Articles

Found 27 Documents
Search

PENERAPAN TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM MERAMALKAN LAJU INFLASI BULANAN PROVINSI ACEH TAHUN 2019 - 2020 Fitria, Viza; Anwar, Samsul
E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana VOLUME.09.NO.01.TAHUN 2020
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EEB.2020.v09.i01.p02

Abstract

Laju inflasi adalah persentase kenaikan atau penurunan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu wilayah tertentu. Peningkatan laju inflasi secara umum disebabkan oleh peningkatan jumlah uang beredar yang melebihi pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan juga adanya permintaan tinggi terhadap suatu barang. Metode Triple Exponential Smoothing adalah salah satu metode peramalan dalam data deret waktu yang digunakan ketika data menunjukan adanya trend dan perilaku musiman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meramalkan laju inflasi bulanan Provinsi Aceh tahun 2019 - 2020. Data yang digunakan adalah data laju inflasi bulanan Provinsi Aceh mulai dari bulan Januari 2011 sampai dengan bulan Desember 2018. Model Triple Exponential Smoothing terbaik untuk meramalkan laju inflasi tersebut adalah model dengan parameter alpha (?) = 0,045; beta (ß) = 0,034 dan gamma (?) = 0,49. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data peramalan cenderung untuk mengikuti pola data sebelumnya. Laju inflasi bulanan di Provinsi Aceh cenderung naik pada bulan Juni dan Desember dan rendah pada bulan Februari hingga April. Laju inflasi bulanan Provinsi Aceh tahun 2019 diperkirakan akan berada pada kisaran -0,41 sampai 0,71. Sedangkan pada tahun 2020, laju inflasi Provinsi Aceh diperkirakan akan berada pada kisaran -0,47 sampai 0,65.
PERAMALAN LAJU INFLASI BULANAN KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING Fitri, Aida; Anwar, Samsul; Zohra, Aja Fatimah; Nasution, Muhammad Haikal
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.105 KB) | DOI: 10.22437/jiseb.v21i2.6050

Abstract

The objective of this study is to predict the inflation rate (monthly) in Padang City for periods January 2018 to December 2020. In 2017, Padang City got an award as the city with the best TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) performance in Indonesia followed by Kediri, Samarinda, Makassar and Ternate City. In order to help the TPID team in maintenance a low inflation rate, prediction of possible inflation that will be achieved in the following years is needed. Accordingly, the TPID team would have enough time to prepare several alternative actions to face an increasing inflation problem. We employ Triple Exponential Smoothing method, more known as Holt-Winters Exponential Smoothing to predict the inflation rate in Padang City. We build 6 tentative models with various parameter combinations and choose the one that has the lowest MSE and RMSE values as the final model. The final model has three parameters: ?, ? and ? with different values of 0.06, 0.08 and 0.33 respectively. Using this final model, we predict that the monthly inflation rate in Padang City for periods January 2018 to December 2020 would be in the interval in between -1 to 1 which is considered low. More detail, the inflation in 2018, 2019 and 2020 are predicted being in the interval in between -0.51 to 0.64, -0.72 to 0.42 and -0.94 to 0.21 respectively.    
HIV-related stigma and discrimination: a study of health care workers in Banda Aceh, Indonesia Harapan, Harapan; Feramuhawan, Syarifah; Kurniawan, Hendra; Anwar, Samsul; Andalas, Mohd.; Hossain, Mohammad B.
Medical Journal of Indonesia Vol 22, No 1 (2013): February
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.257 KB) | DOI: 10.13181/mji.v22i1.518

Abstract

Background: The aim of this study was to identify the level of stigmatized and discriminatory attitudes towards people living with HIV (PLHIV) among health care workers (HCWs) and the factors that influenced these attitudes.Methods: This research was conducted at Dr. Zainoel Abidin General Hospital Banda Aceh, Indonesia. A cross-sectional study design was adopted for this research. Eighty nine HCWs were included in this study and they were selected purposively. Correlation analysis, analysis of variance and independent sample t test analysis was used according to the type of data. Finally, a multiple linear regression model was used to identify the predictor factor for stigmatized and discriminatory attitudes.Results: We found that the level of stigmatized and discriminatory attitudes was high. Bivariate analysis showed that type of HCW, education, marital status, knowledge on transmission and prevention of HIV and irrational fear of HIV transmission were significant related with stigmatized attitudes (p < 0.05). Type of HCW, marital status, age, knowledge on transmission and prevention of HIV and irrational fear of HIV transmission indicated significant (p < 0.05) differences in the levels of discriminatory attitudes. A multiple linear regression model identified type of HCW and irrational fear of HIV transmission correlated with stigmatized attitudes (R2 = 0.230) and knowledge on transmission and prevention of HIV correlated with discriminatory attitudes (R2 = 0.119).Conclusion: Irrational fear of HIV transmission and type of HCW are significant predictors to stigmatized attitudes; knowledge on transmission and prevention of HIV is a predictor to discriminatory attitudes towards PLHIV among HCWs. (Med J Indones. 2013;22:22-9)Keywords: Discrimination, discriminatory attitudes, HIV, PLHIV, stigmatized attitudes.
Modifikasi Pembobotan Systemic Important Score dengan Principal Component Analysis Anwar, Samsul
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol 18 No 2 (2018): Januari 2018
Publisher : Department of Economics-FEB UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21002/jepi.v18i2.748

