Mochammad Afifuddin
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Published : 39 Documents
Articles

Found 39 Documents
Search

STUDI EKSPERIMENTAL BALOK PROFIL KANAL (C) FERROFOAM CONCRETE DENGAN PENAMBAHAN POZZOLAN (STUDI KASUS BEDA TINGGI 300 MM, 450 MM DAN 600 MM) Ismatullah, Aulia; Afifuddin, Mochammad; Aulia, Teuku Budi
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2080.887 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10038

Abstract

Abstract: Deck girder construction is one of the most important elements in the constructions of bridges. In general, the girder is made of steel, wood, or concrete. However, the use of these materials has their own limits. These problems led to the idea to study and make profiles ferro foam concrete canal with the addition of pozzolan as an alternative material that can be used in the construction of the bridge girder. This research was conducted to obtain information on the effect of the addition of natural pozzolan materials to the variation in height (h) in the structure of beam canal profile ferro foam concrete with the configuration I in accepting the loads that work. Specimens used in this study was 16 Specimens Profile Canal C are assembled into 8 profiles I with height variations (h), wingspan (bf) on the canal profile is 300 mm, 150 mm and 450 mm; 225 mm, 600 mm and 300 mm and thickness (tw = tf) on the canal profile that is 30 mm, 40 mm, 50 mm. the average of concrete compressive strength (f'c) 32,56 MPa and Specific Gravity (SG) 1,6 and Cement water factor (FAS) 0,4 with additional 10% in Pozzolan, yield stress reinforcement D8 421 MPa, and yield stress wiremesh 530 MPa. This research results obtained are capable of maximum load carried by the canal profile (C) which is configured I with a height of 300 mm is (PCBP 300.150.50) able to withstand the maximum load by 20,41 tons with a deflection of 24,43 mm, to the high-profile 450 mm is equal to 33,00 tons with the deflection of 24,43 mm, namely the test specimen PCBP 450.225.50 and for the profile height of 600 mm is able to accept 39,93 tons with a deflection of 28,55 mm, namely in the test specimen PCBP 600.300.50. The results obtained can be applied in the construction of short span bridges (less than 40 m). Increasing of ultimate load which are capable carried by the canal profile (C) with 600 mm height is 1,95 times of the profile with a height of 300 mm. the capable of the 450 mm height of the profile is 1,65 times with the height of profile is 300mm. the research result showed that with the addition of the height of the profile, the profile capacity is increased.Abstrak: Konstruksi gelagar jembatan merupakan salah satu elemen terpenting dalam pembangunan jembatan. Pada umumnya gelagar tersebut terbuat dari baja, kayu, ataupun beton. Namun, penggunaan material tersebut memiliki keterbatasan masing-masing. Permasalahan ini memunculkan suatu ide untuk meneliti dan menjadikan profil kanal ferro foam concrete sebagai alternatif material yang dapat digunakan pada konstruksi gelagar jembatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang perilaku profil kanal (C) ferro foam concrete terhadap studi kasus variasi beda tinggi (h) dengan penambahan pozzolan alami dalam menerima beban-beban yang bekerja. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah 16 benda uji Profil Kanal C yang dirangkai menjadi 8 profil I dengan variasi beda tinggi (h), lebar sayap (bf) pada profil kanal yaitu 300 mm; 150 mm, 450 mm; 225 mm, 600 mm; 300 mm dengan tebal (tw=tf) keseluruhan profil yaitu 30 mm, 40 mm, 50 mm. Hasil kuat tekan beton rata-rata (f’c) adalah 32,56 MPa dengan Specifik Gravity (SG) 1,6 dan Faktor Air Semen (FAS) 0,4 dan penambahan pozzolan sebesar 10% dan tegangan leleh tulangan D8 421 MPa, dan tegangan leleh wiremesh 530 MPa. Hasil penelitian yang didapat yaitu beban maksimum yang mampu dipikul oleh profil kanal (C) yang dikonfigurasikan I dengan tinggi 300 mm adalah (PCBP 300.150.50) mampu menahan beban maksimum sebesar 20,41 Ton dengan lendutan sebesar 24,43 mm, untuk profil dengan tinggi 450 mm adalah (PCBP 450.225.50) mampu menahan beban maksimum sebesar 33 Ton dengan lendutan sebesar 31,25 mm dan untuk profil dengan tinggi 600 mm adalah (PCBP 600.300.50) mampu menahan beban maksimum sebesar 39,93 Ton dengan lendutan sebesar 28,55 mm. Pertambahan beban ultimit yang mampu dipikul oleh profil canal (C) dengan tinggi 600 mm adalah sebesar 1,95 kali dari profil dengan tinggi 300 mm dan untuk profil dengan tinggi 450 mm mampu menahan beban sebesar 1,62 kali dari profil dengan tinggi 300 mm. Hasil pengujian menunjukkan dengan adanya penambahan tinggi profil maka kapasitas dari profil tersebut menjadi meningkat.
PERILAKU BALOK PROFIL KANAL (C) KONSFIGURASI (I) FERROFOAM CONCRETE DENGAN VARIASI TINGGI PROFIL AKIBAT BEBAN LENTUR Saputra, Farid; Afifuddin, Mochammad; Abdullah, Abdullah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.101 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10042

