Articles

Found 11 Documents
Search

Penentuan Zona Gerakan Tanah dan Analisis Kemantapan Lereng di Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Marani, Monalisa Isma Rikma; Najib, Najib; Ali, Rinal Khaidar
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 3 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3572.022 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.3.2018.89-98

Abstract

Bencana gerakan tanah merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi, baik secara alamiah maupun buatan, yang dampaknya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur (Noor, 2011). Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang perkembangan sarana infrastrukturnya cukup tinggi, tetapi juga berpotensi mengalami gerakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, tingkat kerentanan gerakan tanah dan kestabilan lereng di Kecamatan Klego. Geologi Kecamatan Klego terdiri dari batulanau, breksi laharik, breksi piroklastik dan endapan alluvium, struktur geologi terdiri dari sesar geser sinistral dengan kedudukan strike dan dip N 325o E/52o, bersifat minor. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di Kecamatan Klego adalah kondisi kemiringan lereng yang curam, litologi/ material penyusun lereng yang telah lapuk, dan faktor pemicu berupa infiltrasi air berlebihan ke dalam lereng ketika intensitas hujan tinggi. Kecamatan Klego termasuk daerah dengan tingkat kerawanan zona Tipe B, yang terbagi menjadi 3 tingkat, yaitu kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi (kemiringan lereng 25% - 40%), tingkat kerawanan sedang (kemiringan lereng 8% - 16%), dan tingkat kerawanan rendah (kemiringan lereng 21% - 31%). Nilai Faktor Keamanan (FK) setelah menggunakan beban tambahan pada 5 titik adalah 1,28-1,22 (Lokasi 1), 1,54-1,49 (Lokasi 2), 0,62-0,61 (Lokasi 3), 5,68-5,71 (Lokasi 4), dan 0,66-0,68 (Lokasi 5). Berdasarkan hasil tersebut, kondisi lereng di Kecamatan Klego terdiri dari lereng relatif stabil dan labil. Nilai FK yang aman ketika diberikan beban tambahan adalah 1,5. Tidak disarankan memberikan beban yang berlebih di atas lereng dengan FK 1,5. Perlu dilakukan upaya penanggulangan dan pengendalian bahaya gerakan tanah di Kecamatan Klego seperti mengubah geometri lereng, membuat dinding penahan dari batuan dan parit permukaan pada lereng yang tidak stabil, serta perlindungan sistem hidrologi kawasan.
PENENTUAN TIPE ALTERASI BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI, MINERAGRAFI, DAN GEOKIMIA PADA DAERAH KASIMBAR, KABUPATEN PARIGI MOUTONG, PROVINSI SULAWESI TENGAH Salamah, Ainul Fatayatis; Aribowo, Yoga; Widiarso, Dian Agus; Ali, Rinal Khaidar
Geological Engineering E-Journal Vol 6, No 1 (2014): Volume 6, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Geological Engineering E-Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3228.923 KB)

Abstract

Hydrothermal alteration is a complex process, because it involves a change in mineralogy, chemistry and texture resulting from the interaction of hydrothermal solutions with rocks in its path on certain physico-chemical conditions (Pirajno, 1992). Hydrothermal processes in certain circumstances will result a collection of certain minerals known as the set of mineral or mineral assemblage (Guilbert and Park, 1986). One evidence of hydrothermal alteration is the appearance of veins that had level of metal minerals and it is also a change on the rock side, as found in Kasimbar District, Moutong Parigi Regency, Central Sulawesi province. In the area discovered the existence of gold in the alluvium sediments that are the result of weathering schist and quartz veining. Gold is found in alluvium sediments are secondary gold or placer gold. From the research that has been done, found gold in quartz veins trapped on phyllite rocks. This study was conducted to determine the lithology of the region, the study based on petrographic analysis, knowing the characteristics of the rock alteration found in the study area based on petrographic analysis mineragraphy, knowing the type of alteration that develops in the area of research, knowing mineralization contained in the study area. Research in Kasimbar District, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province was conducted by analyzing rock samples taken from the area. Analysis is conducted with the petrographic analysis, mineragraphy, lithology and geochemistry of the units located in the area.Based on the results of petrographic thin section analysis of rock samples, lithology contained in Kasimbar District, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province is phyllite, granite and gneiss. Alteration characteristics of the study area is known of the characteristics quartz veins, alteration minerals characteristics and  metal minerals characteristics. Quartz veins in the study area was divided into two, namely quartz veins in granite and quartz veins in metamorphic rocks (parallel and cut foliation). Characteristic alteration minerals contained in the study area is chlorite, sericite, biotite, epidote and quartz. Mineralization characteristics of the region, is study of sulphide minerals such as pyrite, bornite, and enargite; iron oxide minerals such as magnetite and hematite and the mineral element in the form of native gold (Au). Type of alteration is developed in the research area of prophylitic alteration, potassic alteration, silicification alteration, and carbonization alteration. Type of mineral deposits research areas is high sulfidation epithermal deposits.
ANALISIS KUALITAS UNTUK OPTIMASI PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA MINERAL NON LOGAM DAN BATUAN DI KECAMATAN LUMBIR, KABUPATEN BANYUMAS Ali, Rinal Khaidar; Qadaryati, Nurakhmi; Widadi, Sigit
TEKNIK Vol 40, No. 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.257 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v39i3.21889

