Articles

Found 25 Documents
Search

BERDIRINYA KEUSKUPAN SINTANG (KALIMANTAN BARAT) Apriyanthy.LK, Elsa Carlina; Aman, Aman
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019): Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v7i2.1911

Abstract

Penelitian ini berjudul ?Berdirinya Keuskupan Sintang (Kalimantan Barat)?. Penelitian ini mengkaji mengenai Keuskupan Sintang di Kalimantan Barat. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : pertama, ?Bagaimana latar belakang berdirinya Keuskupan Sintang??, kedua, ?Bagaimana proses berdirinya Keuskupan Sintang??,. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan interdisipliner. Adapun langkah-langkah seperti yang disebutkan diatas mengacu kepada metodologi penelitian Sejarah yang mengandung empat langkah penting, yaitu : 1.Heuristik, 2.Kritik Sumber, 3.Interpretasi Sumber, 4.Historiografi. Hasil dari penelitian ini adalah dapat diambil kesimpulan: Pertama, Latar belakang dari berdirinya Keuskupan Sintang berawal dari karya misi dan melakukan pelayanan kepada seluruh umat. Adapun tempat untuk melakukan pelayanan di Indonesia khususnya di Sintang, Kalimantan Barat dimulai di daerah pedalaman tempat Etnis Dayak dan menyebar ke daerah-daerah lain, termasuk salah satunya di Kabupaten Sintang. Kedua, Melihat dari sejarah perjalanan karya misi yang panjang. Maka, ada keinginan untuk mendirikan Keuskupan Sintang. Untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu meningkatkan status wilayah Sintang dan Kapuas Hulu menjadi Prefektur Apostolik Sintang pada tahun 1948, dan ditingkatkan lagi menjadi Vikariat Apostolik Sintang pada tahun 1956, setelah itu mendirikan tahta Keuskupan yaitu Gereja Katedral Kristus Raja Sintang yang selesai dibangun pada tahun 1957, dan barulah ditingkatkan menjadi Keuskupan Sintang yang secara resmi berdiri pada tahun 1961.
UNDERSTANDING INDONESIAN HISTORY, INTEREST IN LEARNING HISTORY AND NATIONAL INSIGHT WITH NATIONALISM ATTITUDE Setiawan, Johan; Aman, Aman; Wulandari, Taat
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 9, No 2: June 2020
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v9i2.20474

