Articles

Found 14 Documents
Search

INTEGRATION OF LIFE SKILLS IN ENVIRONMENT MATERIAL MODULE TO ELEVATE LEARNING ACHIEVEMENT Agustina, Putri; Al Muhdhar, Mimien Henie Irawati; Amin, Mohamad
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 1, No 2: November 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v1i2.9581

Abstract

INTEGRASI MUATAN LIFE SKILLS PADA MODUL MATERI LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJARAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran materi Ekosistem dan Pencemaran Lingkungan yang mengintegrasikan muatan life skills dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk siswa kelas X SMA Negeri 3 Surakarta dalam bentuk modul. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti model pengembangan Borg and Gall yang dilaksanakan dalam enam tahapan yaitu: penelitian dan pengumpulan informasi; perencanaan; pengembangan produk awal; uji coba terbatas dan revisi produk; uji coba utama; dan revisi produk. Hasil analisis skor penilaian perangkat pembelajaran baik oleh ahli desain pembelajaran, ahli materi, maupun praktisi menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran telah layak diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Hasil uji coba utama yang dilakukan pada dua kelas dari kelas X SMA Negeri 3 Surakarta menunjukkan bahwa berdasarkan nilai gain rata-rata aktual maksimum dapat dikatakan bahwa perangkat pembelajaran bermuatan s dengan model inkuiri terbimbing telah cukup efektif diterapkan dalam pembelajaran. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rata-rata capaian hasil belajar kognitif siswa.Kata kunci: perangkat pembelajaran, life skill, modul materi lingkunganAbstractThis study was aimed at generating an ecosystem and environmental pollution learning module that integrates life skills using guided inquiry learning for tenth-grade students of State Senior High 3 Surakarta. The study used the Research and Development (R&D) method proposed by Borg and Gall which was carried out in six stages, namely: research and information gathering, planning, initial product development, limited trials and product revision, main trial, and product revision. The scoresfrom the learning design experts, materials experts, and practitioners indicate that the learning tools are feasible to be implemented in classroom learning. The results show that, based on the scores of the actual maximum average gained, the integrated life skills in the environmental material module using guided inquiry model are feasible to be applied. The pretest and posttest results show the improvement of the average achievement of cognitive learning outcomes of the students. Keywords: instructional material, life skill, environment material module
PENINGKATAN RESPON AFEKTIF (AFFECTIVE RESPONSE) SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 3 SURAKARTA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING Agustina, Putri; Affandi, Said; Pertiwi, Najdah
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan respon afektif  siswa kelas X-1 SMA Negeri Surakarta pada pembelajaran Biologi melalui penerapan strategi pembelajaran aktif tipe Active Knowledge Sharing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus dengan setiap siklus masing-masing 2 pertemuan. Setiap  siklus terdiri atas 4 tahapan yaitu perenca-naan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan penerapan strategi Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan respon afektif siswa pada pembelajaran Biologi. Hal ini didasarkan pada hasil observasi, angket, dan wawancara. Rata-rata persentase capaian setiap indikator respon afektif siswa untuk siklus I 71,71% dan siklus II 74,724% (meningkat 2,514%), rata-rata persentase capaian indikator angket respon afektif untuk siklus III sebe-sar 76,691% (meningkat 1,96%). Sedangkan rata-rata nilai capaian setiap indi-ator yang didapat dari hasil observasi respon afektif siswa untuk siklus I sebesar 67,83% dan siklus II 72,058% (meningkat 5,228%), serta pada siklus III sebesar 79,595% (meningkat 7,537%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Active Knowledge Sharing dapat meningkatkan respon afektif siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2010/2011.
KARAKTERISTIK PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR Agustina, Putri
Jurnal Pendidikan Karakter No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN KARAKTER EDISI OKTOBER 2018, TH. VIII, NO.2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v8i2.21853

