Asep Ardiyanto
SD Negeri Pokoh 2 Sleman Yogyakarta

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

PERAN PERCEPTUAL MOTORIC TERHADAP PERKEMBANGAN GERAK ANAK Ardiyanto, Asep
Jendela Olahraga Vol 1, No 1 Juli (2016): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v1i1 Juli.1094

Abstract

Gerak merupakan elemen penting dalam kehidupan manusia. Hampir semuaaktivitas yang dilakukan manusia melibatkan unsur gerak. Bersama dimensi geraknya,manusia mencoba merajut kehidupan yang berguna dan bermakna dalam berbagai peranyang majemuk dan beragam. Sangat banyak aktivitas manusia yang melibatkan dimensimotorik, salah satu diantaranya yaitu perseptual motorik. Perseptual motorik adalahkemampuan menginterprestasi stimulus yang diterima oleh organ indera. Kemampuanperseptual berguna untuk memahami segala sesuatu yang ada di sekitar, sehinggaseseorang mampu berbuat atau melakukan tindakan tertentu sesuai dengan situasi yangdihadapi. Upaya mengembangkan perseptual motorik sebenarnya baik dilakukan melaluipendidikan jasmani, terutama bagi siswa sekolah. Pengembangan perseptual motorikdapat dilakukan melalui latihan bentuk gerakan-gerakan yang mengarah padakemampuan untuk memahami tubuh, memahami arah, memahami ruang, dan memahamitempo. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat disusun dan dikemas dalam bentukpermainan/bermain, karena aktivitasnya menyenangkan, terutama bagi anak yang masihsekolah.Kata Kunci: perceptual motoric, perkembangan gerak
BERMAIN SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Ardiyanto, Asep
Jendela Olahraga Vol 2, No 2 (2017): Jendela Olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v2i2.1700

Abstract

Bermain bagi anak usia dini adalah sesuatu yang sangat penting dalam perkembangankepribadiannya. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu, tetapi media bagi anak untukbelajar. Setiap bentuk kegiatan bermain pada anak mempunyai nilai positif terhadap perkembangankepribadiannya. Namun kegiatan bermain bebas sering menjadi kunci pembuka bagi gudang-gudangbakat kreatif yang dimiliki setiap manusia. Bermain bagi anak berguna untuk menjelajahi dunianya, danmengembangkan kompetensinya dalam usaha mengatasi dunianya dan mengembangkan kreativitasanak. Fungsi bermain bagi anak usia dini dapat dijadikan intervensi yang jika dilaksanakan dengan tepat,baik dilengkapi dengan alat maupun tanpa alat akan sangat membantu perkembangan sosial, emosional,kognitif, afektif, psikomotorik pada umumnya, dan mengembangkan daya kreativitas anak.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN Ardiyanto, Asep; Sukoco, Pamuji
Jurnal Keolahragaan Vol 2, No 2: September 2014
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.783 KB) | DOI: 10.21831/jk.v2i2.2608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran berbasis permainan tradisional untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak tunagrahita ringan yang layak digunakan. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi, (2) analisis hasil informasi, (3) mengembangkan produk awal, (4) validasi ahli dan revisi, (5) uji coba skala kecil, (6) revisi, (7) uji coba skala besar, (8) revisi akhir, (9) pembuatan produk final, dan (10) diseminasi dan implementasi produk final. Uji coba skala kecil dilakukan terhadap 6 siswa tunagrahita ringan SLB Tunas Kasih 2 Turi. Uji coba skala besar dilakukan terhadap 12 siswa tuna-grahita ringan SLB ABCD Tunas Kasih Donoharjo. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran, yaitu: (1) balap sarung, (2) lempar karet, (3) dorong ban, (4) engkling, (5) pukul balon, (6) layang-layang, (7) lompat tali, dan (8) pesawat terbang. Dari hasil analisis data penilaian para ahli materi dan guru SLB, ditarik kesimpulan bahwa pengembangan model pembelajaran ini sangat baik dan efektif. Kata kunci: pengembangan, permainan tradisional, pembelajaran motorik kasar, anak tunagrahita ringan.
PERAN PERCEPTUAL MOTORIC TERHADAP PERKEMBANGAN GERAK ANAK Ardiyanto, Asep
Jendela Olahraga Vol 1, No 1/Juli (2016): jendela olahraga
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/

