Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) USAHA TERNAK BURUNG PUYUH (KASUS : DESA JATI MULYO, KECAMATAN PEGAJAHAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI DAN DESA PANTAI LABU KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG) Akbar, Syahrul; Fauziah, Salmiah, Lily
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 4, No 11 (2015): Volume 4 No. 11 November 2015
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan teknis penyelenggaraan usaha peternakan puyuh di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai dan desa Pantai Labu, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang dan untuk menganalisis besar biaya, penerimaan, keuntungan serta BEP produksi dan BEP harga usaha ternak burung puyuh di daerah penelitian. Metode analisis adalah analisis deskriptif, analisis biaya, analisis penerimaan, pendapatan dan Break Even Point. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa teknis penyelenggaraan usaha ternak yang dilakukan oleh peternak 1 di Pantai Labu dan peternak 2 di Jati Mulyo diantaranya: persiapan kandang, pembibitan ternak, pemeliharaan ternak dan pemanenan telur. Pemeliharaan ternak yang dilakukan peternak 1 adalah pemberian pakan, vaksin dan pembersihan kandang. Sedangkan peternak 2 menambahkan pemberian vitamin selain pakan, vaksin dan pembersihan kandang. Biaya yang dikeluarkan pada usaha ternak peternak 1 sebesar Rp.746.407.214,-  terdiri dari biaya tetap Rp. 8.372.214,- dan biaya variabel Rp.738.035.000,-. Penerimaan dari penjualan telur puyuh dalam 1 periode sebesar Rp.806.400.000,- maka pendapatan usaha ternak burung puyuh Rp.59.992.786,-. Break Even Point pada jumlah 3.110.030 butir telur dalam 1 periode dan pada harga Rp.222,1. Biaya yang dikeluarkan pada usaha ternak peternak 2 sebesar Rp.295.140.928,- terdiri dari biaya tetap 5.118.428,- dan biaya variable Rp.290.022.500,-. Penerimaan dari penjualan telur puyuh dalam 1 periode sebesar Rp. 403.200.000,- maka pendapatan usaha ternak burung puyuh sebesar Rp.108.059.072,-. Break Even Point pada jumlah 1.229.754 butir telur dalam 1 periode dan pada harga   Rp. 175,7.   Kata kunci: ternak burung puyuh, BEP, telur
Kajian Hubungan Koefisien Korelasi Pearson (r), Spearman-rho (?), Kendall-Tau (?), Gamma (G) , dan Somers Nugroho, Sigit; Akbar, Syahrul; Vusvitasari, Resi
GRADIEN Vol 4, No 2 (2008): (Juli 2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.678 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang hubungan koefisien korelasi Pearson (r), Spearman-rho (?), Kendall-tau (?), Gamma (G) dan Somers  serta mempelajari penggunaan dari masing-masing koefisien korelasi untuk skala ordinal. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi literatur dan data yang digunakan  adalah data simulasi yang dibuat menggunakan program komputer Microsoft EXCEL. Data simulasi terdiri dari dua, yaitu data tidak normal (seragam) dan data normal yang dibangkitkan dari data seragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk data seragam, koefisien korelasi yang diberikan oleh koefisien korelasi Spearman-rho (?) dan Kendall-tau (?) lebih besar dibandingkan dengan Koefisien korelasi Pearson (r). Dan untuk data normal, koefisien korelasi yang diberikan oleh koefisien korelasi Pearson (r) lebih besar dibandingkan koefisien korelasi Spearman-rho (?) dan Kendall-tau (?). Ini membuktikan bahwa koefisien korelasi Pearson sesuai digunakan untuk data yang berdistribusi normal, sedangkan koefisien korelasi   Spearman-rho (?) dan Kendall-tau (?) digunakan untuk data yang tidak normal. Penelitian juga menunjukan adanya hubungan yang linier antara koefisien korelasi Gamma dan Somers.   
Perbandingan Uji Stasioner Data Timeseries Antara Metode: Control Chart, Correlogram, Akar Unit Dickey Fuller, dan Derajat Integrasi Rizal, Jose; Akbar, Syahrul
GRADIEN Vol 11, No 1 (2015): (Januari 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.364 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil pengujian stasioneritas data time series menggunakan beberapa metode pengujian yaitu : Control Chart, Correlogram, Augmented Dickey Fuller dan Derajat Integrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan prosedur pengujian kestatsioneran data. Adapun data yang akan di uji merupakan data hasil bangkitan dari dua parameter statistik yakni rata-rata dan standart deviasi. Terdapat 11 kasus yang akan disimulasikan dengan mengkondisikan parameter rata-rata tetap (10) sedangkan standart deviasi berubah-ubah (1.4, 2, 2.2, 2.4, 2.8, 3.2, 4, 5, 6, 8, dan 10). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada (1) metode Augmented Dickey Fuller lebih banyak menghasilkan data tidak stasioner bila dibandingkan dengan Correlogram. (2) Tidak terdapat kaitan langsung antara Uji stasioneritas dengan penyebaran data yang Out of Control pada pengujian Control Chart X-S. (3) Dengan menggunakan derajat integrasi, diperoleh data bangkitan yang tidak stasioner akan mengalami stasioner bila dilakukan diferensiasi sebanyak 1 kali. 
Analisis Tingkat Uang Kuliah Tunggal dengan Menggunakan Regresi Logistik Ordinal (Studi Kasus Jurusan Matematika FMIPA Universitas BengkuluTahun Ajaran 2013-2015) Sunandi, Etis; Yosmar, Siska; Akbar, Syahrul
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 2 (2015): (Juli 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.916 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Metode yang digunakan adalah regresi logistik ordinal. Tingkat UKT merupakan variable respon dan variabel bebasnya adalah jenis kelamin, jumlah saudara, pekerjaan orang tua dan penghasilan orang tua. Hasil penelitian menunjukan bahwa penghasilan orang tua merupakan variabel bebas yang berpengaruh secara signifikan terhadap penentuan tingkat  UKT  mahasiswa Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Bengkulu Tahun 2013-2015. Sedangkan yang lain nilai Odds ratio sebesar yang artinya bahwa semakin besar penghasilan orang tua maka kecenderungan untuk mendapat level UKT yang tinggi sebesar 4.242 kali.Kata Kunci: UKT, mahasiswa, Regresi Logistik Ordinal