Articles

Found 37 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF THE USE OF FILTER ON THE TILAPIA GROWTH PERFORMANCE, NUMBER OF NITROSOMONAS SP., AND WATER QUALITY IN AQUAPONICS SYSTEMS Andriani, Yuli; Zahidah, ,; Dhahiyat, Yayat; Subhan, Ujang; Zidni, Irfan; Pratama, Rusky Intan; Gumay, Nadia Purnamasari
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 17 No. 1 (2018): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3430.884 KB) | DOI: 10.19027/jai.17.1.1-8

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the most effective type of living filter media for the bacteria Nitrosomonas sp. in order to improve water quality in aquaponics systems. The method used in this study was completely randomized design, consisting of five treatments and each was repeated three times. The treatments were: A (without addition of filter media), B (addition of palm fibers, silica sand, and activated carbon), C (addition of palm fibers, silica sand, gravel, and activated carbon), D (addition of palm fibers, silica sand, rocks, and activated carbon), and E (addition of palm fibers, silica sand, bioball, and activated carbon). Parameters measured were: 1) the number of Nitrosomonas bacteria, 2) water quality (ammonia, nitrate, and phosphate); and, 3) productivity of fish and Chinese spinach. Data were analyzed using a descriptive method. The findings show that the highest number of bacteria was found in treatment E, 9.29×105 CFU/mL on the bioball filter media and 4.43×105 CFU/mL in rearing tanks. The best water quality was in treatment B, with a concentration of ammonia of 0.17 mg/L, nitrate of 0.33 mg/L, and phosphate of 0.54 mg/L. Plant productivity was the best in treatment B in which the average length and weight reach 48.1 cm and 11.1 grams of plant/week, respectively. The best fish growth was seen in treatment C with an absolute growth rate of 4.4 grams and a specific growth rate of 1.9%/day. The recommended filter was made of Arenga pinnata fibers, silica sand, gravels, and active carbon of about 2 cm thick each.The results showed that the type of filter on the aquaponic system had an effect on the amount of Nitrosomonas sp. in water, water quality, and the productivity of Chinese spinach.Keywords: aquaponics, filter, water quality, Nitrosomonas sp.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis filter yang paling efektif sebagai media hidup bakteri Nitrosomonas sp. sehingga menghasilkan kualitas air yang baik dalam sistem akuaponik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, yaitu lima perlakuan dengan tiga kali pengulangan. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi: A (tanpa penambahan media filter), B (penambahan media filter ijuk, pasir silika, dan karbon aktif), C (penambahan media filter ijuk, pasir silika, kerikil, dan karbon aktif), D (penambahan media filter ijuk, pasir silika, batu, dan karbon aktif), dan E (penambahan media filter ijuk, pasir silika, bioball, dan karbon aktif). Parameter yang diamati adalah: 1) jumlah bakteri, 2) kualitas air (meliputi amonia, nitrat, dan fosfat), serta 3) produktivitas ikan dan kangkung air. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kelimpahan bakteri Nitrosomonas sp. tertinggi terdapat pada perlakuan E, yaitu 9,29×105 CFU/mL pada media filter bioball dan 4,43×105 CFU/mL pada media air pemeliharan. Adapun kualitas air terbaik yaitu pada perlakuan B dengan konsentrasi amonia 0,17 mg/L, nitrat 0,33 mg/L, dan fosfat 0,54 mg/L. Produktivitas kangkung terbaik yaitu pada perlakuan B dengan panjang rata-rata mencapai 48,1 cm dan bobot tanaman 11,1 gram/minggu. Pertumbuhan ikan terbaik terdapat pada perlakuan C, dengan nilai pertumbuhan ikan mutlak sebesar 4,4 gram dan pertumbuhan spesifik 1,9%/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis filter pada sistem akuaponik berpengaruh terhadap jumlah Nitrosomonas sp. dalam air, kualitas air, dan produktivitas tanaman kangkung. Filter yang disarankan dari hasil penelitian ini adalah yang tersusun atas ijuk, pasir silika, batukerikil, dan karbon aktif masing-masing setinggi ±2 cm.Kata kunci: akuaponik, filter, kualitas air, Nitrosomonas sp., produktivitas tanaman
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI PENYEDIA PROTEIN HEWANI MELALUI BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL DI DESA CIPACING, JATINANGOR, SUMEDANG, JAWA BARAT Zidni, Irfan; Andriani, Yuli; Hasan, Zahidah; BSN, Setiawan
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.214 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.20010

