Articles

Found 37 Documents
Search

Efektifitas Model Pembelajaran CCM-CCA Untuk Memfasilitasi Perubahan Konsep Gaya Pada Mahasiswa Makhrus, Muh; Widodo, Wahono; Agustini, Rudiana
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Vol 4, No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v4i2.810

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the CCM-CCA learning model that has been validated by physicist education through Focused Group Discussions (FGD) activities, and the validation results are valid in content and construct. The research design used follows the Education Research and Development method. The development of models starting from designing the model until implementing the model. Test the effectiveness of the model measured by the results of analysis of observational data and interview results on the occurrence of conceptual changes in students. Observation and interview data refers to the thought process experienced by students as a condition for conceptual change. The results of the study showed that students who were the subjects of the study experienced the four (4) thought processes that were the conditions for conceptual change. These results indicate that the CCM-CCA learning model is an effective learning model for facilitating the occurrence of student conceptual changes from wrong conceptions into scientific conceptions (physicist conception) about the concept of force
PENGEMBANGAN LKS BERORIENTASI MODEL LEARNING CYCLE 7-E UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA KELAS X PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT SHOLIHA, AMILATU; AGUSTINI, RUDIANA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menghasilkan LKS berorientasi model learning cycle 7-E untuk melatihkan keterampilan proses sains yang valid, praktis, dan efektif sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian pengembangan menurut Research and Development. Sasaran penelitian adalah LKS berorientasi model learning cycle 7-E untuk melatihkan keterampilan proses sains. Subjek uji coba adalah dosen kimia, guru kimia, serta 16 siswa kelas XI MIA SMA. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar telaah, lembar validasi, lembar angket respon siswa, lembar test keterampilan proses sains siswa, dan lembar aktivitas keterampilan proses sains. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) LKS dinyatakan sangat valid berdasarkan kriteria isi, penyajian, bahasa, kegrafikan, kesesuaian learning cycle 7-E, dan kesesuaian komponen keterampilan proses sains rata-rata secara keseluruhan pada LKS 1 diperoleh hasil sebesar 88% sedangkan untuk LKS 2 sebesar 87%, (2) Kepraktisan LKS dari respon siswa dan aktivitas siswa mendapatkan respon positif secara keseluruhan rata-rata persentase sebesar 98% dengan interpretasi sangat layak, (3) Keefektifan LKS dari hasil skor post test terhadap keterampilan proses sains siswa secara keseluruhan sebesar 87,5%. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa LKS berorientasi model learning cycle 7-E untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa yang dihasilkan layak digunakan untuk melatihkan keterampilan proses sains pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Kata Kunci: LKS, Learning Cycle 7-E, Keterampilan Proses Sains, Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit This research is generally aimed to produce LKS oriented 7-E learning cycle model to tackle the science process skill that is valid, practical, and effective so it is worthy to be used as a medium of learning. Type of research used is research development according to Research and Development. Target of research is LKS oriented model of learning cycle 7-E to trained skill of science process. The test subjects were chemistry lecturer, chemistry teacher, and 16 students of XI grade MIA SMA. Research instrument used in the form of review sheet, validation sheet, student response questionnaire, student science skill test sheet, and science process skill activity sheet. Data were analyzed descriptively quantitative. The result of the research shows that (1) LKS is valid valid based on contents, presentation, language, kegrafikan, the fit of learning cycle 7-E, and the overall component science skill component fit on LKS 1 is obtained 88% 2 by 87%, (2) LKS practicality of students response and student activity get positive response overall average percentage equal to 98% with interpretation very feasible, (3) effectiveness of LKS from result of post test score to skill of science process of student as a whole amounted to 87.5%. Based on these findings it can be concluded that LKS oriented 7-E learning cycle model to trained students science process skills generated feasible used to trill the science process skills on the material of electrolyte and non electrolyte solution. Keywords: LKS, Learning cycle 7-E, science process skill, Electrolyte and nonelectrolyte solution.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KINERJA ILMIAH SISWA Pradianti, Dian; Wasis, Wasis; Agustini, Rudiana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n2.p672-680

