Articles

IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) DALAM PERSPEKTIF ISLAM Arisman, A.; Putriyani, Aries; Afandi, Ahmad
Akuntabilitas Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Department of Accounting-Faculty of Economic and Business (FEB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.712 KB) | DOI: 10.15408/akt.v11i2.8860

Abstract

The purpose of this study is to explore the implementation of Government?s Internal Control System in Islamic perspective. This research used descriptive method with Al-Qur?an, Hadith, regulations, books and articles as the sources of this research. Although Internal Control?s Comprehensive Framework and Guidance developed by COSO in 1992, but it had implemented by muslim leader since Nabi Muhammad?s era until Turki Utsmani Dynasty?s era. Five components of Internal Control that formed by COSO and adopted by government in PP No.60 2008 are control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring, each components have subcomponents; and for control environment we suggest to add with the spiritual, nature and style of leadership. The basic component of internal control is control environment, because it has a role as a protector for other components. If control environment has worked properly, then it will minimize a risk, control activities would be implemented simply, information and communication will run smoothly and internal control could be monitored periodically.
PENYELENGGARAAN KURSUS BEC (BASIC ENGLISH COURSE) BERBASIS OLIGOPOLI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN WARGA MASYARAKAT RT 02 RW XII DUSUN SINGGAHAN DESA SELODONO KECAMATAN RINGINREJO KABUPATEN KEDIRI AFANDI, AHMAD
J+PLUS UNESA Vol 5, No 1 (2016): vol 6 tahun 2016
Publisher : J+PLUS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT IMPLEMENTING OLIGOPOLY BASE BEC (BASIC ENGLISH COURSE) IN IMPROVING INCOME OF RT 02 RW XII DUSUN SINGGAHAN DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI SOCIETY Name : Ahmad Afandi Register number : 12010034046 Study Program : S-1 Major : Non Formal Education Faculty : Faculty of Education Institution : State University of Surabaya Advisor : Dr. Hj. Gunarti Dwi Lestari, M.Si, M.Pd Course is the unit of non formal education which provides many kinds of knowledge, skills, mental behaviors for studying society in teaching learning process as well as formal school. The different is that course is held to be done in short term and to study one certain skill in order to reach self-development, to earn living, to continue to higher education. BEC (Basic English Course) institution is one of courses who implements English course for 6 months in order to maximize English competency of studying society. In its implementation, BEC (Basic English Course) used Oligopoly system. Oligopoly is a marketing in which the form of competition is dominated by 2 or more producers/consumers in each different characteristic area. By applying Oligopoly system, society is given opportunities to participate for fulfilling needs of studying society in establishing new service base business. The Approach used in this research was qualitative. The data were collected by in-depth interview, observation and documentation. Data analyses used in this research were data collection, data reduction, data presentation and data verification. Results of this research showed that the implementing Oligopoly base BEC (Basic English Course) in improving income of society ran properly due to the indicators and purposes of the owner of BEC (Basic English Course) in fulfilling needs of studying society. It was proven that Oligopoly system affected to the ability of society in establishing new service base business in order to fulfill needs of studying society from BEC (Basic English Course). Concrete proofs from society’s capability to establish new service base business in order to fulfill needs of studying society from BEC (Basic English Course) was that the owner of BEC (Basic English Course) not only established course institution but also participated in establishing boarding house, restaurant, cycling rental, and laundry. From establishing new business, society’s income was improved than before. Keywords: Course Implementation, Oligopoly, Income ABSTRAK PENYELENGGARAAN KURSUS BEC (BASIC ENGLISH COURSE) BERBASIS OLIGOPOLI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN