p-Index From 2015 - 2020
13.029
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi dan Pangan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Kedokteran Brawijaya Buletin Limbah Jurnal Forum Nuklir Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Industrial Engineering Online Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Journal of Nutrition College Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Media Komunikasi Geografi Jurnal Kreatif Tadulako Online Jurnal MIPA Jurnal Celtic Prosiding Universitas PGRI Palembang Pendidikan Biologi Teknosains Jurnal Kesehatan SAMODRA ILMU Jurnal Sumber Daya Alam dan Lingkungan Perspective Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Varidika: Varia Pendidikan Jurnal Zeolit Indonesia Taqdir Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah PROFIT : Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Jurnal Keperawatan Sriwijaya Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Penelitian Teh dan Kina Jurnal Manajemen Al-Kimia Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi Chimica et Natura Acta Indonesian Journal of Chemistry Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Smart PAUD JURNAL RISET GOLDEN AGE PAUD UHO The Southeast Asian Journal of Midwifery Jurnal Pertanian Presisi Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan WAHANA Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia AKMEN Jurnal Ilmiah Academic Journal Perspective : Education, Language, and Literature Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health Jurnal Segara PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Ilmiah Dikdaya Holistik Jurnal Kesehatan JETL (Journal Of Education, Teaching and Learning) Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Jurnal SMART Kebidanan Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Jurnal Dunia Farmasi INDONESIAN JOURNAL OF MEDICAL LABORATORY SCIENCE AND TECHNOLOGY Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Keperawatan Priority Al-Khidmat JURNAL ILMIAH ADVOKASI Soedirman Economics Education Journal DINAMIKA GLOBAL : JURNAL ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Jurnal Fisika dan Terapannya JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Articles

FORMULASI, KANDUNGAN GIZI, DAN DAYA TERIMA KUE-KUE TRADISIONAL MAKASSAR BERBASIS TEPUNG PUPAE–MULBERRY (PURY) SEBAGAI MAKANAN BERGIZI MASA DEPAN Kusharto, Clara Meliyanti; Astuti, Trina; Aisyah, Aisyah; Marliyati, Sri Anna; Rosmiati, Risti
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.172 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.3.%p

Abstract

ABSTRACTThe aims of this research was to formulate and improve the nutrient content and define of makassar traditional snack which was enriched with Pupae-mulberry (Pury) powder. Experimental study was conducted and proximate analysis was used to determine nutrient content of the product and acceptance test was used by hedonic test of 25-32 semi-trained panelists. This research produced three kinds of traditional snacks, namely Rampari sponge cake, Deppatori Pury, and Pury sticks. Based on organoleptic test product Deppatori was selected to develop further by mixing basic substances consist of rice flour, glutinous rice flour, brown sugar, sesame and water with pupae-mulberry (pury) powder. The formulas were F1 (pury powder 5%), F2 (pury powder 10%), and F3 (pury powder 15%). The study showed that by hedonic scale, the panel preferred F2 because the addition more than 10% of Pury powder will make texture harder. Hedonic quality scale indicated that F2 had characteristics yellowish brown color, taste and flavor close to neutral. Nutrient content of Deppatori Pury 10% (per 100 g) was water 7.92 g, ash 1.19 g, protein 5.80 g, fat 25.99 g, carbohydrates 67.02 g, energy 484 kcal, calcium 74.14 mg, iron 1.96 mg, phosporus 97.23 mg, respectively and result of microbiology test was 390 cfu/g. Protein contribution of Deppatori-Pury 10% per 100 g serving size to RDA of elderly was 9.4-10.4%. Therefore, two serving size is recommended for Deppatori-Pury as future food to reach 20% RDA protein.Keywords: acceptability, deppatori, makassar?s snack, pury powderABSTRAKTujuan penelitian adalah melakukan formulasi dan meningkatkan kandungan zat gizi serta daya terima kue-kue tradisional Makassar yang diperkaya tepung pupae-mulberry (Pury). Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang melakukan analisis kandungan zat gizi secara proksimat dan uji penerimaan panelis (organoleptik) menggunakan uji hedonik oleh 25-32 orang panelis semi terlatih. Pembuatan kue tradisional menghasilkan tiga jenis produk yaitu bolu-sponge Rampary, Deppatori-Pury, dan Pury-Stick. Berdasarkan hasil uji organoleptik, satu produk perlu dikembangkan lebih lanjut yaitu Deppatori yang memiliki tingkat kesukaan terendah. Formulasi Deppatori-Pury dilakukan dengan mencampurkan bahan dasar yang terdiri atas tepung beras, tepung ketan, tepung pury, gula merah, wijen, dan air. Formula Deppatori-Pury terdiri atas F1 (tepung pury 5%), F2 (tepung pury 10%), dan F3 (tepung pury 15%). Pada uji hedonik, panelis lebih menyukai F2 yakni formula dengan penambahan tepung pury sebesar 10%, karena penambahan tepung pury yang semakin banyak akan membuat tekstur semakin keras. Hasil uji mutu hedonik juga menunjukkan bahwa F2 memiliki karakteristik warna cokelat kekuningan, rasa dan aroma yang netral, serta tekstur yang padat agak keras. Kudapan Deppatori-Pury 10% per 100 g mengandung kadar air 7,92 g, abu 1,19 g, protein 5,80 g, lemak 25,99 g, karbohidrat 67,02 g, energi 484 kkal, kalsium 74,14 mg, besi 1,96 mg, fosfor 97,23 mg. Hasil uji mikrobiologis 390 cfu/g. Kontribusi protein Deppatori-Pury 10% dengan takaran saji 100 g terhadap AKG untuk kelompok lansia sebesar 9,4-10,4%, sehingga untuk mencapai kadar protein 20% dari AKG dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak dua kali takaran saji sebagai makanan masa depan.Kata kunci: daya terima, deppatori-pury, kue makassar, tepung pury
STATUS RESISTENSI NYAMUK ANOPHELES DI WILAYAH KALIMANTAN DAN SULAWESI Nugraha, Bambang Aditya; Sulastini, Sulastini; Aisyah, Aisyah
HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.762 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.160

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang komit terhadap pemberantasanmalaria. Pengendalian terhadap vector malaria merupakan upaya atau aktivitas yangpenting dalam pemberatasan malaria. Ada banyak cara dalam mengendalikan nyamukmalaria seperti penyemprotan residu dalam ruangan, larvasiding serta pengelolaanlingkungan. Kegagalan pengendalian vector malaria salah satu antara lain disebabkanoleh resistennya nyamuk Anopheles, yang dikarenakan tidak terkendalinya penggunakaninsektisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi berapa lamaresistensi/daya tahan dari nyamuk Anopheles. .Sampel penelitian berupa nyamukAnopheles dikumpulkan di daerah Kalimantan dan Sulawesi pada tahun 2011. Resistensitest mengunakan Uji tahan yang dipakai oleh WHO berupa kit sucebtibility dan kertasresap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deltametrin dan Permetrin insektisida yangresisten dan toleran pada daerah penelitian di Kalimantan dan Sulawesi. Temuan daripenelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pimpinan oelh pemegang programmalaria di provinsi atau tingkat kabupaten untuk membuat suatu keputusan untuk rotasiinsektisida yang digunakan.Keywords: Malaria, Pengendalian, Anopheles, Kalimantan and Sulawesi
PERILAKU MEROKOK SEBAGAI FAKTOR YANG BERISIKO TERHADAP KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIK (STUDI KASUS PADA PASIEN PRALANSIA DAN LANSIA DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK) Aisyah, Aisyah; Hernawan, Andri Dwi; Ridha, Abduh
