Athena Anwar
Pusat Teknologi Intervensi Kesehatan Masyarakat, Jl. Percetakan Negara No. 29 Jakarta Pusat.

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v18i3.3042

Abstract

FRONT MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v18i3.3043

Abstract

BACK MATTER JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
EVALUASI PELAKSANAAN PIS-PK DI PUSKESMAS KABUPATEN LABUAN BATU, PROVINSI SUMATERA UTARA DAN KOTA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH Novianti, Novianti; Sulistiyowati, Ning; Simarmata, Oster Suriani; Prasodjo, Rachmalina S; Anwar, Athena; Laelasari, Eva; Irianto, Joko
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 19 No 1 (2020): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 19 NOMOR 1 TAHUN 2020
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v19i1.2633

Abstract

ABSTRACT The Healthy Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK) is an effort to strengthen basic health that began in 2015. To get more comprehensive data and information on the implementation of PIS-PK, in 2017 the Center for Public Health Efforts to carry out a PIS-PK evaluation study in several districts/cities in Indonesia. This study uses a quantitative and qualitative approach, in one puskesmas in Labuan Bajo Regency, North Sumatra Province and Semarang City, Central Java Province. Data collection was carried out by means of in-depth interviews about the implementation of PIS-PK including input indicators (personnel, funds, tools and methods), processes (planning, implementation, supervision), and output. The results of the study show that the implementation of input indicators, such as the limited number of Puskesmas human resources in data collection and data entry, also not yet clear about the sources of funding for implementing PIS-PK. On output (results of family visits), there are differences in the results of the calculation of indicators between the results of data collection conducted by PIS-PK puskesmas officers and study results. When compared between the two puskesmas, Puskesmas H Semarang is more ready for PIS-PK than Puskesmas P in Labuan Batu Regency. It can be concluded that in the implementation of PIS-PK in both puskesmas still encountered problems, both in terms of inputs (personnel, funds, tools and methods), processes (planning, implementation, supervision), and output. As a suggestion, there needs to be more comprehensive planning in implementing PIS-PK. Keywords: PIS-PK, evaluation research, input, process, and output indicator   ABSTRAK Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan program upaya penguatan kesehatan dasar yang mulai dilaksanakan pada  tahun 2015. Untuk mendapatkan data dan informasi yang lebih komprehensif tentang pelaksanaan PIS-PK, pada tahun 2017 Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat melakukan studi evaluasi PIS-PK di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, di salah satu puskesmas di Kabupaten Labuan Bajo, Provinsi Sumatera Utara dan Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.  Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam mengenai pelaksanaan PIS PK meliputi indikator input (tenaga, dana, alat dan metode), proses (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan), dan output. Hasil studi menunjukkan bahwa pelaksanaan untuk indikator input, seperti masih terbatasnya SDM puskesmas dalam melakukan pendataan maupun entri data, juga belum jelasnya sumber pembiayaan pelaksanaan PIS-PK. Pada output (hasil kunjungan keluarga) terdapat perbedaan hasil perhitungan indikator antara hasil pendataan yang dilakukan oleh petugas PIS-PK puskesmas dengan hasil studi.  Jika dibandingkan diantara ke dua puskesmas, Puskesmas H Kota Semarang lebih siap PIS-PK daripada Puskesmas P Kabupaten Labuan Batu. Dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan PIS-PK di kedua puskesmas masih menemui permasalahan, baik dalam hal input (tenaga, dana, alat dan metode), proses (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan), maupun output.  Sebagai saran, perlu adanya perencanaan yang lebih komprehensif dalam implementasi PIS-PK. Kata kunci: PIS PK, riset evaluasi, Indikator input, proses, dan output
FRONT MATTER VOL 18 NO. 2 SEPTEMBER 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.18.2.2508.%p

Abstract

Front Matter Vol 18 No. 2 September 2019
BACK MATTER VOL 18 NO. 2 SEPTEMBER 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.2 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.18.2.2510.%p

Abstract

Back Matter Vol 18 No. 2 September 2019
SANITASI DAN AIR MINUM DI DAERAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI PROVINSI BENGKULU (ANALISIS DATA POTENSI DESA 2018) Nurzanah, Tri Noviyanti; zakianis, zakianis; Wispriyono, Bambang; Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 3 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.3 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v3i18.2471

