10.14710/jil.17.3.522-527

Abstract

Pupuk urea adalah merupakan salah satu jenis pupuk yang paling banyak digunakan oleh petani di Indonesia. Total penggunaan pupuk urea selama tahun 2018 yang tercatat pada Kementerian Perindustrian Indonesia adalah sejumlah 6,27 Juta ton atau mengalami peningkatan 5% dari tahun sebelumnya. Salah satu pabrik yang menghasilkan pupuk urea adalah PT Pupuk Kujang di Cikampek Jawa Barat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi dampak lingkungan potensial yang dihasilkan dari produksi 50 Kg pupuk urea. Metode yang digunakan dalam kajian dampak daur hidup (Life Cycle Impact Assessment) adalah CML-IA dengan 11(sebelas) parameter yaitu abiotic depletion dan abiotic depletion (fossil fuel), global warming (GWP100), ozone layer depletion, human toxicity, fresh water dan marine aquatic ecotoxicity, terrestrial ecotoxicity, photochemical oxidation, acidification, dan eutrophication,  Adapun batasan sistem menggunakancradle to grave yang memperhitungakn bahan dasar, proses produksi, transportasi dan pengelolaan limbah (karung bekas pupuk). Dari hasil analisa didapatkan bahwa proses produksi memberikan kontribusi dampak paling besar dibandingkan dengan pengelolaan limbah sisa karung (landfill). Proses produksi memberikan kontribusi terhadap dampak potensial lingkungan pada kisaran 99,14 ? 100 persen dari total dampak yang di hasilkan. Sebagai tambahan bahwa dampak yang ditimbulkan pada proses di pabrik ammonia akan memberikan kontribusi lebih besar pada kisaran 22-37 persen lebih besar dibandingkan dengan proses di pabrik urea.Dari hasil analisa dengan memanfaatkan grafik jaringan (networking graph) pada program SimaPro juga menunjukkan bahwa environmental hotspotsdari daur hidup pupuk urea disebabkan oleh penggunaan gas alam, katalis molybdenum, penggunaan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), penggunaan polypropylene dalam material karung, dan transportasi. Dengan mempertimbangan environmental hotspot maka tindakan perbaikan berkelanjutan perlu dilakukan baik berupa  audit energi maupun pengelolaan penggunaan katalis.