Abstract

This research aims to produce physics teaching material through guided inquiry model which is valid, practical, and effective to facilitate the students? scientific skill  in senior high school. The development of teaching material used the Kemp model and was tested in class X MIA of SMAN 1 Pasir Belengkong first semester in academic year 2014/2015 by using the one-group pretest-posttest design. The data collection used Validation, observation, tets, and questionnaire student responses. The data analysis techniques used quantitativ and qualitativ descriptive analysis. The results of this research are:1) Teaching material developed has a valid category; 2) The practicality of teaching material in terms of a good category in feasibility of lesson plans and the students? activities in accordance with steps of guided inquiry model; and 3) The teaching material effectiveness in terms of: (a) Improving students? learning achievement seen with high gain scores; (b)  Percentage of scientific skill of students indicated by the increased of each meeting; and (c) The students?responds toward material and implementation of learning are positive. Based on the result of the above  It?s conclusion that the teaching material through guided inquiry model are valid, practical, and effective  so that used to facilitate the students scientific skill in senior high school. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika model inkuiri terbimbing yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan kinerja ilmiah siswa SMA. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model Kemp dan diujicobakan di kelas X MIA SMAN 1 Pasir Belenkong semester genap tahun ajaran 2014/2015 dengan one-group pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes, dan angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan deskriptip kualitatif. Temuan hasil penelitian, yaitu: 1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid; 2) Kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP berkategori baik dan aktivitas siswa sesuai dengan tahap-tahap pada model inkuiri terbimbing; dan 3) Keefektifan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) Peningkatan hasil belajar siswa rata-rata tinggi; (b) Persentase kinerja ilmiah siswa ditunjukkan dengan meningkatnya setiap pertemuannya; dan (c) Respon siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran positif. Berdasarkan hasil-hasil di atas disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model inkuiri terbimbing yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif  sehingga layak digunakan untuk melatihkan kinerja ilmiah siswa SMA.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPETHINK PAIR SHARE YANG DIPADUKAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA PADA MATERI REAKSI REDUKSI-OKSIDASI KELAS X PUJI ASTUTIK, SETYO; AGUSTINI, RUDIANA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yang dipadukan Make A Match, aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan motivasi belajar siswa. Rancangan penelitian menggunakan One group pretest-posttest design dengan sampel penelitian sebanyak 36 siswa kelas X MIA-2 SMA Negeri 1 Sumberrejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pada pertemuan pertama dan kedua memperoleh kriteria baik atau sangat baik pada setiap fase dengan persentase 61 %. (2) aktivitas siswa selama pembelajaran terlaksana dengan baik yaitu persentase aktivitas relevan ( 61 %) lebih besar dibandingkan persentase aktivitas tidak relevan. (3) hasil belajar menunjukkan bahwa sebesar 91,67 % siswa telah mencapai ketuntasan secara klasikal dan peningkatan hasil belajar melalui gain score diperoleh sebesar 86,11 % siswa mendapat kategori tinggi dan sebesar 13,89 % siswa mendapat kategori sedang. (4) motivasi belajar siswa yang diukur menggunakan angket motivasi ARCS mengalami peningkatan dari 47,43 % dengan kriteria cukup menjadi 78,25 % dengan kriteria baik. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share, Make A Match, reaksi reduksi oksidasi
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SAINS BERORIENTASI GUIDED DISCOVERY UNTUK MENGAJARKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PENGUASAAN KONSEP Afian, Tilal; Ibrahim, Muslimin; Agustini, Rudiana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n1.p488-494

Abstract

This study is aimed at teaching the ability of creative thinking and the comprehension of concept for students by developing science learning kit which mainly refer to guided discovery method. This is development research. The learning kit being validated by experts are syllabus, lesson plan, student work sheet, student learning book, mastering concept questions, and creative thingking questions. The learning kit was tested to 35 Grade X students in SMAN 1 Manyar. The design of study applies one group pretest-posttest with descriptive qualitative data analysis technique. The test results of learning kit are: the feasibility of lesson plan for three meetings has very good category; mastering concept ability, assessed from the mastery of indicators, reached  80% is in accomplished category; individual mastery reached70% is in accomplished category. Students? creative thinking ability before the learning was 28,6%. It is categorized as less creative. After students having guided discovery in learning, students achieved 84,86% or creative category and the average of students? conceptual comprehension is N-Gain > 0,70. This shows a high comprehension of concept on environment changes and waste recycling topic. Based on the test results, it is concluded that science learning kit developed is feasible, practical, and effective to teach creative thinking ability for students.Penelitian ini bertujuan untuk mengajarkan kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa yang dilakukan dengan cara mengembangkan perangkat pembelajaran sains dengan metode guided discovery. Jenis penelitian ini adalah pengembangan.Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi silabus, RPP, LKS, buku ajar siswa, soal penguasaan konsep, dan soal berpikir kreatif yang divalidasi oleh pakar.Ujicoba perangkat dilakukan pada 35 siswa kelas X SMAN 1 Manyar. Desain Penelitian menggunakan one group pretest-postest. Parameter yang diukur meliputi keterlaksanaan RPP, tes hasil belajar, kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan konsep.Teknik analisis data deskriptif kualitatif.Hasil uji coba perangkat pembelajaran menunjukkan: keterlaksanaan RPP selama tiga kali pertemuan berkategori sangat baik, kemampuan penguasaan konsep dilihat dari ketuntasan indikator ? 80% dikategorikan tuntas, ketuntasan individu ? 75 dikategorikan tuntas. Kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum pembelajaran adalah 28,6% dengan kategori kurang kreatif dan rata-rata perolehan siswa setelah pembelajaran 84,86% dengan kategori kreatif, rata-rata kemampuan penguasaan konsep setelah mengikuti pelajaran N-Gain ? 0,70, ini menunjukkan penguasaaan konsep yang tinggi terhadap materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah. Berdasarkan hasil ujicoba, disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran sains dengan metode guided discovery yang telah dikembangkan layak, praktis dan efektif untuk mengajarkan kemampuan berpikir kreatif siswa
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT Hasnawati, Hasnawati; Agustini, Rudiana; Koestiari, Toeti
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p830-837

