Dera Alfiyanti
Unknown Affiliation

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

PREDIKSI RISIKO MALNUTRISI BERDASARKAN NUTRITIONAL RISK SCORE (NRS) PADA ANAK THALASEMIA DI KOTA SEMARANG Alfiyanti, Dera; -, Mariyam
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.136 KB)

Abstract

Malnutrisi pada anak thalassemia menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian, meningkatkan risiko terjadinya komplikasi, dan memperpanjang masa rawat inap di rumah sakit serta juga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama balita (Secker, 2012). Pasien dengan thalasemia sangat penting untuk dilakukan pengkajian nutrisi (Fung, 2010). Nutrisi yang optimal sangat penting untuk kasus thalasemia sebagai modalitas dalam pengobatan jangka panjang dan untukmencegah gangguan nutrisi, gangguan perkembangan, pubertas, dan defisiensi imun. Responden dalam penelitian ini adalah anak penderita thalassemia di sebuah rumah sakit di Kota Semarang dengan jumlah 40 anak. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung, data rekam medis yang berbasis instrumen Nutritional Risk Score (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar status nutrisi responden berada dalam kategori normal yaitu 30 responden (75%) dan sebagian besar risiko malnutrisi berdasarkan NRS padaresponden berada dalam kategori risiko tinggi malnutrisi yaitu 22 responden (55%). Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan penelitian lebih lanjut tentang korelasi prediksi risiko malnutrisi terhadap pemenuhan kebutuhan nutrisi anak thalassemia. Keywords : anak thalassemia, status nutrisi, risiko malnutrisi berdasarkan NRS
IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IBM) TAMAN PINTAR BANANA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KUALITAS BALITA DI RW 04 DAN RW 05 DESA ROWOSARI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG Alfiyanti, Dera; -, Mariyam; Rahayu, Desi Ariyana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.197 KB)

Abstract

Program Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini  Tumbuh Kembang (SDIDTK) balita di Puskesmas Kota Semarang dan jaringannya masih terbatas pada deteksi dini penyimpangan pertumbuhan sedangkan deteksi dini penyimpangan perkembangan, penyimpangan emosional,dan stimulasi sesuai usia anak belum dilaksanakan. Pembinaan tumbuh kembang balita di Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang belum berjalan secara optimal. Kader kesehatan di RW 04 dan RW 05 mengatakan bahwa kegiatan posyandu hanya sebatas penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian makanan tambahan saja.Hal ini menyebabkan tidak terdeteksinya penyimpangan pertumbuhan, perkembangan, dan tidak optimalnya kualitas balita. Tujuan utama pembentukan Taman Pintar Banana adalah meningkatkan kualitas balita di RW 04 dan RW 05 Desa Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Rencana kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan deteksi dini pertumbuhan balita, pelatihan deteksi dini penyimpangan perkembangan balita, workshop stimulasi perkembangan balita, pelatihan MP-ASI, pelatihan pemeriksaan fisik dasar balita, pelatihan perawatan bayi, dan pembentukan Taman Pintar Banana. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan diskusi intensif, simulasi/demonstrasi keterampilan, dan role play. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre dan post test pada setiap pelatihan yang berlangsung. Pengetahuan dan keterampilan kader mengalami peningkatan di enam pelatihan yang diselenggarakan.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PERSIAPAN PASIEN PULANG TERHADAP KEPUASAN PASIEN TENTANG PELAYANAN KEPERAWATAN DI RS ROMANI SEMARANG Yosafianti, Vivi; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: Bio Molekuler, Analis Kesehatan, Keperawatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.918 KB)

