Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Kadar Serum Erithropoietin Dengan Transferin Pada Ibu Hamil Anemia Dan Ibu Hamil Normal Satria, Epi; Amir, Arni; Vaulinne, Vaulinne
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab anemia dalam kehamilan yaitu akibat defisiensi besi. Pemeriksaan ertitropoietin dan transferin menjadi alternatif dalam mengidentifikasi anemia defisiensi besi pada ibu hamil. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan kadar serum erithropoietin terhadap transferin pada ibu hamil anemia dan ibu hamil normal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional comparative study. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kuranji pada bulan November 2018 sampai Januari 2019. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil anemia dan hamil normal dengan jumlah sampel 64 orang pada dua kelompok. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Pemeriksaan kadar eritropoietin dan transferin dilakukan di laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand dengan metode ELISA. Uji normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk dan uji t tidak berpasangan dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar eritropoietin pada ibu hamil anemia yaitu 69,83 ± 20,21 mU/ml, dan 57,81 ± 21,86 mU/ml pada ibu hamil normal (p<0,05). Rerata kadar transferin pada ibu hamil anemia yaitu 203,32 ± 77,66 ng/ml, dan 165,63 ± 65,12 ng/ml pada ibu hamil normal (p<0,05). Terdapat hubungan kadar eritropoietin dengan transferin pada ibu hamil anemia (p<0,05). Spulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan rerata kadar eritropoietin dan transferin pada ibu hamil anemia dan normal. Terdapat hubungan kadar serum erithropoietin dengan transferin pada ibu hamil anemia, namun tidak terdapat hubungan kadar serum erithropoietin dengan transferin pada ibu hamil normal.
Efektifitas Ekstrak Jambu Biji Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Tikus Bunting Hasanalita, Hasanalita; Amir, Arni; Defrin, Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu biji merupakan sumber vitamin C. Peranan vitamin C dalam proses penyerapan zat besi membantu mereduksi besi ferri menjadi ferro. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan ekstrak jambu biji dengan kadar hemoglobin pada tikus bunting. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan pendekatan post test only control grup design. Jumlah sampel terdiri 36 ekor tikus putih bunting yang dibagi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol dan tiga kelompok perlakuan I, II, II yang masing-masing diberi volume oral 1%, 2%, 3% ekstrak jambu biji. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Universitas Andalas. Kadar hemoglobin diukur dengan Hb-test. Uji statistik dengan Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 13,956gr/dL, kelompok perlakuan I 12,522gr/dL, kelompok perlakuan II 17,500gr/dL, dan kelompok perlakuan III 16,922gr/dL. Hasil uji antar kelompok, yaitu Kelompok kontrol dengan Perlakuan I, II dan III adalah 0,001. Nilai pengaruh perlakuan kelompok I ke kelompok II 0,931(p>0,05), Kelompok I ke kelompok III 0,258(p>0,05). Kelompok II ke kelompok III 0,387(p>0,05). Ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan p=0,001 (p<0,05). Simpulan studi ini ialah terdapat efektifitas ekstrak jambu biji terhadap kadar hemoglobin pada tikus bunting.
Pengaruh Perbedaan Lama Kontak Sabun Ekstrak Daun Sirih Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Secara In Vitro Y, Yonna Yolanda; Rasyid, Roslaili; Amir, Arni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans adalah jamur penyebab kandidiasis vulvovaginalis dengan manifestasi klinis gatal pada vulva dan keputihan. Penggunaan sabun ekstrak daun sirih dengan cara mengusapkan sabun pada area genitalia dapat mengurangi keputihan. Ekstrak daun sirih yang terkandung pada sabun diketahui memiliki sifat fungistatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama kontak sabun ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans secara invitro. Metode yang digunakan adalah Percentage Kill dengan tiga kali pengulangan.  Metode yang dilakukan untuk melihat persentase kemampuan sabun ekstrak daun sirih dalam membunuh Candida albicans dengan lama kontak 1 menit, 2 menit, dan 5 menit. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh perbedaan lama kontak sabun ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Nilai Persentase Kill yang baik (≥ 90%) pada menit 1, 2, dan 5 yaitu 97%, 95%, dan 93%. Disimpulkan bahwa penggunaan sabun ekstrak daun sirih dengan lama kontak 1 menit sudah memberikan hasil yang baik.
