Articles

Found 14 Documents
Search

EFEK HEPATOPROTEKTIF SERBUK AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack.) DILIHAT DARI AKTIVITAS SGPTSGOT TIKUS JANTAN YANG DIINDUKSI CCl4 Adikusuma, Wirawan; Bachri, Moch. Saiful
Pharmaciana Vol 4, No 2 (2014): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.189 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v4i2.1574

Abstract

This study was designed to evaluate the hepatoprotective effect of the powder Eurycomalongifolia Jack. From the activity level of SGPT-SGOT on CCl4-induced in male rats. Twentyfive male rats (150-250 g) divide in to 5 groups. Group I treated with aquadest was kept asnormal, group II treated with a single dose of CCl4 (1 ml/ kg BW i.p), group III and IV weretreated with Eurycoma longifolia Jack. (100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW p.o) respectivelyand CCl4 (1 ml/kg BW i.p), group V treated with a single dose of curcumin (100 mg/kg BWp.o) and CCl4 (1 ml/kg BW i.p). Blood was collected from vena porta for determination ofSGPT-SGOT. The study showed the activity level of SGPT from the rats was treated byEurycoma longifolia Jack. 100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW, Curcumin, and control groupsare 150.0±5.099 U/L; 113.6±5.508 U/L; 60.5±2.887 U/L; and 129.0±6.055 U/L respectively. Mean while the activity level of SGOT from the rats was treated by Eurycoma longifolia Jack.100 mg/ kg BW and 200 mg/ kg BW, Curcumin, and control groups are 369.4±11.165;263.0±1.803; 194.5±7.448; and 451.5±16.759 U/L respectively. The Eurycoma longifoliaJack. powder and Curcumin significantly (p < 0.05) declines two enzymes (SGPT and SGOT)than control group. The results concluded that Eurycoma longifolia Jack. powder hashepatoprotective effect.
Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Pagesangan Mataram Adikusuma, Wirawan; Qiyaam, Nurul; Yuliana, Fita
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 2 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, sikap, dan keterampilan petugasnya, tetapi juga dipengaruhi oleh kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan penggunaan obat hipertensi dan beberapa variabel karakteristik pasien yang berpengaruh terhadap kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Pagesangan, Mataram. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional crossectional dengan mengambil data secara prospektif selama periode Februari – Maret 2015. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) yang berisi 8 pertanyaan. Persentase tingkat kepatuhan berdasarkan kuesioner MMAS adalah kepatuhan tinggi 75 % dan kepatuhan rendah 25 %. Berdasarkan analisis Chi Square tidak ada karakteristik subyek penelitian yang berpengaruh terhadap kepatuhan (P>0,05).Kata kunci: Hipertensi, kepatuhan, MMAS ABSTRACTThe success of a treatment is not only influenced by the quality of health services, attitudes and skills of its health workes, but also influenced by patient adherence. This research is aimed to measure adherence to antihypertensive therapy in hypertensive patients at primary health center Mataram, and to investigate patient’s characteristic associated with such adherence. This research was carried out by observational cross-sectional design with prospective data collection during February – March  2015. The measurement of adherence is done by using a questionnaire MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) which contains 8 questions. The percentage of the level of adherence by questionnaire MMAS is a high adherence 75% and 25% lower adherence. Based on the analysis of Chi-Square no characteristic of the study subjects that affect adherence (P>0,05).Key word : Hipertensive, Adherence, MMAS
EFEK HEPATOPROTEKTIF SERBUK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFOLIA JACK.) DILIHAT DARI AKTIVITAS SGPTSGOT TIKUS JANTAN YANG DIINDUKSI CCL4 Adikusuma, Wirawan; Bachri, Moch. Saiful
Pharmaciana Vol 4, No 2 (2014): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v4i2.1574

Abstract

This study was designed to evaluate the hepatoprotective effect of the powder Eurycomalongifolia Jack. From the activity level of SGPT-SGOT on CCl4-induced in male rats. Twentyfive male rats (150-250 g) divide in to 5 groups. Group I treated with aquadest was kept asnormal, group II treated with a single dose of CCl4 (1 ml/ kg BW i.p), group III and IV weretreated with Eurycoma longifolia Jack. (100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW p.o) respectivelyand CCl4 (1 ml/kg BW i.p), group V treated with a single dose of curcumin (100 mg/kg BWp.o) and CCl4 (1 ml/kg BW i.p). Blood was collected from vena porta for determination ofSGPT-SGOT. The study showed the activity level of SGPT from the rats was treated byEurycoma longifolia Jack. 100 mg/kg BW and 200 mg/kg BW, Curcumin, and control groupsare 150.0±5.099 U/L; 113.6±5.508 U/L; 60.5±2.887 U/L; and 129.0±6.055 U/L respectively. Mean while the activity level of SGOT from the rats was treated by Eurycoma longifolia Jack.100 mg/ kg BW and 200 mg/ kg BW, Curcumin, and control groups are 369.4±11.165;263.0±1.803; 194.5±7.448; and 451.5±16.759 U/L respectively. The Eurycoma longifoliaJack. powder and Curcumin significantly (p < 0.05) declines two enzymes (SGPT and SGOT)than control group. The results concluded that Eurycoma longifolia Jack. powder hashepatoprotective effect.
Quality of Life and Adherence of Diabetic Patients in Different Treatment Regimens Perwitasari, Dyah A.; Adikusuma, Wirawan; Rikifani, Shoma; Supadmi, Woro; Kaptein, Adrian A.
Indonesian Journal of Clinical Pharmacy Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Clinical Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.779 KB) | DOI: 10.15416/ijcp.2014.3.4.107

