p-Index From 2015 - 2020
1.383
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Medula Juke
Ety Apriliana
Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Bakteriological Quality Of Refill Drinking Water At Refill Drinking Water Depots In Bandar Lampung Apriliana, Ety; Ramadhian, M Ricky; Gapila, Meta
JUKE Unila Vol 4, No 07 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

~
HUMAN LEUKOCYTE ANTIGEN (HLA) GENE IN DENGUE INFECTION Apriliana, Ety
JUKE Unila Vol 4, No 8 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The geographic distribution of the Dengue Virus (DENV) and the incidence of the viral infection have grown fast in recent decades, and dengue fever is considered to be one of the most important reemergent tropical diseases. The majority of dengue infections are subclinical; however, the clinical manifestations of dengue infection range from the benign, self-limited Dengue Fever (DF) to a vasculopathy syndrome known as Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) that can lead to hypovolemic Dengue Shock Syndrome (DSS). Several epidemiological studies indicated that genetic factors constitute important components in disease susceptibility. Several human HLA class I and II alleles are associated with development of DHF. The human leukocyte antigen alleles have been implicated as probable genetic markers in predicting the susceptibility and/-or protection to severe manifestations of DENV infection. [JuKe Unila 2014; 4(8):240-244]
Perbedaan Jumlah Flora Normal Rongga Mulut pada Usia Lanjut dan Dewasa yang Pernah Menerima Pengobatan Antibiotik Di Bandar Lampung Soleha, Tri Umiana; Apriliana, Ety; Hardita, Widyastuti Ayu
Jurnal Medula Vol 7, No 5 (2017): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rongga mulut merupakan pintu gerbang masuknya berbagai jenis mikroorganisme. Sebagai sistem pertahanan tubuh, flora normal rongga mulut berperan dalam mencegah masuknya mikroorganisme patogen ke dalam tubuh. Individu berusia dewasa dan usia lanjut memiliki kondisi rongga mulut yang berbeda. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aliran saliva, produksi saliva, fungsi saliva, dan riwayat penggunaan obat termasuk antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan jumlah koloni flora norma rongga mulut pada usia lanjut dan dewasa. Penelitian ini merupakan penelitian analitik comparative dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan November 2015-Januari 2016 di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis Kecamatan Tanjung Senang dan terhadap mahasiswa/i angkatan 2012 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sampel penelitian diambil dari usapan lidah dari usia lanjut sebanyak 14 orang dan individu dewasa sebanyak 14 orang, diambil dengan metode consecutive sampling. Selanjutnya, sampel akan ditanam pada media Nutrien Agar (NA), diinkubasi selama 24 jam pada suhu 370C. Koloni yang tumbuh dihitung dengan metode plate count. Hasil penelitian didapatkan jumlah koloni flora normal rongga mulut kelompok usia dewasa didapatkan nilai rerata yaitu 224,64, kelompok usia lanjut didapatkan nilai rerata yaitu 154,85. Berdasarkan hasil analisis t-test tidak berpasangan didapatkan p-value sebesar 0,001, berarti p> 0,05 berarti terdapat perbedaan bermakna antara jumlah koloni flora normal rongga mulut antara usia lanjut dan dewasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah flora normal rongga mulut pada usia lanjut dan dewasa, dengan jumlah flora normal rongga mulut pada usia dewasa lebih banyak dari jumlah flora normal rongga mulut usia lanjut.Kata Kunci: Antibiotik, flora normal rongga mulut, saliva, usia lanjut
Hiperemesis Gravidarum dan Abortus Iminens pada Kehamilan Trimester Pertama Barozha, Dea Lita; Apriliana, Ety
Jurnal Medula Vol 5, No 2 (2016): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus adalah pengakhiran hasil konsepsi sebelum janin bias hidup di luar rahim. Abortus iminens adalah abortus yang membakat, maksudnya adalah belum terjadi abortus sesungguhnya, janin masih bisa dipertahanan, tetapi bias juga abortus ini berlanjut ke abortus insipiens dan inkomplit. Insiden abortus dipengaruhi oleh umur dan riwayat obstetrik seperti kelahiran normal sebelumnya, riwayat abortus spontan, dan kelahiran dengan anak miliki kelainan genetik. Frekuensiabortus diperkirakan sekitar 10‐15% dari semua kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu. Namun, frekuensi angka kejadian sebenarnya dapat lebih tinggi lagi karena banyak kejadian yang tidak dilaporkan. Delapan puluh persen kejadian abortus terjadi pada usia kehamilan sebelum 12 minggu. Hal ini banyak disebabkan karena kelainan pada kromosom. Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi pada awal kehamilan sampai umur kehamilan 20 minggu. Keluhanmuntah kadang‐kadang begitu hebat, dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga dapat mempengaruhi keadaan umum dan mengganggu pekerjaan sehari‐hari, berat badan menurun, dehidrasi, dan terdapat aseton dalam urin bahkan seperti gejala penyakit apendisitis, dan pielitis. Penanganan kasus abortus yang disertai denganhiperemesis gravidarum menjadi maslah yang cukup berat pada masa kehamilan, oleh karna itu penanganan yang diberikanharus secara cepat dan mempertimbangkan baik buruk untuk ibu dan janin.Kata kunci: abortus imminens, hiperemesis gravidarum, kehamilan