WARGA MASYARAKAT RT 02 RW XII DUSUN SINGGAHAN DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Nama : Ahmad Afandi NIM : 12010034046 Program Studi : S1 Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah Fakultas : Ilmu Pendidikan Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Dr. Hj. Gunarti Dwi Lestari, M.Si, M.Pd Kursus merupakan satuan pendidikan luar sekolah yang menyediakan berbagai jenis pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental bagi warga belajar dalam kegiatan belajar mengajar seperti halnya sekolah formal. Perbedaannya adalah bahwa kursus diselenggarakan dalam waktu pendek dan hanya mempelajari satu keterampilan tertentu dengan tujuan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Lembaga kursus BEC (Basic English Course) adalah salah satu contoh lembaga kursus yang menyelenggarakan kursus bahasa Inggris selama 6 bulan dengan tujuan untuk memaksimalkan kemampuan bahasa Inggris warga belajar. Dalam penyelenggaraannya BEC (Basic English Course) menggunakan sistem Oligopoli. Oligopoli merupakan suatu pasar dimana bentuk persaingan didominasi oleh lebih dari 2 produsen atau penjual dalam suatu area yang memiliki karakteristik tersendiri. Dengan sistem oligopoli tersebut masyarakat diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan warga belajar, yaitu dengan mendirikan usaha baru dibidang jasa. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah koleksi data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan kursus BEC (Basic English Course) berbasis oligopoli dalam meningkatkan pendapatan warga masyarakat berjalan sesuai indikator dan tujuan pengelola mendirikan lembaga kursus BEC (Basic English Course). Terbukti bahwa sistem oligopoli berdampak pada mampunya warga masyarakat mendirikan usaha baru dibidang jasa dengan tujuan untuk memenuhi kebututuhan warga belajar dari BEC (Basic English Course). Kata Kunci : Penyelenggaraan kursus, sistem oligopoli, pendapatan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PADA MATERI GARIS DAN SUDUT A, Lili Suryani; Hamid, Ikram; Afandi, Ahmad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.31 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i2.1250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis setelah diterapkannya model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi garis dan sudut siswa kelas VII MTs Negeri Dowora Kota Tidore Kepulauan semester genap tahun pelajaran 2015/2016.Jenis penelitian ini adalah jenis eksperimen. Dengan desain penelitian yaitu desain eksperimen pre-eksperimental design jenis one- shot case study.Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri Dowora Kota Tidore Kepulauan dengan jumlah populasi 43 siswa. Adapun yang dijadikan sebagai sampel pada penelitian ini yaitu kelas VII A sebanyak 22 siswa yang akan diberi perlakuan model pembelajaran Think Pair Share (TPS). Untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis setelah diterapkannya model pembelajaran Think Pair Share (TPS), data dianalisis dengan analisis inferensial yaitu menggunakan uji one sample t-test dengan bantuan SPSS 20. Dengan kriteria pengujian jika nilai signifikasi lebihdari 0,05 maka H0 diterima ditolak dan jika nilai signifikasi kurang dari 0,05 maka H0 ditolak diterima. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen TPS pada variabel kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan Df = 23 diperoleh nilai signifikansi = 0,035. Nilai signifikansi pada variabel kelas eksperimen memiliki nilai yang kurang dari tingkat alpha 0,05 dimana hal inimenunjukkan bahwa ditolak dan diterima. Oleh karena diterima maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model TPS dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.   Kata kunci: Think Pair Share(TPS), kemampuan pemahaman konsep matematis.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA (LKM) ALJABAR BERBASIS MASALAH UNTUK MENGOPTIMALKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Jalal, Ariyanti; Afandi, Ahmad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.388 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v6i2.1245

Abstract

