Articles

Found 27 Documents
Search

PRODUKSI ASAM LEMAK DARI DEDAK MELALUI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS SECARA IN SITU Hartati, Indah; Arifan, Fahmi; Yulianto, Mohammad Endy
Jurnal Rekayasa Proses Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.748 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.1899

Abstract

Indonesia berpotensi sebagai penghasil asam lemak dari dedak padi yang jumlahnya melimpah. Dedak padi mengandung enzim lipase yang dapat mengkatalisis proses hidrolisis trigliserida pada dedak padi menjadi asam lemak. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses hidrolisis trigliserida pada dedak padi dengan mengaktifkan enzim lipase. Studi produktivitas dilakukan dengan mengkaji pengaruh penambahan buffer phosphat terhadap pembentukan asam lemak. Studi produktivitas dilakukan dengan membandingkan perolehan asam lemak dengan atau tanpa penggunaan buffer pada proses hidrolisis. Parameter yang diteliti meliputi: volume buffer (0?25% terhadap volume air), rasio dedak-air (1:1?1:6 b/v), dan suhu reaksi (30?50°C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion-ion pada larutan buffer mampu meningkatkan aktivitas dan stabilitas lipase. Penambahan buffer mampu meningkatkan perolehan asam lemak hingga 48%. Sementara perolehan asam lemak tertinggi dicapai pada hidrolisis dengan kondisi operasi volume buffer 5%, suhu reaksi 50°C dan rasio air dedak 1:5, dengan bilangan asamnya 2,63 mgek NaOH/g dedak Kata Kunci: asam lemak, dedak padi, lipase, hidrolisis, enzimatis Indonesia has potential to produce fatty acid from rice bran which is abundantly available as a side product of rice field activities. Rice bran contains lipase enzyme which is a catalyst for hydrolysis of triglycerides largely found in rice bran. The present work aimed to investigate the hydrolysis process of triglyceride from rice bran by activated lipase enzyme. Effect of the presence of phosphate compounds as buffer on fatty acid production was studied. The amount of fatty acid produced during hydrolysis with the use of buffer was compared to that without buffer. The parameters studied in the present work were volume of buffer (0% to 25% of water volume), rice bran-water ratio (1:1 to 1:6 w/v) and reaction temperature (30°C ? 50°C). Experimental results showed that ions in the buffer solution could increase the activity and stability of lipase enzyme. The addition of buffer was found to increase fatty acid yield up to 48%. The highest fatty acid results ware obtained at the operation condition at which buffer volume of 5%, reaction temperature of 50°C and rice bran-water ratio of 1:5 where the acid number was 2.63 mgek NaOH/g rice bran. Keywords: fatty acid, rice bran, lipase, hydrolysis, enzymatic
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN PEREKONOMIAN INDUSTRI MINYAK GANDAPURA (GAULTHERIA FRAGANTISSIMA) DENGAN MENERAPKAN MESIN EKSTRAKTOR INAKTIVASI ENZIM GAULTHERASE Yulianto, M. Endy; Arifan, Fahmi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu industri penghasil minyak gandapura yang ada di Wonosobo adalah Kelompok Tani Rukun yang berlokasi di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Usaha minyak gondopuro ini dikelola oleh Kelompok Tani Rukun yang para pekerjanya merupakan warga daerah setempat. Akan tetapi, kendala utama yang dihadapi kelompok-kelompok tani penyuling minyak gandapura saat ini, adalah bahwa minyak gandapura tidak lagi kompetitif dipasaran mengingat Cina sudah bisa memproduksi minyak gandapura (metil salisilat) sintetis. Oleh karenanya, perlu pengembangan diversifikasi produk dari tanaman gandapura. Diversifikasi produk dari gandapura pada dasarnya bisa berupa produksi gaultherin. Produk gaultherin memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura (untuk 15 ml minyak gondopuro seharga 22 dolar, sedangkan 10 mg gaultherin seharga 690 dolar). Akan tetapi, produksi gaultherin dari tanaman gandapura di Indonesia, sampai saat ini belum dikomersialkan. Oleh karenanya, penerapan teknologi ekstraksi gaultherin dari daun gondopuro, diharapkan akan menggairahkan petani bersama-sama pemerintah daerah untuk budidaya tanaman gondopuro. Kegiatan IbM tentang produksi senyawa aktif gaultherin dari daun gandapura melalui penerapan teknologi ekstraksi akan dilaksanakan oleh tim dari Perguruan Tinggi bersama Kelompok Tani Rukun, meliputi: perancangan dan pabrikasi mesin ekstraktor skala komersial, uji kinerja mesin ekstraktor skala komersial dan studi produktivitas, penyuluhan dan pelatihan yang ditujukan untuk Kelompok Tani Rukun tentang pengoperasian alat ekstraktor guna produksi gaultherin dari daun gondopuro. Setelah diadakan penyuluhan yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan gaultherin dari gondopuro,  beberapa pekerja dari kelompok tani rukun menyatakan ketertarikan dan mengajukan diri untuk mencoba mengekstrak daun gondopuro. Oleh karenanya, pengembangan diversifikasi produk tanaman gandapura akan meningkatkan nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak gandapura. Kata kunci: industri mikro minyak gondopuro