Abstract

Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas mempunyai sumber daya mineral non logam berupa lempung dan sumber daya batuan berupa andesit dan batupasir. Analisis sebaran, jenis, dan kualitas diperlukan untuk optimasi pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Analisis laboratorium meliputi analisis XRD (X-Ray Diffractometry), XRF (X-ray Fluoroscence) dan analisis kuat tekan batuan. Analisis XRF menunjukan lempung di daerah Lumbir mempunyai unsur SiO2 yang tinggi (berkisar antara 39 ? 54,5 %) sehingga dapat dijadikan bahan campuran dalam pembuatan semen, gerabah kasar, dan batu bata. Sumber daya batuan berupa andesit di Desa Canduk dan Desa Parung Kamal memiliki nilai Kuat Tekan Ultimit (qu) berkisar antara 247,7547 kg/cm2 - 45,4674 kg/cm2, sehingga dapat digunakan sebagai batu hias dan batupasir di Desa Karanggayam dapat dijadikan tanah urug
Analisis Peningkatan Faktor Keamanan Lereng Pada Areal Bekas Tambang Pasir Dan Batu di Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati Ali, Rinal Khaidar; Najib, Najib; Nasrudin, Ahmad
PROMINE Vol 5 No 1 (2017): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.843 KB)

Abstract

Management of post mining land become serious concern for government in current time. Post miningarea that located in Ngablak village, Cluwak districts of Pati is one of post mining areas that did notmanaged and creates problems to civilian and village government, for example are safety andenvironment problems. Safety of environment disturbed because of mining activities that finished andcreated unstable slope (potentially landslide) caused by land dredging. To solve this problems,government need to make some research about stability of slope and studies about method ofanalysis which can increase the safety factor of slope. Slope stability analysis can be done with Side6.0 software which needs laboratory result data of soil mechanics. Methods that can increase slope’ssafety factor can be installation of retaining wall and cut and fill method that make the slope becometerraces. Efficiency of method that will be selected, can be tested by using Slide 6.0 software.Installation of retaining wall could increase the safety factor’s value become 1.103, this valuerepresents that the slope is still potentially to be landslide. However, cut and fill can increases safetyfactor’s value become 1.330, that representing slope condition is stable and safe.
Kajian Geoteknik untuk Perencanaan Pembangunan Pemukiman Baru pada Kawasan Handil Berkat Makmur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Ali, Fauziah; Najib, Najib; Ali, Rinal Khaidar
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 1, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2655.08 KB) | DOI: 10.14710/jgt.1.2.2018.50-58

Abstract

Pengembangan dan pembangunan di Kawasan Handil Berkat Makmur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah semakin pesat, terutama seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Salah satu langkah yang perlu diambil untuk mengurangi nilai risiko dalam mengembangkan lahan adalah dengan melakukan kajian geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, sifat fisik, dan sifat mekanika tanah, menentukan pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah, dan memberikan rekomendasi rekayasa teknik untuk menambah daya dukung tanah pada lokasi penelitian.Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi pengambilan sampel, disturbed dan undisturbed, menggunakan bor tangan, pemetaan geoteknik, dan uji sondir. Sampel bor disiapkan untuk uji sifat fisik tanah.Jenis tanah pada lokasi penelitian adalah endapan gambut, lempung, dan lanau berlempung, yang bersifat jenuh, expansive, konsistensi sangat lunak – keras, dan kondisi air tidak dapat mengalir keluar rongga pori. Nilai qu berdasarkan data sondir pada kedalaman 1 – 6 m, sebesar 56,80 – 66,32 ton/m2, dan qa sebesar 18,93 – 22,11 ton/m2, sedangkan nilai qu berdasarkan data laboratorium sebesar 0,65 – 2,48 ton/m2, dan qa sebesar 0,22 – 0,83 ton/m2. Rekomendasi rekayasa teknik untuk menambah daya dukung tanah, dapat menggunakan pondasi cerucuk untuk pondasi rumah, dan penggunaan geotekstil serta penambahan tanah urugan pada jalan yang berada di lingkungan pemukiman.
Petrogenesis Lava Bantal Nampurejo di Dusun Kalinampu Dan Sekitarnya, Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah Eliezer, Ishak; Winarno, Tri; Ali, Rinal Khaidar
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 1 (2019): Maret (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.687 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.1.2019.33-41