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat dengan mengaplikasikan kegiatan perikanan bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga sebagai upaya penyediaan protein hewani melalui budidaya ikan pada kolam terpal. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan sejak September hingga November 2018 bertempat di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pembuatan instalasi kolam terpal, dan pedampingan. Jenis ikan air tawar yang dibudidayakan pada kolam terpal yaitu benih ikan lele ukuran 5-7 cm sebanyak 100 ekor/kolam terpal dengan jumlah total kolam terpal di Desa Cipacing sebanyak 15 buaH. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Cipacing memiliki potensi lahan pekarangan yang luas yang dapat dioptimalisasikan untuk kegiatan perikanan serta memiliki sumber daya manusia yang baik untuk melakukan kegiatan perikanan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran adalah para pengurus karang taruna dan pengurus RW di Desa Cipacing. Tahap pertama masyarakat diberikan penyuluhan mengenai teknik budidaya ikan lele dan pemasangan kolam terpal. Selanjutnya dilakukan pendampingan proses pemeliharaan ikan termasuk kegiatan pemberikan pakan, serta pengelolaan kualitas air secara baik dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Cipacing dapat memproduksi ikan lele skala berkelanjutan dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk skala rumah tangga.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MIKROBA SELULOLITIK SEBAGAI BIODEGRADATOR SERAT KASAR DALAM BAHAN PAKAN DARI LIMBAH PERTANIAN Andriani, Yuli; Sastrawibawa, Sukaya; Safitri, Ratu; Abun, Abun
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 2, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijas.v2i3.2742

Abstract

Upaya peningkatan kualitas gizi bahan pakan, terutama yang berkaitan dengan serat kasar yang tinggi dan terdapatnya zatantinutrisi seperti asam sianida (HCN) dalam kulit singkong dapat dilakukan dengan melakukan proses degradasi mengguna-kan agen biologis (biodegradasi). Agen biologis yang mampu bersifat selulolitik dan sekaligus mampu meningkatkan kualitas nilai gizi bahan pakan, salah satunya adalah mikroorganisme dalam cairan rumen sapi. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu: 1) Tahap isolasi dan pemilihan bakteri yang memiliki indeks selulolitik terbaik dan 2)Tahap pengujian kemampuan degradasi pada kulitumbi singkong. Penelitian tahap 1 dilakukan menggunakan metode pengenceran berseri dan cawan tuang, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif, sedangkan tahap 2 dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial dengan 3 (tiga) perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan ANAVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan bila terjadi pengaruh perlakuan. Parameter yang diamati pada tahap 1 adalah indeks selulolitik terbesar pada isolat bakteri, sementara pada tahap 2 adalah kandungan serat kasar, pada produk biodegradasi menggunakan bakteri. Hasil penelitian tahap 1 diperoleh 13 isolat bakteri selulolitik. Bakteri cairan rumen sapi aerob yang memiliki kemampuan selulolitik tertinggi adalah Bacillus megaterium, Bacillus mycoides. Berdasarkan uji iodium didapatkan dua kandidat yang memiliki kemampuan selulolitik terbesar, yaitu CM2 dan CM5, dengan indeks selulolitik masing-masing 3 dan 3,5. Hasil penelitian tahap 2 menunjukkan terjadi penurunan serat kasar setelah proses fermentasi. Perlakuan B. megaterium dosis 1% menghasilkanpenurunan kandungan serat kasar kulit umbi singkong tertinggi yaitu sebesar 30,14%, dimana nilai kandungan serat kasar pada produknya adalah sebesar 9,11% .
Menentukan Nilai Eigen Tak Dominan Suatu Matriks Definit Negatif Menggunakan Metode Kuasa Invers dengan Shift Andriani, Yuli
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Kuasa dengan shift adalah metode iteratif untuk menentukan nilai eigen tak dominan suatu matriks definit negatif. Jika vektor eigen tak dominan perkiraan diketahui, Kuesien Rayleigh memberikan nilai eigen tak dominan perkiraan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana menentukan nilai eigen tak dominan suatu matriks definit negatif dengan metode Kuasa Invers dengan shift. Hasilnya menunjukkan bahwa iterasi berhenti ketika nilai galat mendekati nilai eigen tak dominan.
Model Tingkat Kelancaran Pembayaran Kredit Bank Menggunakan Model Regresi Logistik Ordinal (Studi Kasus: Bank Rakyat Indonesia Tbk Unit Pasar Bintuhan) Andriani, Yuli
GRADIEN Vol 8, No 2 (2012): (Juli 2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.694 KB)

