Articles

Found 23 Documents
Search

Tanggap Fisiologi dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) terhadap Lengas Tanah dan Ketinggian Tempat Berbeda Anshar, Muhammad; Tohari, Tohari; Sunarminto, Bambang Hendro; Sulistyaningsih, Endang
Biota Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : PBI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan di rumah kaca telah dilaksanakan di provinsi DIY pada bulan Maret-Juni 2009. Percobaan bertujuan mengkaji tanggap fisiologis dan hasil bawang merah terhadap kondisi lengas tanah berbeda pada ketinggian tempat berbeda. Penelitian disusun berdasarkan percobaan lokasi dalam Rancangan Petak Petak Terbagi (Split Split Plot Design) diulang tiga kali. Petak utama adalah lokasi dengan ketinggian tempat berbeda di atas permukaan laut (dpl.) terdiri atas: (1) 100 m dpl., (2) 400 m dpl., dan (3) 800 m dpl.; Sub-plot adalah varietas bawang merah terdiri atas: (1) ‘Palu’, (2) ‘Palasa’, dan (3) ‘Sumenep’. Sub-sub-plot adalah lengas tanah dalam persentase kapasitas lapangan (% KL) terdiri atas: (1) 50% KL, (2) 100% KL, dan (3) 150% KL (kondisi jenuh). Lokasi dengan ketinggian tempat berbeda memberikan tanggap fisiologi dan hasil bawang merah yang berbeda. Varietas Palu memiliki aktivitas fotosintesis lebih besar pada semua kondisi lingkungan berbeda dan lebih tahan terhadap cekaman kekurangan dan kelebihan lengas tanah terutama di dataran rendah. Lengas tanah 100% KL menghasilkan aktivitas fisiologi dan hasil umbi kering panen lebih tinggi, sebaliknya lengas tanah 50% KL dan 150% KL menurunkan pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas Palasa, Palu dan Sumenep pada semua ketinggian tempat.Kata kunci: bawang merah, ketinggian tempat, lengas tanah, fisiologi
Performan Perpindahan Kalor Kondensasi Refrigeran MC22 Pada Pipa Licin Anshar, Muhammad; , Firman; Hasan, Barlian
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-10, No. 1 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan koefisien korelasi Dittus-Boelter yang digunakan dalam analisis performan perpindahan kalor kondensasi refrigeran MC22 pada pipa licin. Penelitian dilakukan pada instalasi pengujian pepindahan kalor di Laboratorium Pengukuran Termal dengan 5 variasi tekanan refrigeran masuk kondensor serta variasi temperatur masuk dan keluar kondensor. Bilangan Reynold (Re) memenuhi kondisi perpindahan kalor refrigeran MC22 dalam pipa licin. Korelasi Dittus-Boelter cocok digunakan untuk analisa perpindahan kalor refrigeran MC22 pada pipa licin.
KAJIAN INTENSITAS PEMBERIAN AIR DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI (Brassica juncea L.) P, Hendri; Anshar, Muhammad
AGROTEKBIS Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki peranan penting bagi kesehatan tubuh yaitu sebagai salah satu sumber vitamin, mineral dan serat.  Selain itu, tanaman sawi dapat menjadi sumber pendapatan bagi petani. Pemberian air dan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik dari kandang sapi sangat perlu dikembangkan sehingga dapat memberikan solusi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi, khususnya pada pertanian organik. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intensitas pemberian air dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil sawi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan 2 faktor.  Faktor pertama adalah pemberian air yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu permberian air 1 sari sekali, pemberian air 2 hari sekali dan pemberian air 3 hari sekali dengan dosis air 500 ml/polibag. Sedangkan faktor kedua adalah pemberian pupuk organik dari pupuk kandang sapi yang terdiri dari 2 taraf perlakuan, yaitu tanah tanpa penembahan pupuk organik sebagai kontrol dan tanah 2,5 kg + pupuk organik dari kandang sapi 2,5 kg komposisinya (1:1) dalam isi 5 kg/polibag.  Masing-masing perlakuan dibuat dalam 6 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Dalam satu perlakuan terdapat 6 polibag tanaman, sehingga terdapat 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian air 2 hari sekali dengan pemberian pupuk organik 2,5 kg/polibag menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar daun, berat kering daun, dan berat kering akar tanaman sawi yang tertinggi. Perlakuan intensitas pemberian air 2 hari sekali menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar daun, berat kering daun tertinggi.
PENGARUH LENGAS TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS LOKAL BAWANG MERAH PADA KETINGGIAN TEMPAT BERBEDA Anshar, Muhammad; Tohari, Tohari; Sunaminto, Bambang Hendro; Sulistyaningsih, Endang
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.188 KB)

