Articles

AGRICULTURE OUTPUT GROWTH IN EAST JAVA: AN INPUT-OUTPUT ANALYSIS BEETWEN 1985-1990 AND 1994-2000 Anindita, Ratya; Shinta, Agustina
SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10, No. 1 Februari 2010
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
THRESHOLD COINTEGRATION PADA PASAR JAGUNG DI INDONESIA Aprilia, Anisa; Anindita, Ratya; Syafrial, Syafrial; Tsai, Grace; Chien, Li-Hsien Hank
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.548 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi hubungan dan struktur antara harga pasar jagung di tingkat petani dan retail di Indonesia. Penelitian ini mengembangkan dan menguji Threshold Vector Error Correction Model (TVECM) dua regim dengan satu vector kointegrasi dan threshold parameter yang didasarkan pada error correction term. Penelitian ini menggunakan 348 data bulanan harga jagung di tingkat petani dan retail pada periode Januari 1993 sampai Desember 2011. Hasil empiris mengindikasikan bahwa TVECM dengan dua regim merupakan pendekatan yang lebih baik untuk mendeskripsikan hubungan antara harga pasar jagung di tingkat petani dan retail di Indonesia. Hubungan kointegrasi diekspektasikan ketika keseimbangan menurun lebih dari 20.8% atau equilibrium relative markup lebih dari 42.69%. Dalam hal ini, harga retail jagung meningkat lebih cepat daripada harga jagung di tingkat petani untuk mengembalikan kesimbangan jangka panjang antara harga jagung di tingkat petani dan retail. Hasil penelitian penyesuaian asimetris harga pada penelitian ini menunjukkan bahwa relative markup lebih dari 42.69%, hal tersebut akan menguntungkan retailer atau industri makanan dan pakan ternak, tetapi di sisi lain akan merugikan petani dan konsumen jagung. Hasil statistik menunjukkan kekuatan pasar sektor industri makanan dan pakan ternak serta retail telah eksis pada industri jagung di Indonesia.   Kata kunci: harga jagung, integrasi pasar, threshold cointegration
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI BAWANG PUTIH (STUDI KASUS DI DESA GIRIPURNO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU) Suriaatmaja, M. Erwan; Muhaimin, A. Wahib; Anindita, Ratya
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.548 KB)

Abstract

Kebutuhan bawang putih dalam negeri dikuasai oleh bawang putih impor, hal ini dikarenakan produksi bawang putih dalam negeri semakin tahun mengalami penurunan. Ini disebabkan selain biaya produksi tinggi juga karena dalam berusahatani bawang putih petani tidak dapat mengalokasikan input usahataninya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif dan faktor yang berpengaruh pada tingkat efisiensi teknis dan alokatif. Model yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi adalah fungsi produksi stochastic frontier, dengan faktor produksi yang dimasukan dalam model yaitu luas lahan, bibit, pupuk, insektisida, fungisida dan tenaga kerja. Sedangkan metode efisiensi teknis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu kepada model efisiensi teknis yang dikembangkan oleh Battese dan Coelli. Faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis yang dimasukan dalam model yaitu, pengalaman berusahatani, tanggungan keluarga, tingkat pendidikan dan umur petani. Berdasarkan hasil penelitian petani masih belum mampu untuk mengalokasikan input usahataninya secara optimal, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan petani didaerah penelitian dalam menggunakan faktor produksi baik itu luas lahan, bibit dan pupuk belum efisien secara teknis dikarenakan kemampuan petani dalam mengadopsi teknologi yang ada belum maksimal ini dikarenakan tingkat pendidikan petani berpengaruh pada tingkat efisiensi teknis. Rendahnya tingkat pendidikan dan terbatasnya kecakapan petani merupakan penyebab rendahnya penerapan teknologi oleh petani bawang putih. Terbatasnya pengaplikasian teknologi yang tepat sangat berpengaruh kepada hasil produksi komoditas pertanian, sehingga belum tercapai optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan, bibit, pupuk, tenaga kerja, fungisida dan isektisida, yang sebenarnya sangat berpotensi untuk memberikan hasil yang lebih optimal dan dapat meningkatkan pendapatan petani itu sendiri.   Kata kunci: efisiensi teknis, produksi, pendapatan, bawang putih
ANALISIS VOLATILITAS HARGA, VOLATILITAS SPILLOVER, DAN TREND HARGA PADA KOMODITAS BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DI JAWA TIMUR Wijaya, Mullisa Ayu; Anindita, Ratya; Setiawan, Budi
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.71 KB)

