Trias Andromeda
Department of Electronic and Computer Engineering, Faculty of Electrical Engineering, Universiti Teknologi Malaysia, Johor Bahru

Published : 35 Documents
Articles

Found 35 Documents
Search

PERANCANGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKING PANEL SURYA MENGGUNAKAN BUCK BOOST CONVERTER DENGAN METODE INCREMENTAL CONDUCTANCE Nugroho, Betantya; Handoko, Susatyo; Andromeda, Trias
Transmisi Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.464 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.4.168-175

Abstract

Potensi energi matahari di Indonesia dapat dimanfaatkan sepanjang hari, hal ini sangat menguntungkan untuk membangkitkan energi listrik dengan menggunakan panel surya. Beberapa metode digunakan pada panel surya untuk menaikkan efektifitas konversi energi panel surya. Metode pencarian dinamis menggunakan motor listrik untuk mengarahkan panel surya ke matahari, sedangkan metode pencarian statis atau Maximum Power Point Tracking (MPPT) menggunakan konverter daya. MPPT digunakan untuk mencari titik daya maksimum dari kurva karakteristik P-V pada panel surya. Titik daya maksimum panel surya berubah-ubah ketika terdapat perubahan irradiasi dan temperatur. Pada penelitian ini dilakukan perancangan MPPT menggunakan buck boost converter dengan metode algoritma Incremental Conductance untuk mencari daya maksimum panel surya. Pada pengujian sistem, didapatkan hasil sistem MPPT mampu mencari daya maksimum rata-rata panel surya sebesar 4,42 watt pada irradiasi 1000 watt/m2 temperatur 29oC, sedangkan daya tanpa MPPT pada resistansi 50 ? sebesar 4,17 watt, 33,3 ? sebesar 2,88 watt, 25 ? sebesar 2,37 watt dan 20 ? sebesar 2,04 watt. Irradiasi 750 watt/m2 temperatur 29oC sebesar 3,01 watt, , sedangkan daya tanpa MPPT pada resistansi 50 ? sebesar 2,53 watt, 33,3 ? sebesar 1,84 watt, 25 ? sebesar 1,48 watt dan 20 ? sebesar 1,33 watt.
KONVERTER ARUS SEARAH KE ARUS SEARAH TIPE PENAIK TEGANGAN DENGAN DAN TANPA MOSFET SINKRONISASI Romadhon, Mohamad Isnaeni; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.956 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.101-107

Abstract

Efisiensi merupakan salah satu ciri khas pada sistem elekronika modern. Konverter arus searah ke arus searah (konverter DC) sebagai sumber daya sistem elektronika dapat ditingkatkan efisiensinya dengan cara mengganti dioda pada konverter DC dengan MOSFET. MOSFET dapat mengurangi rugi konduksi pada konverter DC sinkron karena rugi daya konduksi MOSFET yang lebih rendah dari rugi daya konduksi diode. Pada penelitian ini menggunakan  konverter DC tipe penaik tegangan dan rangkaian pembangkit pulsa PWM (pemicuan)  menggunakan IC  TL 494. Perancangan alat pada penelitian ini akan mengaplikasikan metode MOSFET sinkronisasi dengan mengganti diode pada rangkaian konverter DC tipe penaik tegangan biasa dengan MOSFET yang memiliki Rds(on) rendah. Kemudian akan dibandingkan efisiensi antara konverter DC tipe penaik tegangan dengan MOSFET sinkronisasi dan konverter DC tipe penaik tegangan tanpa MOSFET sinkronisasi. Pada konverter DC tipe penaik tegangan dengan MOSFET sinkronisasi semakin tinggi duty cycle maka akan semakin tinggi nilai efisiensinya. Pada konverter DC tipe penaik tegangan tanpa MOSFET sinkronisasi nilai efisiensi cenderung stabil pada duty cycle berapapun. Pada konverter DC dengan MOSFET sinkronisasi efisiensi akan terus meningkat dan saat duty cycle diatas 40% melebihi nilai efisiensi konverter DC tanpa MOSFET sinkronisasi.
PERANCANGAN PERANGKAT KERAS ALAT UJI BIPOLAR JUNCTION TRANSISTOR BERBASIS MIKROKONTROLER Perkasa, Dedy Bagus; Andromeda, Trias; Riyadi, Munawar A
Transmisi Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.658 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.21.1.19-24