Abstract

Pot experimental research under green house condition was carried out in Yogyakarta during March-Mei 2009. The aim of the experiment was to determine the influence of soil moisture on growth and yield of local-varieties shallots (Palasa, Palu and Sumenep) at different elevations. The experiment was arranged in a Split Split Plot Design with three replications. The main plot was local varieties of shallot: (1) Palasa; (2) Palu; and (3) Sumenep. The sub-plot were soil moisture (field capacity percentage - % FC), included: (1) 50% FC; (2) 100% FC; and (3) 150% FC. Each variety has a different response to different soil moisture and altitude places.  Sumenep variety had the lowest net assimilation rate (NAR) and Palasa variety produced smallest fresh-bulb at all soil moisture and elevation. Soil moisture at 100% FC increased crop growth rate (CGR) and bulb?s fresh-weight per crop bunch of Palu variety particularly on elevation 100 m above sea level, whereas 50% FC reduced shallot growth and yield on all elevation.
PENGARUH PEMBERIAN SUNGKUP PLASTIK DAN MULSA TERHADAP DINAMIKA KADAR AIR, SUHU TANAH DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) PADA TANAH BERIRIGASI TEKNIS Yunus, Frans; Hasanah, Uswah; Anshar, Muhammad
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.426 KB)

Abstract

This research aimed to determine the microenvironment modification techniques suited to Palu Valley shallot variety cultivated at a technical irrigated rice land. The research was located in the village of Maku, District Dolo, Sigi Regency, Central Sulawesi Province and conducted during June to November 2013. This research used a split plot design which plastic cover as the main plot consisted of no plastic cover and plastic cover. The subplot was mulch application consisted of no mulch application, black plastic, silver plastic, and rice straw mulch. Each treatment was replicated 3 times. Higher shallot dry weight was found in the application of the rice straw mulch at 20 days after planting and at harvesting time.  The plastic cover produced larger tuber fresh weights of shallots than that with no plastic cover. It also increased the soil water content at day three and four as well as soil temperature at 16:00 to 17:00 p.m. The only significant interaction effect was on soil temperature which was lowest when no plastic cover combined with the black plastic mulch.Key words : Mulch, plastic cover, shallots. 
PEMETAAN POTENSI PENGEMBANGAN TERNAK KERBAU DI SELATAN Anshar, Muhammad
Teknosains Vol 7, No 1 (2013): JANUARI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN ALauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the potential development of buffaloes in South Sulawesi with quntitatif method approach. Primary and secondary data were used in analyzing. The analysis showed that South Sulawesi have a large potenies for the development of buffaloes. In social perspective, the buffalo has been maintained by generations. Particularly in Toraja regency, buffalo is an important part in traditional ceremonies. Spotted buffalo habitat (tedong bonga) comes from this district, with high economic value of livestock commodities. Moreover, the potential labor forces is very supportive in the development of buffaloes, in terms of manpower, knowledge and farmer skills, and support in increasing the number and capacity of extension officers. Other districts also have potential to developing the ruminants such as buffaloes are Luwu Timur and Selayar District, where the utilization of its capacities seen from the availability of forage fodder, only used respectively by 5.35% and 10.23%. Beside it, on the buffalo development base area, Tana Toraja still have a chance to increase the population up to 25.563,77 AU; 16.440,05 AU in Toraja Utara Regency and surrounding districts such as Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur and Enrekang.Key words: development potencises, buffalo
IDENTIFICATION OF FARMER NEEDS ON TECHNOLOGY INNOVATION FOR BUFFALO DEVELOPMENT IN NORTH TORAJA Abdullah, Agustina; Rombe, Martha B.; Lestari, Veronica Sri; Anshar, Muhammad; Mawardi, -
Proceeding Buffalo International Conference 2013
Publisher : Proceeding Buffalo International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enhancement production and productivity of buffalo depends upon three factors, i.e. feeding, breeding and management. The aim of this research was to identify the technology innovation that required by the farmers for buffalo development in North Toraja Regency, South Sulawesi, Indonesia. The research was in North Toraja, South Sulawesi. The farmer samples were determined randomly and its number was determined by Slovin formula. Data were collected by appropriate questioners, focus group discussion (FGD), and deep interview on key informants. The results showed that majority of farmers raise their buffalo traditionally, with buffalo ownership between 2 and 5 heads/households. Almost all buffalo were raised extensively with simple settlement (wooden cages). They grazed on the rice fields or in the dry lands for feeding without farmers guard.  In terms of technology innovation, the farmers required such technology improvements as raising system, selection method in breeding, settlements system, feeding and animal health for their animal. Actually, most of the farmers have known some simple technology to fulfill the needs for feeding of their buffalo. However, the application of the technology at farm level was still limited. Therefore, some efforts to optimize application of technology by the farmers are still necessary in order to increase buffalo productivity in North Toraja.
GROWTH AND YIELD OF SHALLOT LEMBAH PALU VARIETY ON DIFFERENT DIRECTION AND FORM OF SEEDBEDS GROWING ON DRY LAND Anshar, Muhammad; Wahyudi, Imam; Bahrudin, Bahrudin
AGROLAND: The Agricultural Sciences Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.013 KB)