Otomikosis Auris Dekstra pada Perenang Marlinda, Lita; Sapto, Hanggoro; Apriliana, Ety; Shara, Yunita
Jurnal Medula Vol 6, No 1 (2016): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otomikosis adalah infeksi telinga yang disebabkan oleh jamur, atau infeksi jamur yang superficial pada pinna dan meatus auditorius eksternus. Pasien laki-laki, usia 23 tahun datang ke Rumah Sakit Provinsi dr. H. Abdul Moeloek dengan keluhan gatal pada liang telinga kanan sejak 6 hari yang lalu, dirasakan terus-menerus, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.Pasien mengatakan beberapa kali membersihkan telinga kanannya dengan cotton bud dan terkadang mengorek telinga menggunakan jari tangan. Pasien juga mengeluhkan terasa penuh di liang telinga kanan, nyeri telinga kanan, dan pendengaran menurun. Pasien merupakan seseorang atlit renang, pasien beraktifitas renang 3-4 hari seminggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan liang telinga kanan sempit, tampak hiperemis, terdapat debris berwarna putih, edema (+), serumen (+). Membran timpani dekstra sulit dinilai dikarenakan terdapat edema pada kanalis aurikularis dekstra. Penatalaksanaan pasien dengan membersihkan debris pada liang telinga kanan, Klotrimazol 10 gr salep 2x1, Setirizin tab 10 mg 1x1 (malam hari), Kalium diklofenak tab 50mg 2x1, dan edukasi pasien untuk tidak membersihkan telinga, tidak berenang selama pengobatan.Kata kunci: debris putih, infeksi fungi, otomikosis
Penatalaksanaan yang Tepat pada Meningitis Tuberkulosis Pemula, Giok; Azhary, Roezwir; Apriliana, Ety; Mahdi, Paulus Dwi
Jurnal Medula Vol 6, No 1 (2016): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningitis tuberkulosis (MTB) merupakan salah satu bentuk tuberkulosis ekstrapulmoner yang paling mengancam jiwa. Penyakit ini memiliki prevalensi hingga mencapai 70-80% dari seluruh kasus tuberkulosis ekstrapulmoner dengan angka kematian hingga 50%. Manifestasi klinis meningitis tuberkulosis sama seperti tanda dan gejala meningitis lainnya, seperti nyeri kepala, demam dan kaku kuduk, dengan atau tanpa kelainan neurologis lainnya. Dalam laporan kasus ini, seorang wanita berusia 27 tahun datang dengan penurunan kesadaran mendadak, dan didapatkan riwayat nyeri kepala sebelumnya, batuk lama, keringat malam dan demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran atau Glasgow Coma Scale (GCS) 10 (E3V2M5), ronkhi pada kedua lapang paru, kaku kuduk (+), refleks babinsky (+/+), refleks fisiologis meningkat. Rontgen toraks menunjukkan adanya tuberkulosis lesi luas. Karena risiko mortalitas yang tinggi, meningitis tuberkulosis membutuhkan penanganan cepat dan tepat, yaitu dengan pemberian obat anti tuberkulosa dan kortikosteroid. Manfaat pemberian kortikosteroid adalah untuk mengurangi tingkat komplikasi dan angka kematian melalui penekanan respon inflamasi dalam ruang subaraknoid. Kata kunci: meningitis tuberkulosis, penurunan kesadaran, tuberkulosis ekstrapulmoner
Uji Kepekaan Bakteri yang Diisolasi dari Pengguna Kateter Pasien Ruang Rawat Intensif RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Erhadestria, Stevi; Soleha, Tri Umiana; Sari, Merry Indah; Apriliana, Ety; Utami, Nurul
Jurnal Medula Vol 8, No 2 (2019): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan jenis infeksi nosokomial yang paling sering terjadi dan dilaporkan 80% ISK terutama terjadi sesudah kateterisasi. Kejadian infeksi nosokomial 2-5 kali lebih tinggi terjadi di ruang rawat intensif. Hal ini membuat tingginya penggunaan antibiotika sebagai terapi dan profilaksis dari berbagai patogen yang mungkin menginfeksi. Sehingga diperlukan uji kepekaan agar pasien mendapatkan terapi antibiotika yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil uji kepekaan bakteri yang diisolasi dari urin pengguna kateter pasien ruang rawat intensif RSUD Dr.H.Abdul Moeloek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel diambil secara consecutive sampling dengan sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang menggunakan kateter di ruang rawat intensif sebanyak 17 sampel. Sampel dilakukan penghitungan jumlah bakteri, uji kultur, dan uji kepekaan bakteri. Uji penghitungan jumlah bakteri didapatkan >105 CFU/ml sebanyak 36,3%. Hasil dari uji kultur pengguna urin kateter didapatkan bakteri gram negatif yaitu Escerichia coli dan Pseudomonas sp serta bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Uji kepekaan bakteri didapatkan hasil antibiotika sensitif dari yang paling tinggi ke paling rendah yaitu Amoxicilin, Gentamicin, Chloramphenicol, Ciprofloxacin, dan Cefotaxim.Kata kunci: Antibiotika, Bakteri, ISK.