Abstract

ABSTRACT   Bengkulu Province is the fourth-lowest province in Indonesia for sanitation facilities and drinking water availability. The difference in socioeconomic conditions and very low access to sanitation in Bengkulu Province poses a major challenge to ensuring water and sanitation services for all, so as to attempt to control a large number of infectious diseases. The purpose of this study was to determine the description of sanitation and drinking water between urban and rural areas in Bengkulu Province. Data analyzed were Village Potential data (PODES) in 2018 and the sample were 148 villages. Research results show that sanitation facilities and the availability of clean water in urban areas are better than in rural areas. In rural areas the majority of sewage is unsanitary or without latrines/open defecation, garbage disposal is carried out by dumping it into the pit of natural soil or being burnt, the sewage is still open, the water source is still a dug well as a source of clean water. In conclusion, there are still gaps in terms of access to sanitation in rural areas and urban safe drinking water. An evaluation is needed to increase community access to sanitation in rural areas and drinking water in cities.   Keywords: Saniation, drinking water, urban areas, rural areas     ABSTRAK   Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi dengan sarana sanitasi dan ketersediaan air minum ke empat terendah di Indonesia. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dan akses sanitasi yang sangat rendah di Provinsi Bengkulu menimbulkan tantangan besar untuk memastikan layanan air dan sanitasi bagi semua, sehingga membantu mengendalikan sejumlah besar penyakit menular. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sanitasi dan air minum antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Provinsi Bengkulu. Data yang dianalisis adalah data Potensi Desa (PODES) tahun 2018 dengan unit analisis desa. Jumlah sampel sebesar 148 desa di daerah perkotaan dan perdesaan di Provinsi Bengkulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa sarana sanitasi dan ketersediaan air bersih di wilayah perkotaan lebih baik daripada di wilayah perdesaan.  Di wilayah perdesaan mayoritas pembuangan tinja tidak saniter atau tanpa jamban/buang air besar sembarangan, pembuangan sampah dilakukan sdengan membuang ke dalam lubang tanah atau dibakar, saluran pembuangan air limbah masih terbuka, dan sumber air adalah  sumur gali sebagai sumber air bersih. Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam hal akses sanitasi dan air minum antara di perdesaan dan  perkotaan. Perlu adanya evaluasi peningkatan akses masyarakat terhadap sanitasi di pedesaan dan air minum di perkotaan.   Kata kunci: Sanitasi, air minum, perkotaan, pedesaan
FRONT MATTER VOL 18 NO. 1 JUNI 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 1 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.1 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.18.1.2094.%p

Abstract

Front Matter Vol 18 No. 1 Juni 2019
BACK MATTER VOL 18 NO. 1 JUNI 2019 Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 1 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.1 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.18.1.2095.%p

Abstract

Back Matter Vol 18 No. 1 Juni 2019
MODEL INTERVENSI HIPERTENSI DI PUSKESMAS PURWOYOSO, SEMARANG Laelasari, Eva; Prasodjo, Rachmalina S; Cahyorini, Cahyorini; Handayani, Kartika; Wiryawan, Yuwana; Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 18 No 1 (2019): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 18 NO.1 TAHUN 2019
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.18.1.1472.15-26

Abstract

ABSTRACT To overcome community health problems, the government has launched the Healthy Indonesia Program through Family Approach (PIS-PK) since 2015. Until early 2018 the progress of this program over regions varies. The aim of this operational research conducted in Semarang in 2018 was to provide assistance for regions in implementing PIS-PK stages based on guidelines in order to produce an intervention model that can be sustainably applied with the commitments of related sectors and community participation. The result showed that Puskesmas Purwoyoso has implemented management of health service program throughout P1, P2, and P3 stages correctly in accordance with the guidelines. Based on healthy family indicators, RW 11 Purwoyoso Village was chosen as a priority area to be intervention model of hypertension prevention. The PIS-PK indicator showed that hypertension sufferers who were regularly treated was small in number. Several models used in handling hypertension cases through community empowerment approach including picking up patients with severe hypertension; blood pressure checking activity during social group gathering, so-called ?arisan? (CETAR), and anti-hypertension gardens. The intervention model had been implemented and established in RW 11 of Puskesmas Purwoyoso working area, therefore, other sectors involvement and community participation in hypertension prevention were expected Keywords: Intervention model, hypertension, PIS-PK   ABSTRAK Sejak tahun 2015 Pemerintah telah meluncurkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK) untuk menangani masalah kesehatan di masyarakat. Hingga awal tahun 2018, kemajuan pelaksanaan PIS PK di beberapa daerah bervariasi. Riset operasional yang dilakukan di Semarang pada tahun 2018 ini bertujuan untuk mendampingi daerah dalam melaksanakan tahapan pelaksanaan program PIS PK yang sesuai dengan pedoman, hingga menghasilkan model intervensi yang dapat diimplementasikan dengan melibatkan lintas sektor dan melibatkan peran serta masyarakat.Hasil pendampingan menunjukkan, Puskesmas Purwoyoso sudah menerapkan manajemen program pelayanan kesehatan Puskesmas melalui tahapan P1, P2, dan P3 sesuai pedoman. Berdasarkan nilai IKS dan cakupan indikator PIS PK yang belum berjalan dengan baik yaitu penderita hipertensi yang berobat teratur, maka dipilih RW 11 Kelurahan Purwoyoso sebagai wilayah prioritas untuk mendapat intervensi model penanggulangan hipertensi. Pemilihan model intervensi hipertensi melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat adalah jemput pasien gawat hipertensi, cek tensi saat arisan (CETAR), dan taman hepi (anti hipertensi). Model intervensi telah ditetapkan dan diimplementasikan di RW 11 yang termasuk wilayah kerja Puskesmas Purwoyoso, dan diharapkan keterlibatan lintas sektor serta masyarakat untuk ikut berperan dalam penanggulangan hipertensi. Kata kunci: Model intervensi, hipertensi, PIS-PK
PERILAKU PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI : STUDI PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU (PSP) DAN KESEHATAN LINGKUNGAN PADA WANITA PASCA MENOPAUSE DI KOTA BOGOR Riyadina, Woro; Martha, Evi; Anwar, Athena
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 17 No 3 (2018): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOL 17 NO.3 TAHUN 2018
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.17.3.666.182-196

