Irza Ahmad
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Negeri Jakarta

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISA KUAT TEKAN BATA MERAH PEJAL TERHADAP POSISI PEMBAKARAN DI DALAM TUNGKU KONVENSIONAL Ahmad, Irza; Budyany, Herny
Jurnal Menara Vol 1 No 1 (2006): Jurnal Menara
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.872 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kekuatan kekuatan batu bata tanah liat terhadap posisi terbakar pada kotak api. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Struktur, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Metode penelitian adalah eksperimen dengan tiga jenis pengobatan. Mereka adalah: kelompok pertama adalah posisi di atas kotak api, kelompok kedua adalah posisi di tengah-tengah kotak api, dan kelompok ketiga adalah bagian bawah kotak api. Jumlah semua batu bata yang diuji adalah 75 buah, masing-masing kelompok mendapat 20 batu bata tanah liat, untuk menguji kekuatan kekuatan dengan Crushing Test. Berdasarkan hasil penelitian, hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan kekuatan batako pada posisi atas kotak api adalah 7,48 Mpa, pada posisi tengah kotak api adalah 12,54 Mpa, dan dasar api kotak adalah 15,65 Mpa. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan AnalisisVarian (ANAVA) satu arah dengan hipotesis Ho: μA = μB = μC dan H1: μA � μB � μC. Dan penelitian lain menggunakan Uji Kesamaan Dua Rata-rata dengan hipotesis Ho: μ = μo dan H1: μ> μo. Dari hipotesis pertama diterima Fhitung = 64,35> Ftabel = 4,998; Jadi hipotesis adalah perbedaan kekuatan kekuatan batu bata tanah liat yang signifikan terhadap pembakaran pos pada api kotak. Hipotesis kedua menerima thitung = 5,27> ttabel = 2,54; Sehingga hipotesis adalah kekuatan kekuatan batako tanah liat yang optimal lebih tinggi dari kekuatan kekuatan batako (SNI 15-2094-2000).
RINGKASAN HASIL PENELITIAN TENTANG BOND STRENGTH BATA / MORTAR DI AUSTRALIA DAN BRAZIL Ahmad, Irza
Jurnal Menara Vol 1 No 2 (2006): Jurnal Menara
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.129 KB)

Abstract

Meningkatkan ikatan (Bond) antara bata dan mortar sangatlah penting. Hal ini dapat meningkatkan kekuatan pasangan dinding terutama bila terjadi gaya geser seperti gempa. Oleh sebab itu beberapa peneliti melakukan penelitian tentang ikatan (Bond) antara bata dan mortar dengan bermacam-macam variabel yang diberikan, misalnya pengaruh daya hisap air, cara pemasangan bata dan lain-lain, hasil penelitian tersebut dari beberapa penelitian yang berbentuk ringkasan.
HUBUNGAN ANTARA PEMBEBANAN DENGAN PENURUNAN (DISPLECEMENT) BATA MERAH PEJAL DILIHAT DARI POSISI PEMBAKARANNYA Devanty, Irvin; Ahmad, Irza; Sr, Daryati
Jurnal Menara Vol 2 No 1 (2007): Jurnal Menara
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.909 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar perbedaan nilai penurunan(displacement) yang terjadi pada bata merah pejal posisi pembakaran atas, tengah danbawah jika diberi gaya lateral. Batu bata diambil dari Lemah Abang, Cikarang. Metode yangdigunakan adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium balaiPenelitian Bahan Dinas perindustrian DKI Jakarta, di Jl. Let. Jend. Suprapto, CempakaPutih, Jakarta Pusat. Tahapan penelitian. Statistik yang digunakan adalah analisa Lillieforsuntuk normalitas data, analisa Bartlett untuk homogenitas data dan ANAVA untukmenghitung perbedaan penurunan di antara tiap kelompok batu bata merah
ANALISA METODE PERBAIKAN TANAH LUNAK DAN KOHESIF Ahmad, Irza
Jurnal Menara Vol 2 No 2 (2007): Jurnal Menara
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.954 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat keuntungan dari beberapa macammetode perbaikan tanah lunak dan kohesif. Hal ini sangat penting sehubungan denganperencanaan pondasi. Pondasi akan kokoh dan kuat bila terletak pada tanah yangmempunyai kemampuan atau daya dukung yang mencukupi bagi beban yang diterima. Jadiuntuk tanah yang lunak dan kohesif perlu diperbaiki terlebih dahulu sebelum melakukanpondasi di atasnya.Mengingat pengaruh metode-metode itu berbeda-beda maka kita harus mengetahuimetode yang mempunyai pengaruh metode paling banyak dan yang paling sedikit. Adapunpengaruh metode tersebut baik terhadap deformasi geser, pengaruh liquefaction, jumlahtotal pengurangan penurunan, pengurangan kekuatan, dan lain sebagainya.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah metode tiang pasir padat menunjukkanyang paling baik untuk perbaikan tanah lunak di samping masih mempunyai hasilsampingan yaitu pengurangan penurunan, pembelian ketahanan gelincir dan pencegahanterhadap liquefaction.
PONDASI DERMAGA TYPE CAISSON UNTUK REHABILITASI PELABUHAN UJUNG PANDANG Ahmad, Irza
Jurnal Menara Vol 3 No 1 (2008): Jurnal Menara
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.362 KB)