Mata kuliah Aljabar sangat penting dan wajib diampuh oleh semua mahasiswa dikarenakan merupakan dasar untuk mempelajari mata kuliah lain. Beberapa kompetensi yang harus dicapai mahasiswa setelah mempelajari mata kuliah ini adalah diharapkan dapat memahami konsep bilangan real dan operasi pernyataan aljabar, persamaan dan pertidaksamaan, fungsi aljabar dan grafiknya, suku banyak, barisan dan deret bilangan serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan konsep-konsep itu. Pada kenyataannya mahasiswa masih kesulitan memahami dan menyelesaikan soal-soal aljabar, baik yang berupa soal pemahaman maupun yang berbasis masalah. Salah satu kelemahan mahasiswa terutama dalam menyelesaikan soal yang berpola, menentukan solusi penyelesaian, dan menyelesaikan soal-soal pembuktian. Mahasiswa belum mampu menerapkan atau mengaplikasikan konsepkonsep aljabar untuk memecahkan soal-soal tersebut.  Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh dosen yaitu meningkatkan aktivitas mahasiswa terutama dalam kegiatan memahami sendiri materi aljabar, tidak hanya membaca materinya tetapi menyelesaikan soal-soal latihannya khususnya soal-soal yang berkaitan dengan kemampuan penalaran. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan bahan perkuliahan berupa lembar kerja mahasiswa (LKM). LKM yang dikembangkan tidak hanya berisi informasi terkait materi aljabar tetapi memuat soalsoal kemampuan penalaran yang berbasis masalah atau problem based learning. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan perangkat 4-D (Four D Model) yang terdiri atas 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate).  Lembar kerja mahasiswa (LKM) yang sudah didesain dan dikembangkan divalidasi oleh 3 validator. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKM Aljabar berkriteria sangat baik/sesuai sehingga layak digunakan. Selain itu, setelah penggunaan LKM dalam pembelajaran Aljabar mahasiswa diberikan tes kemampuan penalaran matematik. Hasilnya menunjukkan kemampuan penalaran matematika berkriteria tinggi dengan raata-ratanya 11, 68
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PAKAR DALAM MENGONSTRUKSI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK Lanani, Karman; Hairun, Yahya; Ardiana, Ardiana; Afandi, Ahmad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017): Periode April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.329 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v6i1.362

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu model pembelajaran PAKAR dalam mengkonstruksi karakter kemampuan penalaran matematis peserta didik. Penelitian ini berupaya menghasilkan rumusan pengembangan model pembelajaran PAKAR (Proyek, Aktif, Kolaboratif, Analitik, dan Realistis) yang meliputi: pengertian, prinsip dan karakteristik, langkah-langkah penerapan, bahan ajar dan instrumen, serta hasil implementasinya dalam mengkonstruksi kemampuan penalaran matematis peserta didik. Terbentuknya kemampuan penalaran matematis pada peserta didik menunjukkan mereka telah memahami, berkemampuan menyelasaikan masalah, menghargai pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari yang bersifat realistis melalui penerapan model pembelajaran.  Penelitian ini dikembangkan dalam empat tahap, yaitu: pendefinisian;  perancangan; pengembangan; dan penyebaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan eksperimen. Hasil penelitian tahap pendefinisian diperoleh: (1) Pembelajaran PAKAR merupakan model pembelajaran inovatif yang mengarahkan peserta didik secara kolaboratif untuk aktif menyelesaikan proyek masalah realistis sebagai konteks, melakukan analitik sehingga menghasilkan suatu produk. Produk yang dihasilkan mengarahkan peserta didik mengimplementasikan dalam berbagai konteks kehidupan nyata. (2) Model pembelajaran PAKAR tersusun dalam tiga tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Langkah-langkah model pembelajaran PAKAR diuraikan sebagai berikut: (a) menyusun proyek masalah yang bersifat realistis; (b) membimbing peserta didik dalam penyelesaian proyek masalah realistis; (c) mengarahkan peserta didik secara kelompok untuk berkolaborasi membahas proyek masalah realistis; (d) mengatur kondisi kelas yang mengantarkan peserta didik aktif belajar; (e) memfasilitasi peserta didik dalam presentasi hasil kerja kelompok; dan (f) mengevaluasi kinerja dan produk yang dihasilkan peserta didik. (3) bahan ajar dan instrumen keliling dan luas lingkaran melalui pembelajaran PAKAR dinyatakan memenuhi syarat validitas sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran. (4) Hasil penerapannya menunjukkan bahwa pembelajaran PAKAR dapat mengkonstruksi kemampuan penalaran matematis peserta didik. Kemampuan penalaran matematis peserta didik melalui pembelajaran PAKAR dalam kualifikasi baik, dan peningkatannya dalam kategori sedang.  Kata Kunci: Konsepsi Model Pembelajaran PAKAR, Bahan ajar dan Instrumen Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALLIZATION (TAI) DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI Rasid, Sumiyati; Hairun, Yahya; Afandi, Ahmad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Periode Bulan April
