Articles

PEMBERIAN VAKSIN ICHTHYOPHTHIRIUS MULTIFILIIS UNTUK MENCEGAH ICHTHYOPHTHIRIASIS PADA IKAN MAS (APPLICATION OF ICHTHYOPHTHIRIUS MULTIFILIIS VACCINE FOR PREVENTION OF ICHTHYOPHTHIRIASIS IN COMMON CARP) Syawal, Henni; Kusumorini, Nastiti; Manalu, Wasmen; Affandi, Ridwan
Jurnal Veteriner Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conductedto assess the physiological responses of commoncarp due to administrationof ich vaccines and kept at different water temperatures. Completely Randomized Factorial Designwasusedin this study. The number and the size of the experimental fish was720 and 5-7 cm, respectively. Fish wasvaccinated by immersing the fish in water that contained 3 mLL-1 of ich vaccines for 15 minutes. Then, fishwas kept for 21 days at various temperatures: at 18ºC which was room temperature without heater andfish had not been vaccinated and at 20, 24, and 28ºC where fish was given the vaccines and the aquariumis facilitated with electric heater. Atday15post immunization, challenge test with 5.000 cells of life therontfish-1was performed.Immobilization test, differential leukocyte, prevalence rates, and survival rates weremeasured. The measurements of these parameters were performed four times:before the treatment (day0), day7, day14, and day21, respectively. The results showed that the vaccine could reduce the stress inthefish that were kept at 20, 24, and 28ºC, and the prevalence of ichthyophthiriasis. In addition the vaccineincrease the fish survival rates after challenge test. The highest survival rate (100%) was found in fish thatwerekept in 28ºC.
PENGARUH SALINITAS TERHADAP DERAJAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN SIDAT (ELVER),ANGULLIA BICOLOR BICOLOR Affandi, Ridwan; Riani, Etty
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 3 No. 1 (1995): Juni 1995
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Suatu penelitian untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan sidat ( elver) telah dilaksanakan di laboratorium. Benih ikan sidat berukuran 7-10 cm dan berat 125-167 mg dipetihara pada akuariumakuarium yang diisi 10 I air selama 42 hari. Media dengan salinitas 0, 7, 14, dan 21 0/00 digunakan sebagai perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas 7 0 / 00 merupakan medium yang terbaik dan memberikan derajat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang tinggi.Kata-kata kunci : salinitas, benih, derajat kelangsungan hidup.
DISTRIBUSI JUVENIL IKAN SIDAT ,ANGGUILLA SPP . DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN , CILACAP, JAWA TENGAH Affandi, Ridwan; F Rahardjo, M; ., Sulistiono
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 3 No. 1 (1995): Juni 1995
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penyebaran juvenil ikan sidat di perairan Laguna Segara Anakan telah dilakukan. Juvenil sidat di tangkap dengan menggunakan alat tangkap "Apong" (trap net) yang ditempatkan di lima stasiun penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Perairan Laguna Segara Anci.kan terdapat dua jenis sidat, yaitu: Anguilla nebulosa nebulosa dan Anguilla bicolor bicolor. A. nebulosa nebulosa lebih dominan daripada A. bicolor bicolor. Kedua jenis ikan sidat ini menyebar hampir merata di kelima stasiun tersebut. Namun puncak kelimpahannya berada dalam bulan yangberbeda.Kata-kata kunci : sidat, distribusi, hubungan panjang berat, faktor kondisi
PENELUSURAN VARIETAS IKAN GURAME, OSPHRONEMUS GORAMY, LACEPEDE,DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS KOMPONEN UTAMA Soewardi, Kadarwan; Rachmawati, Rita; G Bengen, Dietriech; Affandi, Ridwan
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 3 No. 1 (1995): Juni 1995
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.661 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya perbedaan populasi ikan gurame berdasarkan karakter morfometrik. Dad S50 contoh ikan yang digunakan, 100 contoh berasal dad Purwokerto, Banyumas (2 kelompok), dan 250 contoh berasal dad Parung, Bogor (5 kelompok). Pengukuran karakter morfometrik dilakukan dengan menggunakan metode morfometrik baku dengan 12 karakter dan metode truss motphometrics (truss morfometrik) dengan 23 karakter. Data yang terdid at as data morfometrik, data nisbah morfometrik dan data truss morfometrik dianalisis dengan menggunakan Analisis Komponen Utama. Hasil Analisis Komponen Utama memperlihatkan adanya kecenderungan bahwa individu asal Banyumas merupakan satu populasi, dan berbeda dengan populasi yang berasal dad Parung. Di antara grup populasi gurame asal Parung, terdapat dua varietas yaitu gurame bastar dan gurame paris yang memiliki karakter morfometrik berbeda,dibandingkan dengan gurame grup populasi yang lain, yaitu bule, blusafir dan batu.Kata-kata kunci : ikan gurame, vadetas, analisis komponen utama
STUDI KEBIASAAN MAKANAN IKAN GURAME OSPHRONEMUS GOURAMY Affandi, Ridwan
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 1 No. 2 (1993): Desember 1993
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3448.412 KB)

