Made Suma Anthara
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG RABIES DALAM UPAYA BALI BEBAS RABIES Suartha, I Nyoman; Anthara, Made Suma; Putra, I Gusti Ngurah Narendra; Krisna Dewi, Ni Made Ritha; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.1 Pebruari 2012
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of public knowledge about rabies in an effort to Balirabies-free. The data were collected from three villages namely Kukuh in Tabananregency, Jagapati in Badung regency, and Seraya in Karangasem regency. The mentiontotal of responden are 991 people. Data were collected using questionnaire. Results showedthat respondents who do not know about the news that rabies has been in outbreak in Balias much as 33.3%. The sources of information about the disease of rabies came from themedia (TV, newspapers, radio) as much as 44%, and 31% from health extension program.First aid to do if bitten by a dog was wash wound with soap (80%), but there were alsoresponden who do not care for themself (4%). Most responden would go to health centerfor treatment (85%) if they were bitten by rabies dogs. But , there were also few respondenwho take no care and do nothing (7%). Public knowledge about the clinical symptoms of rabies was still low (53%), and as much as 39% of respondents did not know the signs ofrabies. Knowing of report place if there was an event of rabies or finding a dog with rabieswas to the head of the village (41%), to the Department of Animal Husbandry (39%) andnot reporting 4%. The conclusion of this study is the public knowledge about the disease ofrabies is moderate.
PERHATIAN PEMILIK ANJING DALAM MENDUKUNG BALI BEBAS RABIES Suartha, I Nyoman; Anthara, Made Suma; Dewi, Ni Made Rita Krisna; Wirata, I Wayan; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhatian pemilik anjing dalam mendukung  Bali bebas Rabies. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010, di Desa Kukuh Tabanan, Desa Jagapati Badung, dan Desa Seraya Karangasem dengan jumlah responden sebanyak 500 orang. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan panduan daftar pertanyaan yang ada pada kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah kepemilikan anjing dari satu ekor sampai 4 ekor. Masyarakat memelihara anjing sebagian besar dengan tujuan untuk menjaga rumah (77,6%). Perhatian masyarakat pemilik anjing terhadap kesehatan dan perawatan kesehatan anjingnya, dilihat dari memandikan anjing, jumlah pemberian pakan, dan memeriksakan anjingnya ke dokter hewan masih rendah. Anggota keluarga yang sering  berinteraksi (memberikan pakan, memandikan) dengan anjing adalah ayah. Responden yang menjawab anjing bisa  dipegang pemilik sebanyak 93,6%. Berdasarkan atas jenis kelamin, masyarakat sebagian besar memelihara anjing jantan (84,8%). Anjing yang dipelihara dengan cara dilepas (64%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perhatian masyarakat dalam memelihara anjing dalam upaya mendukung Bali bebas rabies masih rendah. Disarankan perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan  edukasi tentang pemeliharaan anjing pada masyarakat.
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA KIMIA ESTRAK ETANOL BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Yuda, I Ketut Angga; Anthara, Made Suma; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No. 2 Agustus 2013
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia ekstrak etanol buah pare (M. charantia) sebagai penurun kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan. Sampel penelitian ini adalah 25 ekor tikus putih jantan (R. novergicus) berumur 3 bulan dengan berat rata-rata 150-300 g. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan sebagai berikut, perlakuan I sebagai kontrol yaitu tikus normal tanpa perlakuan, Perlakuan II kontrol diabetes, perlakuan III tikus diabetes dan ekstrak buah pare 100 mg/kg bb, perlakuan IV tikus diabetes dan ekstrak buah pare 50 mg/kg bb, dan perlakuan V tikus diabetes dan glibenklamid 1 mg/kg bb. Hasil penelitan menunjukan buah pare mengandung zat flavonoid, polifenol, dan saponin. Pemberian ekstrak etanol buah pare (M. charantia) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (R. novergicus) penderita diabetes dengan diinduksi aloksan secara signifikan P<0,05 yang sebanding dengan pemberian glibenklamid. Dengan demikian, ekstrak etanol buah pare dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah.
