Andasuryani Andasuryani
Department of Agricultural Engineering Faculty of Agricultural Technology Andalas University Kampus Limau Manis Padang 25163, West Sumatera

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEPUNG SALAK SIDIMPUAN (SALACCA SUMATRANA) Ifmalinda, Ifmalinda; Andasuryani, Andasuryani; Lubis, Husein
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 4 (2019): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i4.256-264

Abstract

Zalacca Sidimpuan (Salacca sumatrana) is one of the salak fruit found in Indonesia. The characteristics of this type of zalacca have a distinctive shape, aroma and taste. During the harvest and overproduction, one of the efforts that can be done is to diversify food processing, namely retention. The handling in the process of shading will have an impact on the physicochemical properties of the resulting flour One of them is by giving immersion treatment and slice thickness variation. The purpose of this study was to examine the physicochemical characteristics of zalacca flour. The process of this research includes stripping the skin, separating fruit flesh with seeds, slicing with thickness (2 mm, 4 mm and 6 mm) and soaking with sodium metabisulfite concentration of 1.5 gr for 10 minutes, soaking with water and control (without soaking). The results showed that zalacca had a moisture content of 78%. Zalacca flour which has the highest water content of 11.945% in the control treatment (without immersion) 6 mm slice thickness. Salak flour which has the highest vitamin C level of 0.0585% in the control treatment (without soaking) the slice thickness is 2 mm. Zalacca flour has the highest percentage of fineness of flour 27,745% in the control treatment (without soaking) slice thickness of 2 mm. Zalacca flour which has the highest bulk density of 0.701 gr / ml on the soaking treatment of sodium metabisulfite slices thickness of 4 mm. Zalacca flour which has the highest hue of 57.9 ° on the treatment of soaking sodium metabisulfite slices thickness of 2 mm.
Pendugaan Kualitas Fisik Biji Jagung untuk Bahan Pakan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Berdasarkan Data Citra Digital Adrizal, Adrizal; Anggraini, D.; Novita, N.; Santosa, Santosa; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.13.3.183-190.2011