Abstract

Untuk memucu pertllmbuhun ibn gllrame perlu dilukukan perubahan pola pemberiun pakan, duri kebiusuun memberikun pakan hunya berupa daun tumbuhan ke pemberiun pukan buutan yang kaya akan nutrisi. Untuk meneliti kebutuhannutrisi pada ikan ini perlu informasi dasar tentang kebutuhan nutriisi ikan tersebut Inforn13si yang dimaksud adalah gambaran komposisi makanannya di alam (kolam alami) kelompok makanan dominan yang dimakan ikan ini berubah dari insekta (pada ikan ukuran kecil) menjadi tumbuhan (pada ikan ukuran besar). Perubahan komposisi pakan ini sejalan dengan perubahan ukuran tubuh dan perbandingan antara panjang usus dan panjang tubuh. Dengan demikian pada saatmasih muda ikan gurame bersifat karnivor dan pada saat dewasa berubah menjadi omnivor yang cenderung herbivor.Kata-kala kunci: kebiasaan makanan, nutrisi, karnivora
PENENTUAN PH OPTIMUM UNTUK PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU SCYLLA SERRATA DALAM WADAH TERKONTROL Hastuti, Yuni Puji; Nadeak, Horas; Affandi, Ridwan; Faturrohman, Kurnia
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 15 No. 2 (2016): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3175.873 KB) | DOI: 10.19027/jai.15.2.171-179

Abstract

ABSTRACT One of the abiotic factors that affects the growth and the survival of crabs is pH. The optimum pH media will give maximum impact on mangrove crabs because it is related with the osmoregulation process. This study aimed to examine the effect of pH on the survival rate (SR) and specific growth rate (SGR) of mangrove crab Scylla serrata through the reaction of physiological condition. This study consisted of the treatments with the pH medium 5 (A), pH medium 6 (B), pH medium 7 (C), and pH medium 8 (D).  The crab?s maintenance in different pH gave a significant effect (P<0.05) on the survival rate of the crabs. The pH treatments also gave a significant effect (P<0.05) on the SGR of the crabs. The low level of crab stress at pH 7 was described by  the total value of high hemocyte and the high osmotic load so that the pH 7 was the optimum condition for the crabs. Keywords: pH, survival, specific growth rate, mangrove crabs  ABSTRAK Salah satu faktor abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting adalah pH. Media pH optimum akan memberikan dampak maksimum pada kepiting bakau karena terkait dengan proses osmoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pH pada tingkat kelangsungan hidup (SR) dan laju pertumbuhan spesifik (SGR) kepiting mangrove Scylla serrata melalui reaksi kondisi fisiologis. Penelitian ini terdiri atas perlakuan dengan media pH 5 (A), sedang pH 6 (B), sedang pH 7 (C), dan menengah pH 8 (D). Pemeliharaan kepiting di pH yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) pada tingkat kelangsungan hidup kepiting. Perlakuan pH juga memberikan efek yang signifikan (P<0,05) pada SGR dari kepiting. Rendahnya tingkat stres kepiting pada pH 7 digambarkan oleh nilai total hemosit tinggi dan beban osmotik tinggi sehingga pH 7 adalah kondisi optimum untuk kepiting. Kata kunci: pH, kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, kepiting mangrove
DISTRIBUSI UKURAN, POLA PERTUMBUHAN, DAN FAKTOR KONDISI IKAN ENDEMIK OPUDI (TELMATHERINA PROGNATHA) DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN Chadijah, Andi; Sulistiono, Sulistiono; Haryani, Gadis Sri; Affandi, Ridwan; Mashar, Ali
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 4 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.878 KB) | DOI: 10.18343/jipi.24.4.295