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA KIMIA DAN PENGARUH EKSTRAK ETANOL BUAH NAGA DAGING PUTIH (HYLOCEREUS UNDATUS) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH SERTA BOBOT BADAN TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Anthara, Made Suma
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No.1 Pebruari 2013
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) serta pengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan rata-rata berat badan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Sampel darah diambil dari 25 ekor tikus putih jantan (R. norvegicus) berumur 3 bulan dengan rata-rata berat badan 150-300 gram. Rancangan yang digunakan adalah berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan (kontrol negatif), tikus yang diberi perlakuan aloksan (kontrol positif), tikus yang diberi perlakuan aloksan + ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2 % dosis I (50 mg/kg bb), tikus yang diberi perlakuan aloksan + ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2 % dosis II (100 mg/kg bb), tikus yang diberi perlakuan aloksan + glibenklamid 0,02% (dosis 1 ml/ kg bb). Setiap perlakuan diperiksa kadar glukosa darah serta rata-rata berat badan tikus pada hari ke-0, 3, 7, 14, dan 21. Sebelum diberi perlakuan tikus diadaptasi 2 minggu dan dipuasakan selama 16-18 jam. Masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Variabel yang diamati adalah kadar glukosa darah serta rata-rata berat badan pada masing-masing perlakuan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan diantara perlakuan maka pengujian di lanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2% dosis  (50 mg/ kg bb) , dosis  (100 mg/kg bb) dan glibenklamid 0,02% 1 ml/kg bb secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah (P<0,05) hari-7 sampai hari ke-21, serta meningkatkan berat badan (P<0,05) pada tikus putih yang diinduksi aloksan. Hal ini menunjukan ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah serta peningkatan berat badan.
AKTIVITAS ALANIN AMINOTRANSFERASE DAN ASPARTAT AMINOTRANSFERASE SAPI BALI TERINFEKSI FASCIOLA GIGANTICA Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Kusumadarma, Ida Bagus Dimas; Ardana, Ida Bagus Komang; Anthara, Made Suma; Gunawan, I Wayan Nico Fajar; Sudimartini, Luh Made; Agustina, Kadek Karang
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p14

Abstract

Alanin Aminotransferase (ALT) dan Aspartat Aminotransferase (AST) merupakan enzim-enzim aminotransferase yang sering digunakan sebagai parameter kerusakan hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui infeksi Fasciola gigantica pada sapi bali terhadap aktivitas ALT dan AST. Materi yang digunakan adalah 60 sampel darah sapi bali yang terdiri dari 30 sampel darah yang terinfeksi Fasciola gigantica dan 30 sampel darah yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica. Sampel darah diambil pada saat pemotongan berlangsung dengan menggunakan tabung non EDTA. Data dianalisis dengan menggunakan Independent Samples T Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar ALT darah pada sapi bali yang terinfeksi Fasciola gigantica adalah 78,73 U/L tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan kadar ALT dibandingkan dengan sapi bali yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica  57,23 U/L. Sedangkan, rerata kadar AST darah pada sapi bali yang terinfeksi Fasciola gigantica adalah 108,43 U/L berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan AST dibandingkan dengan sapi bali yang tidak terinfeksi Fasciola gigantica  78,13 U/L.
EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS) YANG DI INDUKSI ALOKSAN Dewi, Yesy Febnica; Anthara, Made Suma; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus putih jantan  (Rattus novergicus) yang diadaptasi selama tiga minggu dan dibagi secara acak menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok berjumlah empat ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada lima perlakuan yang diberikan sebagai berikut: perlakuan I sebagai kontrol diabetes tanpa diberikan perlakuan, perlakuan II sebagai kontrol negatif (aloksan 120 mg/kg bb), perlakuan III aloksan + suspensi ekstrak daun sirih merah 2% (dosis 50 mg/kg bb), perlakuan IV aloksan + suspensi ekstrak daun sirih merah 2% (dosis 100 mg/kg bb), perlakuan V sebagai kontrol positif (Aloksan + Glibenklamid 1 ml/kg bb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) 2% pada dosis 50 mg/kg bb, maupun dosis 100 mg/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) dan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) 2% memiliki efek yang sebanding dengan glibenklamid sebagai penurun glukosa darah.
TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH PADA TIKUS PUTIH PENDERITA DIABETES MELITUS (TOXICITY OF RED BETEL EXTRACT IN DIABETIC WHITE RAT ) Kendran, Anak Agung Sagung; Gelgel, Ketut Tono Pasek; Pertiwi, Ni Wayan Linda; Anthara, Made Suma; Dharmayuda, Anak Agung Gde Oka; Anggreni, Luh Dewi
Jurnal Veteriner Vol 14 No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to study the toxicity of red betel  (Piper crocatum) extract in diabeticwhite rat based on ALT and AST activities. This research used 20 male white rats, which randomlydivided into five groups, P1: given only aqua; P2: given alloxan 120mg/kg bw; P3: given alloxan 120 mg/kgbw and red betel leaf extract 50 mg/kg bw; P4: given alloxan 120 mg/kg bw and red betel leaf extract 100mg/kg bw; P5: given alloxan 120 mg/kg bw and glibenclamide suspension 1 mg/kg bw. ALT and ASTactivities were measured by using reflovet plus Machine. The collected data were analyzed by usinganalysis of covariance. The result showed no significant  effect (P>0.05) was observed on giving red betelleaf extract in diabetic white rat for ALT and AST activities.  It can be concluded that red betel leaf extractis potential for diabetic treatment in white rat  and it is not toxic for the rat?s ALT and AST activities.