Abstract

ABSTRACT Half of the women (48%) had hypertension at the age of menopause and the majority of hypertension was uncontrolled. For hipertensive patients, behavioral factors (knowledge, attitude and practice) and environment related to the prevention and control of blood pressure. This study explored further from the research data " The Dynamics of Change in Body Mass Index and Blood Pressure in Postmenopausal Women in Bogor on 2011-2014, focus on knowledge, attitude and practice of preventing and controlling hypertension in Bogor City. Data collection was carried out with indepth interviews on key informants responsible for health program and Focus Group Discussion (FGD) for 4 groups of hypertensive and normotensive informants, respectively. The qualitiative data analyzed using theme analysis, triangulation was carried out for data validation. Analysis of drinking water quality data was done by independent t test. The majority of postmenopausal women were 55 years old and senior high school education. Most of them already have good knowledge and attitudes in the prevention and control of blood pressure, but are still lacking in practice. Aluminum and lead (Pb) contamination in drinking water has exceeded the standard value and has the potential to increase blood pressure. For hypertensive patient, health workers should have a strategy to increase the motivation to practice the prevention and control of blood pressure with various counseling methods that are more innovative and applicative to specific local potential and routine monitoring of drinking water sources to maintain good drinking water quality. Keywords: Hypertension, menopause, behavioral factors, control of blood pressure   ABSTRAK Separuh wanita (48%) mengalami hipertensi saat memasuki usia menopause dan mayoritas hipertensi tidak terkontrol. Bagi penderita hipertensi, faktor perilaku dan lingkungan berhubungan dengan pencegahan dan pengontrolan tekanan darah. Penelitian ini adalah eskplorasi lebih lanjut dari data penelitian ?Dinamika Perubahan Indeks Massa Tubuh dan Tekanan Darah pada Wanita Pasca Menopause di Kota Bogor, tahun 2011-2014 tentang Pengetahuan Sikap dan Perilaku (PSP) dan lingkungan wanita pasca menopause dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi. Pengumpulan data PSP dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan kunci penanggung jawab program kesehatan, dan Diskusi Kelompok Terpadu (DKT) pada 4 kelompok informan hipertensi dan 4 kelompok normotensi. Pengumpulan data lingkungan fisik dilakukan dengan observasi dan mengukur kualitas air dengan pemeriksaan parameter kimiawi air minum. Analisis data kualitatif menggunakan analisis tematik, sedangkan analisis data kualitas air minum dengan uji beda mean (independent t test). Hasil menunjukkan  bahwa mayoritas wanita pasca menopause yang normotensi dan hipertensi berumur 55 tahun dan pendidikan SMA, sebagian besar sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik dalam pencegahan dan pengontrolan tekanan darah, tetapi masih kurang dalam prakteknya. Cemaran aluminium dan timbal (Pb) dalam air minum sudah melebihi nilai baku mutu dan berpotensi meningkatkan tekanan darah. Disarankan bagi petugas kesehatan sebaiknya mempunyai strategi peningkatan motivasi praktek pencegahan dan pengontrolan tekanan darah dengan berbagai metode konseling yang lebih inovatif dan aplikatif berbasis potensi lokal spesifik dan monitoring rutin sumber air minum untuk menjaga kualitas air minum tetap baik. Kata kunci: Hipertensi, menopause, faktor perilaku, pengontrolan tekanan darah