Abstract

Weighting Modification of Systemic Important Score with Principal Component AnalysisAbstractThe Financial Services Authority regulation No.46/POJK.03/2015 states that the calculation of Systemic Important Score (SIS) of a bank uses the same weighting for all three indicators: size, interconnectedness, and complexity. It disowns the possibility that one those indicators may give more contribution in determining the data structure of SIS assessment component than the others. This study oers an alternative weighting system to calculate SIS. The weighting system is based on eigenvectors of Principal Component Analysis by starting with standardizing the data. The simulation results show that the order of banking systemic levels in Indonesia from the highest are banking BUSN Devisa, Persero, Asing and BPD, Campuran, and BUSN Non Devisa.Keywords: Eigenvectors; Principal Component Analysis; Standardization Data; Systemic Important ScoreAbstrakPeraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 46/POJK.03/2015 menetapkan bahwa perhitungan Systemic Important Score (SIS) suatu bank menggunakan pembobotan yang sama besar untuk ketiga indikatornya: size, interconnectedness, dan complexity. Hal ini menafikan kemungkinan terdapatnya indikator yang berkontribusi lebih besar dalam menentukan struktur data komponen penilaian SIS dibandingkan indikator lainnya. Penelitian ini menawarkan alternatif sistem pembobotan dalam perhitungan nilai SIS tersebut. Sistem pembobotan tersebut adalah berdasarkan nilai eigenvectors dari Principal Component Analysis dengan melakukan standardisasi data terlebih dahulu. Hasil simulasi menunjukkan urutan tingkat sistemik kelompok perbankan di Indonesia dari yang paling tinggi adalah perbankan BUSN Devisa, Persero, Asing dan BPD, Campuran, dan BUSN Non Devisa.
PENGARUH HUTANG LANCAR DAN MODAL KERJA TERHADAP LABA Anwar, Samsul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.85 KB)

Abstract

Setiap perusahaan diharuskan mempunyai modal yang memadai dalam pemenuhan kebutuhnnya. Perusahaan yang sehat akan memiliki dana cadangan dalam operasionalnya. Karena perusahaan memiliki kebutuhan yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Kebutuhan tersebut berupa operasional pegawai, pajak, kredit atau hutang dan lain sebagainya yang perlu dibayar. Namun dalam pengelolaan hutang atau kredit perusahaan, dibutuhkan kecermatan sehingga dapat meminimalisir dana kredit tersebut. Karena pada dasarnya penggunaan hutang akan memiliki implikasi pada pembiayaan dan waktu. Modal kerja adalah bagian dari masalah urgen yang sangat berpengaruh bagi perusahaannya, karena pada dasarnya perusahaan dalam ketika mengelola modal adalah bagian dari aktiva. Dimana modal dikeluarkan untuk menarik keuntungan atau laba dari perusahaan. Laba adalah ukuran dari perusahaan dalam menilai kegiatan usaha dagangnya. Jika perusahaan mengeluarkan biaya besar dan tanpa diimbangi dengan penjualan yang besar pula, maka kemungkinan perusahaan itu akan mengalami kerugian, namun jika biaya usaha diimbangi dengan penjualan yang besar pula, memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Kata Kunci: Hutang Lancar, Modal Kerja dan Laba.
Analisis Waktu Pelayanan Penerbitan Izin Gangguan (HO) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Banda Aceh Anwar, Samsul; Ahya, Desfira; Afriyani, Afriyani; Nurhidayati, Nurhidayati; Ariska, Reza; Wahyudi, Rudi; Iswani, Novira
Jurnal Matematika Integratif Volume 13 No 2 (Oktober 2017)
Publisher : Department of Matematics, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.185 KB) | DOI: 10.24198/jmi.v13.n2.12785.133-142