Abstract

Liberalisasi perdagangan di Indonesia menyebabkan impor bawang putih selalu meningkat sehingga harga domestik bawang putih tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan domestik, akan tetapi mengikuti harga impor bawang putih. Hal itu menyebabkan harga domestik bawang putih semakin tidak pasti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas harga, volatilitas spillover, dan untuk mengetahui trend harga pada komoditas bawang putih sebelum dan sesudah liberalisasi perdagangan. Penelitian ini didukung oleh data sekunder (time series), yaitu harga bawang putih di tingkat produsen (petani) dan konsumen (eceran) di Jawa Timur, selama 21 tahun, dari 1992 hingga 2012 (bulanan). Untuk menganalisis volatilitas harga digunakan metode ARCH/GARCH, volatilitas spillover digunakan metode EGARCH, dan untuk mengukur trend harga digunakan metode Kuadrat Terkecil. Hasil-hasil penelitian ditunjukkan bahwa sebelum liberalisasi perdagangan volatilitas harga produsen dan konsumen adalah high volatility, sedangkan sesudah liberalisasi perdagangan volatilitas harga produsen adalah high volatility dan volatilitas harga konsumen adalah low volatility. Sebelum liberalisasi perdagangan mengindikasi volatilitas spillover, sedangkan sesudah liberalisasi perdagangan tidak mengindikasi volatilitas spillover. Trend harga produsen dan konsumen sesudah liberalisasi perdagangan adalah meningkat sangat tinggi daripada trend harga produsen dan konsumen sebelum liberalisasi perdagangan. Kedua trend harga tersebut merupakan garis uptrend.   Kata kunci: bawang putih, volatilitas harga, volatilitas spillover, trend harga
ANALISIS SPILLOVER VOLATILITAS HARGA KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DI JAWA TIMUR Sembiring, Elsa; Anindita, Ratya; Syafrial, Syafrial
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.283 KB)

Abstract

Variabilitas dan fluktuasi harga kedelai dunia memunculkan volatilitas harga kedelai dunia. Fenomena ini menyebabkan resiko dan ketidakpastian harga kedelai. Dampak fluktuasi harga kedelai dunia yang tidak stabil ini (volatilitas) menjadi efek utama yang akan memberikan efek sekunder bagi perkembangan harga kedelai domestik khususnya di Jawa Timur yang disebut sebagai spillover. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spillover volatilitas sementara (temporary volatility) dan dinamis (dinamic volatility) dari harga kedelai di berbagai tingkat pasar kedelai di Jawa Timur dan pasar kedelai di Amerika Serikat. Analisis dilakukan dengan metode GARCH yang sangat relevan dan realistis dalam menganalisis volatilitas komoditi pertanian yang memiliki tingkat fluktuasi harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan model ARMA. Data time series harga yang digunakan adalah harga kedelai lokal tingkat petani dan eceran, kedelai impor dan harga kedelai nasional Amerika Serikat tahun 2000 hingga 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga kedelai impor memiliki volatilitas yang cukup tinggi yaitu sebesar 5.94 persen dan tidak berbeda jauh tingkat volatilitasnya dengan harga kedelai nasional Amerika Serikat. Volatilitas harga kedelai di berbagai tingkat harga pada kondisi dinamis bersifat divergen atau cenderung semakin besar pada level petani yang ditandai dengan α + β > 1, dengan volatilitas yang cenderung spiky atau melonjak dengan tajam (α > β), serta konvergen atau semakin kecil secara sementara. Volatilitas harga secara dinamis antara harga kedelai lokal terhadap harga kedelai impor bersifat divergen dengan α + β > 1. Artinya adalah bahwa harga kedelai lokal memiliki fluktuasi yang sangat bergejolak/volatil terhadap harga kedelai impor yang cenderung sangat rendah dibanding harga kedelai lokal atau dimasa yang akan datang kemungkinan terjadi volatilitas yang semakin besar. Sedangkan secara sementara (temporary), volatilitas harga cenderung bersifat konvergen atau menjadi semakin lemah (die down). Keberadaan spillover volatilitas harga kedelai secara kontemporer hanya terjadi secara satu arah diantara berbagai tingkat harga kedelai, sedangkan spillover dua arah hanya terjadi secara dinamis antara harga kedelai lokal (Jawa Timur) di tingkat petani dan eceran, serta antara harga kedelai lokal (Jawa Timur) tingkat eceran dengan harga kedelai impor. Kata Kunci : Fluktuasi, Volatilitas, Spillover, GARCH
PENGARUH GREEN MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT (Kasus Produk Beras Organik “Lumpang Berlian” Agroindustri Sumber Makmur Desa Sumberngepoh, Lawang, Malang) Utami, Vita Kurnia; Setiawan, Budi; Anindita, Ratya
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri Sumber Makmur merupakan sebuah industri yang menciptakan produk hijau yakni beras organik dan sereal beras organik “Lumpang Berlian”. Agroindustri tersebut merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumberdaya potensial daerah khususnya di desa Sumberngepoh. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 1) Pengaruh Green Marketing terhadap Keputusan Pembelian baik secara parsial maupun secara simultan, 2) Pengaruh Green Product, Green Promotion dan Keputusan Pembelian terhadap program Community Development, 3) Pengaruh Green Marketing secara tidak langsung melalui Keputusan Pembelian terhadap program Community Development. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Variabel Green Marketing berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian yaitu sebesar 81.9% dan sub variabel yang tertinggi adalah Green Product, 2) Variabel Product, Promotion dan Keputusan Pembelian berpengaruh secara signifikan terhadap Community Developmentyaitu sebesar 37.0%. 3) Semua hubungan yang terjadi antara variabel Green Marketing secara tidak langsung melalui Keputusan Pembelian terhadap variabel Community Development memiliki hubungan yang signifikan.   Kata Kunci: Agroindustri Beras Organik, Green Marketing, Keputusan Pembelian, Program Community Development
PERMINTAAN BAWANG PUTIH DI INDONESIA Hariwibowo, Putra Aditama; Anindita, Ratya; Suhartini, Suhartini
Habitat Vol 25, No 2 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan bawang putih di Indonesia. Jenis model yang digunakan dalam proses estimasi adalah model penyesuaian permintaan parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh persamaan dalam model signifikan dan memenuhi syarat uji statistik.  Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap permintaan bawang putih meliputi harga riil bawang putih impor Indonesia dan permintaan bawang putih Indonesia tahun sebelumnya. Tarif impor berpengaruh nyata terhadap harga bawang putih impor Indonesia. Sementara itu, harga bawang putih eceran dipengaruhi secara nyata oleh permintaan bawang putih Indonesia, penawaran bawang putih Indonesia, dan harga bawang putih impor Indonesia. Dalam jangka pendek, seluruh variabel eksogen dalam model inelastis terhadap variabel endogennya. Namun dalam jangka panjang hanya tarif impor yang elastis terhadap harga bawang putih impor. Kata kunci :  bawang putih, model penyesuaian permintaan parsial, elastisitas, jangka pendek, jangka panjang
KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT AGROINDUSTRI EMPING JAGUNG (Kasus di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang) Ramadhan, Syamsu; Anindita, Ratya; Suhartini, Suhartini
Habitat Vol 25, No 3 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.053 KB)

