Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH TRAINING & DEVELOPMENT, MOTIVASI TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT PLN PERSERO KABUPATEN SIJUNJUNG Andrizal, Andrizal; Kemala Sari, SE, MM, Mareta; Natassia, SE, MM, Rizky
Pendidikan Ekonomi Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi
Publisher : Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted in the District Sijunjung regarding training & development , motivation on employee performance at PT . PLN Persero Sijunjung district . The purpose of this study was to obtain evidence of the effect of training & development , motivation on employee performance in PT . PLN Persero Sijunjung district .The method used in this research is descriptive and associative . This research is a field , where the use of secondary data . Training & development ( X1 ) , motivation ( X2 ) and job performance ( Y ) is obtained from documentation PT . PLN Persero Sijunjung district . Analysis of the data used in this study is a descriptive analysis and inductive analysis which consists of classical assumption test , multiple linear regression analysis and hypothesis testing .Based on multiple linear regression equation it can be seen that the regression coefficient of training & development ( X1 ) obtained a value of 0.366 with a positive coefficient sign ( + ) , motivation ( X2 ) obtained a value of 0.156 . This means that the training & development , motivation can increase job performance in PT . PLN Persero Sijunjung . Significance value of the variable value of the training and development of 0.000 < 0.05 , and the value of the variable motivational significance of 0.043 < 0.05 It can be concluded that the training & development , motivation jointly affect performance in PT . PLN Persero Sijunjung district .Based on these results , it is suggested that employees of PT . PLN Persero Sijunjung district to be more active in running training & development , and motivation of employees so that performance can be increased .Keywords : Training & Development and Motivation , Job Performance      
Identifikasi Halitosis Berdasarkan Tingkatan Berbasis Sensor Gas Menggunakan Metode Learning Vector Quantization Yendri, Dodon; Irviana, Anisa; Andrizal, Andrizal
Journal of Information Technology and Computer Engineering Vol 1 No 01 (2017): Journal of Information Technology and Computer Engineering
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jitce.1.01.35-47.2017

Abstract

Diabetes mellitus and gastric infections can be detected through bad breath bad breath (halitosis). Halitosis is a condition where the smell of bad breath occurs when a person exhales (usually smells when talking). This study aims to create an oral health identification and classification system (halitosis). TGS-2602 gas sensor will detect gas levels in the mouth of the patient, and send data in the form of an analog signal to the ATmega 328 microcontroller. By programming the data read on the Raspberry Pi, the data from the microcontroller is stored in a file and then the data is processed using the Fast Fourier Transform method. (FFT) so that the desired data pattern is obtained. The data pattern of the Fast Fourier Transform (FFT) output will be used as input data on the Learning Vector Quantization (LVQ) neural network method. System testing is done to people with halitosis and not halitosis bad breath. The results showed that the percentage success rate of sensor responses to mild halitosis samples was 25%, moderate halitosis samples were 50%, acute Halitosis samples were 50% and non-halitosis samples were 100%.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA SISTEM E-LEARNING UNIVERSITAS NEGERI PADANG Andrizal, Andrizal; Arif, Ahmad
invotek Vol 17 No 2 (2017): INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v17i2.75

Abstract

Penyajian materi perkuliahan pada Elearning UNP selama ini masih terkesan bersifat verbalitas, sehingga perkuliahan melalui Elearning menjadi kurang menarik bagi mahasiswa. Untuk itu desain penyampaian materi pembelajaran melalui Elearning perlu diubah dan dikemas dalam bentuk media pembelajaran yang lebih menarik, sehingga Elearning dapat menjadi pusat belajar bagi mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan tatap muka. Berdasarkan kondisi di atas peneliti mencoba melakukan pengembangan media pembelajaran sebagai media mandiri pada mata kuliah Listrik dan Elektronika Otomotif di Jurusan Teknik Otomotif FT UNP dengan mengikuti model ADDIE. Pengembangan media mencakup materi kelistrikan mesin dengan menggunakan software power point yang dilengkapi dengan menu interaktif berupa animasi, film, dan umpan balik hasil pembelajaran. Media diimplementasi melalui Elearning UNP semester Juli-Desember 2016 pada 5 seksi mata kuliah Listrik dan Elektronika Otomotif. Berdasarkan hasil analisis tingkat kepraktisan media diperoleh nilai Pratikalitas Media (ρ) adalah 88,57 % dengan tingkat kepraktisan “sangat praktis”; dan tingkat efektifitas penggunaan media oleh mahasiswa diperoleh selisih rata-rata nilai = 19, gain = 0,64, dengan tingkat efektifitas “sedang”.
Pengaruh Motivasi Terhadap Hasil Belajar Siswa SMK Saputra, Hendra Dani; Ismet, Faisal; Andrizal, Andrizal
invotek Vol 18 No 1 (2018): INVOTEK: Jurnal Inovasi, Vokasional, dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v18i1.168