OPTIMASI PRODUKSI IKAN LEMURU (SARDINELLA LONGICEPS) TINGGI ASAM LEMAK OMEGA-3 DENGAN PROSES FERMENTASI OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT Arifan, Fahmi; Wikanta, Deddy Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fermentasi merupakan salah satu cara  pengawetan ikan yang cukup penting, dengan cara ini diperoleh produk-produk yang digemari oleh sebagian masyarakat  karena flavor dan aromanya yang khas. Pada proses fermentasi  ikan bergaram, yang berperan  sebagai faktor  pengawet bukan hanya garam tetapi juga asam-asam dan senyawa-senyawa lain  yang dihasilkan oleh mikroba yang melakukan fermentasi. Ikan lemuru mengandung asam lemak omega -3, yang merupakan asam lemak esensial, namun produk ikan lemuru mudah rusak, disebabkan oleh aktivitas mikrobiologis dan autolisis,. Proses  fermentasi dengan menggunakan kultur bakteri asam laktat (BAL) yang dikombinasikan dengan  3% NaCl dan Na asetat dapat mencegah kerusakan lemak pada ikan. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metoda Tiobarbituricacid (TBA), sampai umur simpan 48 jam harga TBA control (tanpa pengawetan) 4,56 mgr/100gr, untuk pengawetan dengan BAL saja 1,8 mgr/100gr, untuk  pengawetan dengan kombinasi BAL dengan 3%NaCl dan Na asetat  0,75 mgr/100gr. Standar ikan yang masih dapat dikonsumsi  nilai TBA :3-4 mgr/100gr. Indeks kesegaran ikan, diukur dengan kadar TMA standar sebesar  17,48-19,57 Untuk usia siman sampai 48 jam tingkat kesegaran ikan pada control (tanpa pengawetan) sudah tidak memenuhi standar, yaitu sebesar 18,8 % mgr N, sedangkan ikan yang difermentasi denganBAL sebesar 8,1 mgrN/100gr dan Kombinasi BAL,Na-asetat dan NaCl sebesar 7 mg N/100gr. Pada pengujian organoleptik yang meliputi tektur, kenampakan dan bau didapatkan hasil sebagai berikut :   sampai umur simpan 48 jam pada kontrol sudah mengalami kerusakan tekstur , tidak segar dan berbau, sedangkan pada fermentasi dengan BAL maupun kombinasi BAL NaCl dan Na asetat pada masa simpan 48 jam tektur, masih kenyal, kenampakan dan bau masih segar. Kata kunci : Fermentasi dengan Bakteri asam laktat – kualitas ikan yang dihasilkan
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI CINCAU MELALUI PENERAPAN ALAT PEMERAS MEKANIS Arifan, Fahmi; Yulianto, M. Endy; Sembodo, Rangkum; Riana A, Frisca; Latif, Abdul
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UKM / UD / Home Industri Cincau Jun-Jun merupakan industri penghasil cincau yang terletak di Desa Plantaran, Kaliwungu, Kabupaten Kendal dengan kapasitas produksinya hanya mencapai 468 kg (26 blok). UKM Cincau Jun-Jun merupakan industri cincau satu-satunya di wilayah Kendal, Semarang dan sekitarnya yang masih bertahan memproduksi cincau. Apabila tidak dilestarikan lama-kelamaan keberadaan cincau tersebut akan semakin langka. Produksi Cincau ini masih sangat sangat terbatas kualitas dan kuantitasnya, hal ini disebabkan karena masih sederhananya proses dan peralatan, minimalnya sumber daya manusia, serta permodalan yang terbatas dan dikelola secara konvensional. Permasalahan utama terhambatnya produktivitas UKM ini adalah pada proses produksi yang masih sangat sederhana, khususnya pada proses pengambilan ekstrak bahan baku. UKM tersebut hanya menggunakan saringan sederhana tanpa ada upaya pemerasan bahan baku. Sehingga untuk memisahkan ekstrak dan ampas, bahan yang sudah direbus hanya disaring begitu saja. Tidak mungkin bahan diperas secara manual dengan menggunakan tangan karena bahan tersebut dalam keadaan panas. Oleh karena itu ekstrak yang dihasilkan tidak maksimal karena sebagian ekstrak masih terkandung dalam ampas yang kemudian dibuang. Untuk mengatasi masalah tersebut, UKM memerlukan suatu alat pemeras mekanis dengan desain dan kondisi proses yang disesuaikan dengan keadaan UKM. Melalui alat pemeras mekanis tersebut, peningkatan produktivitas mencapai 6.8% per batch produksi. Selain itu dengan alat tersebut waktu pemisahan ekstrak menjadi 20 menit lebih cepat dibanding dengan pemisahan secara manual. Dengan adanya alat tersebut proses pengambilan ekstrak menjadi efisien dan optimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan pemilik dan karyawan, serta memperluas lapangan pekerjaan dan memperluas pemasaran. Kata Kunci: Produktivita, Cincau, Pemeras
OPTIMALISASI LIMBAH SERBUK KAYU MENJADI BIOETANOL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN MENGGUNAKAN DISTILASI GELOMBANG MIKRO Wikanta, Deddy Kurniawan; Arifan, Fahmi; Azmi, Luthfiana; Widyaningsih, Oktisya Devi; Septriani, Remita; Gupita, Pinandita Rekyan; Nurjannah, Anis Siti
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil dari proses industri penggergajian kayu kebanyakan menyisakan limbah padat berupa serbuk gergaji dan serpihan kayu yang terbuang menumpuk di suatu lokasi tertentu yang dapat mengganggu kondisi lingkungan sekitar, sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah padat hasil penggergajian kayu tersebut. Berdasarkan komposisi kimia kayu kandungan yang paling banyak adalah selulosa, dalam hal ini adalah selulosa yang dapat diolah menjadi etanol. Tahapan pembuatan bioetanol dari serbuk kayu yaitu delignifikasi, hidrolisa, distilasi dan dehidrasi. Distilasi bioetanol sendiri memanfaatkan pemanasan gelombang mikro. Pemanasan dengan gelombang mikro mempunyai kelebihan yaitu pemanasan lebih merata karena bukan mentransfer panas dari luar tetapi membangkitkan panas dari dalam bahan tersebut. Pemanasannya juga dapat bersifat selektif artinya tergantung dari dielektrik properties bahan. Hal ini akan menghemat energi untuk pemanasan akan menghasilkan etanol dengan kadar kurang dari 95%. Setelah proses dehidrasikadar etanol menjadi 99,5%. Densitas etanol yang dihasilkan variabel 1,2 dan 3 yaitu 0,806; 0,801 dan 0,795 gr/ml dengan kadar etanol variabel 1,2 dan 3 yaitu 92,809%,94,96% dan 96,708%.Kata Kunci : bioetanol,gelombang mikro, serbuk gergaji
PENGEMBANGAN PROSES INAKTIVASI ENZIM POLIFENOL OKSIDASE UNTUK PRODUKSI TEH HIJAU BERKATEKIN TINGGI Yulianto, Mohamad Endy; Arifan, Fahmi; Ariwibowo, Didik; Hartati, Indah; Mustikaningtyas, Dewi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.786 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.1.24-30

