Articles

KARAKTER SPASIAL BANGUNAN KOLONIAL RUMAH DINAS BAKORWIL KOTA MADIUN Sukarno, Pipiet Gayatri; Antariksa, Antariksa; Suryasari, Noviani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.569 KB)

Abstract

Eksistensi bangunan kolonial Belanda semakin mengalami kemunduran di Indonesia khususnya kota-kota kecil karena kurangnya kepedulian akan bangunan bersejarah. Bangunan rumah dinas Bakorwil adalah salah satu bangunan kolonial Belanda yang masih bertahan di Kota Madiun namun telah mengalami perubahan yang telah menyesuaikan kebutuhan dari pengguna bangunan. Tujuan penelitian mengkaji pola ruang dari rumah dinas Bakorwil untuk mengetahui karakter spasial dari bangunan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu metode dengan cara menganalisis dan mendeskripsikan pola ruang dari bangunan yang kemudian dapat disimpulkan karakter spasial bangunan. Pada awalnya ruang dalam bangunan rumah dinas Bakorwil menggambarkan langgam Indische Empire Style, hal tersebut terlihat dari denah bangunan yang simetris seimbang antara sisi utara dan selatan bangunan. Terdapat pusat ruang atau Centre Room yang menjadi orientasi ruang dan sirkulasi bangunan. Selain itu serambi bangunan yang mengelilingi sisi utara hingga selatan bangunan dan teras depan bangunan yang terhubung dengan teras belakang bangunan melalui ruang tengah bangunan.Kata kunci : Pola ruang, karakter spasial, bangunan kolonial Belanda
POSISI WANITA PADA RUMAH TRADISIONAL BAANJUNGAN DI BANJARMASIN Rifqi, Muhammad; Antariksa, Antariksa; Suryasari, Noviani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.156 KB)

Abstract

Arsitektur merupakan hasil kebudayaan manusia. Masyarakat Banjar memposisikan wanita dalam posisi yang sangat penting. Posisi wanita sebagai pengguna dari ruang sosial dalam masyarakat Banjar memegang peranan penting dalam keluarga, hal ini dibuktikan dengan beberapa aktivitas utama yang hanya dikerjakan oleh wanita dalam kehidupan sehari-hari. Bahasan ini menggunakan metode penelitian deksriptif kualitatif yang didapat dari data primer dan sekunder. Bahasan ini memfokuskan pada Rumah Tradisional Banjar Baanjungan yang merupakan arsitektur klasik Banjar yang tidak banyak dibuat lagi dalam bentuk aslinya. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa peran wanita dalam masyarakat Banjar sangat penting yang dibuktikan dengan penempatan posisi wanita dalam rumah Baanjungan yang sangat terlindung. Posisi wanita berada pada ruang Palidangan dan Padapuran yang berada setelah ruang paling depan yaitu ruang Palataran dan Panampik Basar.Kata kunci: posisi wanita, rumah Baanjungan
PENGARUH FAKTOR NON FISIK TERHADAP PEMBENTUKAN POLA RUANG BANGUNAN PADA RUMOH ACEH DI KABUPATEN ACEH BESAR Sabila, Farisa; Antariksa, Antariksa; Handajani, Rinawati Puji
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.343 KB)

