Arijanto Arijanto
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH TEMPERATUR TUANG PADA PROSES PENGECORAN STIR CASTING TERHADAP DENSITAS DAN POROSITAS KOMPOSIT ALUMUNIUM DIPERKUAT SERBUK BESI Sulardjaka, Sulardjaka; Wibowo, D B; Arijanto, Arijanto; Setiaji, E F
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.606 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.3.19-21

Abstract

Penelitian ini meneliti pengaruh temperatur tuang pada pembuatan komposit alumunium yang diperkuat serbuk besi, terhadap densitas dan porositas bahan komposit yang diperkuat dengan serbuk alumunium. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan metode stir cast. Proses pengadukan dilakukan pada temperatur 750 oC, dengan putaran pengadukan 400 rpm selama 10 menit. Pengujian densitas bahan komposit dilakukan dengan metode Archimedes. Hasil penelitian menunjukkan temperatut tuang 725 oC memberikan distribusi serbuk besi yang terbaik.
PERANCANGAN DAN UJI ALAT PENGOLAH SAMPAH PLASTIK JENIS LDPE (LOW DENSITY POLYETHYLENE) MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Landi, Taufan; Arijanto, Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.904 KB)

Abstract

Bahan plastik di dunia banyak dimanfaatkan manusia untuk berbagai aktifitas. Material plastik beragam. Plastik mempunyai dampak negatif sehingga diperlukan proses recycling. Volume plastik yang dapat diolah saat ini berkisar 4 %. Berbagai proses recycle telah dilakukan. Salah satu proses recycle yang lebih menjanjikan dan mempunyai prospek yang baik adalah proses pengolahan bahan limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Tujuan penelitian ini adalah mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bahan bakar alternatif, mengetahui proses pengolahan sampah plastik, dan mengetahui karakteristik bahan bakar yang dihasilkan oleh sampah plastik. Bahan limbah plastik adalah LDPE (Low Density Polyethylene). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat pirolisis yang terdiri dari reaktor, pipa penghubung, kondensor, dan tempat penampungan minyak hasil pirolisis. Metode penelitian ini adalah melakukan proses pirolisis pada temperatur 350oC, 500oC, dan 700oC dan waktu reaksi selama 0-60 menit. Dari hasil penelitian di dapatkan volume yang dihasilkan dari tiga variasi temperatur 350oC, 500oC, dan 700oC adalah 140 ml, 210 ml, dan 365 ml. Densitas yang dihasilkan dari tiga variasi temperature 350oC, 500oC, dan 700oC yaitu 0,7291 gr/ml, 0,7563 gr/ml, dan 0,7336 gr/ml. Nilai kalor yang dihasilkan dari tiga variasi temperature 350oC, 500oC, dan 700oC adalah 36,290 J/gr, 28,517 J/gr, dan 40,124 J/gr. Dari hasil densitas dan nilai kalor yang dihasilkan bahan bakar hasil pirolisis nilai ini mendekati densitas dan nilai kalor pada minyak tanah dan bensin. Dari hasil pengujian untuk suhu optimum diantara tiga variasi suhu yang dilakukan yaitu pada suhu 700oC
Pengujian Alat Pengolah Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Bahan Bakar Alternatif Destiyantono, Erwin; Arijanto, Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.102 KB)

Abstract

Pirolisis merupakan thermo-chemical dekomposisi material organik pada temperatur yang ditingkatkan dalam lingkungan bebas atau sedikit oksigen (anaerob). Tujuan penelitian untuk menguji alat pengolah limbah tempurung kelapa menjadi bahan bakar alternatif, mengetahui jumlah minyak yang dihasilkan pada proses pyrolysis dengan metode counter flow dan parallel flow pada kondensor, mengetahui energi kalor yang dihasilkan pada proses pyrolysis dengan metode counter flow dan parallel flow pada kondenser. Penelitian dilakukan dengan pengujian menggunakan alat pirolisis yang terdiri dari reaktor, pipa distribusi, dan kondensor. Metode penelitian dengan melakukan proses pirolisis pada temperatur 350oC selama 60 menit dengan metode pendinginan counter flow dan parallel flow. Pengujian pirolisator diperoleh data massa bahan bakar sebesar 42 gram digunakan dalam proses pirolisis dengan bahan baku tempurung kelapa 1000 gram, sehingga menghasilkan minyak pirolisis sebesar 198 gram (counter flow) dan 196 gram (parallel flow). Metode counter flow dapat menyerap kalor sebesar 1304,762 kJ dan hilang pada gas sebesar 462,862 kJ, sedangkan parallel flow hanya menyerap kalor sebesar 1200,83 kJ dan hilang pada gas sebesar 545,271 kJ.
PENGUJIAN BAHAN BAKAR GAS PADA MESIN SEPEDA MOTOR KARBURATOR DITINJAU DARI ASPEK TORSI DAN DAYA Saputra, Topan Frans; Arijanto, Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.157 KB)