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 4 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.803 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i4.343

Abstract

Gagalginjalkronikmerupakansalahsatupenyakittidakmenular yang menyebabkanmeningkatnyaangkakesakitandankematian yang signifikansecara global.Gagalginjalkronikdisebabkankarenaterjadikerusakanpadanefronsecaraperlahandandiam-diamsehinggaginjalkehilanganfungsinyauntukmenjagadarahtetapbersihdanseimbangsecarakimiawi.Berdasarkanberbagaipenelitian, merokokmerupakansalahsatufaktorrisikokejadiangagalginjalkronik.Berbagaibahankimia yang terdapatdalamrokokdanterseraptubuhdapatmenyebabkanpenurunanlaju GFR.Angkakejadiangagalginjalkronikpadausiapralansiadanlansia di RSUD Dr. Soedarsocukuptinggi. Tahun 2012 proporsigagalginjalkronikusiapralansiadanlansiasebesar 68,75 %, Tahun 2013 sebesar 48,3 % danTahun 2014 sebesar 32,55 %. Penelitianbertujuanuntukmengetahuiperilakumerokoksebagaifaktor yang berisikoterhadapkejadiangagalginjalkronikpadapralansiadanlansia di RSUD Dr. Soedarso Pontianak.Penelitianinimenggunakandesainkasus-kontrol.Sampelpenelitianberjumlah 90 orang (45 kasusdan 45 kontrol) yang diambildenganteknikpurposive sampling.Ujistatistik yang digunakanujichi-square dengantingkatkepercayaan 95%.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwaterdapathubungan yang bermaknaantaraaktivitasmerokokpadapermulaanhari (p value = 0,011, OR= 3,967, CI 95% = 1,460-10,782), jumlahBatangrokok (p value = 0,003 , OR= 4,750, CI 95% = 1,754 - 12,866), waktujedarokok ( p value = 0,001, OR = 4,529, CI 95% = 1,852 ? 11,077) dengankejadiangagalginjalkronik. Variabel yang tidakberhubunganyaitujenisrokok( p value = 0,590, OR = 0,645, CI 95 % = 0,221-1,879).Disarankankepada RSUD DrSoedarsountukmemonitoringkegiatan PKRS yang berkaitandenganrokok, menggalakkankerjasamadenganDinasKesehatangunapencegahantingkatdasar.Kata kunci : Awal merokok, BatangRokok, JedaMerokok
PENGARUH PEMBERIAN JUS MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI WANITA USIA 40-60 TAHUN Aisyah, Aisyah; Probosari, Enny
Journal of Nutrition College Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v3i4.6885

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena angka prevalensinya yang tinggi dan akibat jangka panjang yang ditimbulkannya. Kejadian hipertensi meningkat pada usia 40-60 tahun dan lebih banyak terjadi pada wanita. Mentimun (Cucumis sativus l) mengandung kalium, kalsium, dan magnesium yang bekerja berkebalikan dengan natrium yang mempunyai efek terhadap penurunan tekanan darah.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh jus mentimun (Cucumis sativus l) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi wanita usia 40-60 tahun.Metode : Penelitian ini menggunakan 30 subjek dengan metode Pre and Post Test Control Groups Design dengan subjek  wanita yang berusia 40-60 tahun yang tinggal di pemukiman Kelurahan Jomblang Semarang dan menderita hipertensi. Pengambilan subjek menggunakan metode kuota sampling. Tekanan darah sistolik dan diastolik diukur menggunakan sphygmomanometer. Data asupan natrium, kalium, kalsium dan magnesium diperoleh melalui kuesioner food recall. Data IMT diperoleh dari pengkuran berat badan dibandingkan dengan tinggi badan yang diukur menggunakan timbangan digital dan microtoise. Data dianalisis menggunakan uji Paired t test pada data yang berdistribusi normal dan uji Wilcoxon pada data yang berdistribusi tidak normal Hasil : terdapat penurunan  yang bermakna pada tekanan darah sistolik (p = 0,000) dan tekanan darah diastolik (p = 0,002) kelompok perlakuan. Setelah konsumsi jus mentimun, tekanan darah sistolik kelompok perlakuan mengalami penurunan 16,00 + 8,062 SD mmHg dan diastolik menurun 6,67 + 6,726 SD mmHg. Simpulan : Pemberian jus mentimun mampu menurunkan  tekanan darah sitolik dan diastolik pada penderita hipertensi.