Abstract

The aims of this study are to develop a cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together). The typeis feasible (valid, practical, and effective) and can to practice communication skills, learning outcomes in the material of electrolyte and nonelectrolyte solution in the second semester students of class X State High School 1 Peso. Development of the learning is done based on the models of four-D. This study use done group pretest posttest design. Based on research data obtain findings: the validity of the research developed a good categorized; text book readability level students the developed a good category; good categorized enforceability of RPP; student?s dominant activity is to communicate information ideas/ opinions, ask questions, and presentations with the percentage of 18.88%; the obstacles encountered during the implementation of the learning device that students are not familiar with the cooperative model type NHT (Numbered Heads Together) and the majority of students are less active in the learning process; students responded positively to the learning process; teaching and learning process using cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together) is able to practice the students communication skills; and student learning outcomes after participating in the learning process is completed 100%. The conclusion of this studyis the cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together) feasible (valid, practical, andeffective) used to practice communication skills and learning out comes on the material of electrolyte and nonelectrolyte solution. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) yang layak (valid, praktis, dan efektif), melatihkan keterampilan berkomunikasi serta mengetahui hasil belajar pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit pada siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Peso. Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan berdasarkan model four-D. Rancangan penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Berdasarkan data penelitian diperoleh beberapa temuan:validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori baik; tingkat keterbacaan Buku Ajar Siswa yang dikembangkan berkategori tepat untuk pembelajaran; keterlaksanaan RPP berkategori baik; aktivitas siswa yang dominan adalah mengkomunikasikan informasi ide/pendapat, bertanya, dan presentasi dengan persentase 18,88%; hambatan yang ditemui selama penerapan perangkat pembelajaran yaitu siswa belum terbiasa dengan model kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dan sebagian siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran; siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran; pembelajarankooperatif tipe NHT(Numbered Heads Together) dapat melatihkan keterampilan berkomunikasi siswa; dan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar adalah tuntas 100%.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) layak (valid, praktis, dan efektif) digunakan untuk melatihkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DAN THE POWER OF TWO PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 SUNGGUMINASA MAKASSAR Ramadhana, Nurhikma; Ibrahim, Muslimin; Agustini, Rudiana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n1.p452-458

