Articles

Found 39 Documents
Search

MODEL KONSTRUK KOMPETENSI KEJURUAN SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNOLOGI INDUSTRI Akhyar, Muhammad
Eksplorasi Vol 24, No 1 (2012): Eksplorasi
Publisher : Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTARKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan model konstruk kompetensi kejuruan. Penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari siswa Kelas 2 Jurusan Mesin SMK Pancasila, SMK Bhineka Karya, SMK Warga, dan SMK Murni. Ukuran sampel berjumlah 291 siswa  yang diambil dengan menggunakan teknik ‘proportional random sampling’. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis dan tes unjuk kerja. Tes tertulis digunakan untuk mengukur kemampuan pengetahuan dan sikap kerja siswa, sedangkan tes unjuk kerja digunakan untuk mengukur keterampilan siswa  dalam membubut dan mengefrais. Teknik analisis data menggunakan ‘Confirmatory Factor Analysis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada 4 indikator kompetensi kejuruan, yakni pengetahuan prinsip kerja (l=0,664), pengetahuan prosedur kerja (l=0,857), keterampilan praktik membubut (l=0,429), dan keterampilan praktik mengefrais (l=0,177). Kata kunci: model konstruk, kompetensi, sekolah kejuruan
Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Mahasiswa dalam Menunjang Daya Saing Perguruan Tinggi Salam, Rudi; Akhyar, Muhammad; Tayeb, Abd. Muhaimin; Niswaty, Risma
Jurnal Office Vol. 3, No. 1, Januari - Juni 2017
Publisher : Jurnal Office

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.069 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas publikasi ilmiah mahasiswa dalam menunjang daya saing perguruan tinggi. Pendekatan yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Mahasiswa yang berkonstribusi sebanyak 7 orang dengan berbeda latar belakang daerah seperti Aceh, Kalimantan, ternate, dan Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pre test, penyajian materi pelatihan dan post test telah memberikan hasil yang baik. Hal ini terbukti bahwa manuskrip/artikel yang dibuat telah dipublikasikan pada jurnal nasional, konferensi nasional dan internasional. Kata Kunci: Kualitas, Publikasi Ilmiah, Daya Saing 
MODEL PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU PRAKTIK MESIN OTOMOTIF SMK TEKNOLOGI DAN REKAYASA Akhyar, Muhammad
Eksplorasi Vol 27, No 1 (2014): Eksplorasi
Publisher : Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pengembangan kompetensi guru mesin otomotif SMK Teknologi dan Rekayasa.Populasi penelitian terdiri atas dua sub-populasi yakni para akademisi bidang otomotif dan guru praktik mesin otomotif. Sampel dari kedua sub-populasi tersebut ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel akademisi terdiri atas tiga orang pakar bidang otomotif yakni dosen otomotif PRODI PTM FKIP UNS. Sampel guru terdiri atas guru mesin otomotif SMK Murni 1 Surakarta, SMK Warga Surakarta dan SMK Pancasila Surakarta. Sampel akademisi digunakan untuk validasi draf model; sedangkan sampel guru digunakan untuk ujicoba model sekaligus sebagai rater. Pengujian model dilakukan dua tahap. Pengujian tahap I melibatkan tiga guru yang berasal dari SMK Murni 1 Surakarta. Pengujian Tahap II melibatkan 17 guru yang berasal dari SMK Pancasila Surakarta dan SMK Warga Surakarta.Pengumpulan data bertujuan untuk menemukan model pengembangan kompetensi guru mesin otomotif. Pengumpulan data untuk memperoleh model pengembangan kompetensi guru mesin otomotif melalui expert judgement dengan dua putaran. Instrumennya menggunakan kuesioner, sedangkan sumber datanya adalah akademisi otomotif. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Ujicoba terhadap model terdiri atas dua tahap yakni uji perorangan dan uji kelompok kecil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan kompetensi mesin otomotif terdiri atas tiga komponen utama yakni input, proses, dan produk. Kegiatan pada komponen input mencakup persiapan pelatihan. Kegiatan komponen proses mencakup tiga tahap yakni tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Kegiatan komponen produk mencakup penilaian hasil pelatihan.Secara spesifik hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan persiapan pelatihan mencakup delapan kegiatan instruktur yakni penyiapan materi, penyiapan media, penyiapan bahan, penyiapan alat, penyiapan skenario training, penyusunan indikator pencapaian, penentuan kriteria penilaian, dan penyiapan instrumen penilaian. Kegiatan tahap awal terdiri atas sembilan kegiatan instruktur yakni penjelasan tujuan pelatihan, penjelasan pokok materi, penjelasan bahan yang digunakan, penjelasan alat yang digunakan, penjelasan keselamatan kerja, penjelasan skenario pembelajaran, penjelasan indikator pencapaian, penjelasan kriteria penilaian, dan penjelasan instrumen penilaian. Kegiatan inti terdiri atas lima kegiatan instruktur yakni penjelasan materi secara bertahap, pembagian tugas secara bertahap, pengamatan perilaku peserta pada setiap tahapan, pengamatan hasil kerja secara bertahap, dan pembahasan hasil kerja secara bertahap. Kegiatan tahap akhir proses terdiri atas tiga kegiatan instruktur yakni pemberian umpan balik, pelaksanaan refleksi diri, dan pemberian pengarahan untuk pertemuan selanjutnya. Kegiatan tahap akhir pelatihan terdiri atas lima kegiatan instruktur yakni pemeriksaan hasil pekerjaan, pengamatan perilaku yang dicapai, penampilan hasil kerja, penampilan perilaku yang dicapai peserta, dan penilaian hasil pelatihan.Kata kunci: model, dan pengembangan kompetensi guru
THE QUALITY OF HEALTH SERVICES IN TAWAELI HEALTH CENTER, TAWAELI DISTRICT, PALU CITY Angraeni, Dian; Tjaiyya, H. Abu; Akhyar, Muhammad; Tayeb, Abd. Muhaimin
PINISI Discretion Review Volume 2, Issue 1, September 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.676 KB) | DOI: 10.26858/pdr.v2i1.13254

