Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI ANALISA GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 1 FASA KE TANAH PADA SUTT 150 KV UNTUK SETTING RELAY OCR (APLIKASI GI PIP – PAUH LIMO Amira, Amira; Effendi, Asnal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.532 KB)

Abstract

Short circuit was the common disturbance on a power system that increased the current flow causing damage any equipment without a proper protection system. This research was study 1-phase shortcircuit to ground at 10% until 100% transmission length disturbance point and calculate Over Current Relay (OCR) protection setting base on disturbance current occurred. The calculation performed using manual and Matlab software, case study on GI PIP – Pauh Limo, a 22.7 km transmission length. Base on calculation result, it was found that if the disturbance getting closer to the source (disturbance point 10% of transmission length), than disturbance current increased until 147.7758 A. While the disturbance gettingaway from the source (disturbance point 100%), than disturbance current decreased until 147.3853 A. As toprotect the power transmission line from 1-phase short circuit to ground, the 0,65 s OCR setting time should be used at input and output transmission line
ANALISIS KONEKTIVITAS SUMUR DI LAPANGAN PANAS BUMI YANARA BERDASARKAN DARI HASIL TRACER TEST Amira, Amira; Kasmungin, Sugiatmo; Pudyastuti3, Kris
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2019 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.5728

Abstract

Tracer testing adalah salah satu metode mempelajari sifat hidrotermal dari reservoir geotermal. Tracer biasanya bersifat inert. Tracer dilepaskan ke lingkungan biasanya melalui sumur injeksi, dan terdistribusi ke seluruh reservoir oleh pola aliran alami. Pada hari atau bulan berikutnya, sampel dikumpulkan dari sumur produksi di seluruh area lapangan panas bumi, dan diuji untuk mengetahui kehadiran tracer. Di samping untuk menentukan konektivitas antar sumur, pengetahuan tentang tracer dapat membantu mempelajari resiko pendinginan akibat injeksi. Tracer yang digunakan di lapangan panas bumi Yanara adalah 1.5 NDSA dan 1.6 NDSA yang pemakaiannya hanya cocok berada di reservoir dominasi air yang memiliki ketahanan temperatur hingga 3500 C. Di lapangan ini tracer test berhasil membuktikan adanya konektivitas antara sumur dengan konektivitas yang termasuk baik. Tracer pertama kali mucul dari sumur injeksi AN ke sumur produksi ada di hari pertama lebih tepatnya di jam ke-18 dan dari sumur injeksi AM ke sumur produksi ada di hari kedua. Dari sample tracer ini data kemudian diolah di software TRINV yang nantinya akan didapatkan parameter massa dikali tracer, parameter ini yang nantinya akan diolah di Excel untuk mencari nilai recovery factor. Nilai recovery factor terkecil dari injeksi sumur produksi AM adalah 4.3% dan yang terbesar adalah 6.9%, sedangkan dari injeksi sumur AN adalah 8.7% dan 29%.