PELAYANAN KESEHATAN DAN VAKSINASI SE TERHADAP SAPI BALI DI DESA BELOK SIDAN, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG ANTHARA, MADE SUMA
Buletin Udayana Mengabdi Vol 7 No 1 (2008): Volume 7 No.1 ? April 2008
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This community service aimed to improve the cattle health and immunity to protect them from Septicemia epizootica (SE) disease. Animal health service with anthelmintics and SE vaccination program on bali cattle were done at Belok Sidan village, county of Petang, Badung regency on Thursday, October 4th , 2007. The service is conducted by gathering farmers (cattle owner). There were 34 farmers with 66 cattles. Team examined animal's health, give treatment unhealth animal and free consultation about animal's health. The health animals were vaccinated with SE vaccines. From total 66 cattles, 33 cattles were given SE vaccine, 31 cattles were treated with vitamine B-complex, 5 cattles were orrally given anthelmintics and 5 cattles were treated with antibiotic. All of cattles were sprayed with insect repellent. All farmers were interest with this program and hope contiunue for next time.
PELAYANAN KESEHATAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT TERNAK SAPI BALI DALAM MENDUKUNG PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI DI DESA BURUAN BLAHBATUH GIANYAR Dharmayudha, A.A. G. O.; Anthara, Made Suma; Sukada, I M.; Ardana, I B. Komang
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 1 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i01.p19

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar ini pada intinya bertujuan untuk menekan angka kerugian ekonomi yang disebabkan oleh masalah kesehatan sapi bali. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dalam bentuk pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah berupa pemberian vitamin, obat cacing terhadap ternak yang sehat dan melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit, serta diskusi dengan peternak dalam hal ini manjemen pemeliharaan ternak (khususnya sapi bali), serta masalah lainnya seperti penyakit yang umum pada sapi bali dan masalah reproduksi sapi bali. Hasil yang didapat yaitu 22 ekor sapi (20 betina, 2 jantan). Diharapkan melalui pengabdian ini, pada ternak sapi yang sakit akan terjadi peningkatan kesehatan  sapi dan menekan angka kejadian penyakit, serta meningkatkan produksi dan kualitas daging sapi secara optimal sehingga program pemerintah yaitu swasembada daging sapi dapat terus terlaksana.   Kata kunci : obat cacing, sapi bali, vitamin.
KEMANJURAN FLURALANER UNTUK PENGOBATAN DEMODEKOSIS PADA ANJING PERSILANGAN Erawan, I Gusti Made Krisna; Puspaeni, Ni Ketut Juni; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demodekosis adalah penyakit dermatologis yang diakibatkan oleh infeksi Demodex sp. Tungau Demodex canis dalam jumlah kecil pada kulit tidak menimbulkan gejala klinis pada anjing yang sehat dan jumlahnya tetap rendah karena sistem imun anjing. Namun, bila kondisi imun anjing menurun maka Demodex sp. akan berkembang menjadi lebih banyak dan menimbulkan penyakit kulit. Telah dilakukan pemeriksaan anjing betina ras persilangan bernama Putih berumur dua tahun, bobot badan 7 kg dengan keluhan rambut rontok, kegatalan, dan kemerahan pada kulit. Pemeriksaan klinis ditemukan adanya kebotakan, kemerahan, hiperkeratosis, dan kegatalan pada kulit di leher, dada, abdomen, kaki depan dan kaki belakang, dan pada daerah punggung ditemukan scale. Pemeriksaan kerokan kulit secara mikroskopik ditemukan adanya tungau D. canis dan hasil pemeriksaan darah lengkap menunjukkan anjing kasus mengalami anemia normositik normokromik. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan laboratorium, anjing kasus didiagnosis menderita demodekosis. Pengobatan kausatif dilakukan dengan pemberian fluralaner tablet kunyah 250 mg secara oral sekali pemberian. Anjing kasus juga diterapi dengan chlorfeniramin maleat (0,5 mg/kg BB; q12h; selama lima hari), fish oil, dan vitamin B-kompleks sebagai pengobatan suportif sekali sehari selama 10 hari. Anjing juga dimandikan dengan sampo antiparasit dua kali seminggu. Setelah ditangani selama 10 hari, frekuensi menggaruk dan kemerahan pada kulit berkurang, dan rambut mulai tumbuh. Pada minggu kelima sudah tidak ditemukan lesi pada kulit dan rambut tumbuh dengan baik sehingga rambut tampak sehat dan bertambah lebat. Dapat disimpulkan bahwa pengobatan demodekosis pada anjing dengan menggunakan fluralaner memberikan hasil yang baik.