Abstract

This study aimed to determine the growth and yield of shallot Lembah Palu variety planted on dry land with different direction and form of seedbeds. It have been carried out in January-April 2013 in the village of Guntarano, Tanantovea Sub Districts, District of Donggala, Central Sulawesi. This study used a Spilt Plot Design. The main plot was the seedbed direction (A) consisting of: (A1) = seedbeds in the direction of the slope of the land, and (A2) = seedbeds crossed  the slope direction. Sub-plot was the form of beds (B) comprises of: (B1) = depth seedbeds and (B2) = high seedbeds. Each treatment was repeated 3 times, so that there were 12 experimental units.  The research found that (i) the direction of the beds as well as its interaction with the form of beds did not significantly affect the growth and yield of shallot ‘Lembah Palu’ on dry land. (ii)   depth seedbeds produces the number of leaves, leaf length, leaf dry weight, total leaf areaper plant, and total dry weight per plant, and the number of tubers per clump and the weight of the harvested dry tuber per hectare was higher than high seedbeds form.
PERAN DAN DAMPAK PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA TERHADAP KESEJAHTERAAN EKONOMI WARGA KELURAHAN SEI KERA HILIR II KOTA MEDAN Anshar, Muhammad
AT-TAFAHUM: Journal of Islamic Law Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN SU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.833 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan menganalisis program kesejahteraan keluarga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sei kera Hilir II Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif  dengan obyek penelitian kader PKK beserta warga kelurahan Sei Kera Hilir II Kota Medan. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PKK Kelurahan Sei Kera Hilir II dapat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat meskipun belum optimal. Diperlukan berbagai upaya lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga tercipta kesejahteraan yang optimal bagi warga di Kelurahan Sei Kera Hilir II Kota Medan.Kata Kunci: ekonomi, PKK, program pemberdayaan
STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI DESA BONTO LOJONG SEBAGAI KAWASAN AGROWISATA DI KECAMATAN ULU ERE KABUPATEN BANTAENG Anshar, Muhammad
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Alauddin University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada hakekatnya Desa merupakan suatu wadah dimana hampir sebagian besar penduduknya bergerak di sektor pertanian serta masyarakat yang hidup di daerah perdesaan memiliki nilai sosial yang cukup tinggi. Selain itu, adat istiadat masyarakat Desa juga masih terjaga dengan baik. Seperti halnya dalam penelitian ini yang mengkaji potensi sumber daya alam Desa Bonto Lojong sebagai kawasan agrowisata. Hal ini di dasarkan pada potensi pertanian Desa Bonto Lojong sangat memungkinkan untuk dijadikan sebagai kawasan wisata dengan tidak mengurangi kegiatan pertanian masyarakat setempat. Namun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi apa saja yang dimiliki Desa Bonto Lojong sebagai kawasan agrowisata, serta mengidentifikasi strategi pengembangan potensi Desa Bonto Lojong sebagai kawasan agrowisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggambarkan atau menguraikan secara jelas apa yang ada di lapangan disertai perbandingannya, sedangkan metode analisis SWOT dilakukan untuk mengetahui strategi pengembangan potensi yang dimiliki oleh suatu daerah. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu: Desa Bonto Lojong yang memiliki potensi sumber daya alam berupa hasil pertanian dan perkebunan yang dapat dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisatawan sebagai Desa wisata