Articles

Found 5 Documents
Search

PEMETAAN TINGKAT DISTORSI HARMONIK PADA GEDUNG KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI PADANG Zulkarnaini, Zulkarnaini; Andres, Andres
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2201.452 KB)

Abstract

Harmonik menyebabkan bentuk gelombang arus tidak Sinusoidal murni sebab sudah terdistorsi. Pada umumnya peralatan elektronik merupakan beban nonlinear seperti komputer, printer, scanner, inverter, konverter, dan lain sebagainnya. Beban non-linier adalah beban dimana hubungan antara arus dan tegangannya tidak linier. Keberadaan beban non-linier pada sistem tenaga listrik akan menimbulkan gangguan harmonisa. Tingkat harmonisa yang melewati standar dapat menyebabkan terjadinya peningkatan panas pada peralatan. Bahkan pada kondisi terburuk dapat terjadi gangguan bahkan kerusakan permanen pada beberapa peralatan elektronik yang sen sitif termasuk komputer. Selain itu juga dapat menyebabkan berkurangnya umur peralatan. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran kandungan harmonisa tegangan dan arus listrik di gedung kampus ITP . Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Power Quality Analyzer Fluke 434. Hasil pengukuran selanjutnya akan dibandingkan dengan standar yang ada (dalam hal ini standar IEEE), sebagai evaluasi terhadap kualitas daya listrik di gedung kampus ITP . Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan harmonisa tegangan (%THDv) di Gedung kampus ITP berada pada rentang 1,9% – 3,4% sedangkan kandungan harmonisa arus (%THDi) adalah 7,2%-350,6% .
ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN FISIK DENGAN KINERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA TASK LOAD INDEX (NASA – TLX) PADA DEPARTEMEN MANUFAKTUR DI PT. PETNESIA RESINDO Mahfira, Indah Rizky; Andres, Andres
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2018): Volume 8 No 2, Juli 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Petnesia Resindo merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri kimia yang menghasilkan produk PET Resin dengan sebagian besar karyawan memiliki aktivitas berfikir lebih dominan dibandingkan dengan aktivitas fisik. Semenjak didirikan, PT. Petnesia Resindo belum pernah mengukur tingkat beban kerja dan kinerja karyawan yang dicapai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja yang dialami dan kinerja yang telah dicapai oleh karyawan di Departemen Manufaktur PT. Petnesia Resindo serta mengetahui hubungan keduanya. Terdapat dua model penelitian, model pertama yaitu hubungan indikator beban kerja dengan kinerja karyawan dan model kedua yaitu hubungan indikator beban kerja dengan indikator penilaian kinerja karyawan. Untuk mengetahui besarnya beban kerja karyawan pada Departemen Manufakatur PT. Petnesia Resindo, dilakukan pengukuran menggunakan metode NASA TLX dengan 6 dimensi ukuran beban kerja yaitu Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Performance, Frustation dan Effort. Berdasarkan skor yang diperoleh, diketahui bahwa 32% karyawan memiliki beban kerja tinggi dan 68% sangat tinggi. Sedangkan untuk mengetahui kinerja karyawan digunakan metode Rating Scale dengan skala Likert. Dari hasil pengukuran, diketahui bahwa 7% karyawan memiliki kinerja cukup baik dan 90% buruk. Dari model penelitian yang dibentuk, didapatkan bahwa kedua variabel tidak memiliki hubungan yang signifikan namun perusahaan memerlukan penambahan karyawan sejumlah 132 orang untuk mengurangi tingkat beban kerja yang tinggi dan sebagai usulan dalam penelitian ini.
SKRINING FITOKIMIA DAN ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BINTANGUR (Calophyllum soulattri Burm. F.) Fajriaty, Inarah; IH, Hariyanto; Andres, Andres; Setyaningrum, Risky
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.407 KB) | DOI: 10.31571/saintek.v7i1.768