Abstract

Banyak sekali pelabuhan yang terdapat di Indonesia. Tentunya karenaIndonesia terdiri dari pulau-pulau yang membutuhkan pelabuhan, baikpelabuhan besar maupun pelabuhan perintis.Dari sekian banyak pelabuhan, terdapat satu pelabuhan yang memilikipondasi yang direncanakan dengan pondasi Type Caisson yang merupakansatu-satunya di Indonesia, yaitu pelabuhan Ujung Pandang.Pelabuhan ini merupakan pelabuhan yang direhabilitasi dengan memperluasdari pelabuhan yang telah ada.
PEMANFAATAN SERAT IJUK PADA GENTENG BETON DENGAN MENGGUNAKAN BATU APUNG SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP MUTU GENTENG BETON Susiawati, Novi; Ahmad, Irza; Neolaka, Amos
Jurnal Menara Vol 3 No 2 (2008): Jurnal Menara
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.597 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan nilai optimum dan perbedaan kualitas genteng beton menggunakan serat pohon kelapa sebagai bahan tambahan. Tempat penelitian ini di Balai Penelitian Substansi Laboratorium Dinas Perindustrian DKIJakarta. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Ada lima jenis perawatan, yaitu: 0%; 1%; 1,5%; 2% dan 2,5% Fibred dari pohon palem dari berat semen. Jumlah. uji objek keseluruhan / seluruh 50 uji objek dengan masing-masing perlakuan 10 uji objek.Data memiliki Distribusi yang homogen dan normal ke. Pemeriksaan oleh ANAVA diperoleh dengan salah satu cara F hitung> F tabel sehingga H0 menolak, untuk beban lentur 30,35> 2,58 dan serapan air 120> 2,58.Sedangkan uji t untuk mendapat beban limber dari thitung> ttabel atau 28,66> 2,82 makaH0 menolak. Penyerapan sedang mengairi t hitung <t tabel atau - 0,324> 2,82 maka H0 diterima. Diperoleh. dari hasil penelitian t di sini adalah perbedaan kualitas genteng beton dengan menggunakan variasi dari berbagai pohon kelapa yang berbeda pada nilai optimum dan kualitas genteng beton dari genteng beton dengan variasi serat pohon kelapa yang berbeda lebih besar dari SNI.Hasil penelitian genteng beton dengan menggunakan palm tree fibred dengan variasi yang berbeda, dapat menghasilkan nilai rata-rata beban lentur memenuhi StandarSNI Nasional Indonesia dengan hasil yang meningkat. Untuk penyerapanmengairi, semakin meningkatkan persentase serat pohon kelapa yang digunakan maka semakin tinggi nilai absorpsi pengairan ubin beton. menggunakan serat pohon kelapa sebagai tambahan pada ubin beton dapat digunakan sampai persentase 1% serat pohon kelapa dari berat semen, dengan nilai beban lentur 152,3 kgf dan absorpsi air 9,98% memenuhi Standar Nasional Indonesia sesuai dengan SNI 03 -0096-1999.
ECENG GONDOK SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Nurramadhan, Wahyu; Ahmad, Irza; Nasution, Nira
Jurnal Menara Vol 7 No 1 (2012): Jurnal Menara
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.418 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari sifat fisik kerapatan,kadar air, pengembangan tebal, dan sifat mekanik keteguhan lenturserta modulus elastisitas papan partikel dengan bahan baku ecenggondok dan perekat urea formaldehida (UF) serta hardener (NH4CL)sesuai dengan persyaratan SNI 03-2105-2006.Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, populasisebanyak 7 papan dengan ukuran 30x30x1 cm, sedangkan sampeldiambil sebanyak 10 buah dari setiap 1 papan, 1 sampel untukkerapatan dan kadar air, 3 sampel untuk pengembangan tebal, dan 6sampel untuk keteguhan lentur serta modulus elastisitas. Teknikanalisis data dengan menggunakan uji t, yang sebelumnya dilakukanuji analisis persyaratan yaitu normalitas. Bahan yang digunakan dalampenelitian ini adalah partikel eceng gondok dengan ukuran 10 meshdan perekat urea formaldehida (UF) sebanyak 10% sertahardener(NH4CL) sebanyak 2%.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu papan partikel eceng gondok10mesh dan UF 10% serta NH4CL 2% tidak memenuhi standar SNI 03-2105-2006 dikarenakan sifat mekaniknya di bawah standar SNI 03-2105-2006.
PENGARUH POSISI PEMBAKARAN DALAM TUNGKU TERHADAP DAYA LEKAT (BOND SHEAR) BATA MERAH PEJAL Rokib, Muhamad Nur; Ahmad, Irza; Suyadi, Dadang
Jurnal Menara Vol 5 No 1 (2010): Jurnal Menara
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.824 KB)