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapan yang dimilikinya. Hal ini berarti kepuasan pasien diperoleh setelah pasien menerima pelayanan kesehatan dari rumah sakit tempat mereka dirawat dan dibandingkan dengan pelayanan kesehatan yang mereka harapkan. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh faktor internal yaitu karakteristik individual pasien dan faktor ekternal yaitu pelayanan kesehatan yang berasal dari rumah sakit termasuk pelayanan keperawatan. Penelitian ini menjelaskan pelayanan keperawatan yang dimaksud adalah pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kepuasan pasien setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang nutrisi sebesar 94,77%, sedangkan yang tidak diberikan pendidikan kesehatan sebesar 69,04% dengan nilai p = 0,0001. Dengan demikian pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang nutrisi berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan pasien setelah dilakukan pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang aktivitas sebesar 93,09%, dan pada kelompok yang tidak diberikan pendidikan kesehatan sebesar 66,41% dengan nilai p = 0,0001. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang terhadap kepuasan pasien tentang dalam pelayanan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan pasien setelah dilakukan pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang obat-obatan sebesar 93,43% dan pada kelompok yang tidak diberikan pendidikan kesehatan sebesar 73,45% dengan nilai p = 0,0001. Hal ini berarti terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang terhadap kepuasan pasien tentang pelayanan keperawatan. Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan yaitu pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang nutrisi lebih tinggi secara bermakna daripada kepuasan pasien yang tidak diberikan pendidikan kesehatan, dimana program ini diharapkan pasien dan keluarga memiliki persepsi yang baik. Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan yaitu pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang aktivitas lebih tinggi secara bermakna daripada kepuasan pasien yang tidak diberikan pendidikan kesehatan, dimana program ini tidak diharapkan dan pasien memiliki persepsi yang tidak baik Kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan yaitu pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang obat-obatan lebih tinggi secara bermakna daripada kepuasan pasien yang tidak diberikan pendidikan kesehatan, dimana program ini diharapkan pasien dan pasien memiliki persepsi yang baik.Kata kunci: pendidikan kesehatan, persiapan pasien pulang, kepuasan pasien
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Rupiyanti, Rahayu; Samiasih, Amin; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.222 KB)

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian bayi terutama terjadi pada masa neonatal , 23% dengan penyebab utama asfiksia yaitu terjadi ketika bayi tidak cukup menerima oksigen sebelumnya, selama atau setelah kelahiran. Faktor yang menyebabkan asfiksia neonaturum antara lain factor ibu, factor bayi, factor plasenta, dan factor persalinan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia (faktor bayi dan faktor persalinan) di Rumah Sakit Islam Kendal. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional dengan menggunakan data rekam medik pasien asfiksia neonaturum dengan faktorbayi meliputi berat bayi lahir, premature dan factor persalinan meliputi perslinan sungsang pervaginam, sungsang perabdominam, KPD serta partus macet.Data diambil dari bulan Januari Desember 2013 di Rumah Sakit Islam Kendal sebanyak 60 kasus. Analisa data dilakukan secara univariat,bivariat dengan uji chi square dan uji fisher?s exact. Hasil: Hasil analisa statistic untuk prematuritas dipeoleh nilai P value 0,000(<0,05),BBL p value 0,000(<0,05), persalinan letak sungsang perabdominam p value 0,004(<0,05), KPD 0,014 (<0,05), partus macet p value 0,009 (<0,05) hal ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara prematuritas, berat badan lahir,KPD, Partus macet dan persalinan sungsang perabdominam dengan kejadian asfiksia pada neonatus, sedangkan untuk persalinan sungsang pervaginam nilai p value 0,228 dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persalinan letak sungsang pervaginam dengan asfiksia.
PERBEDAAN PENGETAHUAN PERAWAT DAN BIDAN TENTANG KEGAWATAN NAFAS DAN TINDAKAN RESUSITASI PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Asfuriyah, Siti; Samiasih, Amin; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.786 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan ibu dan bayi merupakan masalah nasional yang perlu mendapat prioritas utama karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia pada generasi mendatang. Pengetahuan perawat tentang resusitasi merupakan modal yang sangat penting untuk pelaksanaan tindakan resusitasi pada situasi kritis.Tujuan peneltian ini untuk perbedaan  pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus di Rumah Sakit Islam Kendal.Metode Penelitian: jenis penelitian deskriptif, desain deskriptif kuantitatif untuk menerangkan atau menggambarkan perbedaan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas dan tindakan resusitasi pada neonatus. Proses penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 1-30 April 2014 di Rumah Sakit Islam Kendal dengan metode Purposivesampling dengan jumlah sampel 40 (20 responden kelompok perawat, dan 20 responden kelompok bidan). Hasil: Hasil peneltian menunjukkan sebagian besar responden perawat jenis kelamin perempuan (90,0%), pendidikan D3 keperawatan (90,0%), lama kerja 1-5 tahun (85,0%) dan seminar yang pernah diikuti perawat adalah tidak pernah (75,0%). Responden bidan seluruhnya perempuan (100,0%), pendidikan D3 kebidanan (100,0%), lama kerja 1-5 tahun(50,0%) dan 70% perawat tidak pernah mengikuti seminar. Ada perbedaan pengetahuan perawat dan bidan tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus di Rumah Sakit Islam Kendal yaitu pengetahuan perawat tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus. adalah baik (55,0%), dan pengetahuan bidan tentang kegawatan nafas tindakan resusitasi pada neonatus. adalah cukup (65,0%). Saran: Berdasarkan hasil tersebut perlu ditingkatkannya pengembangan pendidikan keperawatan dalam bidang materi pembelajaran tentang resusitasi pada neonatus yang mengalami gagal nafas.
KOLONI BAKTERI PADA ANAK YANG DI RAWAT DI PICU SETELAH ORAL HYGIENE DENGAN NACL -, Mariyam; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.823 KB)