Abstract

Bintangur (Calophyllum soulattri Burm.F.) oleh masyarakat Indonesia digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penapisan fitokimia dan profil kromatogram dari daun bintangur. Daun bintangur diekstraksi menggunakan alat Soxhlet dan pelarut etanol 96%. Metabolit sekunder diidentifikasi dengan uji skrining fitokimia dan uji KLT. Alkaloid menggunakan Mayer, Wagner, dan Dragendoff, Flavonoid dengan uji Schinoda, terpenoid/steroid menggunakan Liebermann Burchard, tanin menggunakan FeCl3 dan gelatin, fenolmenggunakan FeCl3, saponin dengan indeks busa, indeks ikan, dan indeks hemolitik, dan quinon dengan NaOH. Pengujian senyawa terpenoid/steroid dan fenol dilanjutkan dengan uji KLT dengan fase diam plat silika gel GF254 dan fase gerak n-heksana:etil asetat (6:4) dan (3:7), sinar UV 254nm dan 366nm serta dengan penampak bercak Libermann Burchard dan FeCl3. Skrining fitokimia menunjukan senyawa flavonoid, steroid, fenol, tanin, dan saponin dengan indeks ikan sebesar 400 kali pengenceran, indeks busa166,67 dan indeks hemolitik 1.176,470. Uji KLT menunjukkan senyawa terpenoid/steroid dan fenol dengan bercak warna biru violet dan biru kehitaman.Kata kunci: Ekstrak Etanol Daun Bintangur (Calophyllum soulattri Burm.F.),               Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Skrining Fitokimia
Analisis Pengukuran Beban Kerja Mental dan Fisik dengan Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Nasa Task Load Index (Nasa – TLX) pada Departemen Manufaktur di PT. Petnesia Resindo Mahfira, Indah Rizky; Andres, Andres
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2018): Volume 8 N0 2 Juli 2018
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jti.v8i2.4726

Abstract

PT. Petnesia Resindo is a manufacturing company in the field of the chemical industry that produces PET Resin products with the most employees have a more dominant thinking activity compared with physical activity. Since it was founded, PT. Petnesia Resindo've never measured the level of workload and performance achieved. Therefore, this study aims to measure the workload and performance that has been achieved by the employees in the Manufacture Department of PT. Petnesia Resindo as well as the relationship of both. There are two models of research, the first model is the relationship indicators workload performance with employees and the second model is relationships with workload indicators performance assessment of employees. To know the magnitude of the workload of the employees in the Manufacture Department of PT. Petnesia Resindo, performed the measurement method using NASA TLX with 6 size dimensions there are Mental Demand, Physical Demand, Temporal Demand, Performance, Frustation and Effort. Based on the score obtained, noted that 32% of employees have a high workload and a 68% are very high. As for knowing the performance use the Rating Scale with Likert scale. From the results of the measurements, it is known that 7% of employees have a good enough performance and 90% are bad. The research of the model is formed, it brings that both variables have no significant relationship but the company requires the addition of employees a number of 91 people in order to reduce the high level of workload and as proposed in this research.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUSKESMAS BERDASARKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DAN IMPORTANCE PERFORMANCE MATRIX (Studi Kasus: Puskesmas 24 Jam Tingkat Kecamatan di Jakarta) Laricha, Lithrone; Andres, Andres; Dharma, Hilda Setia
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i2.4239

Abstract

Kesehatan adalah kebutuhan dasar setiap orang. Salah satu jenis pelayanan kesehatan dalam lingkup terkecil adalah Puskesmas. Pelayanan di Puskesmas terus ditingkatkan terutama dalam segi fasilitas sarana dan prasarana, tetapi beberapa masyarakat masih menganggap puskesmas kurang kompeten. Berdasarkan hal tersebut, penelitian dilakukan untuk mengetahui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan di Puskesmas 24 jam tingkat kecamatan di Jakarta dari sisi lain selain fasilitas sarana dan prasarana dan juga untuk menentukan strategi pengembangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Puskesmas. Dari hasil kuesioner yang disebar kepada 384 responden di 42 Puskesmas tingkat kecamatan di Jakarta didapatkan nilai IKM sebesar 81,15 dan termasuk golongan Baik. Setelah didapatkan nilai IKM, maka selanjutnya data diolah dengan menggunakan Importance Performance Analysis sehingga didapatkan Importance Performance Matrix. Berdasarkan hasil Importance Performance Matrix, didapatkan unsur A1, A6, A10, dan A11 menjadi unsur yang harus lebih diperhatikan karena dianggap penting tetapi pelaksanaannya masih belum sesuai dengan harapan masyarakat. Strategi pengembangan akan dilakukan dengan menggunakan metode Hoshin Kanri.