Abstract

Abstract: Many areas have inadequate transportation infrastructure. The current technological developments, demanding the construction of easy to move. To accomplish this, a concrete technology is required that can provide lightweight concrete with high strength. Lightweight concrete technology is also urgently needed, to make innovations in the technical work of the new world of construction. For that combination of ferrocement and foam concrete can be a technology solution needed by the people of Indonesia today. The purpose of this study was to obtain information about the behavior of the confined ferrofoam concrete channel block beam I due to the bending load. The observed behavior in this research is the capacity of the beam in accepting the load, the deflection that occurs as well as the resulting crack pattern and the type of collapse. The test specimen to be made is a C-shaped profile with a height variation of 1500 mm, 200 mm, and 300 mm, a width of 100 mm, and a thickness of 30 mm. Test object repeats using D8 (Threaded Steel), and wiremesh layer of 3 layers. Mix design based on specific gravity of 1600 kg/m3 with FAS 0,4 and addition of pozolan equal to 10%. Results obtained 200-3L test object increased capacity by 38% compared to 150-3L test object, 300-3L increased by 97% compared to 150-3L. 200-3L test object decreased deflection by 12% compared to 150-3L, 300-3L test object decreased 61% compared to 150-3L. 200-3L test specimen increased 7% ductility compared to 150-3L test object, 300-3L increased by 76% compared to 150-3L. The overall profile failure is a sliding bending failure. Abstrak: Banyak daerah yang infrastruktur transportasinya belum memadai. Perkembangan teknologi saat ini, menuntut adanya konstruksi yang mudah untuk dipindahkan. Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan suatu teknologi beton yang bisa menyediakan beton ringan dengan kekuatan yang tinggi. Teknologi beton yang ringan juga sangat dibutuhkan, untuk membuat inovasi dalam teknis pekerjaan baru didunia konstruksi. Untuk itu kombinasi wiremesh dan foam concrete bisa menjadi solusi teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang perilaku dari balok profil kanal ferrofoam concrete yang dikonfigurasi I akibat beban lentur. Perilaku yang ditinjau pada penelitian ini berupa kapasitas balok dalam menerima beban, lendutan yang terjadi serta pola retak yang dihasilkan dan jenis keruntuhannya. Benda uji yang akan dibuat adalah profil berbentuk kanal C dengan variasi tinggi masing-masing 1500 mm, 200 mm, dan 300 mm, lebar 100 mm, dan ketebalan 30 mm. Penulangan benda uji menggunakan D8 (Baja Ulir), dan lapisan wiremesh sebanyak 3 lapisan. Mix design berdasarkan berat jenis yaitu 1600 kg/m3 dengan FAS 0,4 dan penambahan pozolan sebesar 10%. Hasil yang didapatkan benda uji 200-3L terjadi peningkatan kapasitas sebesar 38% dibandingkan benda uji 150-3L, 300-3L meningkat sebesar 97% dibanding 150-3L. Benda uji 200-3L terjadi penurunan lendutan sebesar 12% dibandingkan benda uji 150-3L, 300-3L menurun sebesar 61% dibanding 150-3L. Benda uji 200-3L terjadi peningkatan daktilitas sebesar 7% dibandingkan benda uji 150-3L, 300-3L meningkat sebesar 76% dibanding 150-3L. Kegagalan profil yang terjadi secara keseluruhan yaitu kegagalan lentur geser.
INFRASTRUKTUR PRIORITAS PADA ZONA PARIWISATA DI KOTA SABANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOCATION QUOTIENT (LQ) DAN ANALytic NETWORK PROcESs (ANP) Akbar, Herry; Afifuddin, Mochammad; Rani, Hafnidar Abd
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.823 KB)