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah di SD Negeri Purwosari Kulon dan SD Negeri Mangkubumen Lor No 15 Kecamatan Lawean Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus.  Subjek penelitiannya yaitu kepala sekolah dan guru. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian bahwa: (1) karakteristik perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri Purwosari Kulon antara lain (a) memberi keteladanan; (b) longgar, mempertimbangkan senioritas dan perasaan bawahan; (c) pesimis; dan (d) pasrah. Budaya sekolah yang berkembang yaitu budaya: salatberjamaah dan menjaga kebersihan sekolah, meremehkan aturan, formalitas, malas membaca, dan pembelajaran yang lesu; (2) karakteristik perilaku kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri Mangkubumen Lor No.15 antara lain (a) memberi keteladanan; (b) tegas; (c) optimis dan bersemangat; (d) bijaksana; (e) rendah hati; (f) bersahabat. Budaya sekolah yang berkembang yaitu disiplin, memberi salam dan berjabat tangan, loyalitas, salat berjamaah, menjaga kebersihan, efisien/menghargai waktu, semangat menjalankan tugas dan belajar, bekerja sama, saling menghormati, saling mengingatkan, kompak, saling percaya, rukun/akrab, bertanggung jawab, membaca, memberi penghargaan, berprestasi, dan profesionalitas. Kata kunci: perilaku, kepemimpinan kepala sekolah, dan budaya sekolah. CHARACTERISTICS OF LEADERSHIP BEHAVIOR OF HEADMASTER AND SCHOOL CULTURE IN PRIMARY SCHOOL  Abstract: This study aims to determine the characteristics of leadership behavior of headmaster and school culture in primary school of Purwosari Kulon and primary school Mangkubumen Lor No 15, District of Lawean, Surakarta City. This study uses a qualitative research with case study type. The subjects were headmasters and teachers. The data were collected with observation, interview, and documentation. The research concludes that: (1) Characteristics of leadership behavior of headmaster at primary school of Purwosari Kulon include (a) providing exemplary acts; (b) a loose, considering seniority and subordinate feelings; (c) pessimistic; and (d) resignation. The developed school cultures are the culture of praying together and maintaining cleanliness of the school, underestimating the rules, formalities, bad reading interest, and lethargic learning; (2) Characteristics of leadership behavior of headmaster at primary school of Mangkubumen Lor 15 include (a) providing exemplary acts; (b) firmed; (c) optimistic and vibrant; (d) wise; (e) humble; and (f) friendly. The developed school cultures are discipline, greeting and shaking hands, loyalty, praying, keeping clean, efficient/appreciating the time, the spirit of duty and learning, cooperation, mutual respect, mutual remind, compact, mutual trust, harmonious/familiar, responsible, reading, giving rewards, achievement, and professionalism.Keywords: behavior, headmaster leadership, and school culture.
OBSERVASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM BIOLOGI DI KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA T.A. 2015/2016 DITINJAU DARI STANDAR PELAKSANAAN PRAKTIKUM BIOLOGI Agustina, Putri; Ningsih, Ike Wartini
Bioeducation Vol 1, No 1 (2017): Bioeducation
Publisher : biologi.unp.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology learning quality must be supported by practicum in the laboratory. Practicum will done well if all of the component on it standarized as stated in minimum standar of practicum at school. The components are laboratory and its administrator, teacher, learning process, and learning material that used. This research aim to analyze Biology practicum process in SMA Muhammadiyah 1 Surakarta based on Biology practicum processing standar at school. This research conducted in class XI SMA Muhammadiyah 1 Surakarta at second semester year 2015/2016. This research used expositori research design with qualitative approach. The data consist of laboratory condition, laboratory administratif, students worksheet, and practicum process based on observation, documentation, and interview. The result showed that: (1) biology laboratory of SMA Muhammadiyah 1 Surakarta in the good criteria (score: 80); (2) SMA Muhammadiyah 1 Surakarta do not have special laboratory administrator (laborant and laboratory technician); (3) students of SMA Muhammadiyah 1 Surakarta used students worksheet to work at laboratory; and (4) practical feasibility of class XI SMA Muhammadiyah 1 Surakarta in year 2015/2016 in the very good criteria (score: 92).
STUDI BIODIVERSITAS TANAMAN POHON DI 3 RESORT POLISI HUTAN (RPH) DI BAWAH KESATUAN PEMANGKU HUTAN (KPH) TELAWA MENGGUNAKAN METODE POINT CENTER QUARTER (PCQ) Ariyanto, Joko; Widoretno, Sri; Nurmiyati, Nurmiyati; Agustina, Putri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis tumbuhan penutup tanah yang terdapat di KPH Telawa dan mengetahui keanekaragaman dan kemelimpahan (diversitas) tumbuhan penutup tanah di KPH Telawa. Penelitian ini dilaksanakan di beberapa lokasi yang ada di KPH Telawa dalam hal ini digunakan 3 Resort Polisi Hutan (RPH) yaitu RPH Juranggandul, RPH Karengan, dan RPH Rejosari.. Pada tiap RPH ditentukan daerah yang termasuk daerah pertanian (crop area), daerah bebas (free area), dan daerah perumahan (building area). Daerah yang dapat dipakai adalah daerah bebas (free area). Pada tiap RPH dihitung luas total masing-masing RPH. Luas masing-masing RPH yaitu untuk RPH Juranggandul 4062000 m2, RPH Karengan 3311000 m2, dan RPH Rejosari 3817000 m2. Perhitungan yang dilakukan dalam penelitian ini ada 2 yaitu indeks kekayaan dan indeks keragaman (diversitas). Indeks kekayaan yang dihitung adalah indeks Margalef sedangkan indeks diversitas yang dihitung adalah indeks Shanon dan indeks Simpson. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan pada semua titik sampel pada ketiga RPH, ditemukan 20 spesies di RPH Juranggandul, 25 spesies di RPH Karengan, dan 14 spesies di RPH Rejosari. Indeks Kekayaan Pada RPH Juranggandul sebesar 3,22. Sedangkan pada RPH Karengan adalah 4,27 dan RPH Rejosari sebesar 2,41. Berdasarkan perhitungan indeks keragaman (indeks diversitas) diperoleh hasil bahwa indeks diversitas pohon di RPH Juranggandul menurut jika dihitung menggunakan formulasi Shannon (English et al) adalah 2,18. rph Karengan adalah 2,05, dan RPH Rejosari sebesar1,835. Berdasarkan kriteria keanekaragaman tumbuhan pohon modifikasi dari Lee et al (1978) dalam Soegianto (1994) keanekaragaman tumbuhan penutup tanah di RPH Juranggandul masuk dalam kategori keanekaragaman tinggi. Perhitungan indeks dominansi Simpson menunjukkan bahwa indeks dominansi tumbuhan penutup tanah di RPH Juranggandul adalah 0,15. Di Karengan 1,22, dan di Rejosari 0,19.  Berdasarkan nilai indek keragaman dan indeks dominasi maka diperoleh kesimpulan bahwa diversitas tanaman pada RPH Jurunggandul, RPH Karengan, maupun RPH Rejosari adalah tinggi.  Tumbuhan yang dominan pada vegetasi di RPH Jurunggandul dan RPH Rejosari hanya 1 jenis, sedangkan tumbuhan yang mendominasi vegetsi di RPH Karenbgan ada beberapa jenis.   Kata kunci: Diversitas, Tumbuhan Pohon, Free Area
Kajian Potensi Vegetasi dalam Konservasi Air dan Tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS): Studi Kasus di 3 Sub DAS Bengawan Solo (Keduang, Dengkeng, dan Samin) Maridi, Maridi; Saputra, Alanindra; Agustina, Putri
Prosiding KPSDA Vol 1, No 1 (2015): Prosiding KPSDA 2015
Publisher : Prosiding KPSDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.45 KB)