Abstract

The purpose of this study was to investigate the relationship of understanding Indonesian history, interest in learning history and national insight with the nationalism attitude of State Senior High School students in Ngaglik subdistrict, Yogyakarta. The data collection uses tests and questionnaires distributed to 126 students who were the respondents, the data were analyzed quantitavely using SPSS version 21. The validity test of the instrument using biserial point correlation and reliability test using the KR 20 formula. Analysis prerequisite tests include normality test, linearity test, and multicollinearity test. The hypotheses were tested using Pearson?s product moment correlation and multiple correlation The results of the data analysis shows: (a) there is a positive and significant relationship between understanding Indonesian history with nationalism attitude of students; (b) there is a positive and significant relationship between interest in learning history and nationalism attitude of students; (c) there is a positive and significant relationship between national insight and nationalism attitude of students?; and (d) there is a simultaneously positive and significant relationship between understanding of Indonesian history, interest in learning history, and national insight with nationalism attitude of students
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF TEMA MENGHARGAI JASA PAHLAWAN BERBASIS SOSIOKULTURAL DI SEKOLAH DASAR Waridah, Waridah; Aman, Aman
Jurnal Prima Edukasia Vol 3, No 2: Juli 2015
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.588 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perangkat pembelajaran tematik-integratif berbasis sosiokultural yang layak bagi peserta didik dan mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran tematik-integratif berbasis sosiokultural dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall yang dikelompokkan ke dalam lima tahapan yaitu ekplorasi, perencanaan, pengembangan produk, uji produk dan finalisasi. Subjek uji coba penelitian adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri Serayu Yogyakarta pada semester kedua tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 72 peserta didik terdiri dari 22 peserta didik uji utama dan 50 peserta didik uji coba terbatas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil validasi ahli, praktisi dan rekan sejawat menunjukkan perangkat pembelajaran tematik-integratif berbasis sosiokultural layak digunakan dengan kategori sangat baik. Keefektifan ditinjau dari hasil posttest menunjukkan ada peningkatan rata-rata 36% dengan ketuntasan belajar 84%. Ada perbedaan keefektifan perangkat pembelajaran yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan signifikansi p=0,001≤0,05. Kata Kunci: pembelajaran tematik-integratif, perangkat pembelajaran, sosiokultural.   DEVELOPING A THEMATIC-INTEGRATIVE LEARNING EQUIPMENT THE THEME MENGHARGAI JASA PAHLAWAN WITH SOCIOCULTURAL BASIS AT ELEMENTARY SCHOOL Abstract The aims of this research are to determine of learning equipment of thematic-integrative with sociocultural basis suitable to students and determine the effectiveness of learning equipment of thematic-integrative with sociocultural basis in improving student learning outcomes elementary school. This research used the research and development. Development referred to the Borg and Gall development model which is classified into five stages consist of exploratory research, planning, product development, product testing, and finalization. Subjects of the research were fourth grade students of SD Negeri Serayu Yogyakarta at semester two in the academic year of 2013/2014 with the total number of students 72 which consist of 22 main test learners and 50 learners of field operational test. The results show that results of validation experts, practitioners, and colleagues demonstrated thematic-integrative learning equipment based sociocultural can be used with the excellent category. Effectiveness in terms of the results of posttest show an increase with an average of 36 % with a 84 % passing grade. There are significant differences in the effectiveness of the learning equipment between the experimental class and the control class with the significance p=0.001 ≤0.05. Keywords: thematic-integrative learning, learning equipment, sociocultural
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI IMPLEMENTASI STRATEGI PETA KONSEP DI SMP MUHAMMADIYAH 3 DEPOK Hendriani, Wiwik; Aman, Aman
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.893 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mendiskripsikan implementasi strategi peta konsep  untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS peserta didik, 2) meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS peserta didik melalui implementasi strategi peta konsep, dan 3) mengetahui kendala-kendala dan cara mengatasi kendala yang dihadapi dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS . Penelitian tindakan kelas ini diimplementasikan pada peserta didik kelas VIII D SMP Muhammadiyah 3 Depok Sleman karena terindikasi bahwa aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPS masih rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Aktivitas peserta didik mengalami peningkatan yaitu dari rerata keseluruhan 3,39 atau senilai 67,8 pada siklus I menjadi 3,48 yaitu senilai 70 pada siklus II yaitu klasifikasi cukup menjadi baik. Hasil belajar peserta didik yang mencapai nilai KKM pada siklus I sebanyak 14 orang yaitu sekitar 43,75 % dan meningkat pada siklus II menjadi 28 orang dengan persentase 85%. Kendala-kendala yang dihadapi ini adalah masih lemahnya manajemen waktu dari peneliti dalam proses pembelajaran serta penilaian terhadap aktivitas peserta didik karena terbatasnya pengamatan terhadap mereka dan kadang bersifat subjekif. Upaya mengatasi kendala yang dihadapi dengan pengalokasian waktu yang ketat dalam proses pembelajaran dan penilaian aktivitas peserta didik dapat dilakukan dengan penilaian antar mereka.Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, strategi peta konsep
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI IMPLEMENTASI CTL METODE GI BERBANTUAN MEDIA SMP NEGERI 6 RAHA Jamrut, Jamrut; Aman, Aman
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.427 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengimplementasikan CTL dengan metode GI berbantuan media, (2) meningkatkan hasil belajar IPS. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII-1 SMP Neg 6 Raha tahun pelajaran 2013/2014.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan nilai rata-rata untuk membandingkan kemajuan antar siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi CTL dengan metode GI berbantuan media meningkatan  hasil belajar kognitif. Pada siklus I sebesar 69,33 atau mengalami ketuntasan belajar sebesar 60%, menjadi 78,86 atau mengalami ketuntasan belajar sebesar 90% pada siklus II.Kata Kunci : CTL, group investigation, media pembelajaran, hasil belajar
PENGARUH SUHU SINTERING PADA PEMBUATAN PROTOTIPE REPLIKA TULANG BERBASIS HIDROKSIAPATIT DENGAN METODE STARCH CONSOLIDATION Putra, Adi Mulyadi; Aman, Aman; Fadli, Ahmad
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 6 (2019): Edisi 2 Juli s/d Desember 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

