Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK PADA POKOK BAHASAN TABUNG UNTUK SMP NEGERI 2 NANGA TAMAN KELAS IX Yupinus, Lusius; Ichsan, Ichsan; Ardiawan, Yadi
Square : Journal of Mathematics and Mathematics Education Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.65 KB) | DOI: 10.21580/square.2020.2.1.5380

Abstract

Tujuan dalam penelitian pengembangan ini adalah untuk mendapatkan desain pengembangan perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan LKS dengan pendekatan matematika realistik pada pokok bahasan tabung untuk SMP Negeri 2 Nanga Taman kelas IX. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik pada pokok bahasan tabung. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4-D yang meliputi define, design, develop, dan dissemination. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru matematika perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki kriteria sangat valid dengan rata-rata total skor 190,33 untuk RPP dan 297,5 untuk LKS. Berdasarkan pada hasil pengisian angket respon siswa dan angket respon guru dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki kriteria sangat praktis dalam penggunaannya dengan rata-rata total skor 91,1 untuk angket respon siswa dan jumlah 84 untuk angket respon guru. Sedangkan, berdasarkan pada hasil pengisian observasi keterlaksanaan pembelajaran dan hasil tes evaluasi hasil belajar dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat keefektifan yang yang sangat baik dengan persentase keterlaksanaan pembelajaran 94,87% dan persentase ketuntasan siswa 95 %.Kata kunci: matematika realistik, perangkat pembeljaran, tabung.
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN PMR DAN MODEL KOOPERATIF TIPE GI DENGAN PMR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA Ardiawan, Yadi; Budiyono, Budiyono; Subanti, Sri
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 1, No 5 (2013): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.278 KB)

Abstract

Abstract: The aims of this research are to know: (1) which one gives better students’ mathematics achievement, cooperative model of NHT type with RME, cooperative model of GI type with RME or conventional model, (2) which one has better students’ mathematics achievement, student having high creativity, medium or low, and (3) for any level of creativities, which one gives better students’ mathematics achievement, cooperative model of NHT type with RME, cooperative model of GI type with RME or conventional model and for any kind of models which one has better students’ mathematics achievement, student having high creativity, medium or low. The type of this research was a quasi experimental by 3x3 factorial design.The population in this research was the seventh grade students of junior high school in Pontianak in the academic year 2012/2013. Sampling was done by stratified cluster random sampling. The instrument of research using mathematics achievement test and verbal creativity test. The conclusions of the research were as follows. (1) There is an influence of the learning model toward students’ mathematics achievement. Cooperative model of NHT type with RME provides  students’ mathematics achievement better than the cooperative model of GI type with RME and conventional model. Cooperative model of GI type with RME provides students’ mathematics achievement better than the conventional model. (2) There is an influence of the student’s creativity level toward students’ mathematics achievement. Students having high creativity have better mathematics achievement than students having medium and low creativity. Students having medium creativity have better mathematics achievement than students with low creativity. (3) For any level of creativities that the cooperative model of NHT type with RME gives better student’s mathematics achievement than cooperative model of GI type with RME and conventional model, and cooperative model of GI type with RME gives better students’ mathematics achievement than conventional model. For any kind of models, students having high creativity have better mathematics achievement than students having medium and low creativity, and students having medium have better mathematics achievement than students having low creativity. Keywords: Cooperative Model of NHT (Numbered Heads Together) type, Cooperative Model of GI (Group Investigation) type, RME (Realistic Mathematics Education) Approach, Student’s Creativity
MEMASYARAKATKAN MATEMATIKA MELALUI PERAN KELUARGA Saputro, Marhadi; Firdaus, Muhamad; Darma, Yudi; Haryadi, Rahman; Hartono, Hartono; Ardiawan, Yadi; Susiaty, Utin Desy; Oktaviana, Dwi; Irvandi, Wandra
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 14 No 2 (2018): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.337 KB) | DOI: 10.20414/transformasi.v14i2.577

Abstract

[Bahasa]: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan dengan judul ?Memasyarakatkan Matematika Melalui Peran Keluarga?. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Desa Batu Ampar. Peserta kegiatan PKM ini adalah orang tua siswa yang berdomisili di desa Batu Ampar, yang berjumlah 30 orang. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk: (1) memberikan penyuluhan kepada masyarakat Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya tentang memotivasi dan menumbuhkan minat terhadap matematika; (2) mengetahui tanggapan masyarakat terhadap penyuluhan tentang memasyarakatkan matematika. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berupa penyuluhan Memasyarakatkan Matematika Melalui Peran Keluarga di Batu Ampar ini dapat disimpulkan yaitu: (1) kegiatan penyuluhan memberikan informasi dan motivasi kepada orang tua selaku keluarga yang mempunyai peran penting dalam melakukan pendampingan belajar anak di rumah sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika anak; (2) kegiatan pelatihan ini perlu diadakan kembali untuk daerah yang lain sehingga dapat menambah pengetahuan dan informasi yang akurat kepada keluarga betapa pentingnya peran mereka sebagai pendamping belajar anak. Kata kunci: Memasyaratkan, Matematika, Peran keluarga [English]: This community service program is in the form of counseling with the title "Socializing Mathematics through the Role of Families." This program was carried out in the Batu Ampar Village Hall. The participants are thirty parents of students who live in Batu Ampar village. The program aims to: (1) provide counseling to the people of Batu Ampar Subdistrict, Kubu Raya Regency about motivating and fostering interest in mathematics; (2) knowing the community's response to counseling about socializing mathematics. Community service activities in the form of counseling Socializing Mathematics through the Role of Families in Batu Ampar can be concluded, namely: (1) extension activities provide information and motivation to parents as families who have an important role in assisting child learning at home as an effort to improve the quality of learning especially children's mathematics subjects; (2) this training activity needs to be held again for other regions so that it can add accurate knowledge and information to the family how important their role is as a child learning companion. Keywords: socialize, mathematic, family role
EFEKTIVITAS PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MATA KULIAH TRIGONOMETRI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK Ardiawan, Yadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v4i2.308