Abstract

Abstract: Geographical position which is at the equator, make Indonesia as a tropical country. Topography of the islands are diverse, consisting of lakes, mountains and one that has the longest coastline. This led Indonesia has a variety of beautiful attractions and the main attraction of tourists. Pulau Weh (or We) is a small volcanic island located in the western island of Sumatra. Infrastructure is a basic instruments to support the tourism aspect, where buildings and service institutions that existence is essential for the proper management in order to meet the needs of the economy and society. By using the method of decision-making that is, Location Quotient (LQ) in order to determine the potential tourist area, and then specify the infrastructure priorities that support the area with Analytic Network Process (ANP). From the results, Teupin Layeu and Gapang and Rubiah Island has the highest priority to the development of infrastructure inn / accommodation. Then followed with parking in Teupin Layeu infrastructure and access road to Km0. The results of this study have been partially recommended and in the realization phase, such as access roads to Km0 park in Km0 and also a parking space in Teupin LayeuKeywords : Infrastructure, Tourism, Priority, Sabang, Weh, AHP, LQAbstrak: Posisi geografisnya yang berada pada garis khatulistiwa, menjadikan Indonesia sebagai negara tropis. Topografi pulau-pulau yang beragam, terdiri dari danau, pegunungan dan salah satu yang memiliki garis pantai terpanjang. Ini menyebabkan Indonesia memiliki berbagai objek wisata yang indah dan menjadi daya tarik dari wisatawan mancanegara. Pulau Weh (atau We) adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di barat Pulau Sumatra. Infrastruktur merupakan suatu perangkat dasar guna mendukung aspek pariwisata tersebut, dimana bangunan dan institusi pelayanan yang keberadaannya sangat penting untuk pengelolaan yang tepat guna memenuhi kebutuhan ekonomi dan masyarakat. Dengan menggunakan metode pengambilan keputusan yaitu, Location Quotient (LQ) guna menentukan daerah wisata yang berpotensi, dan kemudian di tentukan prioritas infrastruktur yang mendukung daerah tersebut dengan metode Analytic Network Process (ANP). Dari hasil penelitian didapatkan Teupin Layeu dan Gapang serta Pulau Rubiah memiliki prioritas tertinggi untuk dikembangkannya infrastruktur penginapan/akomodasi. Kemudian disusul dengan infrastruktur parkir di Teupin Layeu dan akses jalan menuju km 0. Hasil penelitian ini sebagian telah direkomendasikan dan di dalam tahap realisasi, seperti akses jalan ke km 0, tempat parkir di km 0 dan juga tempat parkir di Teupin Layeu.Kata kunci : Infrastruktur, Pariwisata, Prioritas, Sabang, Weh, ANP, LQ
FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PRECAST TERHADAP KINERJA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH Z, Rusli; Afifuddin, Mochammad; Rani, Hafnidar Abd
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.244 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10045