Abstract

The diabetic patient’s quality of life and adherence should be a concerned by health care providers. This study aimed to explore the diabetic patient’s quality of life and medication adherence into account. We recruited 88 subjects in a cross-sectional design. The research subjects were out-patients with type 2 diabetes mellitus in a private hospitals in Yogyakarta City who had taken single or combination of oral anti diabetic and insulin at least six months prior to quality of life measurement. Patients were classified into three groups (monotherapy, oral combination therapy, and oral-insulin combination group). The domains of physical function, energy, satisfaction treatment, and treatment effect were significantly different among the three groups. There were significant associations between treatment satisfaction domain and adherence in monotherapy and oral-insulin combination groups, the health pressure domain and adherence in oral-insulin combination group, the treatment satisfaction domain with adherence in first two groups, and health pressure domain with adherence in oral-insulin combination group. In conclusion, the quality of life of the diabetic patients was good and their medication adherence was at a moderate level.Key words: Adherence, diabetes, Indonesia, quality of life Kualitas Hidup dan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus dengan Pengobatan yang BerbedaKualitas hidup dan kepatuhan pasien diabetes melitus (DM) sebaiknya mendapat perhatian dari pemberilayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM dan hubungannya dengan kepatuhan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan potong lintang. Subjek penelitian ini adalah 88 orang pasien DM tipe 2 di suatu rumah sakit swasta di Yogyakarta yang memperoleh pengobatan baik tunggal maupun kombinasi antara antidiabetes oral dan insulin minimal enam bulan sebelum pengambilan data kualitas hidup. Pasien dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok monoterapi, kombinasi oral antidiabetes, dan kombinasi oral-insulin. Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok ini pada domain fungsi fisik, energi, kepuasan terhadap terapi, dan efek pengobatan. Terdapat hubungan signifikan antara domain kepuasan pasien dengan kepatuhan pada kelompok monoterapi dan terapi kombinasi oral, domain tekanan kesehatan dengan kepatuhan pada kelompok terapi kombinasi oral-insulin, serta domain kepuasan pasien dan tekanan kesehatan dengan kepatuhan pasien pada ketiga kelompok terapi. Kualitas hidup pasien DM pada penelitian ini cukup bagus dengan kepatuhan pada tingkat moderat.Kata kunci: Diabetes, kepatuhan, kualitas hidup, Indonesia
PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI MELALUI LAYANAN PESAN SINGKAT DAN BOOKLET TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS Adikusuma, Wirawan; Qiyaam, Nurul; Nurbaety, Baiq; Partini, Tien; Putra, Eko Satria
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Ketidakpatuhan serta kurangnya pemahaman pasien terhadap instruksi penggunaan antidiabetik oral merupakan salah satu masalah utama dalam pengobatan pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2). Kondisi tersebut membutuhkan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan terapi pasien DMT2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode intervensi yang efektif antara layanan pesan singkat dan booklet terhadap peningkatan kepatuhan terapi pasien DMT2. Penelitian ini dilakukan dengan desain kuasi eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif. Subjek penelitian ini adalah 49 pasien DMT2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah menerima obat antidiabetik oral minimal enam bulan terapi sebelum pengambilan data kepatuhan. Pasien dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu kelompok layanan pesan singkat dan kelompok booklet. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kepatuhan pada kelompok layanan pesan singkat (1,15±1,04) dan kelompok booklet (3,22±1,99). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi melalui layanan pesan singkat dan booklet dapat meningkatkan kepatuhan tetapi tidak berbeda signifikan antara kedua kelompok (p>0,05).
PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT SEBAGAI PENGINGAT DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN TERAPI ANTIDIABETIK ORAL Nopitasari, Baiq Leny; Adikusuma, Wirawan; Asamuni, GJ Rahma Dewi
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia (tingginya kadar gula dalam darah). Kualitas hidup merupakan salah satu sasaran terapi manajemen DM sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan pesan singkat sebagai pengingat dan motivasi terhadap kualitas hidup dalam menunjang keberhasilan terapi pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan mengambil data pasien secara prospektif  selama periode Juli - Agustus 2017. Subyek penelitian ini sebanyak 60 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol sejumlah 30 pasien dan kelompok perlakuan sejumlah 30 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara serta pengisian kuesioner SF-36 untuk mengukur kualitas hidup. Kuisioner SF 36 memiliki 8 domain dimana semua domain memiliki perbedaan yang signifikan (P<0,05) sebelum dan sesudah perlakuan. Kualitas hidup pasien pada kelompok kontrol maupun perlakuan memiliki perbedaan yang sigifikan (P<0,05), dimana kualitas hidup pasien pada kelompok perlakuan lebih baik dibandingkan kualitas hidup pada kelompok kontrol. Dengan demikian pemberian layanan pesan singkat sebagai pengingat dan motivasi dapat meningkatkan kulitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2.
PENGUKURAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENDAPAT ANTIDIABETIK ORAL DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA Adikusuma, Wirawan; Perwitasari, Dyah Aryani; Supadmi, Woro
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