Abstract

Untuk mengantisipasi penyelesaian kredit macet pada PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk unit Pasar Bintuhan perlu dicari faktor-faktor yang dijadikan indikator untuk analisis kelayakan pemberian kredit menggunakan model Regresi Logistik Ordinal. Model penduga tingkat kelancaran pembayaran kredit modal usaha yaitu: Lj (x) = konst_j - 2,695* [kelamin=1] -0,060 *Umur -0,789*Jml_tanggungan + 5,340E-7*Pinjaman -7,484E-8*Agunan; dimana tingkat kelancaran lancar Konst_j nya adalah 0,902, sedangkan untuk tingkat kelancaran dalam pengawasan khusus Konst_j nya adalah 6,614. Peluang seorang debitur tersebut untuk masuk kategori lancar adalah 0,6013276, kategori dalam pengawasan khusus adalah sebesar 0,396486, dan kategori macet adalah sebesar 0,002186. Maka dapat disimpulkan bahwa pinjaman seorang debitur tersebut berpeluang besar untuk menjadi kategori lancar.
KOMBINASI SUMBER PROTEIN DAN KARBOHIDRAT SEBAGAI PAKAN IKAN LELE SANGKURIANG (CLARIAS GARIEPINUS) FASE PEMBESARAN Cahyadi, Gun Gun; Rostika, Rita; Lili, Walim; Andriani, Yuli
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi limbah ikan tongkol sebagai sumber protein pakan dan dedak sebagai sumber karbohidrat yang menghasilkan pertumbuhan tertinggi ikan lele sangkuriang stadia pembesaran. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli ? Agustus 2017 di jaring apung Kolam Percobaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universiras Padjadjaran Ciparanje, Jatinangor, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap  (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan tiga kali ulangan. Kombinasi limbah ikan tongkol dan dedak yaitu berturut ? turut pakan A (95%,5%), B (90%, 10%), C (85%, 15%), D (80%, 20%), E (75%, 25%), dan F (Pakan Komersial). Ikan lele Sangkuriang yang digunakan berukuran 22 ± 0,8 g (stadia pembesaran) dipelihara dalam 18 unit waring dengan padat tebar 20 ekor/waring selama 60 hari. Pengaruh setiap perlakuan terhadap parameter dianalisis menggunakan analisis ragam atau Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji dengan berbagai kombinasi limbah ikan tongkol sebagai sumber protein dan dedak sebagai sumber karbohidrat tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap laju pertumbuhan harian (LPH) dan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) ikan lele Sangkuriang. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa kombinasi 75% limbah ikan tongkol dan 25% dedak sebagai pakan ikan lele Sangkuriang stadia pembesaran memberikan hasil terbaik terhadap laju pertumbuhan harian sebesar 1,03% dan efisiensi pemanfaatan pakan sebesar 38,52%.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK ENZIM KASAR PAPAIN DAN BROMELIN TERHADAP PEMANFAATAN PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN PATIN SIAM (PANGASIUS HYPOPTHALMUS) PADA STADIA PENDEDERAN Nuraeni, Indri; Rostika, Rita; Lili, Walim; Andriani, Yuli
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kombinasi ekstrak enzim kasar  Papain dan Bromelin pada pemanfaatan pakan, kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan harian ikan patin siam stadia pendederan, serta mengetahui konsentrasi terbaik dari kombinasi kedua enzim tersebut terhadap pertumbuhan benih ikan patin.Riset dilakukan pada bulan April hingga Juni 2017 di Karamba Jaring Apung BPPPU Waduk Cirata. Riset menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 Perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (tanpa EEKP & EEKB), B (5% EEKP) C (3.75% EEK P&1.25% EEKB), D (2.5% EEKP & 2.5% EEKB) E (1.25% EEKP & 3.75% EEKB ) dan F (5% EEKB). Hasil dianalisis uji F dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil riset menunjukkan bahwa penambahan kombinasi ekstrak enzim kasar papain sebanyak 1.25% dan ekstrak enzim kasar bromelin sebanyak 3,75% merupakan hasil terbaik dengan hasil SR 75%,LPH 4.19% dan EPP 68.36%.  
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP KELAS VII Andriani, Yuli; Riandi, Riandi
EDUSAINS Vol 7, No 2 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v7i2.1578