Abstract

Effective public services carried out by governments or corporations can strengthen democracy and human rights, promote economic prosperity, reduce poverty, improve environmental protection, be wise in the use of natural resources, deepen trust in government and public administration. The purpose of this study was to determine how the quality of health services at the Tawaeli Health Center, Tawaeli District, North Palu. This type of research is qualitative research that is a study used to investigate, describe and explain a phenomenon or problem. To find out the quality of health services in the Tawaeli Health Center according to Zeithaml-Parasuraman-Berry there are four indicators used namely tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. There are 8 informants in this study with accidental technique, which is the technique of determining samples based on chance. The results in this study indicate that the Health Services at the Tawaeli Health Center in the District of Tawaeli in Palu City are seen from several aspects that are still not good, the first is tangible, responsiveness is also still lacking. However, seen from the aspects of reliability, assurance, and empathy, it was considered good.
Analysis of Factors Associated with Anemia in Pregnant Women at Prambanan Community Health Center, Sleman, Yogyakarta Prahesti, Ratna; Indarto, Dono; Akhyar, Muhammad
Journal of Maternal and Child Health Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.451 KB)

Abstract

Background: Maternal anemia has serious impact on maternal and fetal health outcome. Pregnant women are at high risk of anemia. This study aimed to investigate the factors associated with the incidence of anemia among pregnant women.Subjects and Method: This was an analytic and observational study with cross-sectional design. This study was conducted at Prambanan Community Health Center, Sleman, Yogyakarta. A total of 120 trimester II and III pregnant mothers, was selected for this study. The dependent variable was incidence of anemia. The independent variables were gestational age and maternal education. The data were collected by a questionnaire and analyzed by multiple logistic regression.Result: Trimester II pregnant women had lower risk of anemia than trimester III (OR = 0.35; 95% CI = 0.15 to 0.80; p = 0.013). Pregnant women completed high school had lower risk of anemia than lower education (OR = 0.33; 95% CI 1.29 to = 6.81; p = 0.010).Conclusion: Gestational age and maternal education are associated with the risk of anemia in pregnant women.Keywords: anemia, pregnant women, trimester II and III, maternal educationCorrespondence: Ratna Prahesti. Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University, Surakarta.Journal Maternal and Child Health, 2016; 1(2): 131-137    https://doi.org/10.26911/thejmch.2016.01.02.08
HUBUNGAN PEMAHAMAN MUSEUM ACEH DAN KESADARAN SEJARAH DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SMAN DI KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH Haikal, Muhammad; W., Warto; Akhyar, Muhammad
HISTORIKA Vol 16, No 1 (2015): Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/historika.v16i1.29446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan (1) hubungan pemahaman Museum Aceh dengan hasil belajar sejarah pada siswa  SMAN di Kecamatan Kuta Alam; (2) hubungan  kesadaran sejarah dengan hasil belajar sejarah  pada siswa  SMAN di Kecamatan Kuta Alam; dan (3) hubungan antara pemahaman Museum Aceh dan kesadaran sejarah secara bersama-sama dengan hasil belajar sejarah pada siswa  SMAN di Kecamatan Kuta Alam.            Jenis penelitian ini adalah penelitian ex-post facto dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa  SMAN di Kecamatan Kuta Alam yang terdiri atas dua sekolah yaitu SMAN 8 Banda Aceh dan SMAN 12 Banda Aceh berjumlah 100 siswa kelas XI IPS.  Ukuran sampel penelitian berjumlah 78 siswa. Ukuran sampel ditentukan berdasarkan Tabel Issac dan Michael. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan angket. Tes digunakan untuk mengukur variabel pemahaman Museum Aceh dan hasil belajar  sejarah sedangkan angket digunakan untuk mengukur variabel kesadaran sejarah. Uji coba instrumen tes dilakukan untuk tingkat kesukaran, daya pembeda dan reliabilitas. Uji coba kuesioner untuk mengetahui uji validitas butirdan reliabilitas. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji linieritas. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi, regresi sederhana dan regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman Museum Aceh (X1) dengan hasil  belajar sejarah (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,250 dan nilai ? value (0,027< 0,05). (2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesadaran sejarah (X2) dengan hasil belajar sejarah (Y) dengan koefisien korelasi sebesar 0,234 dan nilai ? value (0,039 <  0,05). (3) terdapat hubungan positif yang signifikan secara bersama pemahaman Museum Aceh (X1) dan kesadaran sejarah (X2) dengan hasil belajar sejarah (Y) dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,317 dan nilai ? value (0,019 <0,05).
PERBEDAAN PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) DAN JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SEJARAH SISWA Rambe, Yasir Maulana; Akhyar, Muhammad; Musadad, Akhmad Arif
HISTORIKA Vol 21, No 1 (2018): Pengembangan Kesadaran Sejarah dan Keterampilan Berpikir
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/historika.v21i1.29502

Abstract

The objectives of research were (1) to find out the different effects of Numbered Heads Together (NHT) and Jigsaw types of cooperative learning use on the historical learning achievement of students, (2) to find out whether or not historical learning motivation affects the historical learning achievement of students, and (3) to find out whether or not there is a positive effect of interaction between Numbered Heads Together (NHT) and Jigsaw types of cooperative learning model, and learning motivation on the learning achievement of students. If there is so, which type has better effect?This study employed quantitative method with a 2x3 factorial design. The population of research was the 10th graders of Senior High Schools existing in Sukoharjo in the even semester in the school year of 2015/2016. The sampling technique used in this research was Cluster Sampling (Area Sampling). The sample of research consisted of SMA Negeri 1 Kartasura with 36 students and SMA Negeri Mojolaban with 33 students. The techniques of collecting data used were test and questionnaire. Data analysis in this research employed a two-way anava with SPSS 20 program help.  The results of hypothesis testing in this research were shown as follows. (1) There was a difference of effect on the learning achievement between the students treated with Numbered Heads Together and those treated with Jigsaw types of learning model. The result of data analysis showed that the students treated with Numbered Heads Together had better learning achievement than those treated with Jigsaw learning model. (2) There was a difference of effect between the students with high, medium, and low learning motivations. The students with high learning motivation had better learning achievement than those with medium one, and those with medium learning motivation had better learning achievement than those with low one. (3) There was no interaction effect between learning model and learning motivation on the historical learning achievement. The students with high learning motivation treated with Numbered Heads Together (NHT) learning model had better learning achievement than those high learning motivation treated with Jigsaw learning model. The students with medium learning motivation treated with Numbered Heads Together (NHT) learning model had better learning achievement than those medium learning motivation treated with Jigsaw learning model, and the students with low learning motivation treated with Numbered Heads Together (NHT) learning model had better learning achievement than those low learning motivation treated with Jigsaw learning model.
Implementation of Basic Obstetric and Neonatal Emergency Service Program (PONED) at Health Centers, Tegal Rejeki, Sri Tanjung; Akhyar, Muhammad; R, Supriyadi Hari
Journal of Maternal and Child Health Vol 1, No 4 (2016)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.018 KB)