Abstract

Teh merupakan bahan minuman penyegar alami yang menyehatkan karena di dalamnya terkandung senyawa katekin yang merupakan senyawa bioaktif yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, mengurangi kemungkinan timbulnya penyakit jantung, darah dan pembuluh darah, menyehatkan pencernaan makanan, mulut dan gigi serta beberapa penyakit infeksi lain. Oleh karena itu kadar katekin tinggi di dalam teh sangat diharapkan. Untuk memperoleh kadar katekin tinggi harus menghilangkan proses oksidasi polifenol secara enzimatik pada saat pengolahan daun teh. Untuk keperluan itu dirancang suatu proses dan sistem pemroses yang mendukung kondisi pengolahan tersebut. Dasar perancangan yang dipilih adalah inaktivasi enzim polifenol oksidase dengan cara steaming. Teh yang dihasilkan diharapkan merupakan teh berkatekin tinggi yang selain dapat langsung dikonsumsi dapat pula dijadikan bahan baku bubuk katekin untuk preparat dietary food dan fungctional food atau obat. Kajian sistem pemroses ini melibatkan variabel-variabel persen uap panas yang digunakan, kapasitas daun teh dan spray uap air. Parameter yang akan diamati adalah temperatur sistem, kadar katekin, kadar air, dan kelembaban sistem proses yang merupakan fungsi waktu. Hasil proses steaming daun teh menunjukkan bahwa pada temperatur 90 0C, diperoleh katekin dengan kadar relatif tinggi. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa kelembaban 70% didapatkan kadar katekin relatif tinggi dengan kadar air relatif rendah.
REKAYASA BIOKONVERSI LIMBAH CAIR INDUSTRI PANGAN MENJADI PLASTIK BIODEGRADABLE DENGAN MENGGUNAKAN LUMPUR AKTIF Wikanta, Deddy Kurniawan; Yulianto, Mohamad Endy; Arifan, Fahmi
METANA Vol 5, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5269.839 KB) | DOI: 10.14710/metana.v5i2.1903