Abstract

AbstractMastery of the concept of science which is still low in the schools is the joint work of practitioners of science education. Learning science should be based on the nature of science itself that is the process of investigating the nature around systematically, but it has not been done by the school because most of the learning is still in the form of direct transfer from teachers to students. Learning ADI (Argument Driven Inquiry) is seen to facilitate students to understand the concept of science as well. Research on the implementation of the ADI (Argument Driven Inquiry) to improve the mastery of concepts is done in junior high school students of class VII in one of the Junior High School in Garut district, with 66 students who were divided into two classes namely experimental class that implemented ADI (Argument Driven Inquiry) and the control class that used guided inquiry learning. The results showed Application Inquiry Driven Argument learning model can significantly improve students' mastery of concepts than learning with guided inquiry. The cognitive aspect which aspect is the most improved is C2 (understand) both in the classroom that uses the learning Argument Driven Inquiry as well as in the classroom using learning Inquiry guided, and mastery of concepts most improved is in matter convection either in class that used the learning Argument Driven Inquiry as well as in the classroom which used guided Inquiry learning. AbstrakPenguasaan konsep IPA yang masih rendah di sekolah-sekolah merupakan pekerjaan bersama dari praktisi pendidikan IPA. Pembelajaran IPA seharusnya dilakukan berdasarkan hakikat IPA itu sendiri yakni proses penyelidikan terhadap alam sekitar secara sistematis, namun hal ini belum banyak dilakukan oleh sekolah karena pembelajaran sebagian besar masih berupa transfer langsung dari guru pada siswa. Pembelajaran ADI (Argument Driven Inquiry) dipandang dapat memfasilitasi siswa untuk memahami konsep IPA secara baik. Penelitian mengenai implementasi ADI (Argument Driven Inquiry) dalam meningkatkan penguasaan konsep dilakukan pada siswa SMP kelas VII di salah satu SMP Negeri di kabupaten Garut terhadap 66 siswa yang dibagi ke dalam dua kelas yakni kelas eksperimen yang menerapkan ADI (Argument Driven Inquiry) dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran inquiry terbimbing. Hasil penelitian menunjukan Penerapan model pembelajaran Argument Driven Inquiry secara signifikan dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dibandingkan pembelajaran dengan inquiry terbimbing. Aspek kognitif yang paling meningkat adalah aspek C2 (memahami) baik di kelas yang menggunakan pembelajaran Argument Driven Inquiry maupun di kelas yang menggunakan pembelajaran Inquiry terbimbing dan penguasaan konsep yang paling meningkat adalah pada materi konveksi baik di kelas yang menggunakan pembelajaran Argument Driven Inquiry maupun di kelas yang menggunakan pembelajaran Inquiry terbimbing.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.1578
EFEK THERMAL FRONT UNTUK PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN POTENSIAL IKAN PELAGIS Nugroho, Ridwan Ariyo; Syamsudin, Mega L.; Andriani, Yuli; Apriliani, Izza Mahdiana
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 3 No 2 (2019): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8016.099 KB) | DOI: 10.29244/core.3.2.205-215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi dan waktu terjadinya thermal front pada perairan Selat Bali serta pengaruhnya terhadap penentuan daerah penangkapan ikan pelagis. Metode yang digunakan adalah Single Image Edge Detection (SIED) dengan menggunakan data Suhu Permukaan Laut (SPL) yang diakses dari satelit MODIS dengan sensor Aqua (MODIS-Aqua), lokasi penangkapan tahun 2013 sampai 2015 diperoleh dari pelabuhan perikanan Pengambengan, dan arus geostropik yang diambil dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF). Identifikasi thermal front dari data citra raster SPL menggunakan algoritma SIED kemudian dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan spasial dan temporal. Hasil penelitian menunjukan thermal front yang terbentuk bersifat sementara pada kisaran harian hingga mingguan dengan kekuatan lemah dan kuat. Thermal front terbentuk pada musim barat dimulai dari arah barat selatan Selat Bali. Musim peralihan 1 terbentuk di selatan Selat Bali. Masuk ke musim timur dan peralihan 2 terbentuknya thermal front berada pada sisi sebelah timur selatan Selat Bali. Thermal front banyak terbentuk pada musim barat dan musim timur dengan musim barat sebagai puncak. Thermal front tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan ikan pelagis di perairan Selat Bali. Pada daerah penangkapan ikan tidak selalu terbentuk thermal front, diduga karena lokasi wilayah Selat Bali yang terlalu kecil sehingga thermal front lebih banyak terbentuk di daerah selatan perairan Selat Bali. Kata kunci:      arus, Selat Bali, SPL, thermal front
INORGANIC NITROGEN ABSORPTION IN THE AQUAPONICS FARMING OF SANGKURIANG CATFISH (CLARIAS GARIEPINUS) AT UNEVEN RETENTION PERIODS Zahidah, Zahidah; Andriani, Yuli; Dhahiyat, Yayat; Nurruhwati, Isni; Sahidin, Asep; Hamdani, Herman; Victoria, Stephanie Marcelia
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3430.442 KB) | DOI: 10.19027/jai.17.2.130-136