           Diabetes mellitus merupakan sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2 di RSU PKU Muhammadiyah Bantul, Yogyakarta.            Penelitian ini dilakukan dengan metode obsevasional crossectional dengan mengambil data secara prospektif selama periode oktober – desember 2013. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul yang telah menerima antidiabetik oral minimal 6 bulan terapi sebelum pengukuran kualitas hidup. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 56 pasien diabetes melitus tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 24 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 32 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quesionnaire (DQLCTQ)  dan Time Trade Off (TTO) untuk mengukur kualitas hidup.            Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup (DQLCTQ) terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok ini pada domain kepuasan pribadi dan kepuasan pengobatan. Berdasarkan kuesioner TTO, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok monoterapi dan kombinasi terapi.Kata kunci : Diabetes, Kualitas Hidup, DQLCTQ, TTO
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIDIABETIK ORAL TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKASI (HbA1c) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Adikusuma, Wirawan; Qiyaam, Nurul
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.262 KB)

Abstract

Kepatuhan minum obat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji hubungan tingkat kepatuhan minum obat antidiabetik oral terhadap kadar HbA1c pasien DMT2. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode crossectional dengan mengambil data secara prospektik selama periode April – Juni 2017. Subyek penelitian ini adalah 40 pasien DMT2 rawat jalan di Poli penyakit dalam RSUP Nusa Tenggara Barat. Pengukuran kepatuhan menggunakan metode hitung pil (pill count) dan kadar HbA1c diambil berdasarkan hasil uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan pasien DMT2 yang tergolong patuh 50% dan yang tidak patuh 50% serta adanya korelasi negatif antara kepatuhan pengobatan pasien DMT2 terhadap kadar HbA1c (r=0,081, p=0,619). Berdasarkan hal tersebut  menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat antidiabetik oral terhadap kadar HbA1c
AKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MELINJO (Gnetum gnemon L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) JANTAN Safwan, Safwan; Adikusuma, Wirawan; Ananda, Dwi Rizki
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.258 KB)

Abstract

Daun melinjo (Gnetum gnemon L.) mengandung flavonoid yangberpotensi untuk mengurangi rasa nyeri dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun melinjo terhadap efek analgetik pada mencit.Dua puluh lima ekor mencit yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kelompok kontrol positif (asam mefenamat1,3 mg/kgBB) dan kelompok ekstrak daun melinjo (dosis 6,48 mg/kgBB, 25,92 mg/kgBB dan 51,84 mg/BB) pada mencit putih jantan. Pengujian efek analgetik dilakukan dengan cara memberikan rangsangan nyeri pada hewan uji, berupa rangsangan panas dengan suhu 55°C Pengamatan dilakukan sebelum pemberian zat uji, kemudian berturut-turut pada menit ke-30, 60, 90 dan 120 setelah pemberian zat uji. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanoldaun melinjo dengan dosis 51,84 mg/kgBB memiliki efek analgetik yang tidak berbeda signifikan dengan asam mefenamat dosis 1,3 mg/kgBB (P>0,05). Kata kunci: Analgetik, Antiinflamasi, Daun melinjo
EVALUASI KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH BANTUL, YOGYAKARTA Adikusuma, Wirawan; Perwitasari, Dyah Aryani; Supadmi, Woro
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 11, No 2: September 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4302.339 KB) | DOI: 10.12928/mf.v11i2.1880

Abstract

Diabetes melitus merupakan sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepatuhan pasien DM tipe 2 di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional crossectional dengan mengambil data pasien secara prospektif selama periode Oktober – Desember 2013. Subyek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul yang telah menerima antidiabetik oral minimal 6 bulan terapi sebelum pengukuran kepatuhan. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 56 pasien diabetes melitus tipe 2 dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 24 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 32 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS) untuk mengukur kepatuhan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan antara monoterapi dan kombinasi terapi berbeda signifikan (p>0,05). Pada faktor karakteristik hanya jenis kelamin yang berpengaruh terhadap kepatuhan  [RR=0,463; interval kepercayaan 95%: 0,202-1,062] Kata kunci: DM tipe 2, kepatuhan, MARS