Ida Ayu Pasti Apsari
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 32 Documents
Articles

Found 32 Documents
Search

SEKUEN GEN SURFACE ANTIGEN-1 DAN BRADIZOIT ANTIGEN-1 TAKIZOIT TOXOPLASMA GONDII SEBAGAI KANDIDAT PEMINDAI DNA (SAG1 AND BAG1 GENE SEQUENCES ANALYSIS OF TOXOPLASMA GONDII TACHYZOITE AS PROBE CANDIDATE) Apsari, Ida Ayu Pasti; Artama, Wayan Tunas; ., Sumartono; Damriyasa, I Made
Jurnal Veteriner Vol 13 No 4 (2012)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sag1 and bag1 is a gene specific-stage for Toxoplasma gondii tachyzoite and bradyzoite. The purposeof this study was analyze the sequences of sag1 and bag1 tachyzoite genes of local of Toxoplasma gondiiisolate as deoxyribonucleic acid probe candidate. Tachyzoite of local of Toxoplasma gondii isolate used onthis study. Gene sag1 and bag1 gene of Toxoplasma gondii were amplified by PCR, and then sequenced. Theresults showed sag1 fragment gene contained 612 bp and bag 1 contained 470 bp in length. BLAST analysisof sag1 and bag1 gene fragments as probe candidate showed that high specific for Toxoplasma gondii andno significant cross-reaction fragment with host and other parasites. The sequences 136 bp and 98 bpfragments as DNA probe candidate of Toxoplasma gondii sag1 and bag1 respectively.
PROTOZOA GASTROINTESTINAL: EIMERIA AUBURNENSIS DAN EIMERIA BOVIS MENGINFEKSI SAPI BALI BETINA DI NUSA PENIDA Indraswari, Anak Agung Sagung; Suwiti, Ni Ketut; Apsari, Ida Ayu Pasti
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi protozoa gastrointestinal masih menjadi faktor yang mengganggu kesehatan sapi bali dan menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak. Sapi bali yang dipelihara di Nusa Penida ditetapkan sebagai sapi bali murni. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan mengidentifikasi jenis protozoa gastrointestinal di Nusa Penida. Sampel berupa feses diambil dari 100 ekor sapi bali betina, diperiksa dengan metode mengikuti teknik Zajac and Conboy (2012). Identifikasi dilakukan berdasarkan morfologi dan morfometri. Sedangkan prevalensinya ditentukan dengan jumlah sampel terinfeksi dibagi dengan jumlah sampel yang diperiksa dan dikalikan seratus persen.  Hasil penelitian menunjukkan  prevalensi protozoa gastrointestinal yang menginfeksi sapi bali betina di Nusa Penida sebesar 12% dengan dua jenis protozoa yaitu Eimeria auburnensis dan Eimeria bovis.
ISOLASI TOXOPLASMA GONDII PADA AYAM BURAS Apsari, Ida Ayu Pasti; Artama, Wayan Tunas; -, Sumartono; Damriyasa, I Made; Oka, Ida Bagus Made; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Buletin Veteriner Udayana Vol. 3 No.2 Agustus 2011
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study was conducted Toxoplasma gondii isolate from the brain and the heart of freerangechickens in Bali. The aim of this study to determine the seroprevalence andto isolate Toxoplasma gondii from free-range chicken heart and brain. To achieve of thisstudy observed 311 free-range chicken serum samples with ELISA method and examined225 free-range chicken brain and heart used digestion method. All of the samples takenfrom 9 districts in Bali. The results showed that the seroprevalence of Toxoplasma gondiiinfreerange chicken has 91.64%. Isolation of Toxoplasma godii from the heart and the brainfreerange chicken found the cyst on inoculate heart and brain, but by bioassay in mice for4 weeks observation failed to find tachyzoite form in peritonial exudat
DETEKSI TOXOPLASMA GONDII PADA MENCIT YANG DIINFEKSI INOKULAT JANTUNG DAN OTAK AYAM BURAS Apsari, Ida Ayu Pasti; Winaya, Ida Bagus Oka; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.2 Agustus 2012
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toxoplasma gondii adalah parasit intraseluler obligat menyebabkan penyakittoksoplasmosis yang sudah tersebar di seluruh dunia. Mencit sangat peka terhadapToxoplasma gondii, sehingga dipilih sebagai hewan model untuk toksoplasmosis. Mencitsebagai hewan model dilakukan penelitian dengan menginfeksikan inokulat jantung danotak ayam buras. Tujuan penelitian untuk mendeteksi Toxoplasma gondii pada mencitsecara serologis dengan metode ELISA dan secara histopatologis dengan metodemikroskopis dan pengecatan Haematoxylin Eosin preparat histologi. Sejumlah 18 inokulatjantung dan 18 inokulat otak ayam buras berasal dari sembilan kabupaten di Bali,diinokulasi ke 72 ekor mencit. Hasil penelitian diperoleh 9 inokulat jantung positif pada 10ekor mencit dan 2 inokulat otak positif pada 3 ekor mencit, dengan titer antibodi serum 512? 1024 EU. Deteksi secara histopatologis pada organ hati, jantung, otak, ginjal dan paruterjadi degenerasi, peradangan dan perdarahan interstitialis. Tidak ditemukan sista padasemua organ mencit yang diperiksa.
PREVALENSI DAN INTENSITAS INFEKSI TRYPANOSOMA EVANSI PADA KUDA DI DESA KABARU, KECAMATAN RINDI, KABUPATEN SUMBA TIMUR Ndiha, Mersy Rambu Maramba; Apsari, Ida Ayu Pasti; Dwinata, I Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 10 No. 1 Pebruari 2018
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2018.v10.i01.p11