PERBEDAAN JUMLAH COLONILACTOBACILUS SP PADA FESES NEONATUS YANG MENDAPATKAN ASI DAN SUSU FORMULA Seto, Astari; Irawati, Nuzulia; Amir, Arni
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan saluran pencernaan pada neonatus dapat mempengaruhi kesehatannya dimasa yang akan datang, secara fisiologis janin di dalam kandungan bersifat steril dari  mikroorganisme namun setelah lahir bayi akan melakukan kontak dengan berbagai jenis paparan dalam lingkungan kehidupannya.). Saluran pencernaan pada bayi yang mendapatkan ASI didominasi oleh bifidobakteria dan lactobasilus sp, sedangkan pada saluran cerna  bayi yang  yang mendapatkan  susu formula lebih didominasi oleh bakteri e.coli dan bacteriodes.  Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat perbedaan Jumlah ColoniLactobacilus Sp pada feses neonatus yang mendapatkan ASI dan susu formula. Desain penelitian ini yaitu cross sectional komparatif. Subjek penelitian ini adalah neonatus yang mendapatkan ASI dan Susu formula masing ? masing terdiri dari 23 orang. Pemeriksaan bakteri lactobasilus mengunakan  metode kultur. Data dianalisis menggunakan uji t dengan niai p < 0,05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil penellitian ini didapatkan rerata jumlah coloni lactobacilus sp pada feses neonatus yang mendapat ASI adalah 3.478±.27516 CFU/ml lebih tinggi dibandingkan dengan neonatus yang mendapatkan susu formula yaitu  1.842+.83420 CFU/ml.  Hasil uji T-Independent menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara neonatus yang mendapatkan ASI dan Susu formula dengan nilai p 0,000 (p value < 0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu pemberian ASI akan meningkatkan jumlah coloni lactobacilus sp pada feses neonatus. Diharapkan bagi petugas kesehatan khususnya Bidan untuk lebih aktif dalam  memberikan promosi tentang pentingnya pemberian ASI secara ekslusif.
PENGARUH PERTAMBAHAN BERAT BADAN DAN UMUR TERHADAP KADAR IG-F SERUM IBU HAMIL Saputri, Mona; Amir, Arni; Defrin, Defrin
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi ibu selama kehamilan dapat mempengaruhi kadar hormon Insulin-like growth factor 1 dalam tubuh. IGF-1 berperan dalam transpor nutrisi dari ibu ke janin melalui plasenta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pertambahan berat badan  dan umur  terhadap  kadar IGF-1 serum ibu hamil. Jenis penelitian ini yaitu analitik korelatif dengan desain Cross sectional.  Jumlah sampel sebanyak 40 orang ibu hamil trimester II di Puskesmas Andalas Kota Padang yang diambil dengan  teknik Consecutive sampling. Kadar IGF-1 diukur menggunakan metode ELISA. Analisis data menggunakan  uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh bermakna pertambahan berat badan ibu hamil terhadap kadar Ig-f  serum ibu hamil dengan  nilai p=0,006  (p<0,05) dan r=0,427Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi pertambahan berat bada ibu selama hamil maka kadar serum IGF-1 pada ibu hamil cenderung akan meningkat.  Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan KIE mengenai pentingnya pertambahan berat badan ibu selama kehamilan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin.
