Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI INVERS MATRIKS TERGENERALISASI PADA SISTEM PERSAMAAN LINIER Yuliza, Evi; Amran, Ali; Triyani, Triyani
Annual Research Seminar (ARS) Vol 4, No 1 (2018): ARS 2018
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1877.207 KB)

Abstract

Invers matriks tergeneralisasi digunakan untuk menggeneralisasi invers suatu matriks atau matriks singular. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh penyelesaian sistem persamaan linier dengan menggunakan invers matriks tergeneralisasi dan menerapkan invers matriks tergeneralisasi pada program linier. Misalkan matriks  atau matriks singular maka terdapat matriks  yang memenuhi. Matriks  dinamakan invers matriks tergeneralisasi dari matriks  yang dinotasikan dengan  dan matriks  tidak tunggal. Dari pembahasan diperoleh suatu sistem persamaan linier konsisten apabila memenuhi  dengan penyelesaian umum dengan  vektor sembarang. Suatu sistem persamaan linier  mempunyai penyelesaian tunggal jika dan hanya jika rank() = . Jika rank() < , maka sistem persamaan linier  mempunyai banyak penyelesaian. Penerapan invers matriks tergeneralisasi dapat digunakan pada program linier sebagai teknik alternatif pemecahan model program linier.
SINTESIS KERAMIK REFRAKTORI AL2O3.MNO2.SIO2 DENGAN METODA SOL-GEL DAN SIFAT FISIKANYA DALAM BERBAGAI TEMPERATUR KALSINASI Muthia, Rahmi; Beri, Deski; Amran, Ali
Periodic Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/p.v2i1.1934

Abstract

Ceramic oxide Al2O3.MnO2.SiO2 ceramics has relatively high strength, tough electrical capacitance and temperature resistant. It?s synthesized by sol-gel methods using raw materials Tetraethyl Orthosilicates (TEOS), Al (NO3) 3.9H2O and Mn (NO3) 2.4H2O with calcination temperature variation of 900-1100oC. XRD (X-Ray Diffraction) analysis of ceramic Al2O3.MnO2.SiO2 showes peak °2Th=33.2875 intensity relatif=100%, °2Th=55.8688 intensity relatif 24,28%,°2Th=26.1289 intensity relatif 13,22%,°2Th=66.4815 intensity relatif 12,84%,°2Th=35.4375 intensity relatif 11,39%. Ceramic Al2O3.MnO2.SiO2 morphology by SEM (Scanning ElectronMicroscopy) showed that the ceramic at a temperature of 1100oC was homogeneous microscopic. Capacity as measured by the LCR meter instrument empirical equation F (C, T) = 0.01625 T - 11.0833 can be explained that the higher the calcination temperature the higher the value of the capacitor capacity.
PENGARUH GARAM-GARAM NITRAT TERHADAP KONSENTRASI MISELISASI KRITIS (CMC, CRITICAL MICELLIZATION CONCENTRATION) SAPONIN Amran, Ali
Sainstek Vol 11, No 1 (2008): Vol. XI No. 1, September 2008
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.085 KB)

Abstract

Effect of nitrate salts [NaNO3, KNO3, Mg(NO3)2 and Sr(NO3)2], on the critical micellization concentration (cmc) of  saponin, as  a natural non-ionic surfactant, which isolated from Sapindus Rarak D.C, have been conducted by a tensiometric method. Results showed that (1) the higher of concentration of the added nitrate salts, the lower cmc reached; (2) the more electropositive of added cation of added salts, the lower cmc reached; (3) the salt effect on the decreasing of  cmc and cations binding to micelles becomes more pronounced in the order Na+< K+< Mg2+< Sr2+; and (4) cmc decreasing of nitrat salts Na, K, Mg, dan Sr. were favorable enough, while nitrate salts of Mg and Sr at concentration of  ? 0,06M, showed a constant decreasing cmc relatively. Key Words: garam-garam  nitrat [NaNO3, KNO3, Mg(NO3)2 dan Sr(NO3)2], cmc, serta saponin.
HUBUNGAN JADUAL DAN LAMA TRIP DENGAN LAMA WAKTU KERJA HARIAN SOPIR BRT Amran, Ali; Desiani, Anita; Meilensa, Maya; Irmeilyana, Irmeilyana; Verdya Alvionita, Indah
Annual Research Seminar (ARS) Vol 4, No 1 (2018): ARS 2018
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1580.701 KB)