Abstract

Dalam pembuatannya, bata merah dibuat dengan cara sampel dan menggunakan mesin modern.Tapi, banyak sekali bata merah buatan industri rumahan jadi, kualitas antar daerah itu tidak sama satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan ikatan bata merah geser yang disebabkan oleh perbedaan posisi terbakar di tempat api. Penelitian itutelah dilakukan di laboratorium material di Universitas Indonesia, Depok. The reaserchjadwal adalah dari bulan Maret hingga Mei 2002. Metode penelitian ini menggunakan eksperimentalmetode melalui uji materi di laboratorium dengan Anda perilaku yang berbeda, yaitu untuk kepalan tangankelompok, pasangan bata merah padat diambil dari atas tempat api, kelompok kedua,sepasang batu bata padat diambil dari tengah-tengah tempat api. Kelompok ketiga, pasanganbata merah padat diambil dari bagian bawah tempat api. Ketiga kelompok ini menggunakan 1 PC:4 komposisi PS masing-masing kelompok menggunakan sampel untuk uji gesekan horizontal merahpasangan bata padat dari tanggal penelitian ini, kita bisa mendapatkan tingkat geser ikatan dari pasanganbata merah padat di atas tempat api adalah 0,486 MPa, tingkat geser ikatan dari pasanganbata merah padat di tengah-tengah tempat api adalah 1.088 MPa, tingkat geser ikatan dari pasanganbata merah padat atau bagian bawah tempat api adalah 1,333 MPa. Uji hipotesis dengan menggunakan satucara varians analiysist, kita bisa mendapatkan Fcound = 42,6 di level signifikan (α = 0,01) dan kita bisadapatkan Ftable = 5,15, karena Fcound> F tabel, jadi Ho ditolak. Hasil dari penelitian ini, kamidapat menemukan perbedaan ikatan geser bata merah padat yang disebabkan oleh perbedaan posisiterbakar di tempat api.
SEJARAH BATU BATA MERAH PEJAL Ahmad, Irza
Konstruksia Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 1 Tahun 2010
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran baris batu digunakan pada waktu kuno. Baris batu dikeringkan di bawah sinar matahari atau dibakar. Selanjutnya, batu bata digunakan untuk pertama kalinya di Yunani kuno sampai sekarang. Cara membuatnya berubah dari waktu ke waktu, dari cara sederhana sampai cara manufaktur. Pekerja juga harus memenuhi standar mutu. Perubahan ukuran dari batu bata mulai dengan ukuran (65 x 85 x 4) cm dan sekarang, bata memiliki ukuran yang lebih besar. Cara membakarnya juga berubah untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik.
ANALISIS PERBEDAAN KUAT TEKAN BETON TAMBAHAN ABU TERBANG DENGAN BETON NORMAL YANG DIRENDAM DALAM ASAM SULFAT UNTUK BETON MUTU RENDAH Ahmad, Irza
Konstruksia Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Konstruksia Vol. 2 No. 2 Tahun 2011
Publisher : Konstruksia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Sulfat merupakan unsur padat yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur beton yangterutama pada bagian langsung yang berhubungan dengan air laut maupun tanah yang bersifat asam.Abu terbang mempunyai sifat pozzolan yang merupakan bahan alami atau buatan yang mengandung senyawasilica atau alumina yang tidak mempunyai sifat seperti semen.Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana pengaruh asam sulfat terhadap kuat tekan beton yangmengandung abu terbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton campuran abu terbang mempunyaiketahanan terhadap pengaruh asam sulfat.Kata kunci : abu terbang, asam sulfat