Abstract

Abstract: This study aims to determine the factors to be considered in the application of precast technology in building construction projects in the city of Banda Aceh, and to analyze the relationship and influence between factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh. This study uses a questionnaire distributed to the field of building construction company, ranging from qualifying M1, M2, and B1. The results showed that factors into consideration precast technology application in building construction projects in the city of Banda Aceh is a factor with a mean time of 4.179, with mean 4,172 quality considerations, cost considerations with a mean of 4.168 and 4.165 with mean special consideration. Relationship factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh, all of them have a very high partially with Pearson correlation coefficient values between 0.800 to 1.00. Influence factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh, the most influential factor is the consideration of time, with significant value 0.003 0.05. This suggests that if the consideration time factor is increased, then the performance of the project of construction of buildings in Banda Aceh will increase. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam penerapan teknologi precast pada proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, serta menganalisis hubungan dan pengaruh antara faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada perusahaan kontraktor bidang gedung, mulai dari kualifikasi M1, M2, dan B1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi pertimbangan penerapan teknologi precast pada proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh adalah faktor pertimbangan waktu dengan mean 4,179, pertimbangan mutu dengan mean 4,172, pertimbangan biaya dengan mean 4,168 dan pertimbangan khusus dengan mean 4,165. Hubungan faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, semuanya memiliki hubungan yang sangat tinggi secara parsial dengan nilai koefisien korelasi Pearson antara 0,800-1,00. Pengaruh faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, yang paling berpengaruh adalah faktor pertimbangan waktu, dengan nilai signifikansi 0,003 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa apabila faktor pertimbangan waktu ditingkatkan, maka kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh akan semakin meningkat.
PERILAKU DAN ANALISA KEKUATAN PANEL PRACETAK FERROFOAM CONCRETE YANG DIBEBANI LENTUR STUDI KASUS : PANEL PRACETAK BERBENTUK U (LU) Effendi, Zulfan; Abdullah, Abdullah; Afifuddin, Mochammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.385 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10050

Abstract

Abstract: The construction industry still depends on conventional construction methods. The concept of conventional construction must start to look for alternatives. One of them is by using precast panels. Construction precast panels typically use normal concrete, concrete weaknesses of normal weight is too heavy. The use of lightweight concrete in precast construction can solve the problem. One type of lightweight concrete used is lightweight foam concrete. The use of lightweight foam concrete in construction of precast panels facilitate the progress in the field, able to be appointed by the workforce. The aim of research to determine the behavior and capacity analysis ferrofoam precast concrete panels loaded U-shaped bending. This experiment is testing the U-shaped bending (LU) lightweight foam concrete. Dimensions of the test specimen with a length of 2200 mm, width 600 mm and 500 mm, height 120 mm and 80 mm, 30 mm thick. Concrete mix design based on the density is 1600 kg/m3 with FAS 0.4 and 21 MPa quality plan. The results showed that the maximum capacity of panel LU 600-120 1.34 tf at 26.81 mm deflection, LU 600-80 at 0.79 tf at 46.85 mm deflection, LU 500-80 on a deflection of 0.69 tf 39 , 82 mm. Model panel collapse LU LU 600-120 and 600-80 is shear failure, but for LU 500-80 flexural failure. Ductility panel LU 600-80 only 87% of ductility LU 600-120 is a panel with high variation. Ductility panel with wide variations LU panel 500-80 88% biggest than the LU 600-80. Abstrak: Industri konstruksi masih tergantung dengan metode konstruksi konvensional. Konsep konstruksi konvensional harus mulai dicarikan alternatif pengganti. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode panel pracetak. Konstruksi panel pracetak biasanya menggunakan beton normal, kelemahan beton normal bobot terlalu berat. Penggunaan beton ringan pada konstruksi pracetak dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu jenis beton ringan yang digunakan adalah beton ringan busa. Penggunaan beton ringan busa pada konstruksi panel pracetak memudahkan dalam pengerjaan dilapangan, mampu diangkat oleh tenaga kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku dan analisa kapasitas panel pracetak ferrofoam concrete berbentuk U yang dibebani lentur. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian lentur berbentuk U (LU) beton ringan busa. Dimensi benda uji dengan panjang 2200 mm, lebar 600 mm dan 500 mm, tinggi 120 mm dan 80 mm, tebal 30 mm. Mix design beton berdasarkan berat jenis yaitu 1,6 dengan FAS 0,4 dan mutu rencana 21 MPa. Hasil penelitian adalah kapasitas maksimum panel LU 600-120 sesebar 1,34 tf pada lendutan 26,81 mm, LU 600-80 sebesar 0,79 tf pada lendutan 46,85 mm, LU 500-80 sebesar 0,69 tf pada lendutan 39,82 mm. Model keruntuhan panel LU 600-120 dan LU 600-80 adalah keruntuhan geser, namun untuk LU 500-80 keruntuhan lentur. Daktilitas panel LU 600-80 hanya 87% dari daktilitas LU 600-120 merupakan panel dengan variasi tinggi. Daktilitas panel dengan variasi lebar panel LU 500-80 lebih besar 88% dibanding LU 600-80.
PERILAKU LATERAL SIKLIK PORTAL BETON BERTULANG BERISI DINDING BATA MERAH Sari, Mutia Intan; Abdullah, Abdullah; Afifuddin, Mochammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1726.817 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10044