Abstract

Opudi fish (Telmatherina prognatha) is an endemic fish that live in the Lake Matano. Growth pattern of Telmatherina prognatha is very important to be studied for species conservation and management effort. This study aimed to analyze size distribution, growth pattern and condition factors of the fish as a basic information for fish resources management at Lake Matano. The study was conducted from March to August 2018 on six sampling locations. The fish sampling was carried out using multifilament nets with 0.5 inches in mesh size (30 m length and 2 m width) in the lake. The caught fishes were measured for total length and weight for growth analysis. The total of fish (n=853 individuals) consisted of male (483 individuals) and female (370 individuals). Total length (TL) of the fish ranged between 36.46-64.09 mm (mean 51.73±4,74mm) for male and 32.93-66.20 mm (mean 49.81±5.31 mm) for female fish. The growth patterns (length-weight relationships) of male and female fish were W=0.0004L­2,5995 and W=0.0006L2,4875, indicating negative allometric growth patterns, respectively. Range condition factors in average were various and 0.9864±0.2084 in average for male and 1.0121±0.1571 for female, respectively, with quite high values on June 2018.
OPTIMIZATION OF SALINITY RANGE FOR REARING GLASS EEL ANGUILLA BICOLOR BICOLOR Hesti Lukas, Ade Yulita; Djokosetiyanto, Daniel; Budiardi, Tatag; Sudrajat, Agus Oman; Affandi, Ridwan
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3383.063 KB) | DOI: 10.19027/jai.16.2.215-222

