Nonoh Siti Aminah
Prodi Pendidikan Fisika, Jurusan PMIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A, Surakara, Telp/Fax (0271) 648939

Published : 45 Documents
Articles

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN OTENTIK BERBASIS SCIENTIFIC LITERACY PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Widowati, Tutut; Aminah, Nonoh Siti; Cari, Cari
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Juni 2016
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v5i2.9466

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan dan kualitas dari instrumen penilaian otentik berbasis scientific literacy pada pembelajaran Fisika di SMA sebagai implementasi Kurikulum 2013. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D). Penelitian utama dilakukan di kelas X-MIA 1 SMA N 5 Surakarta pada tahun pelajaran 2013/2014. Data yang diperoleh berupa: (1) data kualitatif, yaitu hasil wawancara untuk analisis kebutuhan dan saran serta komentar terhadap kualitas produk dan perangkat (silabus, RPP, kisi-kisi dan rubrik); dan (2) data kuantitatif, berupa: (a) hasil validasi isi tentang kualitas produk dan respon produk dilihat dari nilai rata-rata totalnya; (b) hasil validasi konstruk dan reliabilitas lembar observasi dan angket penilaian; dan (c) taraf kesukaran, daya beda, dan keefektifan pengecoh serta reliabilitas item tes (tes otentik dan non otentik). Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa: (1) proses pengembangan instrumen penilaian otentik berbasis scientific literacy pada pembelajaran Fisika di SMA sebagai implementasi Kurikulum 2013 mengacu pada model 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, et.al., terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate; dan (2) kualitas instrumen sangat baik, dilihat dari: (a) hasil analisis data tahap validasi, yaitu nilai rata-rata validasi isi produk dan validasi isi tiap perangkat memenuhi kriteria sangat baik; (b) nilai rata-rata respon produk pada tahap uji coba kecil memenuhi kriteria sangat baik; (c) hasil analisis data uji coba skala besar yang terdiri dari: (i) masing-masing item lembar observasi, angket penilaian, dan soal evaluasi valid dan reliabel; dan (ii) nilai rata-rata respon produk memenuhi kriteria sangat baik; (d) nilai rata-rata respon produk pada tahap penyebaran memenuhi kriteria sangat baik; dan (e) tervalidasinya item tes non otentik dengan nilai reliabilitas yang memenuhi kriteria cukup.
Student's Conception about Friction Force Direction in Physics Education Sebelas Maret University Wulandari, Puspita Septim; Cari, C; Aminah, Nonoh Siti
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 1, No 2 (2017): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jphystheor-appl.v1i2.19122

