Helmy Alian
Mechanical Engineering Department Faculty of Engineering Sriwijaya University

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis Of Corrosion Rate For Steel Concrete Reinforcing Pda Reinforced Concrete In Sea Water Media Alian, Helmy
Journal of Mechanical Science and Engineering Vol 4, No 1 (2017): Journal of Mechanical Science and Engineering
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.822 KB)

Abstract

  There is so many buildings that built in corrosive environment, which is because lack of terrain or the functions of the buildings themselves. Many of the buildings use steel as reinforcement to strengthen the construction. The strength of buildings will Decrease if the reinforcing steel is corroded because the steel is very easily corroded. This research is to analyze kind of corrosion, corrosion rate of the steel frame in sea water or salty water. Plain reinforcing steel is used in this research with three different brands as specimens to compare the corrosion rate in sea water medium. Observation results show that the kind of corrosion that occurs in three different kinds of the steel is uniform corrosion. Calculation of corrosion rate in this research shows weight loss method. Calculation result of corrosion rate show that A steel brand has the highest endurance Compared to B and C brand. Difference of corrosion rate is because of chemical composition, Also in each kind of steel is added many elements such as chrome, manganese, copper and nickel to increase of corrosion endurance. Difference of elements that added in steel is Affect the corrosion endurance. Base on the research result can be concluded that corrosion endurance in every brand of stainless still in excellent category because the value of corrosion rate is between 0.02 to 0.01 mm / yr
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU TAHAN PADA PROSES ARTIFICIAL AGING ALUMINIUM DAUR ULANG TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Alian, Helmy; Ali Safikno, Fajar
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2018): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.169 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti melakukan pembanding antara aluminum bekas yang tidak dilakukan perlakuan panas dengan aluminium bekas yang dilakukan proses artificial aging pada temperatur 160oC, 190oC, dan 210oC dengan waktu tahan selama 5 jam. Penuaan buatan (artifical aging) adalah penuaan untuk paduan aluminium yang di aging hardening dalam keadaan panas. Artifical aging berlangsung pada temperatur antara 93oC-232oC dan dengan lamanya waktu penahanan tergantung jenis paduannya. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji kekerasan (brinell), uji impek dan pengamatan struktur mikro. Pada pengujian kekerasan (brinell) terjadi peningkatan kekerasan aluminium yang maksimal terjadi pada temperatur 190oC yang didinginkan dengan air yang semula kekerasannya 92,33 BHN meningkat menjadi 113,12 BHN dibandingkan dengan proses lainnya. Sedangkan pada pengujian uji impek tingkat keuletan tertingginya terjadi pada temperatur 160oC yang di dinginkan dengan udara yang semula tingkat keuletannya 4,19 joule meningkat menjadi 5,83 joule dibandingakan dengan proses lainnya. Selanjutnya pada pengamatan struktur mikro terjadi penyebaran dan penyempetin batas butir aluminium. Dari pengujian tersebut membuktikan bahwa lamanya waktu penahan dan proses pendinginan berpengaruh pada sifat mekanik aluminium bekas
KAJIAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PADUAN TIMAH AKI (10%, 15%, 20%, 25%) PADA CORAN TEMBAGA PIPA AC (AIR CONDITIONER) BEKAS TERHADAP SIFAT MEKANIK Alian, Helmy; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 15, No 2 (2015): Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.361 KB)

Abstract

ABSTRAK   Proses pengecoran adalah salah satu teknik pembuatan produk, dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam ronggga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Pengaruh penambahan timah aki (10%,15%,20%, dan 25%) pada coran tembaga terhadap sifat mekanik akan berbeda sesuai dengan jumlah variable persentase timah. Hasil coran tembaga paduan timah tersebut, akan dilakukan pengujian untuk mengetahui sifat mekanik material hasil coran tersebut. Pengujian yang akan dilakukan adalah pengujian kekerasan brinell, pengujian impak, dan pengujian tarik. Hasil pengujian terhadap coran tembaga-timah menunjukkan bahwa pengaruh persentase kandungan timah pada nilai kekerasannya mengalami penurunan yakni pada tembaga paduan timah 10% nilai kekerasan rata-ratanya 51,211 BHN, untuk tembaga paduan timah 15% nilai kekersan rata-ratanya 46,147 BHN, untuk tembaga paduan timah 20% nilai kekerasannya 44,583 BHN, sedangkan untuk tembaga paduan timah 25% adalah 41,183 BHN. Pada pengujian Impak, Energi (E) pada tembaga paduan timah 10% adalah 9,03 Joule, sedangkan untuk tembaga paduan timah 15%,20%, dan 25% mengalami penurunan nilai energy (E). Pada pengujian tarik yang telah dilakukan didapatkan regangan (ε) pada tembaga paduan timah 10% sebesar 3,750, untuk tembaga paduan timah 15% sebesar 4,375, untuk tembaga paduan timah 20% sebesar 5,625, sedangkan untuk tembaga paduan timah 25% yakni 5,625. Kata kunci : pengecoran, tembaga paduan timah, pengujian kekerasan, pengujian impak, pengujian tarik. Abstract Casting process is one of manufacturing techniques, where the metal melted in a crucible and then poured into a mold ronggga similar to the original form of castings to be made. Effect of the addition of lead storage battery (10%, 15%, 20%, and 25%) on the mechanical properties of copper castings will vary according to the number of variables the percentage of lead. Results copper tin alloy castings, will be tested to determine the mechanical properties of the material results of the castings. Testing to be performed is Brinell hardness testing, impact testing, and tensile testing. The test results of copper-tin castings showed that the effect on the percentage of lead content has decreased the hardness value on copper 10% tin alloy hardness values â??â??averaged 51.211 BHN, for copper 15% tin alloy kekersan average value of 46.147 BHN, for copper alloy tin 20% 44,583 BHN hardness values, while for copper 25% tin alloy is BHN 41.183. At Impact test, Energy (E) on copper 10% tin alloy is 9.03 Joule, while for copper alloy tin 15%, 20%, and 25% decreased energy value (E). In the tensile testing has been done obtained strain (ε) in copper alloy tin 10% of 3,750, for a 15% copper alloy tin of 4.375, for copper 20% tin alloy was 5.625, while for copper 25% tin alloy which is 5.625. Keywords: casting, copper tin alloy, hardness testing, impact testing, tensile testing.