Abstract

AbstractAquaponics is new aquaculture integrating the technology of fishes and plants due to less availability of land. This study aimed to determine the optimum retention period in the aquaponics farming of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) integrated with water spinach (Ipomoea reptan) to generate the water to support the catfish production. This study conducted in 40 days between May to June 2016 at Ciparanje Fish Hatchery Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Universitas Padjadjaran. The design of this study was completely randomized, with five treatments and three replications. The treatments retention periods were 5, 10, 15, 20 minutes, and control (no water flow). The study showed that the retention period affected water spinach?s inorganic nutrient absorption in sangkuriang catfish farm. The 15 minutes retention period gave the most desirable result, with a flow of 0.072 L/s that reduced 58.83% of nitrate, and 33.32% of ammonia has been produced by fish farming activities. The highest specific growth rate of the sangkuriang catfish obtained in 15 minute retention period of 4.01 % Keywords: aquaponics, sangkuriang catfish, water spinach, retention periods  AbstrakAkuaponik adalah teknologi akuakultur baru yang mengintegrasikan ikan dan tanaman karena ketersediaan lahan yang semakin rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan periode retensi optimum pada budidaya akuaponik ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) yang terintegrasi dengan kangkung air (Ipomoea reptan) untuk menghasilkan air yang mendukung produksi lele. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari di Laboratorium Budidaya  Ikan Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan berupa periode retensi 5, 10, 15, 20 menit, dan kontrol (tidak ada aliran air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode retensi memengaruhi penyerapan nutrisi anorganik oleh bayam air dalam budidaya ikan lele sangkuriang. Periode retensi 15 menit memberikan hasil yang paling baik,  dengan aliran 0,072 L/s mengurangi 58,83% nitrat, dan 33,32% amonia dalam media budidaya ikan. Laju pertumbuhan spesifik ikan lele sangkuriangtertinggi diperoleh pada perlakuan waktu retensi 15 menit, yaitu sebesar 4,01%.  Kata kunci: akuaponik, ikan lele sangkuriang, kangkung darat, waktu retensi