The Determining type of Extended-Spectrum B-Lactamase Enzyme (ESBL) from Escherichia coil resistance Cephalosporine of third Generation in RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung Warganegara, Efrida; Apriliana, Ety
JUKE Unila Vol 4, No 07 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

~
Faktor- faktor yang Berhubungan dengan Keaktifan Lanjut Usia (Lansia) Mengikuti Kegiatan Posyandu Lansia di Wilayah Puskesmas Rajabasa Indah Sianturi, Christine Yohana; Mayasari, Diana; Apriliana, Ety; Musyabiq, Sofyan; Mutiara, Utari Gita
Jurnal Medula Vol 8, No 2 (2019): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia lanjut usia (lansia) mengalami penurunan fungsi tubuh sehingga memiliki banyak masalah kesehatan. Salah satu upaya pemeliharaan kesehatan agar lansia dapat hidup sehat dan produktif adalah pos pelayanan terpadu (posyandu) lansia. Data cakupan pelayanan lansia di Bandarlampung merupakan capaian terendah kedua di Lampung. Persentase kunjungan di posyandu lansia di wilayah Puskesmas Rajabasa Indah pada tahun 2015 dan 2016 masih rendah dan mengalami penurunan dibandingkan tahun 2014. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah. Metode studi yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas penelitian ini karakteristik sosiodemografi, jarak, dukungan keluarga, dukungan kader, pengetahuan dan sikap, dan variabel terikat adalah keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu lansia. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2016. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling dan berjumlah 96 orang yang dipilih secara acak dari 8 posyandu. Uji statistik yang digunakan chi square, dan fisher’s exact, dengan α= 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pekerjaan (p=0,001, RR=1,86, 95%CI=1,97-123,36), dukungan keluarga (p=0,001, RR=2,30, 95%CI=3,43-24,60 ), tingkat pengetahuan (p=0,019, RR=1,83, 95%CI=1,52-2,20) dan sikap (p=0,039, RR=1,80, 95%CI=1,50-2,17) dengan keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu. Faktor resiko yang berhubungan dengan keaktifan lansia mengikuti kegiatan posyandu adalah pekerjaan, dukungan keluarga, tingkat pengetahuandan sikap, dan faktor yang paling berpengaruh adalah dukungan keluarga dan pekerjaan.Kata kunci: Faktor-faktor yang Berhubungan, Keaktifan Lansia, Posyandu Lansia.
Hubungan Jenis Infeksi dengan Pemeriksaan Trombosit dan Hematokrit pada Pasien Infeksi Dengue di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Aziz, Karimah Khitami; Apriliana, Ety; Graharti, Risti
Jurnal Medula Vol 8, No 2 (2019): MEDICAL PROFESSION JOURNAL OF LAMPUNG
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi dengue masih menjadi masalah di negara tropis dan sub tropis. Gejala infeksi dengue dan perubahan parameter hematologi seperti jumlah trombosit dan hematokrit pada umumnya menjadi lebih berat pada infeksi dengue sekunder. Trombositopenia dan peningkatan kadar hematokrit merupakan tanda untuk mengetahui semakin beratnya resiko perdarahan serta komplikasi. Pada fase akut infeksi dengue diagnosis dikonfirmasi dengan uji serologis antibodi IgM sebagai marker infeksi primer dan uji serologis antibodi IgG sebagai marker infeksi sekunder. Untuk mengetahui hubungan antara pemeriksaan serologis dengan hasil pemeriksaan trombosit dan hematokrit maka dilakukan penelitian terhadap 73 pasien infeksi dengue di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Hasil yang didapat rata-rata jumlah trombosit paling tinggi terdapat pada infeksi dengue primer yaitu 96,578. Signifikansi yang didapatkan dari uji Mann-Whitney adalah 0,000 (nilai p<0,05). Hasil hematokrit tertinggi terjadi pada infeksi dengue primer yaitu 42,400 sedangkan pada infeksi dengue sekunder didapatkan rata-rata hematokrit sebesar 42,452. Signifikansi yang didapatkan berdasarkan uji t-test yaitu 0,400 (nilai p>0,05).Kata Kunci: Infeksi dengue primer dan sekunder, Jumlah trombosit, Nilai hematokrit.