Articles

Pengaruh Sifat Fisik Tanah terhadap Hama Simphylid Pada tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) di PT. Great Giant Pineapple Terbanggi Besar Lampung Tengah Aji, Sandi; Afandi, Afandi; Wibowo, Lestari; Manik, K.E.S.
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 15, No 3 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.046 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v15i3.134

Abstract

This research was conducted in the planting area of pineapple (Ananas comosus) PT. GGP Terbanggi Besar Central Lampung indicated attacked by pests simphylid in March 2014 until May 2014. Analysis of soil physical properties carried out in the Laboratory of Soil Science, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The method used in this study is a survey method. Soil sampling conducted at three locations indicated simphylid pests. Soil sampling done at some point and some depth. Results from this research that pest symphilid most numerous in one location with a number of acquisition 172 tail where the location of the physical properties of good land which the density value of the content is low, the total pore low, macropores and high hardness low ground , allowing sinphylid be able to live and thrive. While at the location of two and three with the condition density value of the content is high, the total pore high, macropores low, and violence high soil pests simphylid not so much discovered as simphylid can not multiply and survive on the physical condition of poor soil Keywords: Pineapple, Symphilid, and physical properties of soil
Remediasi Miskonsepsi Mahasiswa Menggunakan Model Concept Attainment Pada Materi Metabolisme Sel Afandi, Afandi
978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.666 KB)

Abstract

The purpose of this research is to investigate the effect of remediation misconception using concept attainment model. The method of this research is pre-experimental using one group pretest and posttest design. The sample is 1st semester pre-service teacher student at Biology Education Department, Tanjungpura University consist of 30 students. The instrument used is multiple choice diagnostic test. Statistic test used is paired sample t-test. The result shows remediation using concept attainment model gives significant effect with ES value 1.44.
PENERAPAN COOPERATIF LEARNING TIPE STAD DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL PADA PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VIII A SMP NEGERI 1 PASANGKAYU Afandi, Afandi
EDU CIVIC Vol 2, No 1 (2014): JURNAL EDU-CIVIC
Publisher : EDU CIVIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.791 KB)

Abstract

Permasalahan  yang  dikaji  dalam  penelitian  ini  adalah  apakah  dengan model pembelajaran coopertif tipe STAD melalui pendekatan contextual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII a SMPN 1 Pasangkayu?.Siswa yang menjadi subyek   penelitian adalah siswa kelas VIII a yang berjumlah 29 orang siswa.Tujuan penelitian meningkatkan hasil  belajar   siswa di kelas VIII a  SMP Negeri 1 Pasangkayu dengan mengunakan penerapan   kooperatif learning tipe STAD melalui pendekatan contextual pada pembelajaran PKn.Jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam II siklus dengan prosedur (1)orentasi; (2) perencanaan;(3) pelaksanaan tindakan; (4) observasi;(5) refleksi. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai observer dan guru mata pelajaran sebagai pelaksana tindakan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara,catatan lapangan, dan hasil tindakan (evaluasi). Validasi data terdiri dari empat tahapan (1) triangulasi; (2) member chek; (3) audit trail; (4) ekspert opinion.Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I aktivitas siswa pada pertemuan pertama dalam kategori cukup dengan nilai rata-rata 63%,pertemuan kedua nilai rata-rata 73% dalam kategori baik,sementara observasi aktivitas guru pertemuan pertama dengan   nilai rata-rata73%   ,pertemuan kedua nilai rata-rata 80% dalam kategori baik. Daya serap klasikal pertemuan pertama 34,48% pertemuan kedua 58,62%. Daya serap individu pertemuan pertama 67,82% pertemuan kedua 74,48%. Siklus II observasi aktivitas siswa dengan nilai rata-rata 92%,observasi aktivitas guru dengan nilai rata-rata 94%. dan daya serap klasikal 86,20%. Daya serap individu 81.65%. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan coopertif learning tipe STAD dengan pendekatan contextual meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII a SMPN 1 Pasangkayu.       Kata kunci:Model Pembelajaran cooperatif tipe STAD;Hasil belajar siswa  
ELASTISITAS PERMINTAAN DAGING SAPI DI PASAR INPRES MANONDA KOTA PALU Afandi, Afandi
AgriSains Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.602 KB)