Abstract

Oral health needs to be maintained, whether healthy or sick. In critically ill patients admitted to the hospital within 48 hours will change the oropharyngeal flora of the more dominant grampositive turned into agram-negative.Patients were treated in the intensive care unit by a nurse performed oral treatment using NaCl standards compliant hospital operations. This study aims to identify the number of colonies of bacteria in the mouth in children admitted to the Pediatric Intensive Care Unit (PICU) in Tugurejo hospital  Semarang performed oral hygiene by using NaCl. This study design was a descriptive analytic study. The sample was a child who was treated in the PICU were performed using NaCl oral hygiene and saliva taken after 8-10 hours for the examination of bacterial colony count. Sample was determined by consecutive sampling technique. The results of statistical tests the average number of bacterial colonies 36 with a standard deviation of 92.87. Suggestions for subsequent research are expected to examine the associated number of bacterial colonies on the child performed oral hygiene with other solutions.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PERSIAPAN PASIEN PULANG TERHADAP KEPUASAN PASIEN TENTANG PELAYANAN KEPERAWATAN DI RS ROMANI SEMARANG Yosafianti, Vivi; Alfiyanti, Dera
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.918 KB)

Abstract

Kepuasan pasien merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atauhasil yang dirasakan dengan harapan yang dimilikinya. Hal ini berarti kepuasan pasien diperoleh setelahpasien menerima pelayanan kesehatan dari rumah sakit tempat mereka dirawat dan dibandingkan denganpelayanan kesehatan yang mereka harapkan. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh faktor internal yaitukarakteristik individual pasien dan faktor ekternal yaitu pelayanan kesehatan yang berasal dari rumahsakit termasuk pelayanan keperawatan. Penelitian ini menjelaskan pelayanan keperawatan yang dimaksudadalah pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang. Hasil penelitian menunjukkan rata-ratakepuasan pasien setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentangnutrisi sebesar 94,77%, sedangkan yang tidak diberikan pendidikan kesehatan sebesar 69,04% dengannilai p = 0,0001. Dengan demikian pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentangnutrisi berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepuasanpasien setelah dilakukan pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang aktivitas sebesar 93,09%,dan pada kelompok yang tidak diberikan pendidikan kesehatan sebesar 66,41% dengan nilai p = 0,0001.Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang terhadapkepuasan pasien tentang dalam pelayanan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-ratakepuasan pasien setelah dilakukan pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang obat-obatansebesar 93,43% dan pada kelompok yang tidak diberikan pendidikan kesehatan sebesar 73,45% dengannilai p = 0,0001. Hal ini berarti terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan persiapan pasienpulang terhadap kepuasan pasien tentang pelayanan keperawatan. Kepuasan pasien terhadap pelayanankeperawatan yaitu pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang nutrisi lebih tinggi secarabermakna daripada kepuasan pasien yang tidak diberikan pendidikan kesehatan, dimana program inidiharapkan pasien dan keluarga memiliki persepsi yang baik. Kepuasan pasien terhadap pelayanankeperawatan yaitu pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang aktivitas lebih tinggi secarabermakna daripada kepuasan pasien yang tidak diberikan pendidikan kesehatan, dimana program ini tidakdiharapkan dan pasien memiliki persepsi yang tidak baik Kepuasan pasien terhadap pelayanankeperawatan yaitu pendidikan kesehatan persiapan pasien pulang tentang obat-obatan lebih tinggi secarabermakna daripada kepuasan pasien yang tidak diberikan pendidikan kesehatan, dimana program inidiharapkan pasien dan pasien memiliki persepsi yang baik.Kata kunci: pendidikan kesehatan, persiapan pasien pulang, kepuasan pasien