Abstract

ABSTRACT Fasting is one of a method that used for measured growth of fish in a shorter period of time. This study was aimed to determine the optimum range of salinity for improve the survival and growth of glass eel Anguilla bicolor bicolor. It used a completely randomized design (CRD) with four salinity treatments and three replications, namely (A) 0 g/L, (B) 10 g/L, (C) 20 g/L, and (D) 30 g/L. The fish used were of glass eel A. bicolor bicolor with 0.15?0.23 g of weight. The experiment was conducted in an aquarium of 60×30×30 cm with a volume of 30 Liters and at a stocking density of 2 g/L for 14 days. During the maintenance, glass eels were fasted for have a significantly of biomass decline. Data collection was done at the start and the end of maintenance. Parameters measured included survival (%) and the rate of decline in absolute biomass (g). Physical and chemical parameters included temperature, dissolved oxygen, and pH which were measured daily, while ammonia and alkalinity were measured every seven days. Result showed that survival was not significantly different between treatments (P>0.05), while the rate of decline in absolute biomass was significantly different between treatments (P<0.05). Treatments of 0 g/L salinity was the lowest survival than the others. While treatment of 10 g/L salinity was the lowest rate of decline in absolute biomass. According to research, the optimum salinity was 10 g/L, and after analysis with quadratic regression analysis, the optimum range of salinity were 5.00?13.40 g/L. Keywords: optimum salinity, survival, growth, glass eel, Anguilla bicolor bicolor  ABSTRAK Pemuasaan merupakan salah satu metode pengukuran perubahan bobot ikan yang dipelihara dalam waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kisaran salinitas optimum untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan glass eel Anguilla bicolor bicolor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), dengan empat perlakuan salinitas dan tiga ulangan, yaitu (A) 0 g/L, (B) 10 g/L, (C) 20 g/L, dan (D) 30 g/L. Penelitian dilakukan selama 14 hari.  Ikan yang digunakan adalah glass eel A. bicolor bicolor dengan bobot 0,15?0,23 g dengan padat tebar 2 g/L. Pemeliharaan dilakukan di akuarium berukuran  60×30×30 cm dengan volume air 30 Liter/akuarium. Selama pemeliharaan glass eel dipuasakan sehingga diperoleh penurunan biomassa yang signifikan. Pengambilan sampel data dilakukan setiap tujuh hari berupa kelangsungan hidup (%) dan laju penurunan biomassa mutlak (g). Parameter fisika kimia air berupa ammonia dan alkalinitas dilakukan setiap tujuh hari, sedangkan suhu, oksigen terlarut (DO), dan pH dilakukan setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangsungan hidup tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05) sedangkan laju penurunan biomassa mutlak berbeda nyata antar perlakuan (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian, salinitas 10 g/L, 20 g/L, dan 30 g/L  menunjukkan kelangsungan hidup 100%, sedangkan salinitas 0 g/L memberikan kelangsungan hidup terendah. Salinitas 10 g/L menunjukkan pemakaian energi terendah untuk metabolisme tubuh sehingga memberikan penurunan bobot biomassa terendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya.  Hasil penelitian menunjukkan salinitas optimum adalah 10 g/L, dan setelah dihitung menggunakan analisis regresi kuadratik, maka kisaran salinitas optimum adalah 5,00?13,40 g/L.   Kata kunci: salinitas optimum, kelangsungan hidup, pertumbuhan, glass eel, Anguilla bicolor bicolor
SUHU TERBAIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH KEPITING BAKAU SCYLLA SERRATA DI SISTEM RESIRKULASI Hastuti, Yuni Puji; Affandi, Ridwan; Radhita Millaty; Nurussalam, Wildan; Tridesianti, Siska
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.121 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i2.22727

Abstract

Salah satu faktor abiotik yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau adalah suhu. Media suhu yang optimum memberikan dampak pertumbuhan yang maksimum pada kepiting bakau Scylla serrata karena berkaitan dengan proses metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh suhu terhadap kelangsungan hidup (SR) dan laju pertumbuhan bobot harian (SGR) kepiting bakau melalui reaksi kondisi fisiologisnya. Penelitian ini terdiri dari perlakuan media bersuhu 25 °C (A), media bersuhu 27 °C (B), media bersuhu 29 °C (C), dan media bersuhu 31 °C (D). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh suhu 29 °C merupakan suhu terbaik untuk pemeliharaan kepiting bakau dengan sistem resirkulasi, hal ini dapat dilihat dari hasil rasio konversi pakan, pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup kepiting bakau yang memiliki nilai terbaik dibandingkan perlakuan lainnya.
ASPEK BIOLOGI IKAN BUTINI (GLOSSOGOBIUS MATANENSIS) DI DANAU TOWUTI, SULAWESI SELATAN ., Sulistiono; Firmansyah, Akhmad; Sofiah, Siti; Brojo, Murniarti; Affandi, Ridwan; Mamangke, Jack
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.446 KB)