Abstract

Daging sapi merupakan sumber protein yang lebih baik bagi tubuh karena mengandungasam-asam amino esensial yang lebih lengkap dan seimbang serta lebih mudah dicerna. Penelitiantelah dilaksanakan pada tanggal 21 september sampai 21 oktober 2014. Desain penelitian yangdigunakan adalah metode survei. Penentuan sampel konsumen dilakukan secara purposif (sengaja)dengan menggunakan metode insidentil. Setiap konsumen yang datang membeli daging sapi akandijadikan sampel. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini yaitu data primer dan datasekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasilpenelitian penduga permintaan di Pasar Inpres Manonda Kota Palu adalah elastisitas permintaandaging sapi yaitu -0,2 yang termasuk jenis permintaan yang elastis (Ed>1), harga daging sapi yaitu-0,08 yang termasuk jenis permintaan elastisitas yang inelastis (Ep<1), elastisitas silang suatubarang X dan Y yaitu -1 yang termasuk jenis permintaan elastisitas yang komplementer ataupelengkap (Ec<0), dan berdasarkan pendapatan terhadap suatu barang yaitu 15 adalah elastisitasyang elastis (Ei>1). Faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap permintaan daging sapi diPasar Inpres manonda Kota Palu yaitu Harga Daging, Harga barang lain dan tingkat pendidikankonsumen. Sedangkan yang berpengaruh negatif yaitu pendapatan konsumen perbulan danpengeluaran konsumen.
ANALISIS USAHA PEMOTONGAN SAPI DI RUMAH POTONG HEWAN TAVANJUKA DAN PENJUALAN DAGING SAPI DI PASAR INPRES MANONDA KOTA PALU Afandi, Afandi; Husain, Muh. Hamsun; Rukmana, Indra
AgriSains Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.461 KB)

Abstract

Daging sapi menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional peternakan untuk memenuhi gizi masyarakat. Harga daging sapi ditentukan oleh ketersediaan daging sapi dan permintaan konsumen. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh pemotong sapi, penjual daging sapi di Kota Palu dan untuk mengetahui kelayakan usaha pemotongan sapi dan penjualan daging sapi di Kota Palu. Penelitian ini dilakukan di Rumah Potong Hewan Tavanjuka dan pedagang penjual di Pasar Inpres Manonda Kota Palu. Metode pengumpulan data menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian adalah pemotong sapi dan penjual daging sapi yang ada di Rumah Potong Hewan Tavanjuka dan Pasar Inpres Manonda Kota Palu. Data primer diperoleh dengan pengamatan langsung dan wawancara dengan menggunakan kuisioner. Data skunder sebagai data pendukung yang diperoleh dari kantor dinas peternakan dan instansi terkait. Penelitian menemukan bahwa pemotongan sapi dan penjualan daging sapi yang ada di Rumah Potong Hewan Tavanjuka dan Pasar Inpres Manonda Kota Palu memberikan rata-rata keuntungan sebesar Rp. 2.241.500/ekor, dengan B/C Ratio sebesar 1,27 dan BEP sebesar 54,5 kg. Artinya daging yang terjual lebih besar 54,5 kg agar memeperoleh keuntungan, dengan asumsi bagian-bagian tubuh lainnya (tulang kaki, kepala, hati, ginjal, limpa, jantung, jeroan, paru, lemak, tetelan dan kulit) telah terjual.
INTENSITAS SERANGAN PENGGEREK BATANG PADI PUTIH (Scirpophaga innotata) WALKER (LEPIDOPTERA : PYRALIDAE) DAN MUSUH ALAMI PADA DUA TEMPAT DENGAN KETINGGIAN YANG BERBEDA Afandi, Afandi; Yunus, Mohammad; Hasriyanty, Hasriyanty
AGROTEKBIS Vol 6, No 4 (2018)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice is the most important food crop in Indonesia, as more than half of populations inIndonesia depends their life on rice produced from rice plants. This research aims to determine the intensity of white rice stem boreron thetwo different places, namely the plateau in the Sejahtra village, Palolo Subdistrict at an altitude of 592 meters above the sea (masl), and the lowland area in Lolu village, Sigi Biromaru Subdistrict, Sigi Regency at an altitude of 171 (masl). Whereas its usefulness is to compare the level of attacks that occur in the field by white rice stem borer. This research was conducted in the rice cultivation area at two different places altitudes and the implementation time from April to July 2016. The research was conducted with the survey method, observation and execution of research. The variable of observation namely, 1) The intensity of S.innotata pests. 2) The number of pest eggs S.innotata group and 3)The types and the numbers of parasitoids. Therw is the difference in the intensity of S.innotata attacks in two areas in different heights. Attacks on Oloboju are higher (35%) while attacks on Sejahtera are lower (10%) and there are three species of parasitoid in the S.innotata'segg, they are parasitoid of Telenomus, sp., Tetrastichus, sp.,and Trichogramma, sp.Telenomus, sp. More dominant to of fendin Oloboju while, sp. More dominant to of fendin Sejahtera.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kepada Mata Pelajaran IPS Kelas V Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Learning Numbered Heads Together pada SDN 1 Binangga Afandi, Afandi; Tandi, Huber Yaspin; Firmansyah, Arif
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 10 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRendahnya hasil belajarnya siswa kelas V, guru cenderung menyampaikan materi, sementara siswa mendengarkan materi yang disampaikan. Hal ini disebabkan siswa belum bisa melihat makna atau fungsi dari materi yang sedang dipelajarinya. Upaya yang bisa dilakukan adalah pembelajaran menyenangkan, kreatif dan inovatif, guna meningkatkan hasil belajar IPS siswa sekaligus bisa membantu siswa melihat manfaat materi yang dipelajari dengan menghubungkannya dunia nyata serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan pengalaman belajarnya, salah satunya adalah model kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa, serta mengetahui kemampuan pengelolaan guru dalam pembelajaran pada siswa kelas V SDN 1 Binangga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan berakhir pada siklus II karena dinyatakan telah berhasil, dimana tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas V SDN 1 Binangga berjumlah 38 siswa, terdiri dari 12 laki-laki dan 26 perempuan. Hasil ketuntasan klasikal yang dicapai pada tes hasil belajar siklus I sebesar 76,3% atau terdapat 29 siswa yang tuntas dari 38 jumlah siswa. Persentase ketuntasan klasikal siklus I ini menunjukkan belum mencapai indikator keberhasilan belajar yaitu 80%. Sehingga dilanjutkan penelitian  pada tahap selanjutnya (siklus II). Hasil yang diperoleh pada siklus II lebih baik dari pada hasil siklus I, dimana ketuntasan belajar klasikal mencapai 94,7% atau terdapat 36 siswa yang tuntas dari 38 siswa. Hal tersebut berarti bahwa tingkat  kemampuan siswa dalam pembelajaran rata-rata dalam kategori sangat baik, meskipun masih terdapat 2 siswa yang belum tuntas secara individu.  Berdasarkan analisis hasil belajar siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) mengalami peningkatan dengan ketuntasan klasikal mencapai 94,7% dan rata-rata  hasil  belajar adalah  7,6. Kata Kunci:  Model kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), Hasil Belajar, Pembelajaran IPS
STIMULASI KETERAMPILAN ARGUMENTASI MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI MENGGUNAKAN VARIASI PERTANYAAN DALAM GRUP DISKUSI FACEBOOK Afandi, Afandi; Akhyar, M.; Suryani, Nunuk; Sadjidan, M.
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.92 KB)