Abstract

The student's conception of friction force direction on objects is different. Student’s conceptions are important to improve the next learning process. The aim to the research was to know student’s conception about friction force direction. This research was a qualitative descriptive. Samples consisted of  33 students from Physics Education UNS semester 1 who have not obtained the material friction in the lecture. Data collected through test and intervie. Data were analyzed by reduction, presentation, conclusion and verification. Based on the result of student conception showed the average of 82,82% student can describe the direction of friction force on objects with translational motion, 18,18% student can describe the direction of friction force on objects with translational and rotation motion inclane and all students can not describe the direction of friction force on bicycle wheels.
PEMBELAJARAN BERBASIS ICT RELIGI MODEL ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN PRESTASI BELAJAR LISTRIK DINAMIS PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 8 SURAKARTA Muslih, Amin; Sunarno, Widha; Aminah, Nonoh Siti
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian tindakan ini untuk memperbaiki proses pembelajaran fisika dan untuk meningkatkankarakter: religius, jujur, disiplin, cinta tanah air dan peduli sosial serta prestasi belajar fisika kompetensilistrik dinamis. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 8 Surakarta tahun 2012/2013 semester 2 dengansubjek penelitian kelas X 7. Pembelajaran berbasis ICT religi model animasi dengan metode demonstrasidan penugasan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan lebih baik pada aktivitas belajar dalam hal:kedisiplinan, belajar berpusat pada siswa, ketertiban dalam pembelajaran, tanggung jawab, kejujuran,kerjasama yang baik. Perubahan aktivitas belajar mengefektifkan difusi inkulkasi dan keterampilan asertifdari bahan ajar berbasis ICT religi, sehingga karakter menjadi lebih baik. Perubahan karaktermeningkatkan kemampuan berpikir yang dimanifestasikan perilaku lebih santun, dan prestasi belajar lebihbaik secara induvidual dan klasikal. Data prestasi belajar predikat baik, ketuntasan belajar, dan koefisienvarian, berturut-turut pada prasiklus: 15%, 59%, dan 15%, meningkat pada siklus 1 menjadi: 33%, 78%,dan 14%, meningkat lagi pada siklus 2 menjadi 85%, 96%, dan 9%.Kata kunci: ICT Religi; Animasi; Karakter: Prestasi Belajar.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN MODUL DAN BULETIN DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Fatimah, Siti; Sarwanto, Sarwanto; Aminah, Nonoh Siti
Jurnal Inkuiri Vol 2, No 01 (2013): Jurnal Inkuiri
Publisher : Jurnal Inkuiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika dengan PBL menggunakan modul dan buletin, kemampuan verbal, serta motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Sidareja tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 4 kelas. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak 3 kelas.  Kelas eksperimen 1 menggunakan modul, kelas eksperimen 2 menggunakan buletin, dan kelas eksperimen 3 menggunakan pendekatan konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi kognitif produk dan kemampuan verbal siswa, metode angket untuk mendapatkan informasi prestasi kognitif proses, prestasi afektif, dan motivasi berprestasi siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan uji Kruskall-Wallis. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin memiliki pengaruh lebih baik daripada pendekatan konvensional terhadap prestasi produk dan proses; (2) tidak ada pengaruh antara pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin dengan kemampuan verbal terhadap prestasi belajar; (3) ada pengaruh pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi kognitif proses dan afektif; (4) pendekatan PBL menggunakan modul dan buletin memiliki interaksi yang lebih baik dengan kemampuan verbal dan motivasi berprestasi kategori tinggi dan rendah daripada pendekatan konvensional. Kata kunci: pembelajaran fisika, pendekatan PBL, modul, buletin