Abstract

Gerak merupakan elemen penting dalam kehidupan manusia. Hampir semuaaktivitas yang dilakukan manusia melibatkan unsur gerak. Bersama dimensi geraknya,manusia mencoba merajut kehidupan yang berguna dan bermakna dalam berbagai peranyang majemuk dan beragam. Sangat banyak aktivitas manusia yang melibatkan dimensimotorik, salah satu diantaranya yaitu perseptual motorik. Perseptual motorik adalahkemampuan menginterprestasi stimulus yang diterima oleh organ indera. Kemampuanperseptual berguna untuk memahami segala sesuatu yang ada di sekitar, sehinggaseseorang mampu berbuat atau melakukan tindakan tertentu sesuai dengan situasi yangdihadapi. Upaya mengembangkan perseptual motorik sebenarnya baik dilakukan melaluipendidikan jasmani, terutama bagi siswa sekolah. Pengembangan perseptual motorikdapat dilakukan melalui latihan bentuk gerakan-gerakan yang mengarah padakemampuan untuk memahami tubuh, memahami arah, memahami ruang, dan memahamitempo. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat disusun dan dikemas dalam bentukpermainan/bermain, karena aktivitasnya menyenangkan, terutama bagi anak yang masihsekolah.
PENGARUH MODEL LATIHAN DAN KOORDINASI TERHADAP KETERAMPILAN EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SD NEGERI POKOH 2 NGEMPLAK Ardiyanto, Asep
MALIH PEDDAS Vol 5, No 2 Desember 2015 (2015): Malih Peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigate: (1) the different effects of the guided discovery style model training and command style model training on basketball skills of students, (2) the different effects on basketball skills of students who have high and low coordination, and (3) the interaction effects between training models of guided discovery style and command style with coordination (high and low) on the basketball skills of students.This research was an experiment. The population comprised 43 basketball extracurricular students. A sample of 24 students was established using the purposive sampling technique. The instruments of this research were wall bounce pass test to measure eye-hand coordination and Sekolah Tinggi Olahraga (STO) test to measure the basketball skills. The data were analyzed using the two-way ANAVA analysis.The results of the study are as follows. (1) There is no different effect between guided discovery style model training and command style model training on the basketball skills of the students. (3) There is an effect difference on the basketball skills of the students who have high and low coordination. (4) There is no a significant interaction between model training and coordination on the basketball skills of students.
PENGARUH MODEL LATIHAN DAN KOORDINASI TERHADAP KETERAMPILAN EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SD NEGERI POKOH 2 NGEMPLAK Ardiyanto, Asep
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 5, No 2 (2015): Malih Peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v5i2.853

Abstract

This study aims to investigate: (1) the different effects of the guided discovery style model training and command style model training on basketball skills of students, (2) the different effects on basketball skills of students who have high and low coordination, and (3) the interaction effects between training models of guided discovery style and command style with coordination (high and low) on the basketball skills of students.This research was an experiment. The population comprised 43 basketball extracurricular students. A sample of 24 students was established using the purposive sampling technique. The instruments of this research were wall bounce pass test to measure eye-hand coordination and Sekolah Tinggi Olahraga (STO) test to measure the basketball skills. The data were analyzed using the two-way ANAVA analysis.The results of the study are as follows. (1) There is no different effect between guided discovery style model training and command style model training on the basketball skills of the students. (3) There is an effect difference on the basketball skills of the students who have high and low coordination. (4) There is no a significant interaction between model training and coordination on the basketball skills of students.
PENERAPAN TALKING STICK BERBANTU MEDIA DAKON TERHADAP HASIL BELAJAR TEMA 6 KELAS 1 SD MANGUNHARJO SEMARANG Widyawati, Ratna Ade; Rita, Endah; Ardiyanto, Asep
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 3, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v3i1.11628