CEK SILANG MIKROSKOPIS SEDIAAN DARAH MALARIA PADA MONITORING PENGOBATAN DIHIDROARTEMISININ-PIPERAKUIN DI KALIMANTAN DAN SULAWESI Ariyanti, Endah; E, Riyanti; Prasetyorini, Budi; Aisyah, Aisyah; Khairiri, Khairiri; Harun, Syahrial; Handayani, Sarwo; Tjitra, Emiliana
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 22, No 4 Des (2012)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/2912

Abstract

Abstract Quality assurance of malaria microscopy is an important issue in health service and health research for a better case management. In monitoring Dyhydroartemisinin-Piperaquine, quality assurance was a part of this research activities at sentinel sites in Kalimantan and Sulawesi. This activity was carried out to confirmed diagnosis of malaria cases that could be analysed, and to evaluate the skill of microscopists to be improved in the future. Quality assurance was assessed based on the results of cross-checking malaria smears which done blindly by certified microscopist from Laboratory of  Parasitology ,National Institute of Health Research and Development, The quality of smears were mostly good, however the error rate was still high (10.9%). Therefore, a better and continuing planning and strategiy is needed to improve and mantain the quality  of  skill microscopists. Keywords: malaria; microscopic, Dyhydroartemisinin-Piperaquine   Abstrak Pemantapan kualitas mikroskopis malaria merupakan isue penting dalam pelayanan dan penelitian kesehatan untuk penanganan kasus yang lebih baik. Pada monitoring pengobatan Dihidroartemisinin-Piperakuin, pemantapan kualitas merupakan bagian dari kegiatan penelitian tersebut di lokasi sentinel (Kalimantan dan Sulawesi). Pemantapan dilakukan untuk mendapatkan kepastian diagnosis kasus malaria yang dapat dianalisis, dan sebagai evaluasi ketrampilan mikroskopis untuk perbaikan dan peningkatan di masa datang. Pemantapan kualitas dinilai berdasarkan hasil cek silang sediaan darah malaria secara blinded yang dilakukan oleh mikroskopis tersertifikasi dari Laboratorium Parasitologi Badan Litbang Kesehatan. Hasil cek silang menunjukkan kualitas  sediaan darah sebagian besar sudah baik meskipun untuk error rate masih tinggi mencapai 10,9%. Oleh sebab itu dibutuhkan rencana dan strategi yang baik dan berkelanjutan untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas tenaga mikroskopis malaria yang handal.   Keywords: malaria; mikroskopis; Dihidroartemisinin-Piperakuin
ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR LINGKUNGAN KERJA, BERAT BADAN DAN TINGKAT BEBAN KERJA TERHADAP DENYUT NADI (STUDI KASUS GROUND HANDLING BANDARA AHMAD YANI SEMARANG) Aisyah, Aisyah; Purwaningsih, Ratna
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas ground handling bandara Ahmad Yani Semarang adalah aktivitas penting yang dilakukan dalam kegiatan penerbangan pesawat. Dan merupakan bagian yang berperan penting terhadap keselamatan penerbangan. Petugas ground handling, khusunya petugas apron bertanggung jawab melakukan persiapan sebelum take off ataupun pada saat landing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi temperatur, berat badan pekerja dan tingkat beban kerja pekerja, mengetahui pengaruh temperatur, berat badan dan tingkat beban kerja terhadap denyut nadi 51 pekerja apron baik secara simultan ataupun individual dan menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap denyut nadi. Pengujian pengaruh hubungan variabel-variabel independen (temperatur lingkungan kerja, berat badan, tingkat beban kerja) terhadap denyut nadi dilakukan  dengan menggunkan uji regresi berganda, uji t dan uji F. Persamaan regresi yang diperoleh adalah ? = 141,062 - 1,452 x1 - 0,697 x2 + 11,681 x3. Berdasarkan uji t dan uji f yang telah dilakukan semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen baik secara simultan ataupun secara individual. Hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa temperatur lingkungan mempunyai koefisien R 0,18, berat badan 0,17 dan faktor tingkat beban kerja 0,424.Hal ini berarti bahwa tingkat