Abstract

The Research intended to study the method of prediction of physical quality of corn kernel of feed stuff using Artificial Neural Network (ANN) based on variables of image data. The image data was used as input of ANN, and the character of corn kernel was the output. The variable of image were index red index, green index, blue index, hue, saturation, intensity, entropy, energy, contras, and homogeneity. The characteristic of corn were intact kernel, broken kernel, damage kernel and moldy kernel. There are two phase of application of ANN; training and validation. The training intend to calibrate the relationship between the image variable and corn kernel characteristics. The validation intend to examine the accuration of prediction. The result of research indicated that the intact kernel less accurate (70%) be predicted by image data, whereas broken kernel, damage kernel and moldy kernel can be predicted accurately (100%). The average of accuracy was 92.5 %. It was conclude that it was need to be improved the quality of image before processing the data to be input to the ANN.
PEMODELAN KINETIK KEHILANGAN VITAMIN C PADA TEPUNG BAYAM MERAH PADA BEBERAPA KONDISI PENYIMPANAN Andasuryani, Andasuryani; Irsyad, Fadli; Pardede, Hafna Mulyana
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Bayam merah (Alternanthera amoena Voss.) merupakan jenis bahan pangan yang mudah rusak setelah panen karena memiliki kadar air yang tinggi. Kegiatan pengolahan sayur bayam merah menjadi tepung sayur bayam merah merupakan langkah untuk diversifikasi produk pangan. Namun, produk pangan akan mengalami penurunan nilai gizi selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model kinetik vitamin C dalam tepung bayam merah. Studi kinetik ini dilakukan pada suhu 20 0C, 30 0C, 40 0C, dan 50 0C selama 30 hari dengan waktu pengamatan setiap 3 hari (hari ke 0, 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27 ,30) yang dimodelkan dengan persamaan Arrhenius. Kadar vitamin C ditentukan secara titrasi iodimetrik langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu penyimpanan maka laju penurunan vitamin C juga semakin meningkat. Laju penurunan vitamin C dalam tepung bayam merah mengikuti orde nol dengan persamaan Arrhenius Y= -695.01 x - 1.807; R2= 0.937 dan nilai energi aktivasi sebesar 1.381 kkal/mol. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kandungan vitamin C tepung sayur bayam yang disimpan pada suhu 20 0C menghasilkan penurunan nilai gizi yang paling kecil. Kata kunci: Bayam merah, model kinetik, persamaan Arrhenius, tepung bayam merah. 
RANCANG BANGUN ALAT GRADING BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum, L) MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS230 Fahmy, Khandra; Andasuryani, Andasuryani; Esvendiarmi, Rola
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) melakukan perancangan sistem alat grading buah tomat untuk mengetahui kerja alat dan keakuratan berdasarkan ukuran warna, (b) merancang sistem otomatis rangkaian elektronika dan bahasa program untuk alat grading buah tomat menggunakan sensor warna TCS230, (c) melakukan pengujian kinerja alat grading buah tomat berdasarkan ukuran warna buah tomat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen terdiri dari identifikasi masalah, investarisasi ide, penyempurnaan ide, prinsip kerja, rancangan fungsional, rancangan struktural, tahap perakitan, dan tahap uji kinerja alat. Rancang bangun yang dilakukan dapat menghasilkan alat grading buah tomat menggunakan sensor warna TCS230 gabungan hasil rancangan mekanik dan rangkaian elektonika sistem otomatis dengan prinsip kerja. (1) alat disambungkan dengan sumber listrik. (2) buah tomat dimasukan pada ruang scannimg melalui hopper (3) sensor warna TCS230 membaca warna buah tomat. (4) warna buah tomat ditampilkan pada LCD. (5) motor central lock mendorong buah tomat. (6) motor servo MG996R menggerakkan pintu keluaran ke kanan jika yang terbaca tomat warna hijau dan ke kiri jika tomat warna merah. (7) motor servo SG90 membuka portal pintu keluaran dan buah tomat keluar. Pengujian alat grading menggunakan sensor warna TCS230 mendekati akurat karena nilai koefisien determinasi 0.8747 untuk R, 0.9646 untuk nilai G, dan 0.8538 untuk nilai B. Penentuan kelas buah tomat juga mendekati maksimal, hanya 3.333% kesalahan dalam pembacaan kelas buah tomat.Kata kunci:Tomat, Alat Grading, Warna, Sensor Warna TCS230. 
PENGEMBANGAN ALAT PENCACAH (CHOPPER) BATANG JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKU SILASE Putri, Renny Eka; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Limbah jagung dapat menjadi alternatif terbaik untuk menjadi bahan baku pakan ternak. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan adalah dengan mengolah limbah tersebut menjadi silase. Silase merupakan hijauan yang di awetkan dengan cara difermentasi. Silase dibuat dengan mencacah bahan hijauan menjadi ukuran yang kecil-kecil, kemudian menyimpannya kedalam ruang kedap udara.Pencacahan dilakukan untuk mendapatkan ukuran dari batang jagung yang lebih kecil sehingga memudahkan dalam pembuatan silase dan dicerna oleh ternak.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pencacah (chopper) batang jagung sebagai bahan dasar silase dan melakukan uji kerja terhadap alat pencacah ini.Pengujian dilakukan dengan lima kali ulangan dengan berat beban 5 kg untukmasing-masingulangan.Hasil dari uji kinerja alat meliputi,kapasitascacahan 217 kg/jam denganputaran poros pencacah 1262,2 rpm,kehilangan bahan 0,16 kg,rendemen pencacahan 96,8%,hasil cacahan terbanyak pada ukuran 5 – 7 cmdan kebutuhan bahan bakar 0,42 liter solar untuk 1 jam pengerjaan. Kata kunci: pencacah, silase, jagung, ternak. 
Pemanfaatan Teknologi Vacuum Frying untuk Mendukung Diversifikasi Produk Olahan Makanan Ringan pada UKM di Kec. Koto Balingka, Kab. Pasaman Barat, Prov. Sumatera Barat Andasuryani, Andasuryani; Chandra, Alhapen Ruslin; Putri, Renny Eka
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.2.2.17-24.2018