Abstract

Abstract: Generally, brick masonry is used as infill wall material for houses and buildings. The Infill wall is installed once the structure is constructed, and assumed as the dead load for the structure. In fact, infill wall may contribute significant stiffness to the structure. As a consequent, the structure may develop such higher base shear forces due to the large stiffness of the structure. The purpose of this research is to evaluate the behavior of the reinforced concrete frame specimen with red brick infill wall and the specimen without using any infill wall. The size of the frame specimen is 2350 x 3300 mm, which consists of reinforced concrete bare frame specimen and reinforced concrete frame specimen with brick masonry infill wall. Cyclic loading tests were conducted on the specimens on the top beam of frame by in-plane direction. The displacement loading protocol are performed laterally and determined by the measured maximum of LVDT from the beam-column connection. Based on the experimental result, the increase capacity and the obtained energy dissipation of the infill wall frame specimen is up to 11.65 and 3.54 higher respectively, compared to the bare frame specimen. The decrease of the stiffness and the ductility level of the infill wall specimen is lesser in comparison with the bare frame specimen. The typical failure mechanism of the infill wall specimens is diagonal cracking. Abstrak: Material bahan bangunan pengisi dinding untuk pembangunan rumah tinggal dan gedung umumnya menggunakan bata merah. Dinding pengisi dipasang apabila struktur utama selesai dikerjakan dan dianggap sebagai beban mati. Namun pada kenyataannya struktur bangunan yang memiliki dinding mempunyai kekakuan struktur yang besar. Ditinjau dari aspek kegempaan, struktur bangunan dengan kekakuan yang besar maka semakin besar pula beban gempa yang bekerja. Tujuan dari penelitian ini menganalisis perilaku portal beton bertulang dengan dinding bata merah yang dibandingkan dengan portal beton bertulang tanpa dinding. Pengujian yang dilakukan adalah portal beton bertulang dengan ukuran 2350 × 3300 mm berjumlah 2 sampel yaitu: portal tanpa dinding dan portal berdinding bata merah dengan plasteran. Pengujian portal dilakukan dengan beban lateral siklik dengan arah pembebanan sejajar bidang balok (in plane) pada balok bagian atas portal. Mekanisme pembebanan dilakukan dengan kontrol beban yang ditentukan oleh perpindahan maksimum yang terukur dari LVDT dari join kolom-balok. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan kapasitas dan energi disipasi sebesar 11,65 kali dan 3,54 kali dari portal tanpa dinding. Penurunan kekakuan dan daktilitas yang terjadi lebih kecil dari portal tanpa dinding. Pola kehancuran yang terjadi pada portal berisi dinding bata merah yaitu jenis diagonal cracking
EVALUASI NILAI OTTV GEDUNG IGD R.S MEURAXA BANDA ACEH Wahyudi, Bambang; Munir, Abdul; Afifuddin, Mochammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1378.724 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10039