PENYUSUNAN INSTRUMEN TES KINEMATIKA SATU DIMENSI-KINEMATIKA UNTUK IDENTIFIKASI MISKONSEPSI FISIKA PADA MAHASISWA PESERTA MATA KULIAH FISIKA DASAR Masithoh, Dyah Fitriana; Aminah, Nonoh Siti; Busthomi, Akhmad Rizal; Ambarwati, Aniks
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen Test Kinematika Satu Dimensi-Kinematikaterstandard sebagai instrument untuk identifikasi  miskonsepsi Fisika pada mahasiswa peserta mata kuliah Fisika Dasar. Penelitian akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tahun pertama bertujuan untuk menyusun  Test Kinematika Satu Dimensi-Kinematikaterstandard untuk identifikasi  miskonsepsi Fisika berdasarkan silabus Mata Kuliah Fisika Dasar yang berlaku di Prodi Pendidikan Fisika FKIP UNS. Tahap kedua pada tahun kedua bertujuan untuk mengujicoba Test Kinematika Satu Dimensi-Kinematikaterstandard yang disusun di tahun pertama hingga diperoleh instrumen tes Kinematika Satu Dimensi-Kinematikaterstandard sebagai instrument identifikasi miskonsepsi materi Fisika pada peserta mata kuliah Fisika Dasar. Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian pengembangan dari Borg & Gall. Data yang akan dikumpulkan berupa data-data kualitatif dan didukung data-data yang bersifat kuantitatif, melalui teknik tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data penelitian yaitu silabi mata kuliah Fisika Dasar yang berlaku di program studi Fisika jurusan PMIPA FKIP UNS, referensi materi Fisika Dasar, pengampu mata kuliah Fisika Dasar.  Teknik analisis kuantitatif menggunakan programolah data komputer dari QUEST.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS SCIENTIFIC PADA MATERI FLUIDA STATIS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Puspitasari, Yulia Dewi; -, Suparmi -; Aminah, Nonoh Siti
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains FKIP UNS Vol 1, No 1 (2014): Seminar Nasional Pendidikan Sains IV (SNPS IV 2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan modul fisika berbasis scientific, mengetahui kelayakan modul fisika berbasis scientific, dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis scientific pada materi fluida statis. Metode penelitian yang digunakan merupakan Research and Development (R&D). Pengumpulan data menggunakan soal tes dan lembar observasi. Pengembangan modul dilaksanakan mengacu pada model ADDIE dengan tahapan Analyse, Design, Development, Implementation, Evaluation yang dikemukakan oleh Russel dan Molenda. Pengembangan modul dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, dan peer review. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa modul kemudian direvisi dan diimplementasikan di kelas X-MIA 4 SMA Negeri 6 surakarta. Keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis dengan uji parametrik dengan uji t test menggunakan software IBM SPSS Statistic 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan modul fisika berbasis scientific pada materi fluida statis mengalami peningkatan. Dari lima aspek keterampilan berpikir kritis, aspek memberi penjelasan sederhana (elementary clarification) mengalami peningkatan yang tinggi diikuti membangun keterampilan dasar (basic support), menyimpulkan (interference), memberikan penjelasan lebih lanjut (advanced clarification), dan mengatur strategi & taktik (strategy & tactics).  
UJI SIFAT OPAMP BERBASIS SINKRONISASI MATERI PRAKTIKUM IC 741 UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA Jamzuri, Jamzuri; Aminah, Nonoh Siti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.915 KB)