Abstract

ABSTRAK: Potensi hasil pertanian yang ada di kecamatan Koto Balingka,Kab. Pasaman Barattelah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya dengan melakukan kegiatan pengolahan hasil pertanian menjadi produk olahan makanan ringan seperti keripik. Pada umumnya, bentuk kegiatan usaha yang dilakukan oleh masyarakat masih dalam skala rumah tangga, seperti yang dikelola oleh UKM Umak Havis dan UKM Umak Buyung. Kedua UKM ini, tepatnya berada di Jorong Lubuk Gadang, kecamatan Koto Balingka.Kedua UKM ini hanya menggunakan komoditi pisang dan ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan keripik. Ketergantungan UKM sangat tinggi terhadap komoditi pisang dan ubi kayu. Sementara itu, keberadaan hasil hortikultura lainnya dapat menjadi bahan baku alternatif dalam mendiversifikasikan produk olahan mereka selain pisang dan ubi kayu. Proses produksi dan pengemasan produk yang dilakukan pada kedua UKM ini menunjukkan belum adanya sentuhan teknologi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang rendah. Melalui kegiatan PKM ini ditawarkan solusi dalam bentuk menyediakan teknologi penggorengan berupa alat vaccum frying dan spinner serta teknologi pengemasan menggunakan hand sealer. Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yang meliputi tahap pembuatan alat vaccum frying dan spinner, tahap evaluasi kinerja alat, dan tahap introduksi alat dan teknologi pengemasan kepada mitra. Kapasitas maksimum alat vacuum frying adalah 1.5 kg dengan dimensi total 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Sementara itu, spinner dibuat dengan ukuran 450 mm x 390 mm x 800 mm dengan daya motor penggerak 400 watt. Kegiatan introduksi berjalan dengan lancar dan mitra tertarik dan antusis. Kegiatan ini menambah pengetahuan mitra dalam mendiversifikasikan produk olahan dan proses tranfer teknologi pengemasan sehingga dapat membantu mitra dalam melakukan pengemasan produk yang lebih menarik bagi konsumen.Kata kunci: Diversifikasi Produk, Teknologi Pengemasan, Vaccum Frying, Spinner. Utilization of Vacuum Frying Technology to Support Snack Products Diversification of SME in Koto Balingka, Pasaman Barat District, West SumatraABSTRACT: Agricultural products in Koto Balingka sub-district has been used by community by processing the products into snacks such as chips. Generally, the business carried out by the community were in a household scale, such as Small Medium Enterprise (SME) Umak Havis and SME Umak Buyung. These two SMEs, located in Lubuk Gadang vilage, Koto Balingka sub-district. These SMEs only use banana and cassava as a raw material for producing the chips. The dependence of SMEs was very high on the commodity of bananas and cassava. Meanwhile, the presence of other horticultural products could be an alternative raw material in diversifying their processed products. Previously, there is no technology apllied in the production and packaging process carried out on these two SMEs. Therefore, this Community Development Activity offered a solution by providing frying technology consists of a frying and spinner vaccum device and packaging technology using hand sealer. This activity was carried out in several stages which are building the frying and spinner vaccum device, evaluation of devices performance, and introducing the device and packaging technology to partners. The maximum capacity of a vacuum frying device is 1.5 kg with a total dimension of 470 mm x 390 mm x 940 mm (p x l x t). Meanwhile, spinner dimension was 450 mm x 390 mm x 800 mm with a power of 400-watt drive motor. The introduction activities conducted smoothly, and the partners showed their interest and enthusiasm. The activity has broadened the knowledge of partners in diversifying processed products. In addition, it also improves their product packaging become more attractive for the consumer.Keywords: Product Diversification, Packaging Technology, Vaccum Frying, Spinner.
APLIKASI KINETIN UNTUK MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Saputra, Edo; Santosa, Santosa; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.39-49.2016

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman pertanian yang strategis untuk dibudidayakan karena permintaan cabai yang sangat besar dan banyak konsumen yang mengkonsumsi cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan kinetin terhadap kesegaran cabai merah dengan jenis kemasan yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap A×B×C. Parameter kualitas yang diamati adalah susut berat, kadar air, kekerasan, vitamin C, dan klorofil, diamati selama 30 hari penyimpanan. Hasil penelitian terbaik yang didapatkan adalah penyimpanan cabai menggunakan kinetin pada suhu dingin (8 °C) dapat mempertahankan kesegaran cabai muda dan cabai tingkat kematangan 50 % dengan menggunakan kemasan PP, LDPE, dan tanpa kemasan selama 30 hari penyimpanan. Penggunaan kinetin dapat menekan susut berat cabai merah selama penyimpanan pada suhu dingin dan suhu ruang. Penggunaan kemasan, suhu penyimpanan, dan tingkat kematangan cabai merah tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap penurunan kadar air, kekerasan, vitamin C, dan klorofil cabai merah selama penyimpanan.
KAJIAN SIFAT-SIFAT FISIK BUAH DAN BIJI KAKAO ( Theobroma cocoa L.) Andasuryani, Andasuryani; Putra, Nurluthfi; Sutan, Sandra Malin
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 19, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.19.1.1-9.2015