Abstract

Data survival adalah data yang memiliki durasi waktu yang dimulai dari waktu awal sampai dengan waktu akhir ketika sebuah peristiwa yang diamati terjadi. Data lama waktu penerbitan perizinan izin gangguan atau Hinder Ordonantie (HO) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Banda Aceh merupakan data survival dengan peristiwa yang diamati adalah proses penyelesaian penerbitan perizinan HO. Dengan demikian, data tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan metode analisis survival. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dihimpun melalui berkas permohonan perizinan HO pada tahun 2016. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 36 kasus. Data survival tersebut dikategorikan tersensor apabila lama waktu penyelesaian proses perizinan HO lebih dari 7 hari. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cox Proportional Hazard (Cox PH) model. Terdapat 11 variabel penjelas yang diduga mempengaruhi lamanya waktu penerbitan perizinan HO di DPM-PTSP Kota Banda Aceh. Analisis data dengan Cox PH model menunjukkan bahwa hanya 3 dari 11 variabel penjelas yang memiliki pengaruh yang signifikan. Ketiga variabel tersebut adalah biaya retribusi, kategori status gangguan dan luas tempat usaha. Sedangkan variabel lain yang berkaitan dengan latar belakang dan status pemohon terbukti tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan di DPM-PTSP Kota Banda Aceh telah dilakukan secara transparan, jujur dan adil sesuai dengan capaian kinerja DPM-PTSP Kota Banda Aceh.
LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN, SIAPA YANG LEBIH CERDAS DALAM PROSES BELAJAR? SEBUAH BUKTI DARI PENDEKATAN ANALISIS SURVIVAL Anwar, Samsul; Salsabila, Inas; Sofyan, Rahmadaini; Amna, Zaujatul
Jurnal Psikologi Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.463 KB) | DOI: 10.14710/jp.18.2.281-296

Abstract

This study aims to compare the level of intelligence between male and female, especially in the learning process in college. Someone who could complete their undergraduate study with a shorter period of time is assumed to have a higher level of intelligence. This research was conducted on Syiah Kuala University students who graduated on the second period of 2017 with a population of 758 people. The number of samples used was 262 people that were determined through Slovin formula with a margin error of 5%. The sampling technique used was Stratified Random Sampling with scientific disciplines as the basis for population stratification. The data analysis method used was the Cox Proportional Hazard (Cox PH) model to find a graduation hazard ratio based on gender and scientific disciplines variables. This study showed that female students have 125.5% potential to graduate faster compare to male. More detail, female students have the potential of 127% to graduate faster on the field of social science, economics and humanities, and 123.9% on the field of sciences and technology. Survival analysis also showed that female student has higher probability to be able to complete their studies faster. Accordingly, it can be concluded that female have a higher level of intelligence than male, especially in the learning process in college.
KLASIFIKASI WILAYAH PROVINSI ACEH BERDASARKAN TINGKAT KERENTANAN KASUS MALARIA TAHUN 2015 – 2018 Zohra, Aja Fatimah; Anwar, Samsul; Fitri, Aida; Nasution, Muhammad Haikal
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 18, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Master of Environmental Health Study Program, Faculry of Public Health, Faculty of Public

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.574 KB) | DOI: 10.14710/jkli.18.1.25-33

Abstract

Latar belakang: Malaria merupakan salah satu kasus penyakit yang tidak pernah hilang. World Health Organization (WHO) memperkirakan sebanyak 300 hingga 500 juta orang terinfeksi malaria tiap tahunnya dengan angka kematian berkisar antara 1,5 hingga 2,7 juta pertahun. Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 menargetkan sebanyak 300 kabupaten/kota akan memiliki sertifikasi eliminasi malaria pada tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan terkait dengan distribusi dan prevalensi kejadian malaria di Provinsi Aceh. Meskipun sebagian besar kabupaten/kota di Provinsi Aceh sudah memiliki sertifikat eliminasi malaria, akan tetapi sebagian wilayah masih terdapat kasus malaria yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis parasit plasmodium yang paling dominan menyebabkan penyakit malaria dan mengklasifikasikan wilayah Provinsi Aceh yang rentan terserang kasus malaria berdasarkan indikator Annual Parasite Incidence (API).Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan data panel. Sampel pada penelitian ini adalah kasus malaria yang terjadi di 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh dari tahun 2015 sampai 2018 yang bersumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Metode statistik yang digunakan adalah analisis non-parametrik Kruskal-Wallis test, Mann-Whitney test dan K-Means Clustering. Hasil: Terdapat tiga jenis parasit yang paling dominan menyebabkan kasus malaria di Provinsi Aceh yaitu plasmodium vivax, plasmodium falcifarum dan plasmodium knowlesi. Berdasarkan indikator Annual Parasite Incidence (API), metode K-means clustering menunjukkan bahwa Kabupaten Aceh Jaya, Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Selatan merupakan tiga wilayah yang paling rentan untuk terserang kasus malaria di Provinsi Aceh.Simpulan: Jenis-jenis parasit penyebab kasus malaria tertinggi adalah plasmodium vivax, plasmodium falcifarum dan plasmodium knowlesi. Tiga wilayah di Provinsi Aceh yang paling rentan terserang kasus malaria berdasarkan indikator API adalah Kabupaten Aceh Jaya, Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Selatan.ABSTRACTTitle: Classification of Aceh Province Region Based on Vulnerability Levels of Malaria Cases in 2015 - 2018Background: Malaria is a case of an emerging disease. World Health Organization (WHO) estimates that 300 to 500 million people are infected with malaria each year with mortality rate ranging from 1.5 to 2.7 million per year. The government through the National Medium Term Development Plan (RPJMN) for 2015-2019 targets as many as 300 districts/cities to have certification of malaria elimination in 2019. This is a preliminary study related to the distribution and prevalence of malaria incidence in Aceh Province. Although most districts/cities in Aceh Province have been awarded malaria elimination certificates, some regions still have relatively high cases of malaria. This study aims to determine the type of plasmodium parasite that is the most dominant cause of malaria and to classify the regions in Aceh Province that is vulnerable to malaria cases based on the Annual Parasite Incidence (API) indicator.Method: This study is a quantitative analytical research study with panel data approach. The sample in this study was malaria cases that occurred in 23 districts/cities in Aceh Province from 2015 to 2018 obtained from the Aceh Provincial Health Office. The statistical methods used in this study were the non-parametric Kruskal-Wallis test, Mann-Whitney test and K-Means Clustering analyses.Result: There are three types of parasites which are the most dominant causes of malaria cases in Aceh Province, namely plasmodium vivax, plasmodium falcifarum and plasmodium knowlesi. Based on the Annual Parasite Incidence (API) indicator, the K-means clustering method shows that Aceh Jaya District, Sabang City and South Aceh District are the three most vulnerable areas for malaria in Aceh Province.Conclusion: The types of parasites that cause the highest malaria cases are plasmodium vivax, plasmodium falcifarum and plasmodium knowlesi. Three regions in Aceh Province that are most vulnerable to malaria cases based on API indicator are Aceh Jaya District, Sabang City and South Aceh District.
PENGARUH HUTANG LANCAR DAN MODAL KERJA TERHADAP LABA Anwar, Samsul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.116 KB)