Abstract

Watershed is the land area that could potentially be a source of water. The main components of watershed ecosystem composed of humans, animals, vegetation, soil, climate, and water. Watershed ecosystem components that are interconnected is going to maintain the quality of the watershed. A common problem in a watershed is the sedimentation due to large amounts of waste, landslides, and erosion. Water and soil conservation efforts in the watershed can be cultivated by maintaining the balance of watershed ecosystem components one of which is the condition of the vegetation diversity. This study intends to analyze the potential of vegetation in water and soil conservation in the watershed. In-depth study based on the results of the analysis of vegetation and 3 sub-watershed namely Keduang, Dengkeng, and Samin which is a sub-watershed in the Bengawan Solo watershed. Analysis of the condition of the vegetation around the sub-watershed Keduang, Dengkeng, and Samin shows that vegetation has an important role in maintaining the quality of the watershed. Vegetation affects the ability of soil to retain water, thus increasing soil water reserves, prevent erosion and landslides in the surrounding watershed. Vegetation potentially in favor of water and soil conservation in the watershed are shrub vegetation, grass, and other plant floor coverings.
INVENTORY OF EPIPHYTIC MOSS IN THE TREE TRUNK ZONATION OF JUMOG WATERFALL NGARGOYOSO TAWANGMANGU KARANGANYAR CENTRAL JAVA, INDONESIA Roziaty, Efry; Agustina, Putri; Rohmah, Siti Naily
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Biologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v7i2.6336