Abstract

Sifat-sifat fisik dari buah dan biji-bijian sangat diperlukan untuk desain peralatan penanganan, transportasi, proses dan penyimpanan.  Rata-rata dimensi mayor, intermediat dan minor dari biji kakao dari 100 biji kakao adalah 22,38 mm, 13,18 mm dan 7,14 mm. Diameter ekivalen dan sphericity dari biji kakao dengan menggunakan diameter aritmetika, geometri, dan kuadrat berturut-turut adalah 13,50 ± 0,93 dan 0,57 ± 0,04.  Volume, luas permukaan, bulk density, true density, porosistas, angle of friction dan angle of repose dari biji kakao berturut-turut 168,63 mm3, 63,48 mm2, 0,42 g/cm3, 1,0014 g/cm3, 350, dan 56,26,%.  Variasi kadar air bahan berpengaruh terhadap dimensi aksial, luas permukaan dan volume biji kakao.  Diameter ekivalen, sphericity, volume dan luas permukaan buah kakao berturut-turut 10,63 cm, 0,64, 394,43 cm3 dan 285,34 cm2.  Nilai sphericity yang kecil dari 1 menunjukkan bahwa buah kakao berbentuk oblong dengan ukuran dimensi minor 49,75 % dari dimensi mayor.
STUDI MUTU BRIKET ARANG DENGAN BAHAN BAKU LIMBAH BIOMASSA Eka Putri, Renny; Andasuryani, Andasuryani
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.143-151.2017

Abstract

Briket tempurung kelapa merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berasal dari limbah biomassa, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi mutu briket arang tempurung kelapa yang dihasilkan dan uji teknis alat kempa briket yang digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas alat kempa yang digunakan adalah 302 batang briket/jam. Briket yang dihasilkan mempunyai kadar air sebesar 5,37 %. Kadar air briket sudah sesuai dengan SNI yaitu < 8%. Densitas briket rata-rata adalah 11,23 g/cm3. Nilai kuat tekan maksimum adalah sebesar 1.4 N/m². Nilai kadar karbon mencapai 97.14%. Hal ini menunjukkan briket yang dihasilkan berkualitas karena nilai kadar karbon yang tinggi dan kadar abu nya yang rendah. Nilai kalor yang dihasilkan juga sangat tinggi (> 5000) yang membuktikan bahwa kualitas briket yang dihasilkan sangat tinggi, sehingga briket tempurung kelapa ini dapat dijadikan energy alternative oleh masyarakat Sumatra Barat khususnya.
Studi Pemanfaatan Kotoran Sapi Sebagai Sumber Biogas di Nagari Aie Tajun Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Putri, Renny Eka; Andasuryani, Andasuryani; Pratiwi, Intan
Jurnal Dampak Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.1.%p.2019

Abstract

Biogas adalah gas yang dihasilkan melalui proses anaerobik bahan organik dalam digester atau bak penampung menjadi energi. Energi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah atau gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak. Nagari Aie Tajun merupakan daerah dengan mayoritas bermata pencaharian petani dan peternak. Para peternak memiliki sapi setidaknya 3-4 ekor sapi, tapi hampir tidak ada yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi melainkan hanya dibuang begitu saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengatasi masalah kotoran sapi yang belum digunakan oleh petani sebagai biogas. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, meliputi pembuatan instalasi biogas, uji teknis terhadap biogas dan pendampingan terhadap masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gas sudah mulai terbentuk pada hari ke 15 dan maksimum pada hari ke 21 dengan ditandai dengan menggelembungnya digester dan keluarnya bau khas kotoran sapi. Pengisian kotoran sapi ke dalam digester perlu dilakukan minimal setiap dua sampai tiga hari sekali dengan kotoran sapi sebanyak 20 - 30 liter. Biogas yang dihasilkan telah dapat dimanfaatkan untuk memasak sehari-hari oleh masyarakat setempat.