Abstract

Abstract: Emergency Installation Building is one of the existing buildings in the Meuraxa Hospital Complex consisting of several buildings with the location on the Soekarno Hatta street km 2 City Banda Aceh. The tropical climate of Banda Aceh region with temperatures ranging from 25.5 ℃ to 32.5 ℃ is located in the northern hemisphere causing the sun shining 12 hours each day resulting in high consumption of electrical energy caused by the use of artificial weather carriage. The development of the city that seemed modern and futuristic is an architectural phenomenon characterized by the use of dominant glass on the building sheath as well as the facade of RS.Meuraxa Emergency Installation Building. . In the effort of government energy conservation through National Standardization of Indonesia  in SNI 03-6389-2011 stated that maximum  thermal transfer value limit on the outer wall or called Overall Thermal Transfer Value (OTTV) is 35 Watt / m2.  This research aims to generate a reference design of sheath and get the factors that affect the amount of OTTV value from the results of simulating the calculation toward all variables. The calculation result obtained the total value of OTTV is 51,47 Watt/m2. To decrease the result, some variation of modification simulation by inputting all data of the coefficient value of the material which likely to be applied in the design. The simulations consist of Uf modifications (double glazing), Uw (Outer Wall Isolation), WWR (Glass comparison ratio), α (paint color), SC (shield). The simulation results are included in the table and trendline linear graphs so that the slope value is obtained to analyze the influence / significance level toward OTTV value. The result of the research shows that the modification of SC (glass and effective) by installing shade and modification of glass specification greatly influences the decrease of OTTV value in the effort of energy conservation by still presenting the concept of tropical architecture with traditional theme of Aceh.Abstrak: Gedung Instalasi Gawat Darurat merupakan salah satu dari gedung yang ada di Komplek Rumah Sakit Meuraxa yang terdiri dari beberapa bangunan dengan lokasi berada di jalan Soekarno Hatta km 2 Kota Banda Aceh. Wilayah Banda Aceh yang beriklim tropis dengan suhu berkisar antara 25,5 ℃ hingga 32,5℃ berada di belahan bumi Utara menyebabkan matahari bersinar 12 jam setiap harinya  terus menerus setiap tahunnya sehingga berdampak pada tingginya konsumsi energi listrik akibat dari penggunaan penghawaan buatan. Perkembangan kota yang berkesan modern dan futuristik merupakan fenomena konsep tampilan bangunan dengan bercirikan penggunaan kaca yang dominan pada selubung bangunan seperti halnya yang diterapkan pada bangunan gedung IGD Rs.Meuraxa. Dalam upaya konservasi energi pemerintah melalui Badan Standarisasi Nasional Indonesia yang dimuat dalam SNI 03-6389-2011 menentukan batasan nilai perpindahan termal menyeluruh pada dinding luar atau disebut dengan Overall Thermal Transfer Value (OTTV) maksimal 35 Watt/m2. Penelitian ini bertujuan menghasilkan acuan desain selubung dan mendapatkan faktor penyebab yang mempengaruhi besaran nilai OTTV dari hasil melakukan simulasi perhitungan terhadap semua variabelnya. Perhitungan OTTV pada IGD RS.Meuraxa terdiri 3 komponen nilai yaitu: nilai konduksi dinding, radiasi matahari dan konduksi kaca terhadap empat orientasi fasad bangunan dengan perolehan hasil total nilai OTTV 51,47 Watt/m2. Untuk menurunkan nilai dilakukan beberapa variasi simulasi modifikasi dengan menginput semua data nilai koefisien material yang dimungkinakan untuk diaplikasikan dalam desain. Simulasi terdiri dari modifikasi Uf (kaca ganda), Uw  (Isolasi Dinding Luar), WWR (Rasio perbandingan kaca), a (warna cat), SC (alat peneduh dan spec.kaca). Hasil  simulasi dimasukkan dalam tabel dan grafik trendline linear sehingga didapatkan nilai slope /kemiringan  untuk dianalisis tingkat pengaruh/ signifikan terhadap nilai OTTV. Hasil penelitian diperoleh bahwa modifikasi SC (kaca dan effectif) yaitu pemasangan alat peneduh dan modifikasi spesifikasi kaca sangat mempengaruhi penurunan nilai OTTV dalam  upaya konservasi energi dengan  tetap mengedepankan konsep arsitektur tropis yang bertemakan tradisional Aceh.
ANALISIS RETAK LENTUR PADA BALOK BETON BERTULANG MUTU TINGGI YANG DIPERBAIKI DENGAN INJEKSI EPOXY Puspita, Fiany Fajar; Aulia, Teuku Budi; Afifuddin, Mochammad
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5199.403 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10043