Abstract

Kabupaten Aceh besar merupakan daerah yang mengawali perkembangan arsitektur Rumoh Aceh di Provinsi Aceh. Rumoh Aceh memiliki pola ruang bangunan yang terdiri dari ruang bawah, berupa kolong bangunan, dan ruang atas berupa ruang dalam. Terdapatnya keunikan dari penerapan konsep pola ruang pada Rumoh Aceh, yaitu dengan adanya nilai segitiga keseimbangan berupa hubungan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan. Faktor non fisik sangat mempengaruhi pembentukan pola ruang bangunan pada Rumoh Aceh . Tujuan dari penelitian yaitu untuk menemukan pengaruh faktor non fisik terhadap pembentukan pola ruang bangunan Rumoh Aceh , serta menjadi gagasan dan pengetahuan bagi masyarakat agar dapat mengambil manfaat dari penerapan konsep pola ruang Rumoh Aceh. Masyarakat diharapkan dapat menerapkan nilai kearifan lokal pola ruang Rumoh Aceh ke dalam rumah tinggal mereka saat ini. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan adanya penelitian lanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap pola ruang bangunan yang terbentuk, serta menemukan kecenderungan pengaruh pada faktor non fisik yang ditemukan di lapangan. Terbentuknya pola ruang bangunan dan terdapatnya perubahan sangat dipengaruhi oleh pertimbangan terhadap faktor non fisik, yaitu nilai keislaman sebagai bentuk karakter masyarakat Aceh, kekerabatan, adat, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Aceh.Kata kunci: Pola ruang bangunan, faktor non fisik
Karakter Visual Bangunan Utama Kompleks Asrama Inggrisan Kota Banyuwangi Risdyaningsih, Agustinha; Antariksa, Antariksa; Suryasari, Noviani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.016 KB)

Abstract

Karakter visual merupakan bagian yang dapat dilihat langsung pada bangunan. Studi ini bertujuaan untuk mengetahui karakter visual pada bangunan utama kompleks Asrama Inggrisan di kota Banyuwangi yang merupakan bangunan bersejarah yang saat digunakan Inggris berfungsi sebagai Lodge atau tempat penginapan dan kemudian digunakan juga sebagai barak prajurit. Dalam studi ini, digunakan metode deskriptif-analitis. Variabel yang digunakan adalah elemen visual bangunan yang meliputi bentuk denah, jendela, ventilasi, pintu, lantai, dinding, atap, kolom, kolong bangunan dan fasade. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa bangunan utama kompleks Asrama Inggrisan memiliki bentuk denah simetris yang dibentuk dari geometri sederhana tanpa ada elemen lengkung. Bangunan didominasi dengan pintu yang pada bangunan utama memiliki ukuran yang besar dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan pada bangunan pendukung. Bangunan yang berbentuk panggung menciptakan ruang pada bagian bawahnya (kolong bangunan) dan bangunan disokong oleh kolom yang berperan seperti umpak. Fasade bangunan didominasi dengan atap bangunan yang besar dan banyak terjadi pengulangan pada kolom dan bukaan lengkung pada kolong bangunan yang memberikan kesan kokoh pada bangunan ini.Kata kunci: karakter, visual, kolonial
POLA RUANG DALAM BANGUNAN RUMAH GADANG DI KAWASAN ALAM SURAMBI SUNGAI PAGU – SUMATERA BARAT Abdullah, Maulana; Antariksa, Antariksa; Suryasari, Noviani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.136 KB)

Abstract

Rumah Gadang merupakan salah satu rumah tradisional yang terdapat di Indonesia, terletak di Sumatera Barat. Rumah Gadang merupakan rumah tinggal bagi kaum Minangkabau. Keberadaan Rumah Gadang saat ini masuk dalam kategori terancam karena adanya bencana alam yaitu gempa, karena kawasan yang terdapat Rumah Gadang merupakan daerah pergerakan lempeng bumi pada bagian barat Indonesia. Selain itu, perawatan dan pemeliharaan Rumah Gadang semakin berkurang di berbagai kawasan di Minangkabau. Kawasan Alam Surambi Sungai Pagu merupakan salah satu kawasan yang masih banyak terdapat Rumah Gadang dan memiliki ruang dalam yang asli dengan berbagai bentuk penambahan sesuai dengan kebutuhan penghuninya. Kawasan ini juga disebut sebagai Nagari Saribu Rumah Gadang yang terletak di Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini fokus pada permasalahan pola ruang dalam bangunan Rumah Gadangdi kawasan Alam Surambi Sungai Pagu yang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode deskriptif dengan survei langsung ke lapangan, objek penelitian berupa Rumah Gadang yang difungsikan sebagai rumah tinggal dan tempat kegiatan adat. Hasil studi menunjukkan susunan-susunan ruang dalam bangunan Rumah Gadang dari berbagai jenis klasifikasi yang telah dibagi berdasarkan pola ruang dalam yang terdapat di kawasan tersebut.Kata kunci: Rumah Gadang, rumah tradisional, pola ruang dalam
Kualitas Visual Fasade Bangunan Modern Pasca Kolonial di Jalan Kayutangan Malang Fauziah, Nur; Antariksa, Antariksa; Ernawati, Jenny
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.034 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2012.010.02.2