Perbedaan Profil Lipid pada Akseptor Depo Medroksi Progesteron Asetat dengan Implant Levonorgestrel di Wilayah Kerja Puskesmas Air Tawar Padang Tahun 2014 Oktova, Rafika; ., Desmiwarti; Amir, Arni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDepo Medroksiprogesteron Asetat dan Implant Levonorgestrel merupakan kontrasepsi hormonal progestin sintetik yang memiliki efek samping yaitu peningkatan berat badan dan mempengaruhi metabolisme lipid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan profil lipid pada akseptor Depo Medroksiprogesteron Asetat dengan Implant Levonorgestrel. Ini adalah studi observasional dengan desain cross sectional comparative. Penelitian dilakukan di laboratorium Bagian Biokimia Fakultas Universitas Andalas dari Maret sampai Mei 2014. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, masing-masing 20 subjek. Pemeriksaan dengan metode enzimatis kolorimetri yaitu GPO-PAP untuk trigliserida, dan CHOD-PAP untuk kolesterol total, HDL dan LDL. Data dianalisis menggunakan uji t dengan nilai p&lt;0.05 dianggap bermakna secara statistik. Rerata kadar LDL pada Depo Medroksiprogesteron Asetat lebih tinggi (95,51 ± 20,47) mg/dl daripada Implant Levonorgestrel (79,35 ± 12,55) mg/dl dengan nilai p&lt;0,05 artinya terdapat perbedaan yang bermakna sedangkan kadar trigliserida, kolesterol total dan HDL tidak bermakna. Kesimpulan penelitian in adalah terdapat perbedaan yang bermakna rerata kadar LDL pada Depo MedroksiprogesteronAsetat dan Implant Levonorgestrel, sedangkan kadar trigliserida, kolesterol total dan HDL tidak bermakna. Secara klinis profil lipid pada kedua kelompok dalam keadaan normal.Kata kunci: profil lipid, depo medroksiprogesteron asetat, implant levonorgestrelAbstractDepo Medroxyprogesterone Acetate and Levonorgestrel Implants are synthetic progestine hormonal contraceptives that have side effect in body weight and lipid metabolism. The objective of this study was to determine the differences of lipid profile between acceptors Depo Medroxyprogesterone Acetate and Levonorgestrel Implants. This was a comparative cross sectional study. The study was done at laboratory of Biochemistry Departement in Medical Faculty of Andalas University from March until May 2014. The subjects were consisted of two groups, each group had 20 subjects. The examination used an enzymatic colorimetric method GPO-PAP for trygliserides and CHOD-PAP for total cholesterol, HDL and LDL. Data was analyzed using analysis of t-test with p&lt;0.05 was considered to be significantly different. LDL levels average in Depo Medroxyprogesterone Acetate was (95,51 ± 20,47) mg/dl and Levonorgestrel Implants was (79,35 ± 12,55) mg/dl with p-value, it means there is a significantly difference, but levels of trygliserides, total cholesterol and HDL means there is no significantly difference. This research concluded that there is a significant difference on average levels of LDL in the Depo Medroxyprogesterone Acetate and Levonorgestrel Implants but levels of trygliserides, total cholesterol and HDL there is no significantly difference. The clinically lipid profile in the two groups is in normal range.Keywords: lipid profile, depo medroxyprogesterone acetate and levonorgestrel implants
Ekspresi Gen Family Bcl-2 dan Ekspresi Gen Protein Kanal Ion Vdac1 pada Oligozoospermia Amir, Arni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSalah satu bentuk infertilitas pada pria adalah jumlah spermatozoa yang kurang dari normal (Oligozoospermia). Berbagai mekanisme diduga berperan dalam terjadinya oligozoospermia, mulai dari faktor fisik, stress, makanan dan molekuler. Penelitian ini merupakan kajian molekuler terhadap pengaruh ekspresi gen Bax, Bcl-2 dan VDAC terhadap terjadinya oligozoospermia. Penelitian dilakukan terhadap 40 sampel oligozoospermia dan sebagai kontrol adalah golongan normozoospermia dengan jumlah yang sama banyak. Sperma diisolasi menggunakan Percoll hypaque. Isolasi RNA menggunakan High Pure RNA isolation kit (Roche). Selanjutnya dilakukan pembuatan cDNA menggunakan First Strand cDNA synthetis (Roche). Tingkat ekspresi gen dinilai menggunakan mesin