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh motivasi terhadap hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor  yang berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal).Penelitian berfokus pada faktor internal yaitu motivasi belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian bertujuan melihat besarnya tingkat hubungan antara dua variabel yaitu motivasi belajar  siswa dengan hasil belajar siswa.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Data penelitian didapat dari penyebaran angket yang diberikan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi penelitian sebesar 0,860 dengan α = 0,05 dan koofisien korelasi pada tabel (r tabel = 0,349) sehingga t hitung > t tabel dengan α = 0,05. Hal ini menunjukkan motivasi belajar mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan hasil belajar siswa.
DEMONSTRASI MAHASISWA DI KOTA PEKANBARU BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 1998 TENTANG KEBEBASAN MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM Andrizal, Andrizal
Jurnal Hukum Respublica Vol 16 No 1 (2016): Hukum Bisnis, Hukum Tata Negara, dan Hukum Pidana
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/respublica.v16i1.1431

Abstract

Demonstrasi mahasiswa dilakukan untuk menyampaikan pendapat atau gagasan dalam perbaikan kehidupan bermasyarakat karena dianggap tidak sesuai harapan. Dalam kenyataannya pelaksanaan demonstrasi dapat berujung menjadi anarkis dan tidak terkendali, meskipun telah aturan yang tegas. Artikel ini menganalisis pelaksanaan demonstrasi mahasiswa di Kota Pekanbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dengan menggunakan penelitian hukum sosiologis. Hasil analisis dalam artikel ini ditemukan fakta bahwa  ketertiban mahasiswa berdemonstrasi  di  Kota Pekanbaru  belum berjalan efektif  menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Mahasiswa cenderung  tidak memberitahukan rencana aksi demonstrasi kepada pihak kepolisian, aksi demonstrasi mahasiswa melebihi batas waktu yang ditentukan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan aksi demonstrasi  mahasiswa berubah  tidak tertib dan cenderung anarkis. Hambatan yang  dihadapi dalam  pelaksanaan demonstrasi  karena  adanya pembatasan waktu dalam menyampaikan pendapat di muka umum, aksi demonstrasi tidak mengikuti aturan pelaporan rencana aksi,  pengamanan yang kasar yang tidak bertanggung jawab,  intervensi dari pihak keamanan  terutama intelijen, provokasi, pejabat atau  sasaran aksi menghilang, kesalahpahaman antar massa aksi demonstrasi dengan pihak keamanan sehingga mengakibatkan konflik fisik, pengamanan aksi yang kasar,  dan penghancuran/penyitaan/perampasan alat peraga aksi. Upaya yang harus dilakukan dalam mengatasi beberapa hambatan itu adalah sosialisasi atau penyuluhan hukum  Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum kepada  mahasiswa  di Kota Pekanbaru agar mereka memahami substansi peraturan tersebut,  pihak kepolisian  harus  memahami kondisi demonstrasi mahasiswa,  pendanaan yang mencukupi, dan aturan hukum yang  jelas dan mengikat.
PENERAPAN TEKNIK MENGKLARIFIKASI NILAI (VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE) UNTUK MENINGKATKANPEMAHAMAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Martoni, Martoni; Andrizal, Andrizal; Akbar, Helbi
J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JPAI Vol. 5 No. 2 Januari-Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpai.v5i2.5862