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK BALITA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2013 Ati, Choirunnisa Adhi; Alfiyanti, Dera; Solekhan, Achmad
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak usia balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Perubahan status gizi dan status kesehatan anak akan berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar balita di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini adalah Descriptive correlation, jumlah sampel 50 responden dengan tekhnik cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak (p value: 0,000 ; ɑ= 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan ditambahkan pengadaan sarana bermain untuk merangsang perkembangan motorik dan psikologis anak serta perlu meningkatkan penyuluhan masalah kesehatan bagi masyarakat tentang kebutuhan gizi pada balita sehingga status gizi buruk balita dapat dicegah dan kurang gizi pada balita dapat teratasi dengan baik serta perkembangan motorik anak di RSUD Tugurejo Semarang dapat ditingkatkan.Kata kunci : Status gizi, perkembangan motorik kasar, anak balita
PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Winahyu, Dewi; Alfiyanti, Dera; Solekhan, Achmad
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit dan hospitalisasi seringkali menjadi krisis pertama yang harus dihadapi anak. Pengambilan sampel darah merupakan salah satu prosedur invasif yang sering dilakukan pada anak yang mengalami hospitalisasi dan dapat mengakibatkan rasa nyeri. Terapi bercerita adalah salah satu tehnik distraksi untuk mengurangi rasa nyeri pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai apakah ada pengaruh dari terapi bercerita terhadap skala nyeri pada anak usia prasekolah selama tindakan pengambilan sampel darah di ruang rawat inap RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dan analisa yang digunakan adalah uji t independent non parametrik Mann-Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara terapi bercerita terhadap skala nyeri anak selama tindakan pengambilan sampel darah (ρ value = 0,003;α = 0,05). Peneliti selanjutnya diharapkan dapat dilakukan terapi model lainnya untuk mengurangi rasa nyeri pada tindakan invasif seperti pengambilan sampel darah. Kata kunci : terapi bercerita, skala nyeri anak prasekolah, pengambilan sampel darah
HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DENGAN KEJADIAN DIARE ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 02 PELEMSENGIR KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA Utomo, Arry Marsudi; Alfiyanti, Dera; -, Nurahman
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.957 KB)

Abstract

Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari. CTPS dapat mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh lingkungan dan perilaku manusia seperti penyakit diare, yang dapat berakibat fatal, dapat dikurangi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian diare anak usia sekolah di SDN 02 Pelemsengir Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang sekolah di SDN 02 Pelemsengir Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 136 orang siswa. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik proporsional random sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 37 responden perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) kurang. Terdiri dari 7 responden (18,9%) tidak diare dan 30 responden (81,1%) diare. Sedangkan 21 responden menunjukkan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan katagori sedang. Terdiri dari 8 responden (38,1%) tidak diare dan 13 responden (61,9%) mengalami diare. Perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) katagori baik 14 orang responden terdiri dari 9 responden (64,3%) tidak diare dan 5 responden (35,7%) mengalami diare. Ada hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan kejadian diare anak usia sekolah di SDN 02 Pelemsengir Kecamatan Todanan Kabupaten Blora.Kata Kunci : Perilaku, Cuci Tangan, Sabun, Diare.