Abstract

In the context of online learning environments, the argumentation skill becomes an important priority for sustained engagement of students in productive negotiation of ideas and evidence based reasoning (Siakidou, Papadouris, &amp; Constantinou, 2014). The aim of this study is to reveal the quality of argumentation skills stimulation used a variety of questions in Facebook group discussion for Biology student teachers. The method of this work was using quasi experiment with time series design. This study involved 24 Biology student teachers who contacted in online and expressed willingness to take part in Facebook group discussions. Results indicate that divergence questions types have a greater influence on the argumentation skills quantity rather than focal and brainstorming questions types, while the focal question types have a greater influence on the quantity of argumentation skills rather than brainstorming questions types. In addition, this study shows that brainstorming questions types (FA) have a better effect to coding scheme for individual arguments rather than focal questions types (NFA) and the divergent questions types (NJA) to stimulating the quality of argumentation skills of Biology student teachers. Further research to uncover the effect of topic discussion on the arguments quality is expected to enrich the findings in this study. Keyword: Argumentation skills stimulation, variety of questions, Facebook group discussion 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN USAHA PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR DI PROVINSI SULAWESI TENGAH Afandi, Afandi
AgriSains Vol 13, No 3 (2012)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The success of layer farmers business is economically dependent on the use of inputs necessary to produce the expected production. This research intent for: (1) know factors that regard egg production, (2) know factors that regard profit. The sampling method used census method. A total of sixty respondent?s farmer laying hens comprising thirty farmers from the city of Palu and thirty farmers of the Sigi?s Regency. Analysis?s tech data that is profit, analysis is bifilar linear regression. Result observation ling to point out layer farmer?s terminological small enterprise scale, medium, and big at Palu City and Sigi?s Regency that Production factors (input) one that ascendant positive to egg production layer farmers is total DOC and continent experience. Influential factor negative to profit are weft price and vitamin/medicine price, meanwhile dummy variable for scale intermediate positive ascendant.Key words: Laying farm, production, profit.
PERBEDAAN WAKTU PEMBERIAN PAKAN PADA SAPI JANTAN LOKAL TERHADAP INCOME OVER FEED COST Syukur, Suharno H.; Afandi, Afandi
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.972 KB)

Abstract

The research was conducted at Dolo District, Donggala Regency from April to June 2007. The aim of the research was to identify the effect of feeding time on income, expenditure and income over feed cost of local cattle. The experimental design used was a Randomized Block Design in which the treatment included were feeding time between 7 am to 5 pm, between 7 am to 9 pm, 7 am to 11 pm, between 7 am to 1 am, and between 7 am to 3 am. The results showed that the effect of feeding time was significant on income of local cattle feed cost, and expenditure, but not significant on income over feed cost of local cattle.