Abstract

Setiap perusahaan diharuskan mempunyai modal yang memadai dalam pemenuhan kebutuhnnya. Perusahaan yang sehat akan memiliki dana cadangan dalam operasionalnya. Karena perusahaan memiliki kebutuhan yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Kebutuhan tersebut berupa operasional pegawai, pajak, kredit atau hutang dan lain sebagainya yang perlu dibayar. Namun dalam pengelolaan hutang atau kredit perusahaan, dibutuhkan kecermatan sehingga dapat meminimalisir dana kredit tersebut. Karena pada dasarnya penggunaan hutang akan memiliki implikasi pada pembiayaan dan waktu. Modal kerja adalah bagian dari masalah urgen yang sangat berpengaruh bagi perusahaannya, karena pada dasarnya perusahaan dalam ketika mengelola modal adalah bagian dari aktiva. Dimana modal dikeluarkan untuk menarik keuntungan atau laba dari perusahaan. Laba adalah ukuran dari perusahaan dalam menilai kegiatan usaha dagangnya. Jika perusahaan mengeluarkan biaya besar dan tanpa diimbangi dengan penjualan yang besar pula, maka kemungkinan perusahaan itu akan mengalami kerugian, namun jika biaya usaha diimbangi dengan penjualan yang besar pula, memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Kata Kunci: Hutang Lancar, Modal Kerja dan Laba.
PENGARUH PELATIHAN DAN DISIPLIN TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU Triandri, Urip; Anwar, Samsul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.71 KB)

Abstract

AbstrakPengaruh Pelatihan dan Disiplin terhadap Prestasi kerja (studi kasus pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten indramayu). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pelatihan dan Disiplin terhadap Prestasi kerja. Penelitian dilaksanakan pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaaten Indramayu.Pelatihan berdasarkan tangggapan responden pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten indramayu berdasarkan indikator: proses meningkatkan pengetahuan, proses meningkatkan keterampilan, perubahan sikap karyawan, dan melakukan pekerjaan lebih efektif yaitu dengan skor 68, 37% dan termasuk dalam kategori baik. Disiplin berdasarkan tangggapan responden pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten indramayu berdasarkan indikator: kemampuan sikap kesediaan, kerelaan, mematuhi, dan mentaati yaitu dengan skor 74, 42% dan termasuk dalam kategori baik. Prestasi kerja berdasarkan tangggapan responden pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten indramayu berdasarkan indikator: kualitas kerja yang dicapai pegawai, kuantitas kerja yang dicapai pegawai, melaksanakan tugas sesuai tupoksinya, dan tanggung jawab pegawai yaitu dengan skor 71,16% dan termasuk dalam kategori baik. Sehingga pelatihan dan disiplin akan akan terhadap prestasi kerja karyawan. Kata Kunci: Pelatihan, Disiplin dan Prestasi Kerja