Abstract

Malang is one of the cities designed by Dutch with spesific attention to the aesthetic of urban environments. Kayutangan Street is a historic street corridor which plays a prominent role on the physical development of the city of Malang. In visual architectural context, a row of building facades along the Kayutangan streetscape is the main element of visual beauty and character creation of the characteristic in the Kayutangan corridor. The aims of this research are to investigate the general public and professional in the field of architecture judgment about the role of visual elements to the appearance of modern building facades in Kayutangan corridor, as well as to find out the most influential visual element to the appearance of modern building facades at Kayutangan Street. The method used is quantitative method by the independent sample t-test, factor analysis, and multiple linear regression analysis. The results showed that both groups of respondents rating are not much different, on a range of “less important” to “important” assessment scale. The visual components which are the most influential on modern building facades in Kayutangan Street are Geometric Component (architectural style, facade form, horizontal line, and vertical line). The next influential component is Visual Touching Effect & Color Dimension Component (texture, decorative ornament, material, facade color, saturation, brightness)Keywords: visual elements, modern building facade, Kayutangan streetscape
Konsep Ruang Ume Kbubu Desa Kaenbaun Kabupaten Timor Tengah Utara Dima, Thomas Kurniawan; Antariksa, Antariksa; Nugroho, Agung Murti
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.982 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.3

Abstract

Kaenbaun village is a village that is inhabited by some of the tribes are divided into two groups, male and female. The traditional house of this village, ume kbubu, plays an important role for the people of Kaenbaun. The objective of this study was to investigatethe concept of space as one of the local wisdom in kaenbaun village, using descriptive analitycal method. This research analysed spaces in four type of single-columned ume kbubu. The result showed the concept space in ume kbubu formed by existing activities. In all four types of ume kbubu, there are some concepts of space remaining constant such as cooking area which is always located on the back of the room, the rest area on the left or right side of the room, area of traditional rituals placed in the middle, transitional area in the front porch, and outdoor spaces area.Keywords: Ume Kbubu, Kaenbaun Village, Concept of space
Tradisionalisme Dalam Arsitektur Kolonial Belanda Di Kota Malang Santoso, Joko Triwinarto; Suryasari, Noviani; Antariksa, Antariksa
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.417 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.5

Abstract

People are not able to break away from the past that gave birth to (system) values and thoughts derived continuously without or with very few changes. This kind of understanding is called as traditionalism. Traditionalism is also in the architecture as a product of human culture. Malang as the town grew rapidly during the Dutch colonial period, saved some buildings from that era. Architecture of these buildings is certainly a result of the design which is based on a wide range of ideologies, one of which is tradisionalism. This study that seeks to identify the presence of traditionalism in the Dutch colonial architecture using descriptive methods (graphics), with data obtained by purposive sampling technique. The results obtained indicate that there is influence of traditionalism in the Dutch colonial architecture embodied in the two architectural elements, namely the roof and openings.Keywords: tradisionalism, Dutch colonial architecture, Malang
Terbentuknya Ruang Komunal dalam Aktivitas Accidental di Dukuh Krajan, Kromengan,Kabupaten Malang Winarni, Sri; Pangarsa, Galih Widjil; Antariksa, Antariksa; Wulandari, Lisa Dwi
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.676 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.01.5