beban kerja paling berpengaruh terhadap denyut nadi pekerja apron Bandara Ahmad Yani Semarang.ABSTRACTGround handling activities Ahmad Yani airport in Semarang is an important activity carried out in the aircraft flight activity. And a part that is vital to the safety of flight. Ground handling officers, especially officers responsible apron preparation before the flight (take off) or at landing. This study aims to determine the conditions of temperature, body weight and level of workload workers, determine the effect of temperature, body weight and level of workload on the pulse of 51 workers apron either simultaneously or individually. Testing the influence of the independent variables relationship (work environment temperature, body weight, level of workload) of the pulse is done by using multiple regression test, t test and F test Obtained regression equation is Y = 141.062 - 1.452 x1 - 0.697 x2 +11.68 x3. Based on the t test and f test that has been done all the independent variables have a significant influence on the dependent variable either simultaneously or individually. Results of calculation of the coefficient of determination indicates that environmental temperature has a coefficient R 0.18, 0.17 weight factor and 0.424 level workload. This means that the level of workload the most influence on the pulse of the apron workers Ahmad Yani Airport in Semarang.
PENGOLAHAN LIMBAH AKTIVITAS TINGGI DENGAN GELAS FOSFAT Martono, Herlan; Aisyah, Aisyah
Buletin Limbah Vol 10, No 1 (2006): Tahun 2006
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGOLAHAN LIMBAH AKTIVITAS TINGGI DENGAN GELAS FOSFAT. Limbah cair pelarut bekas bahan bakar nuklir teriradiasi dari Instalasi Radiometalurgi mempunyai tingkat aktivitas dan panas radiasi yang ditimbulkan tidak setinggi limbah cair aktivitas tinggi (LCAT) dari ekstraksi siklus I proses olah ulang. Umur limbah cair pelarut bekas bahan bakar nuklir lebih pendek dibandingkan LCAT dari proses olah ulang tersebut. Berdasarkan atas karakteristik limbah pelarut bekas bahan bakar nuklir, maka pengolahan atau imobilisasi limbah cair tersebut dapat dilakukan dengan gelas fosfat, walaupun gelas fosfat lebih korosif dan mengalami devitrifikasi pada suhu yang lebih rendah. Keuntungan gelas fosfat adalah dapat bercampur dengan unsur Mo dan titik leburnya lebih rendah dibanding gelas borosilikat. Campuran limbah simulasi berturut-turut 0, 15, 20, 25, dan 30 % berat dengan bahan pembentuk gelas fosfat 100, 85, 80, 75, dan 70 % berat dilakukan dalam crucibel porselin. Masing-masing campuran dipanaskan pada suhu 950 °C dalam crucibel platina selama 2,5 jam, kemudian lelehan gelas-limbah dituang kedalam crucibel grafit. Annealing dilakukan pada suhu 510 °C selama 2jam, kemudian didinginkan dengan laju 16,7 °C/jam sampai suhu kamar sehingga terbentuk gelas-limbah. Contoh gelas-limbah diuji lindih dengan alat Soxhlet pada 100 °C dan 1 atm selama 6 jam. Makin tinggi kandungan limbah makin tinggi laju pelindihannya. Hasil yang dipertimbangkan untuk imobilisasi adalah gelas-limbah dengan kandungan limbah 30 % berat. Kata kunci : limbah aktivitas tinggi, pelarut bekas, gelas-fosfat. TREATMENT OF HIGH LEVEL WASTE BY PHOSPHATE GLASS. Activity and radiation heat of liquid waste of irradiated nuclear fuel spent solvent from Radiometallurgy Installation is lower than high level liquid waste from the first cycle extraction of spent fuel reprocessing. The life time of spent solvent liquid waste is shorter than high level liquid waste from the reprocessing. Based on those characteristics of nuclear fuel spent solvent, so that treatment or immobilization of liquid waste can be conducted by phosphate glass, although phosphate glass more corrosive and lower in temperature devitrification. The advantage of phosphate glass are that it can be mixed with Mo element and it?s melting temperature is lower than borosilicate glass. The mixture of simulated waste with fraction are 0, 15, 20, 25, and 30 % weight and phosphate glass material are 100, 85, 80, 75, and 70 % weight respectively are conducted in the porcelain crucible. Each of the mixtures are heated at 950 °C in the platinum crucible for 2.5 hours. The molted waste-glass are poured in the graphite crucible, and then annealing are conducted at 510 °C for 2 hours, and then cooling rate are conducted with 16,7 °C/hour until room temperature, so that waste-glass are occured. The leaching of the waste-glasses sample are tested for with Soxhlet apparatus at 100 °C and 1 atm for 6 hours. The higher of waste loading, the higher of it?s leaching rate. The consideration for immobilization is the waste-glass with waste loading 30 % weight.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI KEGIATAN MENGKLASIFIKASI BENDA DALAM TIGA KATEGORI (BENTUK, WARNA DAN UKURAN) DI KELOMPOK B TK NEGERI LALOWARU Aisyah, Aisyah; Amry, Intan Wardany Ranat; Salim, Salim
Jurnal Smart PAUD Vol 2, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan PG-PAUD Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.929 KB) | DOI: 10.36709/jspaud.v2i1.5924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan  kognitif  melalui kegiatan  mengklasifikasikan benda dalam tiga kategori di TK Negeri Lalowaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak Kelompok B TK Negeri Lalowaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan yang berjumlah 15 orang anak laki-laki. Berdasarkan hasil tentang kemampuan kognitif anak melalui kegiatan pengelompokkan benda menunjukkan bahwa terdapat peningkatan. Hal ini dapat dibuktikan pada hasil observasi awal diperoleh persentase 27%, pada siklus I diperoleh persentase 53%, dan pada siklus II di peroleh persentase ketuntasan 87%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan kognitif anak di Kelompok B TK Negeri Lalowaru Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan dapat ditingkatkan melalui kegiatan mengklasifikasikan benda dalam tiga kategori (bentuk, warna dan ukuran). Kata kunci: Kemampuan Kognitif, Mengklasifikasikan Benda, Anak
PERILAKU MEROKOK SEBAGAI FAKTOR YANG BERISIKO TERHADAP KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIK (STUDI KASUS PADA PASIEN PRALANSIA DAN LANSIA DI RSUD DR. SOEDARSO PONTIANAK) Aisyah, Aisyah; Hernawan, Andry Dwi; Ridha, Abduh
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 3 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.619 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i3.153

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian yang signifikan secara global. Gagal ginjal kronik disebabkan karena terjadi kerusakan pada nefron secara perlahan dan diam-diam sehingga ginjal kehilangan fungsinya untuk menjaga darah tetap bersih dan seimbang secara kimiawi. Berdasarkan berbagai penelitian, merokok merupakan salah satu factor risiko kejadian gagal ginjal kronik. Berbagai bahan kimia yang terdapat dalam rokok dan terserap tubuh dapat menyebabkan penurunan laju GFR. Angka kejadian gagal ginjal kronik pada usia pralansia dan lansia di RSUD Dr. Soedarso cukup tinggi. Tahun 2012 proporsi gagal ginjal kronik usia pralansia dan lansia sebesar 68,75 %, Tahun 2013 sebesar 48,3 % dan Tahun 2014 sebesar 32,55 %. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku merokok sebagai faktor yang berisiko terhadap kejadian gagal ginjal kronik pada pralansia dan lansia di RSUD Dr. Soedarso Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol.Sampel penelitian berjumlah 90 orang (45 kasusdan 45 kontrol) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas merokok pada permulaan hari (p value = 0,011, OR= 3,967, CI 95% = 1,460-10,782), jumlah Batang rokok (p value = 0,003 , OR= 4,750, CI 95% = 1,754 - 12,866), waktu jeda rokok ( p value = 0,001, OR = 4,529, CI 95% = 1,852 ? 11,077) dengan kejadian gagal ginjal kronik. Variabel yang tidak berhubungan yaitu jenis rokok ( p value = 0,590, OR = 0,645, CI 95 % = 0,221-1,879). Disarankan kepada RSUD Dr Soedarso untuk memonitoring kegiatan PKRS yang berkaitan dengan rokok, menggalakkan kerjasama dengan Dinas Kesehatan guna pencegahan tingkat dasar.