Light Cycler 2.0 (Roche). Primer didesain menggunakan software primer 3 plus dan spesifikasi primer dianalisis dengan Basic Local Alignment Search Tool (Blast). Tingkat ekspresi dibandingkan menggunakan Housekeeping gene (β-actin). Berdasarkan data penelitian diketahui tingkat ekspresi VDAC dan BAX lebih tinggi pada kelompok oligozoospermia dibanding normo (p &lt; 0.05), namun tidak ditemukan perbedaan pada gen Bcl-2 (p &gt; 0.05). Berdasarkan proporsi ekspresi ditemukan sebagian besar kelompok oligozoospermia mengalami overekspresi pada gen VDAC dan BAX (90% dan 93.3%), namun tidak ada overkekspresi pada normo (p&gt;0.05). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa overekspresi VDAC dan BAC berkaitan dengan kejadian oligozoospermiaKata kunci: Oligozoospermia, VDAC, Bax, Bcl-2, ekspresi genAbstractOne form of infertility in men is the number of spermatozoa which is less than normal (Oligozoospermia). Various mechanisms though have a role in the occurrence of oligozoospermia, it can be from physical factors, stress, food and molecular.This research is a molecular study of gen expression, Bax, Bcl2 and VDAC influence of the oligozoospermia’s occurrence.The research is conducted on 40 samples of oligozoospermia and as a control is normozoospermia class with a lot of number. The sperm are isolated with Percoll hypaque. RNA isolation use High Pure RNA isolation Kit (Roche). Next, conducted the cDNA making by using First Strand cDNA synthetis (Roche). Gene Expression level was rated by using Light Cycler 2.0 machine (Roche).The Primer are designed using software primer 3 plus and primer specification that analyzed with Basic Local Alignment Search Tool (Blast). The expression level was compared by using Housekeeping gene (β-actin).According to the research data known that VDAC and BAX expression level higher in oligozoospermia class than normozoospermia (p &lt; 0.05), but did not find any differences in Bcl-2 gene (p &gt; 0.05). Based on the proportion of expression was found some oligozoospermia class that encounter over expression in VDAC and BAX gene (90% and 93.3%), but there is no expression in normozoospermia (p &gt; 0.05).This research can be concluded that the over expression of VDAC and BAX associated with the incidence of oligozoospermia.Keywords: Oligozoospermia, VDAC, BAX, Bcl2, and gene expression
Hubungan Obesitas dengan Hormon Testosteron pada Mahasiswa STIKes Indonesia Padang ,, Ibrahim; Oenzil, Fadil; Amir, Arni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Obesitas menjadi epidemik seluruh dunia dan dua pertiga penduduk negara berkembang menderita obesitas. Pada pria obesitas terdapat lebih banyak sel lemak melepaskan enzim aromatase yang mengkatalisis testosteron menjadi estradiol. Bertambahnya berat badan akan mempercepat penurunan hormon testosteron. Tujuan penelitian iniadalah menentukan hubungan obesitas dengan hormon testosteron. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional.  Total sampling berjumlah 32 orang. Penelitian ini dilaksanakan dari  Oktober 2013 sampai Januari 2015 di STIKes Indonesia dan Laboratorium Biokimia FK Unand. Analisa data diolah secara komputerisasi dengan uji statistik korelasi dan regresi linier sederhana dengan derajat penolakan 5”%”, p=0,05. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang lemah dan berpola negatif lemah artinya semakin meningkat berat badan maka semakin rendah hormon testosteron. Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan yang bermakna antara obesitas dengan hormon testosteron. Penelitian ini memberikan informasi dan pengetahuan tentang terjadinya infertilitas akibatterganggunya hormon testosteron pada pria yang menderita obesitas.Kata kunci: obesitas, testosteron, adiponektin, enzim aromatase Abstract Obesity is becoming a worldwide epidemic and two-thirds of people developing countries suffer obesity. Obese men have fat cells that release the enzyme aromatase which catalyse testosterone to estradiol. Weight gain, the faster decline in testosterone. The objective of this study was to determine the relationship of obesity to testosterone. The