Abstract

Transistor bipolar merupakan piranti elektronika yang banyak digunakan dalam teknologi elektronika. Salah satu penggunaan transistor adalah sebagai amplifier audio. Pada rangkaian digital transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Agar transistor bekerja dengan optimal, pemasangan transistor dalam rangkaian harus benar. Untuk itu, posisi kaki-kaki pin transistor dan nilai parameter yang ada pada transistor perlu diperhatikan. Alat bantu atau tester yang handal diperlukan untuk mengetahui letak pin pada transistor. Penelitian ini merancang suatu perangkat keras yang dapat digunakan untuk membaca jenis, letak kaki, nilai penguatan, dan tegangan maju transistor BJT (Bipolar Junction Transistor). Perangkat keras  ini dirancang menggunakan mikrokontroller dan resistor untuk analisis titik kerja transistor. Pengujian dilakukan dengan menguji beberapa transistor BJT dengan tipe yang berbeda-beda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat telah dapat bekerja dengan baik.
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE CUK YANG DIOPERASIKAN UNTUK PENCARIAN TITIK DAYA MAKSIMUM PANEL SURYA BERBASIS PERTURB AND OBSERVE Prastiyonoaji, Arifna Dwi; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.6.1.68-73

Abstract

Potensi energi matahari di Indonesia sangat besar, yang mana dapat dimanfaatkan sekitar 4,8 KWh/m2 sepanjang harinya. Energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya berupa listrik arus searah tegangan rendah. Konverter arus searah yang mampu meningkatkan dan menurunkan tegangan adalah konverter searah  tipe cuk. Penambahan konverter arus searah tipe cuk ini bertujuan untuk memastikan mendapatkan titik daya maksimum atau Maximum Power Point Tracking (MPPT) yang dihasilkan oleh panel surya. Salah satu metode yang digunakan untuk mencari daya maksimum adalah Perturb and Observe (P&O). Hasil penerapan dengan menggunakan konverter arus searah tipe cuk menghasilkan nilai daya keluaran yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan konverter konvensional. Konverter arus searah tipe cuk dengan MPPT dapat menghasilkan daya pada iradasi 400 W/m2 daya yang maksimal diperoleh sebesar 1,77 watt, iradiasi 650 W/m2 sebesar 2,83 watt, iradiasi 850 W/m2 sebesar 3,09 watt, iradiasi 950 W/m2 sebesar 4,29 watt, dan iradiasi 1060 W/m2 sebesar 5,49 watt.
APLIKASI PENGENDALIAN ARM MANIPULATOR 4 DOF MENGGUNAKAN ALGORITMA FINITE STATE MACHINE SEBAGAI PEMINDAH SAYURAN PASCAPANEN TEROZONISASI Jihad, Muhamad Harun; Andromeda, Trias; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.7.3.782-788

Abstract

Pada era global ini, pemanfaatan arm manipulator robot dalam dunia industri telah semakin luas. Diantaranya untuk keperluan pengganti manusia pada kondisi lingkungan yang berbahaya. Pemindahan barang oleh lengan robot sering digunakan karena tingkat presisinya yang tinggi untuk menyesuaikan keterbatasan ruang gerak yang ada dengan lingkungan yang tidak aman bagi manusia. Untuk itu diperlukan pengendalian pergerakan lengan robot yang sederhana untuk mengoptimalkan kondisi keterbatasan ruang dan lingkungan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan perancangan pengendalian robot arm manipulator dengan 4 derajat kebebasan (DOF). Untuk metode pengendalian lengan digunakan Finite State Machine dengan masukan berupa sudut dan keluaran berupa koordinat end effector lengan robot. Untuk unit pengontrolnya digunakan mikrokontroller ATMEGA328p dan menggunakan bahasa C. Dengan menggunakan algoritma Finite State Machine, robot lengan dapat mengikuti arahan perintah sudut untuk masing-masing joint dengan kinematika maju. Untuk posisi pemindahan barang mengalami error pada sumbu X sampai dengan 3,6 cm, sumbu Y sejauh 4,17 cm dan sumbu Z sejauh 4,48 cm.
IMPLEMENTASI KONTROL ARUS PADA INVERTER SATU FASA MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 DENGAN METODE KONTROL HYSTERESIS Sandjojo, Ferry Aditya; Setiawan, Iwan; Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.7.1.327-333