Abstract

Kinerja dan pelayanan dari BRT tidak terlepas dari peranan sopir bis. Tulisan ini menganalisis hubungan antara lama kerja harian sopir dengan jam awal kedatangan sopir dan lama trip. Metode yang digunakan adalah analisis korespondensi sederhana. Data yang digunakan adalah jam kedatangan sopir, lama perjalanan sopir pada setiap trip pulang-pergi, yang berawal dari Terminal Albar dan kembali lagi ke Terminal Albar, serta lama jam kerja sopir dalam sehari. Setiap variabel yang digunakan dibagi dalam 4 kategori untuk digunakan dalam menyusun tabel kontingensi. Faktor yang mempunyai hubungan terhadap lama kerja sopir dalam sehari adalah jam awal kedatangan sopir dan lama perjalanan (trip) pertama. Sopir yang datangnya di periode jam 06.00-06.50 cenderung mempunyai lama kerja 10-11 jam. Sedangkan sopir yang datangnya di awal waktu mempunyai lama kerja harian yang lebih singkat. Sopir yang lama trip pertamanya lebih atau sama dengan 3,5 jam cenderung mempunyai lama kerja yang paling tinggi. Sedangkan sopir yang lama trip pertamanya selama 2,5 ? 3 jam, lama kerjanya 10 ? 10,5 jam. Sopir yang lama trip pertamannya kurang dari 2,5 jam cenderung mempunyai lama kerja kurang dari 10 jam
Aplikasi Model Proportional Hazard Cox pada Waktu Tunggu Kerja Lulusan Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya Faruk, Alfensi; Amran, Ali; Nasir, Nopri
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan nilai peluang dari waktu mendapatkan pekerjaan per-tama lulusan, (2) mengetahui bagaimana pengaruh beberapa karateristik terhadap waktu mendapatkan pe-kerjaan pertama lulusan dengan menerapkan model proportional hazard Cox. Subjek penelitian terdiri atas 35 orang lulusan Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya yang lulus pada tahun 2012. Karakteristik-karakteristik yang diamati adalah usia, masa studi, IPK, skor TOEFL, pendidikan orang tua, pengalaman organisasi, dan pengalaman kerja. Hasil dari penelitian ini memperlihakan bahwa peluang tertinggi bagi para lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama adalah mulai awal bulan ketiga sampai akhir bulan keempat setelah wisuda, yaitu sebesar 0,31579. Karakteristik yang berpengaruh sig-nifikan terhadap waktu mendapatkan pekerjaan pertama adalah pengalaman organisasi. Model terbaik yang terbentuk adalah ℎ 𝑡,𝑋 = ℎ0 𝑡 exp(−0,979 𝑋6) dengan nilai rasio hazard sebesar 0,376. Hal ini berarti bahwa lulusan yang memiliki pengalaman organisasi memiliki peluang 0,376 kali lebih besar untuk mendapatkan pe-kerjaan pertama setelah wisuda.
Telaah Hubungan Kepuasan Kerja Dan Komitmen Organisasional Terhadap Turnover Intention Amran, Ali; Rohendi, Acep
Jurnal Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Ecodemica
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.062 KB) | DOI: 10.31311/jeco.v1i1.1424