Abstract

Abstrak: Penerapan Model Talking Stick Berbantu Media Dakon terhadap Hasil Belajar Tema 6 Kelas 1 SD Mangunharjo Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Desain Pretest posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas 1 SD Mangunharjo Semarang tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian yaitu kelas 1 sebagai kelas menggunakan model Talking Stick berbantu media dakon. Nilai ketuntasan belajar klasikal memperoleh 49,33%. Setelah menggunakan model Talking Stick berbantu media dakon meningkat menjadi 70,33%. Berdasarkan uji t diketahui thitung> ttabel(4,415> 2,045). Jadi berdasarkan hasil yang didapat dinyatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima berarti Model Talking Stick Berbantu Media Dakon terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 1 SD Mangunharjo dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Penerapan, Model Talking Stick, Dakon.
Analisis Penerapan Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Tematik dalam Kurikulum 2013 Wahyu Utami, Septi; Ardiyanto, Asep; Wijayanti, Arfilia
Journal of Education Action Research Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.354 KB) | DOI: 10.23887/jear.v3i3.17371

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi siswa yang nakal kepada temannya dan suka melakukan bullying, padahal di sekolah tersebut telah menerapkan pendidikan karakter melalui proses pembelajaran maupun non pembelajaran, bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pendidikan karakter pada pembelajaran tematik dalam kurikulum 2013 siswa kelas 3A SDN Gayamsari 01 Semarang. penelitian ini difokuskan pada pembelajaran tematik tema 7 sub tema 1 dan 2. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dokumentasi dan angket, menggunakan uji keabsahan data triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran tematik berjalan dengan baik, siswa sudah mampu menerapkan nilai-nilai karakter yang diajarkan, walaupun belum sepenuhnya, data presentase hasil penelitian meliputi presentase nilai karakter di RPP mencapai 38,88 %, presentase penerapan nilai karakter mencapai 55,55 %, presentase hasil observasi siswa mencapai 84, 375 %, dan presentase hasil angket mencapai 100 %
PENGARUH MODEL (GI) BERBANTU PERMAINAN ENGKLEK TERHADAP HASIL BELAJAR TEMATIK KELAS IV SDN 02 KALIOMBO JEPARA Kholidah, Arin Ni'amah; Wijayanti, Arfilia; Ardiyanto, Asep
JURNAL SINEKTIK Vol 2, No 1 (2019): Jurnal-Sinektik:Juni-2019
Publisher : FKIP-Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Berbantu Permainan Engklek dengan Tema Cita-citaku Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 02 Kaliombo. Hasil penelitian sebagai berikut. 1) Rata-rata hasil belajar siswa pada subtema Aku dan Cita-Citaku masih rendah, sedangkan kriteria ketuntasan minimal 70, 2) Pada saat pembelajaran siswa tersebut bermain sendiri, berbicara dengan teman, bermain dengan teman sebangku, serta tidak mendengarkan guru, 3) Model dan media yang digunakan guru terkadang membuat siswa menjadi bosan sehingga siswa tersebut dalam pembelajaran pasif dan ramai sendiri.Terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Group Investigation (GI) berbantu permainan engklek dibuktikan dengan thitung 6,191 > 2,064. ketuntasan belajar individu nilai posttest lebih baik dari pada nilai pretest. ketuntasan belajar klasikal mencapai 88%.
NEED ASSESSMENT PENGEMBANGAN MEDIA PENYAKIT MENULAR DI SEKOLAH DASAR Sholeha, Septi Risqiana; Ardiyanto, Asep; Agustini, Ferina
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.071 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.39

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran serta siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Sekolah Dasar. Hal lain yang melatarbelakangi penelitian ini, kurangnya pengetahuan siswa akan arti pentingnya kesehatan bagi dirinya dan lingkungan, khususnya pada siswa SD yang sudah menjangkau siswa SD kelas tinggi. Dalam penelitian ini juga dilihat sejauh mana kebutuhan siswa SD dalam pengembangan media pembelajaran yang baru.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah melihat sejauh mana kebutuhan media pembelajaran puzzle pena (penyakit menular) untuk kelas V Sekolah Dasar yang menerapkan permainan dalam pembelajaran. Metode yang akan diterapkan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah metode model penelitian dan pengembangan (research and development) dari Borg & Gall. Hasil penelitian ini berupa hasil analisis kebutuhan media pembelajaran yang berbentuk permainan untuk menarik perhatian siswa, membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran serta mempermudah siswa untuk memahami materi jenis penyakit menular. Data hasil need assessment berupa hasil wawancara dan observasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas V SD N 3 Bacem. Dari hasil wawancara dan observasi, kurangnya minat belajar siswa terihat bosan dan jenuh selama mengikuti proses pembelajaran serta penggunaan media pembelajaran tentang penyakit menular yang kurang optimal.