Abstract

The concept of epiphytic plants is a critical plant that determines the processes that occur in ecosystems. Epiphytic plants especially Bryophytes or commonly moss is one of primary productivity. This study aims to record any epiphytic moss in their natural habitat in the Jumog Waterfall Forest Ngargoyoso in Karanganyar Tawangmangu Central Java. The method used in this study was purposive sampling, this method using exploration techniques. Field data observed were epiphytic plants from the Bryophyte groups (moss plants). The results showed that there were five moss colonies namely Bryum billardieri, Octoblepharum albidum, Leucobryum aduncum, Heteroscyphus coalitus and Pogonatum neesii, in 3 different zones of phorophytes, name zone I, II and III.
Analisis Struktur Vegetasi di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali MARIDI, MARIDI; SAPUTRA, ALANINDRA; AGUSTINA, PUTRI
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2015): BIOEDUKASI
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v8i1.3258

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui struktur dan komposisi vegetasi baik pohon maupun vegetasi penutup lantai (lower crop community-LCC) di lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali; serta (2) mengetahui pengaruh indeks nilai penting dan indeks diversitas vegetasi terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan di lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel kabupaten Boyolali pada bulan Juni sampai Juli 2013. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahap antara lain: (1) survei (pene-litian pendahuluan; (2) penentuan area kajian (unit sampling); (3) pengambilan data lapangan; serta (4) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk vegetasi pohon, diperoleh 46 spesies yang termasuk ke dalam 24 famili. Jenis pohon yang pa-ling banyak ditemukan adalah Capsicum frutescens (cabe rawit) yang berjumlah 3655 individu tiap 1600 m2. Kontribusi spesies pohon yang terbesar ditunjukkan oleh indeks nilai penting (INP) tertinggi adalah Capsicum frutescens. Indeks diversitas/keaneka-ragaman vegetasi pohon di lokasi adalah 0,9864 (rendah). Untuk vegetasi penutup lantai (LCC) ditemukan 80 spesies yang termasuk 27 famili. Cacah individu terbanyak adalah Wedelia montana sebanyak 3234608 individu per 400 m2. Indeks diversitas vegetasi LCC adalah 1,144822 (melimpah)
Kemampuan Menentukan Jenis dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015) AGUSTINA, PUTRI; SAPUTRA, ALANINDRA
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2015): BIOEDUKASI
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v8i1.3280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh Association of College and Re-search (ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (random sampling) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%).
Bentuk Kehidupan (Life Form) Tumbuhan Penyusun Vegetasi Di Kotamadya Surakarta Ariyanto, Joko; Widoretno, Sri; Nurmiyati, Nurmiyati; Agustina, Putri
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2014): BIOEDUKASI
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v7i2.2928

Abstract

Surakarta memiliki luas wilayah 44 km2, terletak di dataran rendah dengan ketinggian 105 m dpl dan di pusat kota 95 m dpl dan memiliki iklim muson tropis. Tidak semua wilayah Surakarta ditempati penduduk. Ruang terbuka di Surakarta  ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan dengan berbagai bentuk kehidupan (life form). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berbagai tipe life form penyusun vegetasi dan mengetahui tipe life form yang paling melimpah dan dominan di Kotamadya Surakarta. Sampling dilakukan pada 1% luas free area (area terbuka hijau) di setiap kecamatan. Ukuran Plot yang digunakan adalah (10x10) m kemudian pada plot tersebut dilakukan pengamatan untuk diidentifikasi jenis tumbuhan yang ada dan ditentukan tipe bentuk kehidupan (life form) dari setiap tumbuhan yang ditemukan. Cover dari setiap bentuk kehidupan (life form) diukur dengan skala Braun-Blanquet kemudian dibandingkan dengan bentuk kehidupan (life form) standar Raunkiaer. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa bentuk kehidupan (life form) yang paling mendominasi vegetasi di Surakarta adalah Phanerophyte dengan persentase cover tertinggi (104%). Dengan membandingkan bentuk kehidupan (life form) standar Raunkiaer diketahui Cryptophyte memiliki persentase di bawah persentase Cryptophyte bentuk kehidupan (life form) standar Raunchier.