3D bone replica based on porous Hydroxyapatite (HA) is a candidate bone implant material that has similarities to the original bone. Starch consolidation is one of the methods for making HA scaffold The purpose of this research are to determine the effect of sintering temperature on porous HA characteristics. This research was conducted by mixing 20 grams of HA with 8 grams of sago starch and 25 ml of distilled water to form slurry. The slurry formed was then stirred at 400 rpm. The mixture was then put into a mold. Then the mixture in the mold was heated to 100oC for 60 minutes. After that, the green bodies are removed from the mould and dried in an oven at 80°C for 24 hours and 110°C for 8 hours. The dried sample is then put into the furnace. Combustion is carried out at a temperature of 600?C and ended with sintering at a temperature of 1250?C with the increasing rate of sintering temperature at 2°C/minute and holding time for 1 hour. The higher the sintering temperature causing the density, shrinkage and bending stress to be greather. Sintered bodies show density in the range of 2.52-2,56 gr/cm3, shrinkage 35.87?39.47% and bending stress 4,026.49 MPa. Keywords: bending stress; bone replica; hydroxypatite; sintering
Perlindungan Hukum Notaris Dalam Melaksanakan Rahasia Jabatan Aman, Aman
Recital Review Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 30 Juli 2019
Publisher : Magister Kenotariatan, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.993 KB)

Abstract

Ini adalah penelitian yang mempelajari tentang perlindungan hukum bagi notaris dalam melaksanakan rahasia jabatan. Isu yang diangkat dalam penelitian ini membahas tentang bagaimana bentuk-bentuk perlindungan hukum bagi notaris yang beriktikat dengan baik dalam melakukan rahasia resmi dan apa alasan untuk kebutuhan perlindungan hukum bagi notaris yang bermaksud baik dalam melakukan kerahasiaan profesional. Penelitian ini menggunakan deskripsi tindakan normatif, sistematisasi dan penjelasan isi hukum positif secara mendalam dengan menggunakan konsep, pendekatan hukum dan analisis sinkronisasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan menganalisis secara mendalam bentuk-bentuk perlindungan hukum bagi notaris dalam melaksanakan rahasia resmi sebagaiamana yang diatur dalam Undang-undang tentang jabatan notaris serta apa alasan adanya perlunya perlindungan hukum bagi notaris dalam melaksanakan Keluar kerahasiaan profesional. Hasilnya menunjukkan bahwa notaris sebagai pejabat publik, merupakan salah satu posisi profesional yang memiliki peran sangat besar dalam mengakomodasi tindakan hukum masyarakat yang dilakukan sesuai dengan tuntutan zaman. Kewenangan dan kewajiban negara pemberi notaris melalui hampir mencakup semua ruang untuk hubungan hukum yang ada di masyarakat, semua organisasi sosial baik asosiasi maupun yayasan adalah badan hukum yang mewajibkan produk notaris dalam pendiriannya. Kepada notaris dalam melakukan persyaratan perlindungan rahasia resmi, suatu bentuk perlindungan didefinisikan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan Pasal 66 bukan untuk menempatkan posisi notaris sebagai pejabat publik dalam menjalankan jagatnya yang dilindungi, dengan cara memanggil yang bersangkutan harus secara jelas, untuk menghindari semua ketentuan yang berlaku, karena Notaris selalu terikat untuk Kerahasiaan kantor selalu dijaga. Selain itu, untuk melindungi protokol notaris yang di dalamnya termasuk huruf dilekatkankan pada akta minuta (asli) dan notaris berkewajiban untuk selalu mengikuti sebaik sebaik itu, karena nantinya dinyatakan sebagai arsip negara. Notaris sebagai pejabat publik yang berwenang untuk membuat tindakan otentik dari semua akta, kesepakatan, dan ketentuan yang dipersyaratkan oleh undang-undang dan atau yang diinginkan oleh pemangku kepentingan untuk dinyatakan dalam akta otentik, dengan menjamin tanggal akta, menyimpan sertifikat, memberikan grosse, salinan dan pejabat Salinan, semua itu sepanjang permbuatan perbuatan tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau yang ditentukan oleh undang-undang. Adanya lembaga pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1) untuk menjaga keseimbangan dan kewajiban, dimana hak penolakan yang dimiliki oleh notaris dan proses penegakan hukum adalah bagian untuk melindungi kerahasiaan. Oleh karena itu diperlukan untuk memberikan perlindungan hukum.
MATA PELAJARAN SEJARAH SMA DI KURIKULUM 2013 Febbrizal, Febbrizal; Aman, Aman
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n2i2