Abstract

Abstract Plastics waste has a negative effect on our environment. one effort to solve a  problem exerted in plastic waste is by making a degradable plastic material. Polihidroksialkanoat (PHA) is one of biodegradable plastic material which is include in the polyester group. PHA can be completely degraded and has  similar properties. with conventional plastic. The usage of liquid food industry waste is a good alternative for the production of PHA, since liquid waste of food industry comprise of organics substance such as C, H, O, N and  S. The production of Polihidroksialkanoat (PHA) from liquid waste of flour industry, wasconducted in a of sequencing batch reactor (SBR).The objectives  of this research are to study the effect of batch time in one cycle of sequencing batch reactor(SBR), to compare between short and ordinary cycle in SBR system to PHA accumulation and kind of PHA, to study optimum condition of producing PHA. The first experimen was done In time of less than 12 hours by using filling time  variable and ratio of duration of Aerob and anaerob process. The constand conditions were ambient temperature and neutral pH (at the begining). The results shows that at running with time ratio of aerob:anaerob was 6:3 hours and a  same duration of  feeding, the highest average PHA content was got at the run when filling step is in six hours anaerob with aerob breaking time. The feeding duration  also influence the PHA formation. the short feeding duration yielded the highest average PHA content. An average PHA 0.1838 g/gsel was yielded at two hours feeding duration   Key Words :biodegradable:plastic:waste    
PEMODELAN DAN SIMULASI PROSES PENGERINGAN CHIPS MOCAF Ariwibowo, Didik; Yohana, Eflita; Yulianto, M. Endy; Paramitha, Vita; Arifan, Fahmi
METANA Vol 8, No 02 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.601 KB) | DOI: 10.14710/metana.v8i02.6841

Abstract

This study was to propose the use of a simple heat and mass transfer based model to predict the evolutions of the moisture content and temperature of cassava chip undergoing superheated steam drying (SSD). Cassava chip has been chosen as the product to be simulated because of its various uses in the food especially as modified cassava flour (mocaf). Recently, superheated steam drying (SSD) has received much attention as an alternative drying technique for heat-sensitive biomaterials. There are a very limited number of works that report attempts to model this drying process, although there are a number of works that report studies of this drying technique experimentally. The results showed that the drying of the product is affected by the drying steam temperature and the product characteristics. The model was found to be able to predict the heat and mass transfer behavior. Keywords: Cassava chip, mocaf, superheated steam drying
PENINGKATAN PRODUKSI GARAM BERYODIUM MELALUI APLIKASI ALAT PENCETAK GARAM SECARA MEKANIK Handayani, Dwi; Murni, Murni; Ikhsan, Diyono; Arifan, Fahmi
METANA Edisi Khusus Februari 2011
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4919.381 KB) | DOI: 10.14710/metana.v0i0.1629

Abstract

The salt moulder groups "Muji Rahayu" have a mission for drummed up salt moulders by are very limited, by process technology conventionally. The result of production is salt_powder  which is a gunny_pack then on sale at the prince of low. If it is soled in salt_moulder, the price will increase. Salt moulder form of Instrumentation which it is has incereased quality and sale at the prince salt iodized consumption. However, at the employe moulder machine which is continue, the machine has trouble because it is always related to salt which have a character is corrosive. Therefore, it needs to have a salt_moulder which is simple and easy to be operated by salt-farmer moreover the price is cheap. The salt moulder will work by mechanic and aplication style. Because of the caracter of salt which corrosive, so the contraction which related to salt is made by stainless steel. By the expectation it be able to increase the income of salt_farmers. Keywords : iodized salt, salt moulder
PEMODELAN DAN SIMULASI PROSES PENGERINGAN CHIPS MOCAF Ariwibowo, Didik; Yohana, Eflita; Yulianto, M. Endy; Paramitha, Vita; Arifan, Fahmi
METANA Vol 8, No 02 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.601 KB) | DOI: 10.14710/metana.v8i02.6840

Abstract

This study was to propose the use of a simple heat and mass transfer based model to predict the evolutions of the moisture content and temperature of cassava chip undergoing superheated steam drying (SSD). Cassava chip has been chosen as the product to be simulated because of its various uses in the food especially as modified cassava flour (mocaf). Recently, superheated steam drying (SSD) has received much attention as an alternative drying technique for heat-sensitive biomaterials. There are a very limited number of works that report attempts to model this drying process, although there are a number of works that report studies of this drying technique experimentally. The results showed that the drying of the product is affected by the drying steam temperature and the product characteristics. The model was found to be able to predict the heat and mass transfer behavior. Keywords: Cassava chip, mocaf, superheated steam drying