Abstract

Abstract: High Strength Concrete is an alternative construction material for supporting heavy loads. High strength concrete is a brittle material that susceptible to crack. One of the concrete repairing method is epoxy injection. The aim of this study is to determine the flexural behavior of high strength reinforced concrete beams after cracking and repaired with the Epoxy Injection. This study used 4 (four) high strength reinforced concrete beams (BBMT) with (15 ´ 30 ´ 220) cm dimention. One of the beam is for comparison (BBMT Normal) and 3 (three) other beams were tested at the age 7 days (BBMT E-7), 14 days (BBMT E-14) and 28 days (BBMT E-28) after repaired. The beams is designed to have flexural failure by using a compression reinforcement and shear reinforcement of 11.9 mm and 15.8 mm for tensile reinforcement. The water cement ratio for mix design is 0,25 obtained at 28 days is 66,62 MPa. The results shows that all the beams have flexural failure in agreement to the early design. The ultimate load of BBMT Normal is 17,65 ton with deflection equal to 10,36 mm. Based on theoretical calculation the load is 16.04 tons and deflection 14.38 mm. BBMT E-7 after epoxy injection ultimate load is 20,89 tons and deflection is 41.99 mm. BBMT E-14 ultimate load 21,79 tons and deflection equal to 44,27 mm. The ultimate load of BBMT E-28 is 25.52 tons and deflection 13.49 tons. The increase of load are 18.36%, 23.46% and 44.59% when compared with BBMT Normal. Based on the observation on the BBMT after epoxy injection, no cracks evident in most of the injected areas, new cracks appearing around the area of initial crack. It is concluded that epoxy injection is capable to increase the capacity of repaired high strength concrete and th flexural strength of the epoxy repaired concrete beams is increase as the age increased. Abstrak: Beton mutu tinggi merupakan salah satu alternatif material konstruksi untuk pembebanan besar. Beton mutu tinggi memiliki sifat yang kaku sehingga rentan terhadap retak. Salah satu metode perbaikan pada retak beton yaitu injeksi epoxy. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamati perilaku lentur pada balok beton bertulang mutu tinggi yang diperbaiki dengan injeksi epoxy. Penelitian ini menggunakan 4 (empat) buah benda uji yaitu balok Beton Bertulang Mutu Tinggi (BBMT) dengan ukuran (15 ´ 30 ´ 220) cm. Benda uji pertama sebagai pembanding (BBMT Normal) dan 3 (tiga) benda uji lain diuji sesuai dengan umur perbaikan betonnya yaitu BBMT E-7 (7 hari), BBMT E-14 (14 hari) dan BBMT E-28 (28 hari). Balok didesain mengalami gagal lentur dengan menggunakan tulangan tekan dan tulangan geser berdiameter 11,9 mm ulir serta tulangan tarik 15,8 mm ulir. Kuat tekan beton mutu tinggi yang didapat dari benda uji kontrol kubus sebesar 66,62 MPa dengan FAS 0,25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua benda uji balok mengalami gagal lentur sesuai dengan desain awal. Beban maksimum yang mampu dicapai oleh balok BBMT Normal adalah 17,65 ton dengan lendutan sebesar 10,36 mm. Perhitungan teoritis beban BBMT Normal yaitu 16,04 ton dan lendutan 14,38 mm. BBMT E-7 setelah diinjeksi menghasilkan beban sebesar 20,89 ton dan lendutan 41,99 mm. Pada BBMT E-14 beban yang dicapai 21,79 ton dan lendutan sebesar 44,27 mm. Beban maksimum pada BBMT E-28 yaitu 25,52 ton dan lendutan 13,49 ton. Masing-masing persentase peningkatan beban jika dibandingkan dengan BBMT Normal adalah 18,36%, 23,46% dan 44,59%. Pola retak yang terjadi pada balok BBMT setelah diinjeksi menunjukkan bahwa tidak terjadi retak pada sebagian besar daerah yang diinjeksi, retak baru muncul di sekitar retak awal. Dapat disimpulkan bahwa injeksi epoxy mampu meningkatkan kapasitas beton mutu tinggi dan umur perbaikan beton mempengaruhi nilai beban maksimum yang mampu dicapai oleh beton.
KESIAPAN SISTEM PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA Hermansyah, Dede; Afifuddin, Mochammad; Munir, Abdul
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.261 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i2.10951