Abstract

Lava bantal di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masuk dalam Formasi Kebo-Butak. Lava bantal di Desa Jarum dikategorikan ke dalam Anggota Nampurejo. Lava bantal tersebut terbentuk pada Kala Oligosen. Masalah penelitian pada daerah ini ialah belum adanya penelitian mengenai lingkungan tektonik pembentuk batuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lava bantal sehingga dapat diketahui genesa dari lava bantal tersebut. Penelitian ini menggunakan observasi lapangan berupa pemetaan geologi pada area seluas 2 km x 2 km, serta pengambilan sampel lava dan batuan di sekitar lava. Analisis petrografi bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan komposisi mineral penyusun lava bantal. Analisis XRF bertujuan untuk mengetahui karakteristik geokimia magma yang membentuk lava. Lava yang ditemukan di lokasi penelitian bersifat setempat-setempat. Berdasarkan hasil analisis petrografi yang dilakukan sampel lava tersusun atas mineral plagioklas (andesin), augit, kalsit, dan mineral opaq. Berdasarkan hasil analisis petrografi, lava tersebut berjenis andesit. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa magma penyusun lava masuk dalam seri kalk-alkali dengan lingkungan tektonik zona subduksi.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa lava merupakan produk erupsi gunungapi bawah laut yang terbentuk akibat adanya subduksi kerak samudra terhadap kerak benua.
POTENSI PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG PADA PIT 3000, BLOK TORAJA, PT TRUBAINDO COAL MINING BERDASARKAN STUDI KARAKTERISTIK GEOKIMIA DAN MINERALOGI BATUAN OVERBURDEN DAN UNDERBURDEN Winarno, Tri; Ali, Rinal Khaidar; Langit, Wesly Rambu
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 17, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.146 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v17i1.52-61

Abstract

Penambangan batubara di Indonesia kebanyakan dilakukan dengan sistem tambang terbuka, yang menyebabkan batuan yang ada pada lokasi penambangan tersingkap ke permukaan, sehingga mudah bereaksi dengan udara dan air. Tingginya kandungan mineral sulfida seperti pirit dan markasit pada lokasi pertambangan batubara, berpotensi menghasilkan asam tambang. Air asam tambang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan yang menjadi ancaman bagi ekosistem air dan tanah dengan meningkatkan konsentrasi logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan mineral pada lapisan batuan overburden dan untuk mendeterminasi jenis mineral sulfida pembentuk asam tambang. Metode yang digunakan adalah penyelidikan lapangan, analisis mineralogi, geokimia dan pengukuran stratigrafi terukur untuk mengevaluasi kandungan mineralogi dan karakteristik geokimia pada batuan overburden dan underburden lapisan batubara Pit 3000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batuan overburden tersusun oleh batulempung dengan ketebalan berkisar 1,60 m ? 5,15 m, sedangkan batuan underburden dicirikan oleh litologi yang beragam seperti batulempung, batulanau dan batupasir dengan ketebalan berkisar 0,20 m ? 4,50 m. Berdasarkan analisis geokimia pada 18 sampel batuan overburden, diketahui bahwa lapisan overburden memiliki karakteristik yang didominasi oleh batuan Non Acid Forming (NAF) dengan 83% NAF, 11% Potential Acid Forming (PAF) dan 6% uncertain. Karakteristik lapisan underburden didominasi oleh batuan PAF dengan 45% PAF, 19% NAF dan 36% uncertain.
PENENTUAN TIPE ALTERASI BERDASARKAN ANALISIS PETROGRAFI, MINERAGRAFI, DAN GEOKIMIA PADA DAERAH KASIMBAR, KABUPATEN PARIGI MOUTONG, PROVINSI SULAWESI TENGAH Salamah, Ainul Fatayatis; Aribowo, Yoga; Widiarso, Dian Agus; Ali, Rinal Khaidar
Geological Engineering E-Journal Vol 6, No 1 (2014): Volume 6, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3228.923 KB)