Abstract

Penelitian aspek biologi ikan butini (Glossogobius matanensis) di Danau Towuti, Sulawesi Selatan dilakukan sejak Maret 2002 sampai April 2004 dengan menggunakan contoh yang diambil dengan eksperimental jaring insang (ukuran mata jaring ¾, 1, 1¼, dan 1½ inci). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuibeberapa aspek biologi yang meliputi tingkat kematangan gonad, indeks somatik gonad, fekunditas, diameter telur dan kebiasaan makanan. Kematangan gonad diduga secara morfologi, dan fekunditas dihitung secara gravimetrik. Isi lambung diamati dengan menggunakan mikroskop pembesaran 50 kali. Analisis dilakukan untuk mengetahui nisbah kelamin (J/B), indeks somatik gonad (GSI), Indeks isi lambung (ISC), indeks kesukaan (IP) dan indeks similaritas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ikan butini yang tertangkap terdiri atas 193 jantan dan 219 betina. Nilai nisbah kelamin bervariasi, namun secara umum tidak berbeda nyata dengan 1:1 (? = 0.05).Musim pemijahan diduga sekitar Maret-April dan Oktober-desember, dengan puncak sekitar Maret dan November. Fekunditas berkisar antara 20 667?178 133. Diameter telur berkisar antara 0.04 sampai 0.65 mm. Berdasarkan pola distribusi diduga pola pemijahan ikan ini adalah pemijah sebagian-sebagian. Nilai ISC ikan butini berdasarkan bulan pengambilan contoh berkisar antara 0.02-2.93% (jantan) dan 0.02- 3.20 (betina), dan keduanya diperkirakan lebih aktif mencari makan pada bulan April dan Oktober. Berdasarkan nilai IP, makanan utama ikan butini adalah udang baik pada ikan jantan (77.54%) maupun betina (68.74%). Berdasarkan Indeks similaritas, jenis makanan ikan butini jantan dan betina adalah serupa (0.91).Kata kunci: kematangan gonad, kebiasaan makan, ikan butini, danau Towuti, Sulawesi Selatan.
Co-Authors , Suharsono . Sulistiono . Syafiuddin . Yonvitner, . ., Efriyeldi ., Jimmi Abdul Rahman Singkam Agus Alim Hakim, Agus Alim Agus Oman Sudrajat Agus Salim Agus Suprayudi, Agus Ahlina, Hadra Fi Akhmad Firmansyah, Akhmad Ali Mashar Alimuddin Alimuddin Am Azbas Taurusman Andi Gunawan Angelika, Iska Arif Wibowo Asbar Laga, Asbar Atminarso, Dwi Azam B. Zaidy Bahiyah, nFN Bakhris, Vera Dewiana Bambang Kiranadi Bambang Widigdo Batu, Djamar Tumpal Floranthus Lumban Benny Heltonika CECEP KUSMANA Chadijah, Andi Chair Rani Charles P.H. Simanjuntak, Charles P.H. Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Charles PH Simanjuntak Daniel Djokosetiyanto Daniel R Monintja Daniel R Monintja, Daniel Dedi Jusadi Dedi Soedarma DEDI SOEDHARMA DEDY DURYADI Dedy Duryadi Solihin DEDY DURYADI SOLIHIN Dendi Hidayatullah, Dendi Desrita Desrita Didik Wahju Hendro Tjahjo Dietriech G Bengen Dietriech G Bengen, Dietriech Dinar Tri Soelistyowati Djadja S . Sjafei, Djadja Djamar T.F. Lumban Batu, Djamar T.F. Lumban Eddy Supriyono Efriyeldi, Efriyeldi Enang Harris Enang Harris Surawidjaja, Enang Harris Endah Purnamawati, Endah Epa Paujiah, Epa Etty Riani Fachrudin, Ahmad Farida Nur