Penerapan Metode Eksperimen Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Pembelajaran IPA Tentang Gaya di SD Inpres 1 Bantaya Aisyah, Aisyah; L, Najamuddin; Korja, I Nengah
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Permasalahan dalam penelitian ini yaitu masih rendahnya hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA khususnya materi tentang gaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan metode eksperimen pada siswa Kelas IV SD Inpres Bantaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan  kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil belajar siswa, hasil observasi aktivitas guru dan siswa diambil dari lembar observasi kegiatan guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I yang tuntas secara individu berjumlah 11 orang dari 19 siswa sehingga diperoleh ketuntasan klasikal 57,89% dan daya serap klasikal sebesar 64,21%. Pada tindakan siklus II diperoleh ketuntasan klasikal 100% dan daya serap klasikal 88,42%, terjadi peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 42,11%. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan daya serap klasikal minimal 70 dan ketuntasan belajar klasikal minimal 80%. Berdasarkan daya serap klasikal dan ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan pembelajaran siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di SD Inpres Bantaya. Kata Kunci :  Hasil Belajar IPA, Metode Eksperimen, Siswa Kelas IV
Co-Authors Abduh Ridha Abizar Abizar Abubakar, Andi Nur Fitriani Afandi, Irwan Agung Hartoyo AL, Yunizar Amry, Intan Wardany Ranat Andhika Prima Prasetyo Andri Dwi Hernawan Anisa, Ani Wahyu Artiani, P. Ayu Asih, Esthy Rahman Asmika Asmika Asri Saleh Asriani Ilyas Asrijal Asrijal, Asrijal Aziz, Rahmawati Badrudin Badrudin, Badrudin Baharuddin, Aminuddin Baharuddin, Aminuddin Bakar, Andi Nurfitriani Abu Bambang Rahadi Bambang Suharto Bintang, Muh. Taufiq M. Bintang, Muh. Taufiq M. Bistari, Bistari Budi Prasetyorini Budi Sutrisno Buyung Buyung, Buyung Chadijah, St Chairulwan Umar Clara Meliyanti Kusharto Dede Irving Hartoto, Dede Irving Dedik Budianta Dharmadi, Dharmadi Dharmadi, Dharmadi Diana, Vivi Eulis Didin Mujahidin Dini Purbani Dipo Aldila Dolly, Fajar Ifan Donastin, Adyan Dwiningsih, Rurin Eko Prianto, Eko Emiliana Tjitra Endah Ariyanti Endi Setiadi Kartamihardja, Endi Setiadi Endriati, Lilis Enny Probosari Ernawati, Tri Fachrin, Suharni a. Fachrin, Suharni a. fatimah Fatimah Fitria, Endah Gunawan, Dino Harman Harman, Harman Hendra, Rudi Herlan Martono Herlina Susanti