Abstract

Background: Maternal mortality reached 33 cases in Tegal in 2015. Some measures had been taken to reduce maternal mortality rate and infant mortality rate, among others was basic obstetric and neonatal emergency service program (PONED). The PONED program was operated by health centers with inpatients services 24 hours a day and 7 days a week. This study evaluated the Implementation of Basic Obstetric and Neonatal Emergency Service Program (PONED) at Health Centers, Tegal.Subjects and Method: This was an evaluation study with qualitative approach and CIPP (context, input, process, product) framework. This study was conducted in Tegal, Central Java. A total of 10 key informants, including Head of Family Health and Nutrition Division at the District Health Office Tegal, Head of Health Centers, Midwife responsible for operating PONED, mothers with post heavy pre-eclampsia, were selected for this study. The data were collected by in-depth interview, observation, and document review. Results: From the context perspective, the objective of PONED at the health centers conformed with the policy. The number of health personnel was sufficient. But nurses have not been involved in the PONED health centers. There was no special fund for operating PONED health centers. The number of facilities was sufficient. From the input perspective training on emergency service had been well carried of. An effort to increase facilities had been plan from the process perspective  the health centers PONED services had conformed with the SOP. The health personnel performed task according to the job description. Intersectoral collaboration and program were well implemented. The impeding factors included the long process of BPJS claim, and low community awareness. From the product perspective, patients reported high satisfaction of the health centers PONED services.Conclusion: The basic obstetric and neonatal emergency services program (PONED) has been well implemented in Tegal.Keywords: PONED program, evaluation, CIPP, maternal mortality Correspondence: Sri Tanjung Rejeki. School of Health Sciences Bhakti Mandala Husada, Slawi. Email: sritanjung-rejeki@yahoo.co.id.Journal of Maternal and Child Health (2016), 1(4): 257-267https://doi.org/10.26911/thejmch.2016.01.04.07
Urgensi Buku Digital Berbasis Realistic Mathematics Education dalam Pembelajaran Matematika Putria, Aditin; Akhyar, Muhammad; Agung, Leo
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.306 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan urgensi buku digital dalam Pembelajaran matematika dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII di Kota Pangkalpinang. Urgensi ini terkait perubahan pesat teknologi yang berdampak hampir ke semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek pendidikan. Pendidikan dapat dijadikan tolak ukur dalam menilai suatu Negara, misalnya PISA dan TIMSS. Hasil belajar matematika siswa yang rendah dalam PISA dan TIMSS juga menjadi salah satu alasan adanya kebijakan kurikulum 2013. Faktanya, desiminasi buku cetak kurikulum 2013 dari pusat ke daerah membutuhkan waktu yang panjang. Terkhusus buku pelajaran matematika, terjadi perubahan susunan materi setiap dikeluarkannya versi revisi oleh pemerintah, sehingga guru kesulitan dalam menyediakan materi yang dapat disesuaikan dengan kondisi siswa di masing-masing daerah. Penting adanya format buku yang dapat melibatkan guru dalam penyusunannya, dan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pelajaran yaitu buku digital. Seiring dengan perkembangan teknologi, pendidikan matematika berkembang dengan pesat akibat dari penemuan pendekatan terbaik dalam pembelajaran matematika. Perkembangan pendekatan pembelajaran matematika itu dipicu oleh adanya masalah bagi siswa yang berkenaan dengan hasil belajarnya. RME merupakan pendekatan pembelajaran yang dapat dijadikan jawaban kebutuhan dari penggunaan matematika dan persaingan ekonomi global khususnya di era teknologi dan informasi, hampir di setiap sektor kehidupan diperlukannya keterampilan intelegen dalam menginterpretasi, menyelesaikan suatu masalah, ataupun untuk mengontrol proses komputer. Buku digital berbasis RME menjadi langkah konkret menghadapi era persaingan dimana kebanyakan lapangan kerja menuntut kemampuan menganalisis daripada melakukan keterampilan prosedural dan mekanistik. Hasil dari analisis kebutuhan di Pangkalpinang mengemukakan urgensi buku digital dikarenakan desiminasi buku cetak kurikulum 2013, versi BSE yang kurang komunikatif, tidak mengintegrasikan multimedia, serta dibutuhkannya sumber belajar yang memfasilitasi siswa lebih banyak menjawab tantangan kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.Kata kunci: buku digital; hasil belajar; kurikulum 2013; RME.
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Fisika Siswa SMA Respatiningrum, Nirmala; Sunardi, Sunardi; Akhyar, Muhammad
978-602-7561-566
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.11 KB)

Abstract

AbstrakSalah satu tujuan pendidikan sains di Indonesia adalah menghasilkan peserta didik yang berkualitas, yaitu manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, logis dan berinisiatif, dalam menanggapi isu yang berkembang dalam masyarakat. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran yang digunakan, sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini siswa SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan tes. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model inkuiri terbimbing dapat mempengaruhi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Kata kunci: inkuiri terbimbing; kemampuan berpikir kritis