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.43 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v5i1.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kemampuan pemamaham matematis  siswa  kelas  XI  IPA-2  SMA  Negeri  5  Kota  Ternate  Tahun  Ajaran 2015/2016 setelah diterapkannya model Team Assisted Individuallization (TAI), 2) peningkatan kemampuan pemamaham matematis siswa kelas XI IPA-2 SMA Negeri 5 Kota Ternate Tahun Ajaran 2015/2016 setelah diterapkannya model Team Assisted Individuallization  (TAI).  Jenis  penelitian  yang  digunakan  yaitu  eksperimen  dan desain penelitian  One  Group  Pretest-Posttest  Design.  Instrumen  yang  digunakan dalam   penelitian   ini   terdiri   dari,   lembar   observasi   (check   list)   kemampuan pemahaman matematis, dan soal tes yang mengukur kemampuan pemahaman matematis. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan Perhitungan gain ternormalisasai (N- Gain).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kemampuan pemahaman matematis siswa setelah diterapkannya model Team Assisted Individuallization (TAI) diperoleh 4 (16%) siswa dengan kualifikasi memuaskan,  7 (28%) siswa  kualifikasi baik, 12 (48%)   siswa  kualifikasi  cukup,   2  (8%)   siswa  kualifikasi  kurang,   sedangkan berdasarkan lembar observasi daftar cek (Check list) diperoleh, 17 ( 68%) siswa dengan kualifikasi baik, 6 (24%) siswa kualifikasi cukup, 2 (8%) siswa  kualifikasi kurang, 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa tergolong sedang dengan nilai N Gain yang diperoleh yakni 0,46.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI MODELPEMBELAJARANBERBASISMASALAH DENGAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATERI RELASI umanailo, safina; Suharna, Hery; Afandi, Ahmad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.127 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v7i1.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah danperbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen tipe pretest-posttest control group design.Sampel dalam penelitian ini adalah 60 siswa yang tersebar dalam dua kelas.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, kualifikasi sangat baik 14 siswa, kualifikasi baik 3 siswa, kualifikasi cukup 2 siswa dan kualifikasi kurang 1 siswa.Dari hasil perhitungan, diperoleh data berdistribusi normal dan tidak homogen, sehingga statistik uji yang digunakan adalah statistik uji parametrik dengan menggunakan uji t? , dengan thitung = 2,18 dan ttabel = 2,000 maka thitung ?ttabel atau 2,18 ? 2,000 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Maba.
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA SISWA SMP Afandi, Ahmad
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2013): Periode Bulan Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.705 KB) | DOI: 10.33387/dpi.v2i2.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  keefektifan  pembelajaran matematika dengan pendekatan  Inkuiri terbimbing ditinjau dari  kemampuan pemecahan masalah matematis  siswa SMP Negeri 2 KotaTernate. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pra-experimental designs, yang terdiri atas satu  kelompok  eksperimen. Populasi dalam penelitian ini  adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kota Ternate. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan cara memilih  1 kelas dari 8 kelas VII SMP Negeri 2 Kota Ternate. Adapun sampel yang dipilih adalah  siswa kelas VII4 sebagai kelas yang akan diberikan perlakuan dengan pendekatan Inkuiri terbimbing. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes yang terdiri atas soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Untuk mengetahui keefektifan pendekatan Inkuiri terbimbing pada  variabel kemampuan pemecahan masalah  digunakan one samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pendekatan  Inkuiri terbimbing efektif ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah.