Abstract

The study aims at examming 1) the difference of cognitive leraning outcomes between students  who were taught by using cooperative learning model of Make a Match type and the ones taught by using The Power of Two type, 2) the difference of affective learning outcomes between students who were taught by using cooperative learning model of Make a Match type and the ones taught by using the Power of Two type 3) the difference of psychomotor learning outcomes between students who were taught by using cooperative learning model Make a Match type and the ones taught by using The Power of Two type of grade XI students at SMAN 1 Sungguminasa Makassar. The study was a quasi-experiment research which employed the static group pretest posttest design. The study used the experiment group I by implementing cooperative learning model of Make a Match type and the experiment group II by implementing cooperative learning model of The Power of Two type. The instruments of the study were the test of learning outcomes to measure the cognitive learning outcomes, observation sheet to measure affective and psychomotor learning outcomes of the students. Data were analyzed using descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis (uji t ? = 0,05 ) supported by SPSS 17.0 for windows program. that the result using The Power of Two was higher than the one using The Power of Two.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui perbedaan hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dengan kooperatif tipe The Power of Two pada siswa kelas XI SMAN. 1 Sungguminasa Makassar 2) Mengetahui perbedaan hasil belajar afektif siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dengan kooperatif tipe The Power of Two pada siswa kelas XI SMAN 1 Sungguminasa Makassar 3) Mengetahui perbedaan hasil belajar psikomotorik siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dengan The Power of Two pada siswa kelas XI SMAN 1 Sungguminasa Makassar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan The static Group Pretest Posttest Design. Instrumen penelitian berupa Tes Hasil Belajar (THB) untuk mengukur hasil belajar kognitif, dan lembar observasi untuk mengukur hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa. Data dianalisis statistik deskriptif dan inferensial (Uji t ? = 0,05) dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Hasil belajar kognitif siswa dengan penerapan model pembelajaran The Power of Two lebih tinggi dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match 2) Hasil belajar afektif siswa dengan penerapan model pembelajaran tipe Make a Match lebih tinggi dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two 3) Hasil belajar psikomotorik siswa dengan penerapan model pembelajaran tipe Make a Match lebih tinggi dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI KIMIA KELAS XI SMA TAOFEK, IWAN; AGUSTINI, RUDIANA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berpikir kritis siswa di sekolah masih tergolong rendah hal ini disebabkan oleh LKS yang belum menggabungkannya dengan model pembelajaran tertentu sehingga kesempatan siswa untuk mendapatkan ruang dalam berpikir tingkat tinggi menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKS berbasis Contextual Teaching and Learning pada materi laju reaksi sub bab faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi sehingga dapat memperoleh kelayakan LKS yang ditinjau dari segi validitas isi dan validitas konstruk, serta untuk mendapatkan hasil peningkatan keterampilan berpikir kritis setelah menggunakan LKS berbasis CTL, dan respon siswa terhadap LKS berbasis CTL. Metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan LKS berbasis Contextual Teaching and Learning adalah metode 4-D. Hasil penelitian terhadap LKS berbasis CTL mendapatkan skor validitas isi sebesar 82,64% dan validitas konstruk sebesar 86,76% yang menunjukkan bahwa LKS layak untuk digunakan. Keterampilan berpikir kritis pada saat menggunakan LKS berbasis Contextual Teaching and Learning mengalami peningkatan dengan skor N-gain pada siswa dengan kemampuan kognitif rendah, sedang, dan tinggi adalah sebesar 0,588, 0,384, dan 0,612. Hasil respon siswa terhadap LKS berbasis Contextual Teaching and Learning menujukkan respon positif yang dibuktikan dengan perolehan skor sebesar 87,11 pada rentang sangat praktis.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA NUR ALIZA AGUSTINA, SAVIRA; AGUSTINI, RUDIANA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis guided inquiry guna meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep pada materi kesetimbangan kimia. Kelayakan LKPD ini dinilai berdasarkan aspek validitas kepraktisan dan keefektifan. Rancangan penelitian pengembangan LKPD ini menggunakan model pengembangan perangkat 4D (Define, Design, Develope, Diseminate). Namun pada penelitian ini dilakukan hanya sampai tahap pengembangan. Ujicoba terbatas dilakukan kepada 12 peserta didik XI IPA 5 SMAN 11 Surabaya. Media LKPD dinyatakan valid dengan perolehan persentase validitas secara keseluruhan mendapatkan persentase 85,76% dengan kategori sangat layak. Peserta didik memberikan respon positif dengan persentase sebesar 74,11%. Keterampilan proses sains peserta didik meningkat dengan rata-rata gain score sebesar 0,9 dengan kategori tinggi. Profil konsepsi peserta didik mengalami peningkatan persentase status tahu konsep (TK) peserta didik meningkat sebanyak 52,5% dari hasil pretest. Status tidak tahu konsep (TTK) mengalami penurunan sebesar 14,1%, dan status miskonsepsi mengalami penurunan sebesar 38,3% dari hasil pretest. Kata Kunci: LKPD, guided inquiry, keterampilan proses sains, penguasaan konsep, kesetimbangan kimia.
PENGEMBANGAN LKPD BERORIENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH PADA MATERI KOLOID SMA ANTIKA SARI, VIVIN; AGUSTINI, RUDIANA
UNESA Journal of Chemical Education Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan LKPD berorientasi pendekatan Contextual Teaching and Learning agar keterampilan pemecahan masalah peserta didik pada materi koloid meningkat. Data penelitian bersumber dari dosen ahli dan guru kimia berupa penilaian LKPD, serta 15 siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Wates berupa respon siswa dan aktivitas siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan model 4-D yang hanya dibatasi pada tahap develop. Hasil penelitian menunjukkan LKPD yang dikembangkan valid ditinjau dari validitas isi yang menunjukkan hasil sebesar 77,60% serta validitas konstruk sebesar 79,29%. Kepraktisan ditinjau dari respon siswa yaitu kriteria isi sebesar 91,75%, kriteria bahasa 93,50%, kriteria penyajian 97,83%, kriteria kegrafikan sebesar 90%, kriteria pendekatan CTL sebesar 92%, kriteria keterampilan memecahkan masalah sebesar 85,67% yang didukung hasil observasi aktivitas peserta didik yang relevan selama tahap uji coba LKPD di setiap pertemuan memperoleh interpretasi sangat baik. Keefektifan ditinjau berdasarkan peningkatan keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah melalui skor gain 40% dengan kriteria sedang dan 60% dengan kriteria tinggi.Kata kunci: LKPD, pendekatan CTL, keterampilan memecahkan masalah