Hernawan, Andry Dwi HERNAWATI HERNAWATI Hidayah, Nurfiyani Hidayat, Muhammad Nizar Hilwan Yuda Teruna Husain Ibrahim, Husain Husna, Saadatul Husnah Husnah I Nengah Korja Ikhsannudin, Ikhsannudin Ilyas, Asriyani Intizhar, Fikri Isabella Hasiana, Isabella Ismawati Ismawati Iswadi Iswadi Jamanuddin Jamanuddin, Jamanuddin Jasril Jasril Joko Prihantono, Joko Joko Santoso Kasim, Kamalludin Kasim, Kamaluddin Khairiri Khairiri Kirana Lahsmin, Yulia Koryati, Dewi Kurniasih, Ratih L, Najamuddin L Lasang, Muharam Bapa M Risal, M Maming, Muh Shiddiq Maros, Asra'i Maswati Baharuddin Mawardi Umar Meilina Estiani, Meilina Messalina L Salampessy Michrun Nisa Mirawaty, Mirawaty Misnati, Misnati Muhammad Ikhtiar Muhammad Kasran, Muhammad Najamuddin L Nanik Setijowati Nasution, Syahroma Husni Nila Berghuis Tamaela, Nila Berghuis Nour Athiroh, Nour Novianty, Iin Novita, Lidya Nugraha, Bambang Aditya Nunung Nurjannah, Nunung Nurasiah Nurasiah Nurlaili Nurlaili Nurlina Nurlina Nursamsiar Nursamsiar, Nursamsiar Octariantari, Elvira Dwi Oktaviani, Dian Oktaviani, Dian Oktaviani, Dian Pagala, Ade Jahras Patunrengi, Iswadi Ibrahim Puspasari, Reni Putri, Kurnia Arini Putriyani, Kiki Radhia R, Radhia Radjiin, Mahdi Rahfiludin, M . Zen Rahmaniah, Rahmaniah Ramadhani, Wahidah Febriya Ratna Purwaningsih Regina Regina Reny Puspasari, Reny Rina Febriana Risdiyana Setiawan, Risdiyana Riskayanti, Riskayanti Risnah, Indah Ayu Risnah, Indah Ayu Risnah, Indah Ayu Risti Rosmiati Riswan Jaenudin, Riswan Riyani, Sugeng Riyanti E Sadali, Mohammad Isnaini Sahibuddin A Gani, Sahibuddin A Said, Hasan Basri Said, Hasan Basri saimul Laili, saimul Salim Salim, Salim Samhudi, Husnah Saokani, Jawiana Saokani, Jawiana Saokani, Jawiana Sappewali, Sappewali Saputra, Dwi Luhur Ibnu Sari, Euis Rakhmah Sari, Windi Purnama Sarwo Handayani Setiya Triharyuni Silvia Fitriani Sitisyarah, Kania Sitti Chadijah Sjamsiah, Sjamsiah Sofa, Ade Sonny Sudiar, Sonny Sri Anna Marliyati Sri Dewi Sri Maryanti Sri Pujiyati Subagiya Subagiya Subarman, Subarman Sufaeni, Sufaeni Sulastini, Sulastini Sulistyo, Ato Sumiono, Bambang Suriani Suriani Suyatno Suyatno Syahrial Harun Syamsidar HS Syarifah, Lailani Totok Hestirianoto Triana Sri Hardjanti, Triana Sri Trina Astuti Triyani, Sugeng Triyani, Sugeng Wardani, A. Reskianti Wati Wati Wiadnyana, Ngurah Nyoman Wicaksono, Bayu Hendro Wicaksono, Bayu Hendro Widihastuti, Retno Wuryani, Murti Y U Anggraito, Y U Yana Maolana Syah Yuli Purwanto, Yuli Yulius Yulius Zulfiah, Naila Zulyadaini Zulyadaini, Zulyadaini