Abstract

Penyakit Surra merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh Trypanosoma evansi. Kejadian trypanosomiasis dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu kondisi geografis, keberadaan vektor, cara pemeliharaan dan kondisi fisologis hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi T. evansi pada kuda di Desa Kabaru, Kecamatan Rindi. Sampel yang digunakan berupa darah dari 100 ekor kuda yang diambil dari Desa Kabaru. Pengambilan darah dilakukan melalui vena jugularis dan dibuat preparat ulas darah tipis yang diwarnai dengan Giemsa 10%. Preparat ulas darah yang telah diwarnai diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui ada tidaknya infeksi T. evansi dan intensitasnya dihitung jumlah rata-rata T. evansi per 10 (sepuluh) lapang pandang. Hasil penelitian didapatkan 8% sampel terinfeksi T. evansidengan intensitas infeksi 13-71 parasitrata-rata sebesar 34.5 ± 22.7. Prevalensi infeksi berdasarkan jenis kelamin didapatkan pada kuda jantan sebesar 12% dan betina sebesar 6.7%. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan prevalensi infeksi T. evansi
PREVALENSI DAN INTENSITAS INFEKSI CACINGASCARIDIA GALLI PADA AYAM BURAS DI WILAYAH BUKIT JIMBARAN, BADUNG Pabala, Meiksilano Ferdy; Apsari, Ida Ayu Pasti; Sulabda, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi cacing Ascaridia galli merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu kesehatan ayam buras dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar setiap tahun bagi para peternak ayam buras, karena didukung oleh penerapan sistem pemeliharaan dan kebersihan lingkungan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi cacing Ascaridia galli pada ayam buras di wilayah Bukit Jimbaran, Badung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 110 organ usus halus yang diambil langsung dari ayam buras yang berumur 3-5 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi infeksi cacing Ascaridia galli pada ayam buras di wilayah Bukit Jimbaran, Badung sebesar 34,5%. Pada ayam jantan prevalensi infeksi sebesar 46,7% dan pada ayam betina 30,0%. Prevalensi berdasarkan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05). Intensitas infeksi yang ditemukan sebesar 1-16 ekor cacing Ascaridia galli per satu usus halus yang diperiksa.
PREVALENSI INFEKSI EIMERIA SPP. PADA AYAM PEDAGING YANG DIBERI PAKAN TANPA ANTIBIOTIK GROWTH PROMOTERS (AGP) DI KABUPATEN TABANAN, BALI Aryitahlia, Ninis; Ardana, Ida Bagus Komang; Apsari, Ida Ayu Pasti
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (2) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koksidiosis merupakan salah satu penyakit terpenting yang menyerang industri  perunggasan. Penyakit ini merupakan penyakit intestinal yang disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Eimeria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi Eimeria spp. pada ayam pedaging berdasarkan umur di atas dua minggu dan dibawah dua minggu yang diberi pakan tanpa AGP di Kabupaten Tabanan, Bali. Sampel feses diambil secara acak menggunakan metode simple random sampling yang diambil dibeberapa peternakan di Kabupaten Tabanan, Bali. Sebanyak 350 sampel feses diperiksa di Laboratorium Parasitologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Sampel feses diperiksa secara kualitatif menggunakan metode natif dan secara kuantitatif menggunakan metode Mc.master. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 350 sampel feses ayam pedaging didapatkan sebanyak 109 sampel (31,1%) positif terinfeksi Eimeria spp.. Prevalensi infeksi Eimeria spp. ayam umur diatas dua minggu (30,6%)  sangat nyata lebih tinggi dibandingkan umur dibawah dua minggu (0,6%). Hasil analisis Chi-Square menunjukkan bahwa umur sangat berbeda nyata (P<0.01) terdapat prevalensi infeksi Eimeria spp.. Intensitas infeksi Eimeria spp. pada penelitian ini ditemukan 1.700-739.700 ookista/gram. Analisis deskriptif kuantitatif infeksi Eimeria spp. dikelompokkan berdasarkan tingkat intensitas infeksi. Infeksi ringan (kurang dari 20.000 ookista/gram) sebesar 56,9%, infeksi sedang (lebih dari 20.000 sampai 60.000 ookista/gram) sebesar 23,9%, dan infeksi berat (lebih dari 60.000 ookista/gram) sebesar 19,2%.
PREVALENSI DAN IDENTIFIKASI PROTOZOA GASTROINTESTINAL PADA SAPI BALI DI KECAMATAN MENGWI, KABUPATEN BADUNG, BALI Saputri, Megawati; Apsari, Ida Ayu Pasti; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (4) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2018.7.4.384