Abstract

Hydrothermal alteration is a complex process, because it involves a change in mineralogy, chemistry and texture resulting from the interaction of hydrothermal solutions with rocks in its path on certain physico-chemical conditions (Pirajno, 1992). Hydrothermal processes in certain circumstances will result a collection of certain minerals known as the set of mineral or mineral assemblage (Guilbert and Park, 1986). One evidence of hydrothermal alteration is the appearance of veins that had level of metal minerals and it is also a change on the rock side, as found in Kasimbar District, Moutong Parigi Regency, Central Sulawesi province. In the area discovered the existence of gold in the alluvium sediments that are the result of weathering schist and quartz veining. Gold is found in alluvium sediments are secondary gold or placer gold. From the research that has been done, found gold in quartz veins trapped on phyllite rocks. This study was conducted to determine the lithology of the region, the study based on petrographic analysis, knowing the characteristics of the rock alteration found in the study area based on petrographic analysis mineragraphy, knowing the type of alteration that develops in the area of research, knowing mineralization contained in the study area. Research in Kasimbar District, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province was conducted by analyzing rock samples taken from the area. Analysis is conducted with the petrographic analysis, mineragraphy, lithology and geochemistry of the units located in the area.Based on the results of petrographic thin section analysis of rock samples, lithology contained in Kasimbar District, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province is phyllite, granite and gneiss. Alteration characteristics of the study area is known of the characteristics quartz veins, alteration minerals characteristics and  metal minerals characteristics. Quartz veins in the study area was divided into two, namely quartz veins in granite and quartz veins in metamorphic rocks (parallel and cut foliation). Characteristic alteration minerals contained in the study area is chlorite, sericite, biotite, epidote and quartz. Mineralization characteristics of the region, is study of sulphide minerals such as pyrite, bornite, and enargite; iron oxide minerals such as magnetite and hematite and the mineral element in the form of native gold (Au). Type of alteration is developed in the research area of prophylitic alteration, potassic alteration, silicification alteration, and carbonization alteration. Type of mineral deposits research areas is high sulfidation epithermal deposits.
Analisis Keamanan Tebing Pada Areal Bekas Tambang Di Desa Semaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang Ali, Rinal Khaidar; Najib, Najib; Mulyadi, Adam Kahfi
PROMINE Vol 7 No 1 (2019): PROMINE
Publisher : Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.261 KB) | DOI: 10.33019/promine.v7i1.1057

Abstract

Mining activities has become increasingly widespread in recent years, especially people?s mining, thatjust concerned about the result and not paying attention to the environmental factors.This is causedthe post mining area?s destruction and environmental degradation potential. For this reason, the slopesafety factor enhancement analysis on the post mining area in Semaya Village, Randudongkal Sub-District, Pemalang Regency is needed. Slope stability analysis using Slide 6.0 software to identify thecondition of post mining area from the results of undisturbed sample (UDS) laboratory data.Laboratory testing includes several aspects including water content, weight, specific gravity, grain size,atteberg limit test, and direct shear test. The value of the safety factor is 1,441, the value is in the safecategory because it passes the minimum value limit of the safety factor which is 1.25, this result isobtained from the terracing modeling.
Analisis Sistem Penyaliran Tambang pada Tailing Storage Facility (TSF) PT. Aneka Tambang Tbk. Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Winarno, Tri; Ali, Rinal Khaidar; Mursaliin, Muh.
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 2, No 3 (2019): November (2019)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.68 KB) | DOI: 10.14710/jgt.2.3.2019.135-144

Abstract

Pembangunan dam TSF (Tailing Storage Facility) dibangun untuk menampung limbah hasil pengolahan emas UBPE (Unit Bisnis Pertambangan Emas) PT. ANTAM Pongkor. Pembangunan dam TSF telah selesai dilaksanakan, tetapi masih menyisakan beberapa kendala tentang pengontrolan, yang pada akhirnya menimbulkan kendala teknis, yaitu tidak tersedianya lahan lagi untuk menampung tailing hingga pasca tambang. Permasalahan tersebut akan terselesaikan  dengan mengetahui berapa lama penampungan TSF yang dibangun bisa menampung volume yang bertambah akibat curah hujan pada periode ulang tertentu dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, terutama pada penampungan dam utama TSF. Untuk itu perlu diadakan evaluasi kapasitas tampung pada dam utama untuk mengetahui kemampuan pelayanan aktual TSF hingga tiga tahun ke depan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penanggulangan air pada tambang terbuka atau penyaliran tambang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa berdasarkan perhitungan tingkat pelayanan dam utama cukup untuk menampung curah hujan dengan periode ulang 2 tahunan, tetapi tidak memenuhi rencana pembangunan yang mampu menampung hingga tiga tahun ke depan. Untuk memperpanjang umur atau tingkat pelayanan maka penulis menyarankan untuk menambahkan pompa dan pengerukan endapan tailing, selain sebagai penambahan umur bangunan juga sebagai penyeimbang. Pengerukan tailing alangkah lebih baik dilakukan pemerataan dalam pengerukannya ini berguna untuk menambah kapasitas tampung dam utama.