Abstract

The subject of Islamic Education is a subject that focuses on the affective domain or attitude which consists of a vehicle for planting values, morals, and standard norms such as social sense, nationalism, and even a belief system. From the results of interviewing researchers with one of the PAI teachers, it was found that there were several problems in learning Islamic Religious Education including: Students had difficulty understanding Islamic Education subject matter, especially on material, imitating the attitude of Prophet As, Prophet Musa and Prophet Isa. Students also feel bored and bored in learning so that students do not interpret the learning process. The data in this study were obtained from observation, interviews, tests and documentation, with 8 students consisting of 3 men and 5 women. The results of the research on the implementation of the value clarification technique were proven to be able to improve the learning comprehension of fifth grade students in PAI subjects at SD N 003 Lubuk Kebun Logas Tanah Darat District. This can be seen from the results of the Pre-Cycle test of only 25%, Cycle I rose to 41.7%, Cycle II rose to 75% and Cycle III had reached 87.5% in PAI subjects at SD N 003 Lubuk Kebun Logas Tanah District Land.Keywords: Value Clarification Techniques; Learning Understanding.
PENERAPAN METODE METAFORA BERBANTU MEDIA GAMBAR PADA PELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 013 PULAU KALIMANTING Hendri, Putra; Andriesgo, Johan; Andrizal, Andrizal
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL Iâ??TIBAR Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v6i1.506

Abstract

Keberhasilan seorang siswa juga merupakan keberhasilan seorang guru. Hal itu dikarenakan guru memiliki sebuah tanggung jawab atas keberhasilan anak didiknya. Keberhasilan siswa dapat dilihat dari keaktifannya dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan mata pelajaran PAI yang lebih memerlukan penjelasan agar siswa lebih memahami materi yang disampaikan guru, metode metafora menjadi salah satu solusinya. Metode pembelajaran ini menjelaskan sesuatu dengan mengungkapan sesuatu yang lain dimana masih memiliki kedekatan sifat atau sesuatu yang ingin ditonjolkan. Selain untuk mendekatkan makna satu kata dengan kata yang lain, dengan menggunakan metode metafora akan dapat memberikan proyeksi animistis. Dengan memberikan proyeksi ini sesuatu yang mungkin tidak dapat dijelaskan atau sesuatu yang abstrak, akan menjadi lebih jelas dan konkret. Dari hasil penelitian terdapat peningkatan keaktifan belajar mata pelajaran PAI pada siswa kelas V melalui penerapan metode metafora berbantu media gambar. Hal ini dibuktikan sejak Pra Siklus nilai rata-rata keaktifan belajar siswa hanya 41,25%. Pada Siklus I nilai rata-rata keaktifan belajar siswa 61,25%. Pada Siklus II nilai rata-rata keaktifan belajar siswa naik menjadi 82,50%. Pada Siklus III nilai rata-rata keaktifan belajar siswa naik menjadi 95%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran metafora dapat meningkatkan keaktidan siswa Kelas V SD Negeri 013 Pulau Kalimanting Kecamatan Benai.
Penyelesaian Hukum Pelanggaran Pemilu Dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Pekanbaru Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Andrizal, Andrizal
Jurnal Hukum Respublica Vol 17 No 1 (2017): Hukum Bisnis, Hukum Tata Negara, dan Hukum Pidana
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/respublica.v17i1.1454

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk: Pertama, menjelaskan penyelesaian hukum pelanggaran pemilu dalam pemilihan kepala daerah Kota Pekanbaru berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016? Kedua, menjelaskan hambatan penyelesaian hukum pelanggaran pemilu dalam pemilihan kepala daerah Kota Pekanbaru? Ketiga, menjelaskan upaya yang dilakukan dalam mengatasai hambatan penyelesaian hukum pelanggaran pemilu dalam pemilihan kepala daerah Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan penelitian hukum sosiologis.  Hasil penelitian ini dapat dijelaskan dalam konteks Pemilukada Kota Pekanbaru, penyelesaian hukum pelanggaran pemilu diselesaikan oleh Panwas Kota Pekanbaru terhadap putusan KPU Kota Pekanbaru yang mendiskualifikasi salah satu pasangan calon. Simpulan penelitian ini: Pertama, penyelesaian hukum pelanggaraan pemilu dalam Pemilukada Kota Pekanbaru selain dari pada tindak pidana pemilu diselesaikan oleh KPU dan Panwaslu. Setiap ada temuan dan laporan dari masyarakat sesegera mungkin ditindaklanjuti oleh Panwaslu dan hasil kajiannya bentuk rekomendasi disampaikan kepada KPU. Hasil rekomendasi tersebut segera diambil tindakan apakah pelanggaran administrasi atau ada unsur tindak pidana pemilu didalamnya. Kedua, hambatan penyelesaian hukum pelanggaran pemilu dalam Pemilukada Kota Pekanbaru adalah perangkat peraturan perundang-undangan yang tumpang-tindih kewenangan KPU dan Panwaslu. Ketiga, upaya yang dilakukan dalam penyelesaian hukum pelanggaraan Pemilukada Kota Pekanbaru dengan cara membangun koordinasi yang baik sesama  unsur penyelenggara pemilu, yaitu KPU, Panwas dan Bawaslu.
Pengendali Pompa Pengisi Galon Air Berbasis Sensor Waterflow Dan Mini PC Andrizal, Andrizal; Yendri, Dodon
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 1 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v1i2.34