Abstract

ABSTRAKKaryawan merupakan elemen yang sangat penting bagi perusahaan. Karyawan sebagai sumber daya manusia adalah penggerak utama berjalannya roda perusahaan sehingga perusahaan harus menjaga kepuasan kerja dan komitmen organisasional agar karyawan tidak berkeinginan untuk berpindah ke perusahaan lain (turnover intention). Hal ini perlu dikaji pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasional terhadap turnover intention sehingga dapat bermanfaat untuk mengetahui nilai penting dari kepuasan kerja dan komitmen organisasional yang dimiliki karyawan. Metode penelitian deskriptif survey dan verifikatif survey digunakan untuk mengkaji variabel terikat yaitu kepuasan kerja dan komitmen organisasional dan variabel bebas yaitu turnover intention dengan melakukan observasi kepada karyawan PT. Alexindo Bekasi. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasional terhadap turnover intention. Penelitian ini bersifat improvement dari penelitian yang telah ada, dan model penelitian ini bisa digunakan oleh perusahaan di Bekasi khususnya dan Indonesia pada umumnya terkait dengan sumber daya manusia dalam dunia kerja khususnya yang berhubungan dengan perilaku-perilaku tenaga kerja.Kata kunci: Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional, Turnover Intention ABSTRACT      Employees are the most important resources of company. They are human resources to do and move all of the activities of company. Therefore, company needs to keep and maintain their job satisfaction and organizational commitment in order to reduce the intention to leave the company (turnover intention). It is necessary to study the relationship among job satisfaction, organizational commitment and turnover intention. This will give benefit to determine the important values of employees’ job satisfaction and organizational commitment and its influences on turnover intention. The research methods are descriptive survey and verificative survey that is used to assess the performance of independent variables: those are job satisfaction and organizational commitment,  and dependent variable: that is turnover intention with doing observation to employees of PT. Alexindo Bekasi. The result of this research is there is influence of job satisfaction and organizational commitment on turnover intention. This research is the improvement of existing researches which can be applied in the other companies specially for the human resource or employee behavior field.  Keywords: Job Satisfaction, Organizational Commitment, Turnover Intention
Implementasi Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Pendapatan di Lembaga Belajar SMART CLUB BANDUNG Putriyandari, Rofily; Amran, Ali; Roisah, Riris; Komalasari, Yunika; Yuliyana, Wulan
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.189 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pertumbuhan pemasaran produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia melalui strategi pemasaran yang tepat agar mampu berselancar di pasar kompetitif. Meningkatkan pengembangan produk layanan jasa dalam merebut peluang pasar melalui peningkatan kualitas produk dan pemasaran UKM Smart Club Bandung. Metode yang digunakan adalah Bintek (Bimbingan Teknologi), pendampingan serta penguatan dalam proses peningkatan produk layanan yang ditawarkan oleh Smart Club Bandung. Melalui metode tersebut produk layanan jasa yang ditawarkan Smart Club Bandung menjadi lebih variatif dan inovatif, sehingga menarik konsumen sebagai penggunan layanan jasa Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Smart Club Bandung. Hasil dari serangkaian proses Bintek (Bimbingan Teknologi) yaitu peningkatan nilai aset dan pendapatan Usaha Kecil dan Mengah (UKM) Smart Club Bandung, peningkatan kuantitas dan kualitas layanan jasa Smart Club Bandung yang dipasarkan, peningkatan pemasaran produk layanan semakin berkualitas.Kata Kunci : Sosial Media dan Strategi Pemasaran AbstractThe purpose of this activity is to increase the growth of marketing of Small and Medium Enterprises (UKM) products in Indonesia through appropriate marketing strategies to be able to surf in competitive markets. Improving the development of service products in seizing market opportunities through product quality improvement and marketing UKM Smart Club Bandung. The method used is Bintek (Technology Guidance), assistance and strengthening in the process of product improvement services offered by Smart Club Bandung. Through the method of products offered services Smart Club Bandung become more varied and innovative, so as to attract consumers as a service provider of Small and Medium Enterprises (UKM) Smart Club Bandung. The result of a series of Bintek (Technology Guidance) process is the increasing of Smart Club Bandung Small and Medium Enterprises (UKM) assets, increasing the quantity and quality of Smart Club Bandungs marketed services, increasing the quality of service product quality.Key word: Social Media and Marketing Strategy
KRISTAL CAIR LAMELAR DALAM SISTEM AIR, TETRA ETILEN GLIKOL DODESIL ETER, DAN TEMBAGA NITRAT Amran, Ali
Jurnal Riset Kimia Vol 3, No 2 (2010): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v3i2.32

Abstract

JRK Vol. 3, No. 2ABSTRACT The lamellar liquid crystal in water, tetraethyleneglycol dodecylether, and copper nitrate system has been investigated. The results which characterized using optical polarizing microscope and small-angle x-ray diffraction showed the stability of the liquid crystal region was 40% and 65% by weight of surfactant. The interlayer spacing of lamellar liquid crystal, with and without various concentrations of copper nitrate content, remained constant. Keywords : Lamellar liquid crystal, Tetraethylene glycol dodecylether, Copper nitrate, Optical polarizing microscope, Small-angle x ray diffraction
PENYUSUNAN TIMETABLE TRANS MUSI PALEMBANG UNTUK RUTE ALANG-ALANG LEBAR (AAL) – AMPERA PADA INTERVAL WAKTU 06.00-12.00 WIB DENGAN MENGGUNAKAN BRANCH AND BOUND Irmeilyana, Irmeilyana; Meilensa, Maya; Desiani, Anita; Amran, Ali
Annual Research Seminar (ARS) Vol 5, No 1 (2019): ARS 2019
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.307 KB)