Abstract

Pemeliharaan sapi bali secara Sistem PertanianTerintegrasi dapat mengontrol kesehatan ternak serta diharapkan mampu mencegah/menekan serangan penyakit pada ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan mengidentifikasi jenis protozoa gastrointestinal di Simantri Kecamatan Mengwi. Sampel yang digunakan adalah feses sapi bali yang masih segar berjumlah 105 sampel, yang berasal dari 21 Simantri di Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Pemeriksaan feses dilakukan dengan menggunakan metode pengapungan gula sheater serta identifikasi protozoa berdasarkan morfologi dan morfometri. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi infeksi protozoa gastrointestinal pada sapi bali Simantri Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung yaitu sebesar 39,04%. Hasil identifikasi jenis protozoa yang menginfeksi sapi bali antara lain Coccidia sebesar 35,23%, Balantidium sp 7,61%,  dan Entamoeba sp sebesar 2,85%. Tidak terdapat hubungan yang nyata (P>0,05) antara frekuensi kebersihan kandang dengan infeksi protozoa gastrointestinal.
STRATEGI PEMBERANTASAN PENYAKIT CACINGAN PADA ANJING DI SEKITAR OBYEK WISATA SANUR DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARANNYA YANG BERSIFAT ZOONOSIS APSARI, IDA AYU PASTI; OKA, IDA BAGUS MADE; DAMRIYASA, I MADE; DWINATA, MADE
Buletin Udayana Mengabdi Vol 5 No 1 (2006): Volume 5 No.1 ? April 2006
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The role of the dog as a definitive host for a number of zoonotic parasites has been recognized as a significant public health problem especially strey dog population. In this population, poor levels of hygine and overcrowding, together with the lack of veterinary attention and zoonotic awareness, exacerbates the risk of disease infection. A public service was undertaken on Friday 16th September 2005 in Sanur beach to control the dog parasitic zoonoses. About 30 trey dogs and 31 domesticated dogs were treated with anthelmintic to control the helminth infections. All of strey dogs were clinically in poor condition.
PELACAKAN EKSPRESI ANTIGEN TOXOPLASMA GONDII SECARA IMUNO(SITO)HISTOKIMIA (TRACKING EXPRESSION OF TOXOPLASMA GONDII ANTIGENS USING IMMUNO(CYTO)HISTOCHEMISTRY METHOD) Apsari, Ida Ayu Pasti; Winaya, Ida Bagus Oka; Nindhia, Tjokorda Sari; Swacita, Ida Bagus Ngurah
Jurnal Veteriner Vol 18 No 4 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.4.535

Abstract

The research objective want to track the expression of Toxoplasma gondii antigenes in the heart of the free-range chicken with immuno(cyto)histochemistry technique. In the present study were examined three methods to track antigen T.gondii, first method direct microscopic examination of the heart digests, the second method to detect antigen of T.gondii with immunocytochemistry technique of the chicken heart digests and the third immunohistochemistry examination of the heart free-range chicken. The number of material samples examined were 100 heart free-range chicken. Direct microscopic examination of the heart digests free-range chicken to track the bradyzoite form (inside cyst). Examination by immuno(cyto)histochemistry technique keep track T.gondii an antigen expression on cells and heart muscle tissue. The results showed that the direct microscopic examination on the heart tissue unable to detect cyst and antigen T.gondii. Immunohistochemical examination successfully detected the expression of antigenes T.gondii and was found 2% (2/100) positive. It can be concluded that T.gondii antigen expression in the heart of range chicken could be detected by immunohistochemistry.