Abstract

Dukuh Krajan at Kromengan village is settlement in Malang. It located on the slopes of Kawi mountain, at the south side. The majority of societies are farmer. In Dukuh Krajan, traditional, social and cultural values were still exist and maintained. The recent phenomenon showed that physical development in there had depleted togetherness and mutual cooperation (gotong-royong) in social life of the society. It influenced spatial changing especially communal space. Case of this research were taken in accidental activities of marriage and death ceremonies. Method used was qualitative research method with rasionalistic approach. The data collected by observations and interviews with local leaders. Semipublic, semiprivate, and private space at wedding and death ceremony (tahlil) would change its function to serve as communal spaces. These changes were influenced by several factors: kinship, family, time, activities and actors. Community of Dukuh Krajan kept togetherness and mutual cooperation by mutual respect of one another and sense of belonging and appreciation to its environment.Keywords: communal spaces, accidental activity, rural settlement
Atribut Ruang Sebagai Penanda Ruang Ritual Pada Pesarean Gunung Kawi Kabupaten Malang Ayu, Dhinda; Antariksa, Antariksa; Ridjal, Abraham M.
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.979 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2014.012.02.4

Abstract

Implementation of a ritual could not separate from its subject, time, space and things that used during the process. Space is a very important thing in the implementation of a ritual. Attribute or furniture inside the space that used to carry out the ritual activity also has a role to build a ritual space. Buildings that are considered sacral at Pesarean Gunung Kawi have space attribute which function to create a ritual space on the implementation of various types of rituals at that place. The purpose of this study is to determine the ritual space that formed by space attribute at Pesarean Gunung Kawi. The method used in this study is qualitative descriptive research. The result of this study showed that beside as a ritual space signage, space attribute also divide the space in accordance with the level of privacy.Keywords: attribute, space, ritual
Co-Authors Abraham M. Ridjal Abraham Mohammad Ridjal Achmad Faried Hanafi, Achmad Faried Achmad, Agung Dewangga Agung Murti Nugroho Agus Suman Agustinha Risdyaningsih Akbar, Hidayatul Allafa Aryati, Allafa Amin Setyo Leksnono, Amin Setyo Amin Setyo Leksono Andri Satrio Pratomo Arief Rachmansyah Aryanti Dewi Ayu Indeswari Bagyo Yanuwiadi Bahar, Faisal Budi Santosa Christia Meidiana Dewi, Oktavia Altika Dhinda Ayu Dian Kusuma Wardhani Dianing Primanita Ayuninggar Djojoadinoto, Syifa Nurfitriani Ema Yunita Titisari Erlina Laksmiani Wahjutami, Erlina Laksmiani Erna Winansih, Erna Euis Elih Nurlaelih Farisa Sabila Galih Widjil Pangarsa Gobang, Ambrosius A.K.S. Hana Ayu Pettricia Hardianty, Annis Irma Fitriyani, Irma Ismu Rini Dwi Ari Jenny Ernawati Joko Triwinarto Santoso Kartika Eka Sari Lisa Dwi Wulandari Lisa Dwi Wulandari Luchman Hakim M. Ruslin Anwar Maulana Abdullah Megantara, Elriesta Mike Yuanita Muammar Ardli Hafiid, Muammar Ardli Muhammad Rifqi Noviani Suryasari Nur Fauziah Pipiet Gayatri Sukarno Purnama Salura Putri, Meilinda Helza Rachmat Budihardjo, Rachmat Resty Linandi Cipta, Resty Linandi Rinawati P. Handajani Rinawati Puji Handajani Risqi Cahyani, Risqi Rudy Trisno, Rudy Rumiati R. Tobing San Soesanto Santoso, Dian Kartika Septiana Hariyani Setyoleksono, Amin Sri Utami Sri Winarni Sriyanti Andayani Sumardiyanto Sumardiyanto Surjono Surjono Thomas Kurniawan Dima Vica Vanessa Sesaryo Timang Wagistina, Satti Widisono, Adrian Winansiha, Erna Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi, Yohanes Wilhelmus Yusran, Yusfan Adeputera Yusran, Yusfan Adeputera