Abstract

Transportasi merupakan sektor penting untuk melancarkan arus barang maupun manusia tidak terkecuali di Kota Palembang. Rendahnya tingkat pelayanan angkutan umum membuat masyarakat menggunakan kendaraan pribadi yang menyebabkan kepadatan lalu lintas dan terjadi kemacetan. Salah satu upaya Pemerintah Kota Palembang untuk mengurangi kemacetan yaitu mengadakan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Musi. Trans Musi banyak diminati oleh masyarakat karena mempunyai banyak keunggulan dan lebih nyaman dan aman dibandingkan dengan angkutan umum lainnya. Berdasarkan hasil observasi lapangan pada bulan September 2018 kepadatan penumpang dan interval waktu kedatangan bis menjadi sebagian kekurangan dari Trans Musi ini yaitu penumpukan penumpang di halte karena jadwal kedatangan bis tidak menentu sehingga penyusunan daftar tabel waktu keberangkatan (Timetable) harus diatur agar tidak terjadi kepadatan penumpang. Salah satu metode yang dapat membantu dalam penyusunan Timetable yaitu metode Branch and Bound, metode ini merupakan metode yang paling efektif untuk menghasilkan penyelesaian permasalahan program linier secara optimal. Penelitian ini membahas penyusunan Timetable untuk rute AAL ? Ampera untuk interval waktu 06.00- 12.00 WIB menggunakan metode Branch and Bound. Hasil yang diperoleh dari Timetable yaitu jumlah keberangkatan pada rute AAL-Ampera terdapat 50 keberangkatan sedangkan pada rute Ampera-AAL terdapat 46 keberangkatan. Rute AAL-Ampera pada waktu 06.00-07.00 WIB memliki headway 5 menit sedangkan untuk waktu 07.00-12.00 WIB memiliki headway 7,5- 10 menit. Rute Ampera-AAL untuk waktu 06.00-12.00 WIB memiliki interval headway 6 ? 10 menit sehingga tidak terjadinya crowding (penumpukan penumpang).
PENYELESAIAN SENGKETA TANAH ULAYAT MELALUI LEMBAGA ADAT DI MINANGKABAU SUMATERA BARAT Amran, Ali
Jurnal Hukum Acara Perdata ADHAPER Vol 3, No 2 (2017): Juli - Desember 2017
Publisher : Departemen Hukum Perdata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengketa tanah ulayat di Minangkabau ditemukan dalam anggota paruik atau kaum akibat pembagian “gangam bauntuak” terhadap anggota kaum yang tidak merata oleh mamak kepala waris . Disamping itu juga terjadi sengketa antar kaum dikarenakan batas sepadan tanah yang kurang jelas sehinga kaum yang satu menggarap milik kaum yang lain dengan cara memindahkan batas tanah yang telah ditetapkan oleh mamak kepala kaum dan sengketa antar paruik dengan suku, sengketa tanah ulayat antar suku dan antar suku dengan nagari. Penyelesaian sengketa tanah ulayat di Minangkabau adalah “bajanjang naik batango turun”. Bajanjang naik maksudnya setiap persengketaan diselesaikan melalui proses lembaga adat pada tingkat yang paling rendah yaitu oleh mamak kaum. Apabila tidak memperoleh kesepakatan , maka penyelesaian sengketa diteruskan ke tingkat kampung yaitu oleh mamak dalam kampung. Begitu seterusnya hingga ke tingkat yang lebih tinggi yatu oleh kepala suku dan penghulu dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN). Batanggo Turun artinya hasil musyawarah atau atau hasil penyelesaian sengketa oleh ninik mamak atau orang yang dituakan dalam adat diharapkan akan dipatuhi oleh pihak-pihak yang berperkara. Teknik penyelesaian sengketa oleh lembaga adat yang ada di Minangkabau mulai dari lembaga yang lebi rendah yaitu oleh mamak separuik atau mamak kepala waris sampai ke tingkat yang lebih tinggi yatu oleh Kerapatan Adat Nagari adalah secara musyawarah dan mufakat serta mengutamakan rasa keadilan. Penyelesaian sengketa tanah ulayat melalui lembaga adat jauh lebih efektif dibanding penyelesaiannya melalui pengadilan negeri. Hal ini dikarenakan anggota kaum lebih menghormati orang yang dituakan dalam kaumnya yaitu mamak pemimpin kaum atau mamak kepala waris.