Rachmawati Fauzan, Tezza Fauziah, Rika Ferdinand Hukama Taqwa Harpasis S. Sanusi Haryani, Gadis Sri Haryono . Haryono Haryono Haryono, nFN Hayono, Hayono Hayono, Hayono Hedianto, Dimas Angga Henni Syawal Herdiana, Lella Hesti Lukas, Ade Yulita Hukom, F. Damianus Husain Latuconsina Ilham Zulfahmi, Ilham Iman Rusmana IMAN SUPRIATNA INDRAYANI INDRAYANI Ing Mokoginta Isdradjad Setyobudiandi Ismane, M. Apuk Ismudi Muchsin Jack Mamangke, Jack Jusmaldi, . Jusmaldi, Jusmaldi Jusmaldi, nFN Kadarwan Soewardi Kamal, Mukhlis Kardiyo Praptokardiyo Kartini, Nidya KARTINI, Nidya Kasful Anwar Koeswinarning Sigit Kukuh Nirmala Kuntari, Wahyu Budi Kurnia Faturrohman, Kurnia Kurniawati H Ekosafitri, Kurniawati La Eddy Latifa Fekri Lenny S Syafei, Lenny Leuwol, Cathrine Ferlianova Lubis, Delismawati Lumban Batu, Djamar Tumpal Floranthus M F Rahardjo M F Rahardjo, M M Mukhlis Kamal, M Mukhlis M. Agus Setiadi M. F. Rahardjo, M. F. M. Mukhlis Kamal, M. Mukhlis M. Zairin Junior M. Zairin Junior Mafatih Devi Safrina, Mafatih Devi Manan, Hardono Mas Tri Djoko Sunarno, Mas Tri Djoko Mennofatria Boer Menofatria Boer Mia Setiawati Mohammad Mukhlis Kamal Mozes R. Toelihere MOZES R. TOELIHERE Mozes Toelihere Muchammad Sri Saeni, Muchammad Muhammad Jamal Muhammad Mukhlis Kamal, Muhammad Mukhlis Mulyadi . Mulyadi Mulyadi Mulyani, Yuli Wahyu Tri Murhum, Mufti Murniarti Brojo Mustakim, Moh Nadeak, Horas Nasmi, Jannesa NASTITI KUSUMORINI Norce Mote, Norce Norman Razieb Azwar Nugroho, Thomas Nur Bambang Priyo Utomo Nurhidayat Nurhidayat Nurhidayat, nFN Nurlisa A Butet, Nurlisa A Nurlisa A. Butet Nurlisa Alias Butet, Nurlisa Alias ODANG CARMAN Odilia Rovara Purnama Sukardi Purnamawati, , Putri, Adinda Kurnia Radhita Millaty Rahadjo, M F Rahadjo, M F Rahardjo, M. Fadjar Rahardjo, MF Rahardjo, MF. Rahardjo, MF. Rahardjo, Muhammad Fajar Rahmadi Azis, Rahmadi Retno Cahya Mukti Riani H, Etty Riri Ezraneti Rita Rachmawati, Rita Robin, , Ronny Irawan Wahju Roza Elvyra Rudhy Gustiano Saddon Silalahi, Saddon Salsabila, Sahda Sata Yoshida Srie Rahayu, Sata Yoshida Srie Selviana, Elen Simanjuntak, Charles P. H. Siti Nurul Aida, Siti Nurul Siti Sofiah Sjafei, Djadja S. Sjafei, Djadja Subardja Sjafei, Djadja Subardja Soedharma, Dedy Sri Murtini Sri Wahyuni Srihadi Agungpriyono Sudarto Sudarto Sukenda Sukenda Sulistiono . Sulistiono Sulistiono Sulistiono, nFN Suradi Suradi Suradi Wijaya Saputra Sutrisno Sukimin Suwardi, Surachman Syarif, Ahmad Fahrul Syarif, Ahmad Fahrul Tarigan, Nurbety Tatag Budiardi Tjahjo Winanto, Tjahjo TRI PRARTONO tri wahyuni Tridesianti, Siska Triheru Prihadi, Triheru Triramdani, Nurfitri Triyanto Tyas, Nanik Mustikaning Untung Susilo Utomo, Bambang Priyo Utomo, Nur Bambang Priyo Wahyudi, Setyo Wasmen Manalu Watanabe, Seiichi Wildan Nurussalam, Wildan Yandes, Zulfa Yani Hadiroseyani Yulfiperius, nFN Yulfiperius, Yulfiperius Yulia Sistina Yulintine, Yulintine Yulvian Sani Yuni Puji Hastuti Yunizar Ernawati Yusfiati, nFN Yusnarti Yus Zairin Junior