PENDEKATAN OPEN-ENDED DAN INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN REPRESENTASI MULTIPEL MATEMATIS Afandi, Ahmad
Pythagoras: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1: June 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.867 KB) | DOI: 10.21831/pg.v8i1.8489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pendekatan open-ended dan inkuiri terbimbing ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan representasi multipel matematis. Peneli-tian ini juga mendeskripsikan perbedaan keefektifan pendekatan open-ended dan inkuiri terbimbing ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan representasi multipel matematis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu, yang terdiri atas dua kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kota Ternate. Untuk menge-tahui keefektifan pendekatan open-ended dan inkuiri terbimbing pada variabel kemampuan pemecahan masalah dan representasi multipel matematis digunakan uji one samples t-test. Selanjutnya dilakukan uji Mancova untuk mengetahui perbedaan keefektifan antara kedua kelompok, dan dilanjutkan dengan uji lanjut yaitu uji Fisher Hayter untuk mengetahui pendekatan mana yang lebih efektif. Hasil peneli-tian menunjukkan bahwa pendekatan open-ended dan inkuiri terbimbing efektif ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan representasi multipel matematis siswa. Selain itu, hasil penelitian me-nunjukan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended tidak lebih efektif dari pendekatan inkuiri terbimbing ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematis dan pende-katan open-ended lebih efektif dari pendekatan inkuiri terbimbing ditinjau dari kemampuan represen-tasi multipel matematis.Kata Kunci: pendekatan open-ended, pendekatan inkuiri terbimbing, kemampuan pemecahan masa-lah matematis, kemampuan representasi multipel matematis. Open-Ended and Guided Inquiry Approach in Terms of Problem Solving and Multiple Representation Mathematics Abilities AbstractThis study aims to describe the effect of open-ended approach and guided inquiry approach in each term of student?s mathematics problem solvingand multiple representation mathematics abili-ties. This study is to describe a difference in the effectiveness of open-ended approach and guided inquiry approach in term of problem solvingand multiple representation mathematics abilities. This study is a quasi-experimental research study, using two experimental groups. The research population comprised all grade VII students of SMP Negeri 2 Ternate City. To find out the effectiveness of open-ended approach and guided inquiry approach in terms of variable mathematics problem solvingand multiple representation mathematics abilities one samples t-test was used, Mancova test to find out the difference in effectiveness between the two groups, and a post-hoc Fisher Hayter test to reveal which approach was more effective. The results of the study show that open-ended approach and guided inquiry approach is effective in terms of mathematics problem solvingand multiple representation mathematics abilities of the students. The results of the study also show that open-ended approach is not more effective than the guided inquiry approach in terms of students mathematics problem solvingabilities; and open-ended approach is more effective than the guided inquiry approach in terms of multiple representation mathematics abilities.Keywords: open-ended approach, guided inquiry approach, mathematics problem solvingabilities, multiple representation mathematics abilities.
KIPRAH DAN SUMBANGSIH PEMIKIRAN PENDIDIKAN NAHDLATUL WATHAN DI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Afandi, Ahmad
KALPATARU Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 1, No 1 (2015): Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : History Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Di masa-masa awal keberadaannya, sistem pendidikan yang ditawarkan oleh Nahdlatul Wathan, yang merupakan sebuah organisasi sosial-keagamaan lokal Islam, mendapat respon yang sangat kecil dari orang-orang di Lombok. Ia bahkan terlihat kontroversial dalam beberapa kasus karena pola pendidikan yang diterapkannya bertentangan dengan model pendidikan lokal. Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah bagaimana lembaga-lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan Nahdlatul Wathan dapat bertahan hidup? Hasil studi ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dipromosikan oleh Nahdlatul Wathan telah berhasil meyakinkan masyarakat mengenai beberapa hal penting. Pertama, bahwa makna pendidikan, tidak lain adalah proses memanusiakan peserta didik melalui bimbingan dan pengembangan potensinya guna menghadapi masa depan. Kedua, pendidikan memberikan kontribusi kepada penyebaran nilai-nilai positif dan berfungsi sebagai pembentukan intelektualitas, kreativitas dan kemampuan. Ketiga, tujuan akhir dari pendidikan adalah untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan akhirat. Keempat, guru memiliki tanggung jawab untuk menempa murid mereka untuk mencapai tujuan pendidikan. Selain itu, guru dalam konsep Nahdlatul Wathan haruslah menguasai ilmu pengetahuan dan memiliki standar moral dan spiritual yang tinggi. Kelima, peserta didik hendaknya tinggal di lingkungan yang baik sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan sukses. Kata kunci: Nahdlatul Wathan, pendidikan nilai