Abstract

Inverter merupakan perangkat yang umum digunakan sebagai konverter untuk mengubah tegangan DC ke AC. Aplikasi inverter yang sering dijumpai adalah pada sistem photovolaic yang tersambung dengan grid dimana kualitas arus keluaran inverter sangat berpengaruh terhadap kualitas daya, serta pada UPS dengan daya rendah hingga menengah dimana arus keluaran inverter harus dikontrol untuk meningkatkan performa UPS. Dibandingkan dengan inverter PWM open loop, inverter dengan kontrol arus memiliki beberapa keunggulan diantaranya respon sistem yang lebih cepat dan memiliki akurasi tinggi dalam pengontrolan. Salah satu metode yang umum digunakan untuk mengontrol arus keluaran inverter adalah kontroler arus histeresis, dimana arus keluaran inverter dan referensi yang diberikan dibandingkan dalam batas histeresis tertentu. Metode kontrol ini banyak digunakan karena sederhana, respon sistem yang cepat dan robust terhadap perubahan beban. Dalam penelitian ini, dirancang inverter satu fasa  Full Bridge dengan metode kontrol arus histeresis menggunakan mikrokontroler 16-bit DSPIC30F4011. Arus keluaran inverter diumpan-balikkan oleh sensor arus ACS712-05B. Pengujian dilakukan dengan rentang referensi arus sebesar 1 ? 3 A pada variasi beban 4,6? dan 9,4?. Hasil pengujian menunjukkan gelombang arus keluaran inverter mampu mengikuti referensi arus yang diberikan. Rata-rata error pada arus keluaran inverter adalah 0,55 A untuk beban 4,6? dan 0,06 A untuk beban 9,4?.
PERANCANGAN BOOST CONVERTER MENGGUNAKAN VOLTAGE FEEDBACK PADA PANEL SURYA Assyidiq, Muhammad Alfin; Winardi, Bambang; Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.6.3.404-410

Abstract

Energi fosil adalah energi yang paling banyak digunakan, namun ketersediaan bahan bakar fosil semakin menipis. Energi terbarukan dapat digunakan sebagai salah satu pemenuhan energi. Panel surya adalah salah satu energi terbarukan yang bekerja dengan mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Pemanfaatan panel surya biasanya dihubungkan langsung dengan beban tanpa konverter pada tegangan rendah. Digunakan boost converter untuk menaikkan tegangan DC. Tegangan keluaran panel surya tergantung pada iradiasi dan beban yang disuplai panel surya. Untuk menjamin tegangan keluaran panel surya konstan, diperlukan umpan balik tegangan pada konverter DC-DC. Pada Penelitian ini dirancang boost converter mengunakan umpan balik tegangan pada panel surya. Tahapan perancangan diawali menghitung komponen boost converter, verifikasi menggunakan software PSIM dan implementasi perangkat keras. Boost converter telah berhasil dibuat dan mampu menghasilkan tegangan keluaran lebih besar sebesar 21,9 ? 41,8 volt. Penguatan boost converter dari duty cycle 0%-80% adalah 0,96 ? 5,56. Dari pengujian menggunakan umpan balik tegangan variasi iradiasi, beban, iradiasi dari matahari, dan partial shading, tegangan keluaran konverter mampu dijaga konstan 24 volt dengan error rata-rata 0,36%, 0,35%, 0,95%, dan 0,11%. Efisiensi rata-rata boost converter tanpa umpan balik tegangan 85,37% dan dengan umpan balik tegangan 90,26%.
PERANCANGAN CURRENT LIMITER SEBAGAI PROTEKSI SISTEM CHARGING BATERAI Dayanti, Jessy Kris; Andromeda, Trias; Christyono, Yuli
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.7.4.941-948