Abstract

Fire hazard is one of the risks that must be considered in the building safety management. This study aims to determine the condition of fire risk in the Engineering Faculty Building, Syiah Kuala University Banda Aceh. The analysis used in this research is Hazard identification, Risk Assessment and Risk Control and descriptive analysis. Data were collected using questionnaire survey, interview, and observation. The purposive sampling method is used to determine the number of samples. A total of 238 samples were collected with target respondents are lecturers, employees, and students at the Faculty of Engineering, Syiah Kuala University. Observations were conducted at the Engineering Building of A1, A2, and A3. Further, we conducted a direct interview with an expert of the Occupational Health and Safety (OHS). The result from the analysis the value of firefighting unit counted on an average 688.7. It can be concluded that the condition of fire protection system preparedness in the building of Faculty of Engineering, Syiah Kuala University in bad condition. Furthermore, the result of the assessment of fire risk in administrative room, supporting room, lecture room, and library room obtained shows is a low risk, while as for the laboratory room categorize a high risk. Fire risk controls are needed as the most effective in implementing Occupational Health and Safety (OHS) management systems, including establishing OHS fire management institutions and fire safety coordinator of a faculty composed in fire prevention procedures.
KAJIAN KEANDALAN UTILITAS BANGUNAN GEDUNG RUSUNAWA DI KOTA BANDA ACEH Idin, Raja; Munir, Abdul; Afifuddin, Mochammad
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (Journal of Archive in Civil Engineering and Planning) Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan
Publisher : Prodi Magister Teknik Sipil Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.057 KB) | DOI: 10.24815/jarsp.v1i3.11778

Abstract

Pembangunan Rumah Susun Sewa (RUSUNAWA) kian meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di kawasan perkotaan. Pemerintah menyediakan Rusunawa sebagai hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama yang selama ini tinggal di kawasan yang dianggap kumuh. Hampir seluruh Rusunawa  di Kota Banda Aceh yang mengalami permasalahan pada utilitas baik plumbing maupun pencahayaan/penerangan yang mengakibatkan kurangnya kenyamanan bagi penghuni Rusunawa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana keandalan utilitas Rusunawa di Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keandalan masing-masing gedung sekaligus mengetahui apakah ada perbedaan baik secara umum maupun khusus terhadap utilitas, instalasi plumbing dan instalasi penerangan /pencahayaan dalam penggunaan bangunan Rusunawa dan mengkaji kelayakan utilitas pada bangunan Rusunawa yang ada di Kota Banda Aceh. Metodologi penelitian ini awalnya dimulai dengan pengumpulan data primer dan sekunder, observasi ditulis secara deskriptif mengenai aktivitas yang  terjadi, juga direkam dengan kamera foto mengenai gambaran kondisi kerusakan Rusunawa di Kota Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling yaitu pengambilan sampel dari anggota populasi dengan cara acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristiknya maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel (responden). Jumlah rusunawa 2 tower berada di UIN Ar raniry Banda Aceh dan Asrama Polisi Lamtemen Banda Aceh. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 76 responden serta menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan nilai variabel keandalan utilitas dan skala likert. Hasil penelitian ini yaitu diketahuinya kerusakan yang diklasifikasi berdasarkan tingkat keandalan utilitas, meningkatkan pengetahuan tentang tingkat keandalan bangunan serta meminimalisir setiap kesalahan-kesalahan pada tahap perencanaan dan pembangunan Rusunawa yang ada di Kota Banda Aceh.