Abstract

Proses pengisian galon di minum depot air menggunakan pompa air yang dilakukan oleh operator secara manual dengan menekan tombol on atau off. Ketika proses pengisian galon sedang berlangsung, operator selalu memperhatikan kondisi air di dalam galon apakah air sudah terisi penuh atau belum. Operator akan menghabiskan lebih banyak waktu mengamati galon sampai terisi penuh atau hampir penuh, kemudian sakelar di  OFF kan. Ketika tombol OFF diaktifkan, maka sangat mungkin air akan tumpah karena motor pompa belum sepenuhnya berhenti karena masih ada air yang dipompakan oleh motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol putaran motor pompa air ketika mengisi galon. Motor pompa bekerja secara otomatis dengan metoda PID, mengisi galon sesuai dengan set point yang diinginkan. Pengujian telah dilakukan pada galon volume 5 liter, 10 liter dan 19 liter. Hasil uji ketelitian sistem mengisi galon galon kapasitas 5 liter 99,40%, galon 10 liter 99,779%  dan 99,865% untuk galon 19 liter.
PENERAPAN METODE PEER GROUP TEACHING DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Muslim, Muslim; Andrizal, Andrizal
J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JPAI Vol. 5 No. 1 Juli-Desember 2018
Publisher : Maulana Malik Ibrahim State Islamic University Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpai.v5i1.5861

Abstract

The development of quality education in the teaching and learning process must be able to choose and apply various approaches and methods to improve student learning achievement. The quality of learning achievement of students in Islamic Education (PAI) subjects with scores below the KKM (Not Complete) reaches 70%. Even though the minimum completeness criteria (KKM) of PAI subjects in class VIII 2 of Kuantan Hilir 1 Junior High School are 77. Therefore, this study was tried to deal with the problem of low student learning outcomes. One method that can be applied is the Peer Group Teaching method. The Peer Group Teaching method provides an opportunity for students who have completed learning to provide assistance to their peers, so they will not be awkward to ask if something is unclear. The purpose of this study were: (1) to determine the application of the Peer Group Teaching method in PAI Subjects in Class VIII 2 of Kuantan Hilir 1 Junior High School, (2) to find out the application of the Peer Group Teaching method to improve results student learning in PAI learning in class VIII 2 of Kuantan Hilir 1 Junior High School. This study uses a Classroom Action Research (CAR) design of 3 cycles, namely pre-cycle, Cycle I and Cycle II. Each cycle consists of one meeting and four stages, namely: (1) action planning stage; (2) the stage of implementation of the action; (3) observation stage; (4) Analysis and reflection stages. The target of this study was class VIII 2 of Kuantan Hilir 1 Junior High School. Meanwhile, the data obtained in the form of the results of competency test and observation of group learning activities. From the results of research data analysis, PAI learning with the use of the Peer Group Teaching method (peer tutoring) can improve student learning outcomes. This is evident from 30 students, 26 students (87%) have reached the specified KKM, 77, although there are 4 (13%) students who have not achieved individual completeness. But this has exceeded the set of success indicators as many as 80% of students reach KKM (Completed). However, it seems that further efforts are still needed in empowering student learning outcomes in the school. The teacher is expected to deliver material not only with oral and monotonous information but also by using various learning methods. In addition, it is expected that this learning model can be used as one of the PAI learning alternatives because with this method students become more active in thinking and doing during teaching and learning activities.Keywords: Peer Group Teaching Method; Learning Outcomes; Islamic Education