Abstract

Kelurahan Pandanwangi merupakan salah satu sentra agroindustri emping jagung dengan jumlah agroindustri terbanyak di Kota Malang. Diindikasikan bahwa koordinasi antar pelaku supply chain agroindustri emping jagung di Kelurahan Pandanwangi belum berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi dan menganalisis kondisi supply chain agroindustri emping jagung, dan 2) Mengukur kinerja supply chain management agroindustri emping jagung. Metode untuk menganalisis kondisi supply chain adalah menggunakan pendekatan hubungan jangka panjang sedangkan untuk mengukur kinerja supply chain management menggunakan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa pelaku supply chain agroindustri emping jagung terdiri dari beberapa pelaku yaitu petani, pemasok, agroindustri, pengecer dan konsumen, pencapaian kinerja supply chain agroindustri emping jagung adalah 66,28 persen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah koordinasi antar pelaku supply chain belum terjalin dengan baik dan kinerja supply chain management agroindustri emping jagung termasuk katageri advantage atau baik. kata kunci: supply chain, supply chain management, agroindustri
Import Demand Function of Rice in Indonesia Prasetyo, Agung Dwi; Anindita, Ratya
HABITAT Vol 27, No 1 (2016)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.55 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2016.027.1.1

Abstract

To fulfil the need of rice is to increase the domestic production, which is the one of the government’s policy. However, by increasing the population, the demand of rice will also increase and the effort of increase the domestic productivity cannot supply the need of domestic rice. So, to cover the shortage the government makes decision to import rice from other countries. Gross Domestic Product (GDP) also increased after monetary crisis in 1998. In the fact of the import of rice is occurred when the statistical data showed that the supply of rice in Indonesia is surplus. The aim of this research is necessary to study the factors which influence the import of rice in Indonesia. The analysis method used is multiple linear regression analysis model with Error Correction Model (ECM). Based on the research proven that partially or jointly the gross domestic product, the consumption, the price of rice in world market are influence significantly toward the import of rice in Indonesia.
ANALISIS VOLATILITAS HARGA, TRANSMISI HARGA, DAN VOLATILITY SPILLOVER PADA PASAR DUNIA CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN PASAR MINYAK GORENG DI INDONESIA Bakari, Yuliana; Anindita, Ratya; Syafrial, Syafrial
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.833 KB)

Abstract

Unpredictable supply and demand dapat menyebabkan unpredictable price sehingga dapat menyebabkan kecenderungan terjadinya volatilitas harga. Demikian halnya unpredictable supply and demand juga terjadi pada pasar minyak goreng di Indonesia dan pasar dunia Crude Palm Oil (CPO). Di sisi lain, adanya globalisasi dan liberalisasi perdagangan menunjukkan kemungkinan besar terjadinya transmisi harga dan volatility spillover. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas harga pada masing-masing pasar, transmisi harga antara kedua pasar tersebut, serta spillover volatility yang terjadi. Metode yang digunakan adalah kointegrasi engel, ARCH/GARH, dan GARCH-BEKK. Meskipun terjadi transmisi harga dan volatilitas spillover pada kedua pasar tersebut, hasil penelitian volatilitas pada masing-masing harga yaitu pada pasar minyak goreng di Indonesia dan pasar dunia Crude Palm Oil (CPO) menunjukkan bahwa harga bersifat low volatility.   Kata kunci: Transmisi harga, Volatilitas, Volatility spillover, ARCH/GARCH