Nita Anggraeni
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang

Published : 5 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KETERCAPAIAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DI SEKOLAH DAERAH TERPENCIL KABUPATEN BULUKUMBA Anggraeni, Nita; Poerwanti, Endang
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Program Studi Magister Pedagogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v4i2.11582

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to analyze the level of achievement of the National Education Standards in remote areas in Bulukumba Regency. The type of research used is a case study using the Explanatory Sequential Design mix method. This research was conducted in Bulukumba Regency. The subjects of this study were the Principal, Teachers in remote areas and the head of the Education Office of the district of Bulukumba. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis in the form of data reduction, data presentation, and verification. To test the wetness of the data using triangulation analysis methods and sources. The results showed that the National Education Standards reached by the Kahaya district school, Bulukumba Regency was in terms of content, process, graduation competencies, education staff, management, and assessment, while only the facilities and infrastructure standards had not been achieved. The obstacle faced is the access road to school, the availability of facilities and infrastructure. Efforts made in overcoming obstacles are carried out efficiently by utilizing the surrounding environment to be a means of learning activities.Keywords: Achievement of SNP, Schools, Remote Areas Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis tingkat ketercapaian Standar Nasional Pendidikan di Sekolah daerah terpencil Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan menggunakan pendekatan mix method Explanatory Sequential Desaign. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru di daerah terpencil dan kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan Verifikasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan analisis triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Nasional Pendidikan yang telah tercapai oleh sekolah daerah Kahaya, Kabupaten Bulukumba yaitu pada standar isi, proses, kompetensi kelulusan, tenaga kependidikan, pengelolaan dan penilaian, sedangkan hanya standar sarana dan prasarana yang belum tercapai. Kendala yang dihadapi adalah akses jalan menuju sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yaitu dilakukan efisiensi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk dijadikan sarana kegiatan pembelajaran.Kata kunci: Ketercapaian SNP, Sekolah, Daerah Terpencil
STUDI PEMANFAATAN LUMPUR LIMBAH CAIR B-3 YANG MENGANDUNG PB DAN CR DARI INDUSTRI PERCETAKAN SEBAGAI BAHAN BAKU TAMBAHAN PEMBUATAN PAVING BLOCK (STUDI KASUS PT GRAMEDIA GROUP, JAKARTA) HN, Widiastuti; Zaman, Badrus; Anggraeni, Nita
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 13, Nomor 2, Edisi XXXII, JUNI 2005
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.559 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v13i2.3911

Abstract

Printing industrial wastewater represented hazardous waste. Processing of printing industrial wastewater still yielded by sludge which needing furthermore processing, because it contained heavy metal Pb and Cr, which also had the character of B-3, as does its wastewater. Processing of hazardous waste with solidification process represented the way of processing as efficient and effective alternative and also profit in expense of to the printing industry and to continuity of environment. Sludge could be use as aggregate, which was the raw material in making of block pavement with sand, cement, and water. Research of sludge exploited as an addition of paving block had the character of experimental made block pavement by varied 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40% sludge in sand. Results indicated that with substitution until 30 % of sludge weight replacing sand as aggregate in the reality could yielded block pavement powerfully depress fulfilling SNI 03-0691-1996. The highest strength depress was yielded by addition 10% of sludge powerfully depress 229.375 kg / cm2 and was absorption of water 11.334%. Leaching test with submerged simulation gave result that concentration of Pb and Cr still below standard quality of hazardous waste that was 0,1ppm and 0,5 ppm and was leaching rate of pavement block downhill progressively by increasing day it of submerged. Result of this research was expected could become alternative processing of hazardous waste and advantaging in expense. Keywords: sludge, hazardous waste, solidification, block pavementPermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3911[How to cite: Widiastuti HN, Zaman, B. dan Anggraeni, N., 2005, Studi Pemanfaatan Lumpur Limbah Cair B-3 yang Mengandung Pb dan Cr dari Industri Percetakan sebagai Bahan Baku Tambahan Pembuatan Paving Block (Studi Kasus PT Gramedia Group, Jakarta), Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 13, Nomor 2, pp. 75-8]
Nita Anggraeni NEGARA BERKEMBANG, PERLINDUNGAN PRODUK DALAM NEGERI DALAM KONTEKS HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL WORLD TRADE ORGANIZATION (WTO) Anggraeni, Nita
Al-Ahkam Vol 13 No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Faculty of Sharia State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ajh.v13i1.1749

Abstract

Keanggotaan WTO terbanyak adalah negara berkembang. Berjumlah sekitar dua per tiga dari total anggota WTO sebanyak 164 negara. Mereka memainkan peran sangat aktif dan penting di WTO karena jumlahnya yang banyak, peranan mereka menjadi lebih penting dalam ekonomi global, karena negara berkembang semakin melihat perdagangan sebagai alat vital dalam usaha pembangunan negaranya. Negara berkembang terdiri memiliki kelompok dan setiap kelompok dengan permasalahan yang berbeda. Status negara berkembang di WTO memiliki hak-hak khusus. Beberapa ketentuan dalam beberapa Perjanjian WTO memberi negara berkembang masa transisi yang lebih lama sebelum mereka diwajibkan untuk sepenuhnya melaksanakan kesepakatan juga mereka dapat menerima bantuan teknis. Anggota WTO yang mengumumkan dirinya sebagai negara berkembang tidak secara otomatis mendapat  keuntungan dari beberapa anggota negara maju seperti  dalam prinsip General System of Preference (GSP). Dalam praktiknya terdapat preferensi yang menentukan daftar negara-negara berkembang yang akan mendapatkan keuntungan dari sistem  tersebut. Permasalahan yang banyak dihadapi negara berkembang adalah bagaimana produk lokal dapat bersaing dengan produk impor. WTO memiliki berberapa alternatif perlindungan produk lokal bagi negara anggota akan tetapi banyak perlakuan khusus untuk negara berkembang. Kata Kunci Negara Berkembang, Perdagangan, WTO
Perang Dagang Dalam Hukum Perdagangan Internasional Anggraeni, Nita
Al-Ahkam Vol 15 No 1 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ajh.v15i1.1967

Abstract

Perang dagang adalah konflik ekonomi yang terjadi antara dua atau lebih negara dengan melibatkan tarif perdagangan satu dengan yang lainnya. Perang dagang Amerika Serikat berdampak terhadap ekonomi global, karena kedua negara tersebut merupakan negara ekonomi raksasa. Dampak perang dagang hampir dialami berbagai negara terutama negara yang sedang berkembang. Walaupun berdampak terhadap ekonomi global, dalam GATT WTO tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa perang dagang adalah bentuk pelanggaran, karena merupakan konflik ekonomi antar negara dan berdasarkan prinsip resiprositas.. Selain dampak negatif, perang dagang merupakan suatu peluang dan tantangan bagi negara Indonesia untuk mengambil alih ekspor kepada kedua negara tersebut. Kata Kunci: perang dagang, GATT-WTO, bea masuk, tarif