Abstract

Sistem proteksi overcurrent sangat penting dalam sistem Hybrid Charger Controller terutama untuk melindungi catu daya yang terhubung dengan beban. Penggunaan beban yang besar dan saat terjadi hubung singkat mengakibatkan overcurrent yang dapat merusak perangkat pada sistem Hybrid Charger Controler. Salah satu alat proteksi overcurrent adalah current limiter. Current limiter berfungsi untuk membatasi arus beban sesuai dengan yang dirancang saat terjadi overcurrent dan hubung singkat. Kelebihan rangkaian current limiter yaitu mampu bekerja lebih cepat, lebih sederahana dan lebih ekonomis karena hanya menggunakan komponen bipolar junction  transistor dan resistor. Pada Penelitian ini penulis merancang penerapan current limiter sebagai proteksi overcurrent pada sistem Hybrid Charger Controller. Pada Penelitian ini dilakukan tiga pengujian pada current limiter yang dibuat, yaitu pengujian arus keluaran kondisi normal, kondisi overcurrent dengan menggunakan variasi nilai beban resistor murni dan hubung singkat. Pengujian kondisi normal besar nilai arus yang dihasilkan berdasarkan besar nilai beban resistor. Pengujian kondisi overcurrent dan hubung singkat besar nilai arus keluaran  yang dihasilkan oleh  current limiter untuk beban 5 VDC sebesar 0,23 A  dan untuk beban 12 VDC sebesar 0,45 A.
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK ALAT UJI BIPOLAR JUNCTION TRANSISTOR BERBASIS MIKROKONTROLER Jumiasih, Jumiasih; Andromeda, Trias; Riyadi, Munawar Agus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.7.4.1075-1083

Abstract

Transistor merupakan salahsatu komponen penting dalam rangkaian elektronika. Transistor telah digunakan hampir disemua rangkaian elektronika. Namun, permasalahan sering timbul ketika ingin mengaplikasikan transistor ke dalam sebuah rangkaian elektronika, karena transistor sangat rentan terhadap kerusakan. Transistor bisa rusak karena suhu yang terlalu tinggi, kesalahan pengukuran, maupun kesalahan pemasangan dalam rangkaian. Hal ini karena cukup sulit mengetahui jenis maupun kaki-kaki dari transistor yang akan digunakan apabila tanpa panduan dari datasheet transistor tersebut. Bahkan datasheet transistor tidak memberikan data yang pasti mengenai nilai penguatan transistor (hanya berupa range maksimum-minimum). Pengecekan secara manual menggunakan multimeter dapat dilakukan untuk menentukan kaki-kaki transistor beserta nilai penguatannya, namun cara tersebut kurang praktis. Pengecekan kaki-kaki transistor dengan cara tersebut harus melalui beberapa tahapan dan ketelitian serta membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam Tugas Akhir ini, dirancang suatu perangkat pengujian transistor yang dapat membantu dalam pengecekan transistor BJT, melakukan identifikasi jenis transistor NPN dan PNP, identifikasi kaki-kaki transistor, mengetahui nilai penguatan (hFE) serta nilai tegangan forward (vf) dari transistor tersebut. 
KINERJA KONVERTER ARUS SEARAH TIPE BUCK CONVERTER DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN BERBASIS TL494 Cahyadi, Lukman Wira; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.6.1.161-167

Abstract

Kebutuhan konversi tegangan arus searah semakin banyak digunakan di bidang industri dalam skala besar maupun kecil. Salah satu cara untuk mengkonversi tegangan arus searah ke tegangan arus searah yang lebih rendah adalah dengan menggunakan rangkaian buck converter. Pada konverter arus searah tipe buck converter kondisi open loop control tidak mampu merespon terhadap perubahan beban. Hal ini mengakibatkan keluaran dari konverter arus searah tipe buck converter tidak stabil dan kurang efisien. Jadi untuk mengatasi kasus tersebut dibuat suatu sistem dengan pengendali close loop. Pada Tugas Akhir ini dirancang buck converter dengan umpan balik tegangan berbasis IC TL494 sebagai rangkaian pembangkit sinyal PWM. Umpan balik tegangan berfungsi untuk memonitor tegangan keluaran buck converter, yang akan diumpankan pada komparator yang ada di dalam IC TL494. Hasil pengujian yang sudah dilakukan didapatkan bahwa tegangan keluaran buck converter dengan umpan balik tegangan cenderung konstan dengan adanya perubahan beban. Tegangan keluaran rata ? rata buck converter dengan umpan balik tegangan sebesar  14,68 volt. Efisiensi rata ? rata buck converter dengan umpan balik tegangan sebesar 92,45 %. Pada pengujian objek aki sebagai beban, respon tegangan keluaran buck converter dengan umpan balik tegangan mengikuti kondisi tegangan terminal aki.Hal ini karena aki merupakan catu daya arus searah murni.