Abstract

This study aimed to compare the results between student given learning mathematics instruction in the subject of trigonometry using a scientific approach and which does not use a scientific approach in the Program Studi Pendidikan Matematika PGRI Pontianak. The method used is the method of experimental research, the research form quasi-experimental design. This is because the educational research often are difficult to control manipulate all relevant variables. Results of this study are average student results provided scientific approach that is equal to 24.06 of a maximum score of 40. That is the percentage of scientific learning outcomes of 60.15% (quite enough). While the average student results are given learning without a scientific approach that is equal to 20.72 of a maximum score of 40. That is the percentage of learning outcomes without scientific amounted to 51.8% (relatively low). It can be concluded that the learning outcomes of students who are taught using a scientific approach is better than the learning outcomes of students who are taught not to use a scientific approach.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN SCIENTIFIC DALAM MATA KULIAH TRIGONOMETRI PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK Ardiawan, Yadi
AKSIOMA (Jurnal Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to compare the results between student given learning mathematics instruction in the subject of trigonometry using a scientific approach and which does not use a scientific approach in the Program Studi Pendidikan Matematika PGRI Pontianak. The method used is the method of experimental research, the research form quasi-experimental design. This is because the educational research often are difficult to control manipulate all relevant variables. Results of this study are average student results provided scientific approach that is equal to 24.06 of a maximum score of 40. That is the percentage of scientific learning outcomes of 60.15% (quite enough). While the average student results are given learning without a scientific approach that is equal to 20.72 of a maximum score of 40. That is the percentage of learning outcomes without scientific amounted to 51.8% (relatively low). It can be concluded that the learning outcomes of students who are taught using a scientific approach is better than the learning outcomes of students who are taught not to use a scientific approach.Keywords: learning outcomes, scientific approach, trigonometry.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBUKTIKAN KESAMAAN UNSUR-UNSUR TRIGONOMETRI MAHASISWA IKIP PGRI PONTIANAK Ardiawan, Yadi
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : Edukasi: Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.681 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pengembangan bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan membuktikan kesamaan unsur-unsur trigonometri mahasiswa. Pengembangan bahan ajar ini memodifikasi model 4-D  dari Thiagarajan. Pengembangan bahan ajar trigonometri ini telah dilakukan mulai dari tahap pendefinisian, perancangan hingga pada tahap pengembangan dengan penilaian oleh tim ahli. Tahap pendefinisian, dilakukan dengan cara menganalisis kelemahan dan kebutuhan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan membuktikan kesamaan unsur-unsur trigonometri. Tahap perancangan, dilakukan penyusunan prototype bahan ajar sesuai kebutuhan. Tahap pengembangan dilakukan dengan meminta tim ahli memberikan penilaian, komentar, dan saran terhadap prototipe sebelum bahan ajar tersebut digunakan, kemudian merevisi hal-hal yang perlu sesuai dengan saran tim penilai ahli. Berdasarkan pendapat tiga orang penilai, bahan ajar yang telah disusun tergolong valid baik dari segi kecermatan isi, kecernaan, penggunaan bahasa, maupun perwajahan, dengan beberapa catatan perbaikan. Kata Kunci: Pengembangan, bahan ajar, trigonometri 
EFEKTIVITAS RESPONSI TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEORI BILANGAN Ardiawan, Yadi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.423 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Teori Bilangan setelah diberikan responsi, 2) hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Teori Bilangan yang tidak diberikan responsi dan 3) manakah yang memiliki hasil belajar lebih baik antara mahasiswa yang diberikan responsi dan mahasiswa yang tidak diberikan responsi pada mata kuliah Teori Bilangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan bentuk penelitiannya adalah Quasy Experimental Design. Sedangkan rancangan yang digunakan adalah Posttest-Only Control Design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Pendidikan Matematika Semester II yang terdiri dari 4 rombongan belajar (kelas) yakni 2 kelas pagi (IIA & IIB) dan 2 kelas sore (IIA & IIB). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan sebagai berikut. 1) Hasil belajar mahasiswa yang diberikan responsi tergolong baik yaitu dengan rata-rata sebesar 75,05 dan variansi sebesar 194,02. 2) Hasil belajar mahasiswa yang tidak diberikan responsi tergolong baik yaitu dengan rata-rata sebesar 70,29 dan variansi sebesar 193,40. 3) Hasil belajar mahasiswa yang diberikan responsi lebih baik daripada mahasiswa yang tidak diberikan responsi dengan  = 0,009. Kata Kunci: pengaruh, responsi, teori bilangan.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA DI IKIP PGRI PONTIANAK Ardiawan, Yadi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.801 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kesalahan dalam menyelesaikan soal induksi matematika yang dilakukan oleh mahasiswa laki-laki dan perempuan, (2) penyebab kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal induksi matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tunggal terpancang dengan subyek penelitian adalah mahasiswa semester II program studi pendidikan matematika IKIP PGRI Pontianak tahun akademik 2010/2011. Pemilihan subyek menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 2 orang mahasiswa dan 2 orang mahasiswi yang memperoleh nilai terendah dalam menyelesaikan soal induksi matematika. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes berbentuk essay sebanyak 3 soal dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) jenis kesalahan yang dialami mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam mengerjakan soal Induksi Matematika antara lain kesalahan pemahaman konsep dan kesalahan prosedur aturan Induksi Matematika, (2) faktor-faktor penyebab kesalahan mahasiswa antara lain: kurangnya penguasaan konsep Induksi Matematika, kurang menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan sehingga mahasiswa langsung mengoperasikan ke dalam rumus, kurang teliti dalam melakukan operasi hitung dan tergesa-gesa dalam mengerjakan soal sehingga menimbulkan kesalahan. Kata Kunci: analisis, kesalahan mahasiswa, induksi matematika.
EFEKTIVITAS MODEL KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN PMR DAN MODEL KOOPERATIF TIPE GI DENGAN PMR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA Ardiawan, Yadi; Budiyono, Budiyono; Subanti, Sri
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 1, No 5 (2013): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The aims of this research are to know: (1) which one gives better students’ mathematics achievement, cooperative model of NHT type with RME, cooperative model of GI type with RME or conventional model, (2) which one has better students’ mathematics achievement, student having high creativity, medium or low, and (3) for any level of creativities, which one gives better students’ mathematics achievement, cooperative model of NHT type with RME, cooperative model of GI type with RME or conventional model and for any kind of models which one has better students’ mathematics achievement, student having high creativity, medium or low. The type of this research was a quasi experimental by 3x3 factorial design.The population in this research was the seventh grade students of junior high school in Pontianak in the academic year 2012/2013. Sampling was done by stratified cluster random sampling. The instrument of research using mathematics achievement test and verbal creativity test. The conclusions of the research were as follows. (1) There is an influence of the learning model toward students’ mathematics achievement. Cooperative model of NHT type with RME provides  students’ mathematics achievement better than the cooperative model of GI type with RME and conventional model. Cooperative model of GI type with RME provides students’ mathematics achievement better than the conventional model. (2) There is an influence of the student’s creativity level toward students’ mathematics achievement. Students having high creativity have better mathematics achievement than students having medium and low creativity. Students having medium creativity have better mathematics achievement than students with low creativity. (3) For any level of creativities that the cooperative model of NHT type with RME gives better student’s mathematics achievement than cooperative model of GI type with RME and conventional model, and cooperative model of GI type with RME gives better students’ mathematics achievement than conventional model. For any kind of models, students having high creativity have better mathematics achievement than students having medium and low creativity, and students having medium have better mathematics achievement than students having low creativity. Keywords: Cooperative Model of NHT (Numbered Heads Together) type, Cooperative Model of GI (Group Investigation) type, RME (Realistic Mathematics Education) Approach, Student’s Creativity
EKSPERIMENTASIMETODE DISKUSI DENGAN PENDEKATANQUANTUM LEARNING DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN SISWA Septianawati, Desty; Ardiawan, Yadi
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.325 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) mana yang lebih efektif, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan pendekatan Quantum Learning (QL) atau pembelajaran konvensional; (2) mana yang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik, siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis atau Phlegmatis; (3) mana yang lebih efektif untuk masing-masing tipe kepribadian siswa, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan  pendekatan QL atau pembelajaran konvensional.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh siswa SMP Se-Kabupaten Lampung Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 202 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi metode dokumentasi untuk mendapatkan nilai ujian akhir semester genap kelas VII sebagai data kemampuan awal; metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa; dan metode angket untuk data tipe kepribadian siswa. Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis variansi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut.(1) Pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan pembelajaran QL lebih efektif dibandingkan pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan pembelajaran konvensional. (2) Pada siswa dengan tipe kepribadian Sanguinis maupun Phlegmatis memiliki prestasi belajar matematika yang sama. (3) Untuk masing-masing tipe kepribadian, pembelajaran menggunakan metode diskusi dengan pendekatan QL lebih efektif dibandingkan pembelajaran matematika menggunakan metode diskusi dengan pembelajaran konvensional. Kata kunci: Pendekatan Quantum Learning, Tipe KepribadianSanguinis dan Phlegmatis