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi pelajaran sejarah di kurikulum 2013 jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat) dan mengetahui kedudukan kajian sejarahnya dalam bagian yang menjadi komponen krusial kurikulum 2013. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (research library) yang tidak hanya menelusuri sumber pustaka yang sesuai dengan kajian penelitian namun juga menjadikan data untuk penulisan. Hasil penelitian menunjukan posisi mata pelajaran sejarah membentuk dua cabang besar pada sejarah Indonesia (wajib) yang digunakan oleh semua kelompok peminatan (IPA dan IPS) dan cabang sejarah peminatan (IPS) yang ruang lingkupnya lebih komprehensif. Kelompok sejarah wajib dan peminatan pada evolusi standar kompetensi (SK) pada kurikulum sebelumnya menjadi kompetensi inti (KI) yang menunjukan perbaikan tujuan pencapaian kompetensi.Abstract:The purpose of this research was to analyze the study of the history subjects of the 2013 curriculum for high school (or equivalent), and then look at the position of their historical studies in the part which is a crucial component of the 2013 curriculum. The research library is not only tracing the source of the literature. according to research studies but also makes it data for writing. The results showed that the position of historical subjects formed two major branches in Sejarah Indonesian (wajib) used by all specialization groups (IPA and IPS) and Sejarah Peminatan (IPS) branches that were more comprehensive in scope. It was required to the history group and specialization as the evolution of competency standards (SK) which was in the previous curriculum became core competencies (KI) which indicated the improvement of the competency achievement goals.
Developing formative authentic assessment instruments based on learning trajectory for elementary school Surya, Anesa; Aman, Aman
REiD (Research and Evaluation in Education) Vol 2, No 1 (2016): June
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta (Yogyakarta State University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v2i1.6540

Abstract

This research aims to (1) develop research formative authentic assessment instruments based on learning trajectory that is eligible for the fourth grade students of elementary schools; and (2) develop formative authentic assessment instruments based on learning trajectory that is effective for the fourth grade students of elementary schools. This developmental study refers to the model developed by Borg & Gall. The developmental design was grouped into four development procedures, consisting of: (a) Exploration, (b) development of the draft/prototype, (c) product testing and revisions, and (d) final validation. The experimental subjects are some pilot project elementary schools which used Curriculum 2013 in Ngawi Regency. The data were collected using interview guides, documentation, assessment sheets of the product instrument of authentic assessment, observation sheets of the students, achievement test, questionnaire responses of teachers and students. The data of the instrument reliability were analyzed in terms of item discrimination and item difficulty, and the agreement index was employed for the reliability of the instrument. The research finding reveals that the research instrument in terms of attitude assessment, assessment of knowledge and skills according to subject-matter experts and experts in evaluation is categorized as ‘very good’. The results of the item discrimination analysis show that nonnegative and item difficulties  range from easy to hard. The formative authentic assessment instruments are categorized as ‘reliable’ by the agreement index of ≥ 0.75.
KH. AHMAD HANAFIAH PEJUANG KEMERDEKAAN INDONESIA ASAL KARESIDENAN LAMPUNG Setiawan, Johan; Aman, Aman
HISTORIA : Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018): HISTORIA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v6i1.1252

Abstract

This research inteded to find the biography of KH. Ahmad Hanafiah and to examine his fight in haslling the Independent of Indonesia in Karesidenan Lampung. The methode of this research was historic method by using steps, (1) heuristics, (2) resource critics, (3) interpretations, (5) historiography. Derivying the result from the instruments, it can be drawn as follows; (1) KH. Ahmad Hanafiah was a clergy and a religion teacher who served himself as the politician or a teacher in Lampung region. (2) KH. Ahmad Hanafiah was a leader of Sukadana Hisbullah Troops whom sacrifice himself in facing the first Netherland Military Agression and he was died in the battlefield in 1947.Keywords: KH. Ahmad Hanafiah, Patriotist, Lampung Region