Abstract

IC OpAmp adalah peranti digunakan sebagai penguat sinyal masukan baik AC maupun DC, dalam bentuk operasi tegangan dan arus, untuk reproduksi suara, sistem komunikasi, sistem penghitung penjumlah, perkalian, pembagian, integral dan diferensial serta logaritma dan anti logaritma.Untuk mempelajari penguat operasional, akan menjadi sangat mudah jika mahasiswa menguasai pengertian tentang Sifat dasar Op-Amp, Keberlakuan Hukum Ohm dan Untai setara Thevenin atau Norton serta uji perilaku OpAmp pada pola input dibandingkan terhadap pola outputnya.Rumusan masalah : (1) Apakah hukum Ohm, Theorema Thevenin dan Norton dapat membantu analisis untai OpAmp? (2) Apakah perilaku OpAmp dapat ditunjukkan oleh untai IC 741?Metodologi penelitian : (1) Memilih model praktikum yang cocok dengan sifat dasar OpAmp. (2) Membandingkan pola input terhadap outputnyaHasil uji penelitian : (1) Hukum Ohm, Theorema Thevenin dan Norton membantu analisis untai OpAmp ? (2) Jika Ofset nol IC 741 diatur (0 Volt) maka ada kecocokan sifat OpAmp antara teori dan praktek. (3) IC 741 dapat menunjukkan sistem OpAmp sebagai untai penghitung penjumlah, perkalian, pembagian, integral dan diferensial.Kata kunci : Watak OpAmp
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS CTL MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA MATERI ALAT OPTIK DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA DI SMA Murtini, Lis; Aminah, Nonoh Siti; Rahardjo, Dwi Teguh
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.595 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya (1) Perbedaan pengaruh penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan kognitif siswa, (2) Perbedaan pengaruh kemampuan awal siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa, (3) Interaksi penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dan kemampuan awal terhadap kemampuan kognitif siswa.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial (2 x 3). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester II SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel yang diambil terdiri dari dua kelas yakni kelas X-5 berjumlah 41 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X-6 berjumlah 41 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan teknik dokumentasi. Teknik tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan awal siswa sebelum diberi pembelajaran pada sub pokok bahasan Pemantulan dan Pembiasan Cahaya serta data kemampuan kognitif siswa pada sub pokok bahasan Alat Optik setelah diberi pembelajaran. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengetahui keadaan awal siswa pada kedua kelas. Data dianalisis menggunakan anava dua jalan dengan isi sel tak sama.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada perbedaan pengaruh penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui metode eksperimen dan demonstrasi terhadap kemampuan kognitif siswa>), (2) Ada perbedaan pengaruh kemampuan awal siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif siswa>, (3) Tidak ada interaksi penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dan kemampuan awal terhadap kemampuan kognitif siswa<.Kata kunci : pendekatan CTL, kemampuan awal, metode eksperimen, metode demonstrasi
PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU BERBASIS EMPAT PILAR PENDIDIKAN DENGAN TEMA PANTAI UNTUK SISWA KELAS VII SMP/MTs Astuti, Ratih Artwiantini; Aminah, Nonoh Siti; Sukarmin, Sukarmin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.436 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk;  (1) mendeskripsikan karakteristik modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs. (2) mendapatkan modul IPA terpadu berbasis empat pilar pendidikan dengan tema pantai untuk siswa kelas VII SMP/MTs yang telah memenuhi kriteria kelayakan. Metode penelitian ini adalah R & D dengan mengacu model Borg dan Gall (1983) melalui 10 tahapan. Modul tersebut disusun berbasis empat pilar pendidikan yang terdiri dari unsur learning to do, learning to live together, learning to know, dan learning to be yang dijabarkan dalam materi dengan variasi kegiatan. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi,  media, dan bahasa, serta uji coba (awal, utama, dan operasional) kepada siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon siswa dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul IPA dibuat terpadu dengan menggunakan model keterpaduan connected dan disusun berbasis empat pilar pendidikan (learning to do, learning to live together, learning to know dan learning to be) yang tersirat dalam modul. (2) modul dikategorikan layak karena telah melalui uji kelayakan (materi, media, bahasa, guru, teman sejawat dan respon siswa) dan didukung oleh perhitungan cut off yang menyatakan modul berkategori layak.Kata kunci : Modul, Pembelajaran Berbasis Empat Pilar Pendidikan
PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN METODE SEGITIGA BOLA Aditiani, Suci Novira; Masithoh, Dyah Fitriana; Aminah, Nonoh Siti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.643 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan arah kiblat dengan metode segitiga bola.Pemahaman tentang arah kiblat sangat penting bagi umat Islam, karena menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah shalat. Meskipun kini teknologi untuk menentukan arah kiblat sudah canggih, namun perlu diketahui bagaimana cara menentukan arah kiblat yang sebenarnya. Penentuan arah kiblat dengan metode segitiga bola didasari oleh segitiga pada permukaan bola bumi yang dibentuk oleh tiga lingkaran besar bola bumi, yaitu dua lingkaran garis bujur bumi dan satu lingkaran kiblat. Perpotongan ketiga lingkaran besar tersebut membentuk tiga buah titik, yaitu titik A (Makkah), titik B (lokasi yang akan dihitung arah kiblatnya), dan titik C (Kutub Utara). Langkah-langkah dalam penentuan arah kiblat diantaranya: (1) Disiapkan data-data yang dibutuhkan dalam perhitungan arah kiblat suatu tempat, yaitu data lintang dan bujur Ka’bah (kota Makkah), serta data lintang dan bujur tempat lokasi/kota yang akan dihitung arah kiblatnya; (2) Penghitungan arah kiblat dengan menggunakan rumus, dengan: B = Sudut arah kiblat suatu tempat, C = Selisih bujur Kabah dengan bujur tempat yang dicari arah kiblatnya, a = 90o – φ tp (lintang tempat), dan b = 90o – φ ka (lintang Ka’bah); (3) Penghitungan azimuth kiblat sejati dari arah utara sejati searah jarum jam, dimana azimuth kiblat sejati = 360o – sudut arah kiblat (B); (4) Penentuan arah kiblat sebenarnya dengan mengukur menggunakan penggaris busur sebesar azimuth kiblat sejati dari utara sejati.Kata kunci : segitiga bola, lingkaran besar bola bumi, arah kiblat, sudut arah kiblat, azimuth kiblat