design of this study was observational, cross-sectional approach to sampling amounted 32 people. The research was conducted from October 2013 January 2015 in STIKes Indonesia and Biochemistry Laboratory Faculty of Medicine, University of Andalas. Data analysis was processed by a computerized with statistical tests correlation and simple linear regression and the degree of rejection of 5”%”. p=0.05. Obesity research results with testosterone showed weak correlation and weak negative patterned means increasing weight, the lower hormone testosterone. The conclusion of this study is no significant association between obesity and hormone testosterone.This research can provide information and knowledge about the occurrence of infertility due disruption of testosterone levels men who suffer from obesity.Keywords: obesity, testosterone, adiponecty, enzym aromatase
ANALISIS KARAKTERISTIK WANITA USIA SUBUR, DUKUNGAN SUAMI, DAN PERAN BIDAN TERHADAP UNMET NEED KELUARGA BERENCANA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUNGUS KOTA PADANG Dwi Santi Violentina, Yollanda; Yetti, Husna; Amir, Arni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Dipublikasi Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1144

Abstract

Abstrak Salah satu permasalahan Keluarga Berencana (KB) yaitu unmet need. Tingginya unmet need KB dapat disebabkan oleh karakteristik wanita usia subur, dukungan suami, dan peran bidan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara karakteristik wanita usia subur, dukungan suami, dan peran bidan terhadap unmet need KB di wilayah kerja Puskesmas Bungus. Metode: Studi analitik dengan desain case-control. Sampel diambil menggunakan sistemic random sampling pada 178 Wanita Usia Subur (WUS) dengan unmet need KB dan 178 WUS yang memakai KB antara Maret sampai Mei 2019. Hasil: Sebagian besar WUS dengan unmet need KB memiliki umur berisiko (49,4%), berpendidikan menengah (82,6%), jumlah anak 2-4 orang (82%), status ekonomi kategori miskin (33,1%), tidak mendapat dukungan suami (73%), dan peran bidan kurang baik (75,3%). Terdapat hubungan unmet need KB dengan jumlah anak, dukungan suami dan peran bidan (p<0,05). Faktor yang paling dominan adalah dukungan suami (OR=100,504). Simpulan: Dukungan suami dan peran bidan adalah faktor yang menyebabkan tingginya unmet need KB di wilayah kerja Puskesmas Bungus Kota Padang.
Status Kerentanan Aedes Aegypti Vektor Demam Berdarah Dengue di Kota Padang Putra D, Kharisma; Hasmiwati, Hasmiwati; Amir, Arni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mengurangi kasus DBD adalah dengan pengendalian vektor DBD dengan larvisida. Temephos merupakan salah satu insektisida yang telah digunakan lebih dari 30 tahun dan berfungsi mengendalikan larva vektor. Penggunaan temephos yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan penurunan kerentanan pada vektor DBD.  Tujuan penelitian ini  adalah untuk  menilai  status  kerentanan larva Aedes aegypti di tiga kecamatan di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan post  test  only  with  control  group design. Telur diambil dan dipelihara di laboratorium hingga mencapai larva instar III/IV. Uji kerentanan untuk temephos dilakukan berdasarkan standar WHO. Hasil penelitian menunjukkan pada Kecamatan Kuranji, kematian larva pada konsentrasi 0,005 mg/L sebesar 10%, 0,01 mg/L sebesar 45%, 0,02 mg/L sebesar 86%, dan pada konsentrasi 0,03 mg/L sebesar 100%. Pada Kecamatan Koto Tangah, kematian larva pada konsentrasi 0,005 mg/L sebesar 24%, 0,01 mg/L sebesar 48%, 0,02 mg/L sebesar 99%, dan pada konsentrasi 0,03 mg/L sebesar 100%. Pada Kecamatan Padang Timur pada konsentrasi 0,005 mg/L didapatkan kematian larva sebesar 12%, pada 0,01 mg/L sebesar 43%, pada 0,02 mg/L sebesar 99%, dan pada 0,03 mg/L sebesar 100%. Hasil uji One way-Anova adalah bermakna dengan nilai p<0,05 pada ketiga kecamatan dan LC99 sedikit diatas 0,02 mg/L. Simpulan penelitian ini adalah status kerentanan Aedes aegypti terhadap temephos di tiga kecamatan berkisar antara rentan dan toleran, belum mencapai resisten sehingga temephos masih dapat digunakan dalam pengendalian vektor DBD.