Abstract

Fossil fuels are a very important source of energy in everyday life, especially in the field of transport and are non-renewable energy sources, while existing data obtained when these vehicles circulating in Indonesia reached 80 million units, of which 85 per cent of this amount is a motorcycle with a majority using the engine carburetor. This experiment aimed to test alternative fuels fuel oil fuel is fuel gas. After testing it was found that the best torque produced fuel LPG gas is 8.20 Nm 7.82 Nm and blue gas at 4000 rpm rotation. The best power generated fuel gas is 2.10 kW and blue gas was 2.06 at 5000 rpm rotation. For the rate of fuel consumption pertamax more fuel efficient than the gas at any rpm the test. As for the fuel efficiency of LPG gas reached 43.94%, pertamax 61.26% at 5000 rpm rotation, and 43.12% blue gas at 4000 rpm rotation
Penggunaan Gas LPG Sebagai Bahan Bakar Untuk Mesin Sepeda Motor Injeksi Dilihat dari Aspek Metal Content dan Viskositas Oli Harvindyo, Dimas; Arijanto, Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.414 KB)

Abstract

Penggunaan gas LPG sebagai bahan bakar alternatif pada gasolin tentu akan mempengaruhi performa dan kinerja dari mesin. Salah satunya adalah terhadap ketahanan dari mesin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan viskositas minyak pelumas dari mesin sepeda motor yang menggunakan bahan bakar premium murni dengan bahan bakar gas LPG pada mesin dengan  kondisi standar dan mengetahui dan membandingkan metal content yang terdapat pada minyak pelumas yang digunakan dari mesin berbahan bakar premium murni dengan bahan bakar gas LPG pada mesin kondisi standar. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan mesin sepeda motor 4 langkah 150 cc ini, hasilnya lebih ditekankan perbandingan metal content dan viskositas minyak pelumas pada mesin yang menggunakan bahan bakar premium dan gas LPG yang di jual dipasaran. Pada pengujian ini dilakukan dengan putaran mesin rata-rata 4.500 rpm yang menghasilkan putaran poros roda belakang sebesar 449.9 rpm. Kemudian dikonversikan pada putaran roda belakang dan menghasilkan kecepatan sebesar 49.67 km/jam (~50 km/jam). Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor Honda yang dilengkapi dengan beberapa alat ukur. Pada pengoperasiannya, mesin diuji selama 24 jam dengan menempuh jarak lebih dari 1000 km kemudian diambil sampel pelumasnya. Berdasarkan analisa hasil pengujian didapatkan bahwa penggunaan gas LPG sebagai bahan bakar menurunkan nilai viskositas minyak pelumas dibanding dengan menggunakan bahan bakar premium. Metal content minyak pelumas dengan menggunakan gas LPG logam yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah Natrium (Na), Timbal (Pb) dan Magnesium (Mg)
ANALISIS PENGARUH KEKENTALAN FLUIDA AIR DAN MINYAK KELAPA PADA PERFORMANSI POMPA SENTRIFUGAL Arijanto, Arijanto; Yohana, Eflita; Sinaga, Franklin T.H.
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.757 KB)

Abstract

The current industrial world requires equipment, that working effectively and efficiently to reduce operational costs. One tool that is often encountered is the pump. This is because the pumping system is responsible for nearly 20% of the world's electrical energy demand and energy use in industrial plants. One of the most frequent problems encountered in the process of pumping is the viscosity of the fluid. This research aimed to analyze the effect of viscosity of the flow capacity, pump head, power and efficiency of the pump for pump fluid flow of water and coconut oil. Water density 996 kg/m3, oil density of 858 kg/m3, water viscosity of 0.82 mPas, the viscosity of the coconut oil 3,98 mPas. Variations that give the full aperture or100%, opening 75%, 50% and aperture openings 25%. research data calculated from the pressure, rpm, flow, and flow velocity. From the data we receive a pump head, the pump shaft and the efficiency of the performance curve obtained with the method of dimensionless. The research results show the water fluid maximum flow rate is 36 l/min, while the fluid coconut oil is 17 l/min. Value of water fluid head is 15.18 m, while the oil fluid obtained 9.18 m. The value of BHP water fluid 130.04 W, where as the oil fluid is 131.98 W. And for the value of water fluid efficiency 68.46%, while the oil fluid is 16,59%. The conclusion is the value of higher water discharge fluid from the fluid coconut oil, water fluid water head value is higher than the fluid coconut oil, water fluid efficiency values higher than coconut oil, while the value of fluid power pumps oil is higher than the fluid water.
PENGGUNAAN GAS PROPANA SEBAGAI BAHAN BAKAR UNTUK MESIN SEPEDA MOTOR INJEKSI DILIHAT DARI ASPEK METAL CONTENT DAN VISKOSITAS OLI Putra, Muhammad Herdiansyah; Arijanto, Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.315 KB)

Abstract

Hampir semua kendaraan bermotor di Indonesia menggunakan premium (Gasoline) sebagai bahan bakarnya. Premium ini merupakan hasil dari proses distilasi minyak bumi (Crude Oil). Minyak bumi merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, oleh karena itu perlu dilakukan penghematan dalam pemakaiannya. Upaya penghematan bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah penggunaan bahan bakar alternatif ataupun bahan bakar campuran. Dalam pengujian ini  digunakan mesin sepeda motor 4-langkah dimana aspek yang diuji antara lain aspek daya dan torsi, aspek gas buang, aspek temperatur, serta aspek metal content dan viskositas. Sedangkan didalam pengujian ini aspek yang diuji dikhususkan pada aspek metal content dan Viskositas dengan menggunakan bahan bakar Gas Propana sebagai alternatif bahan bakarnya, dimana prosentasenya adalah (Gas Propana 100%). Minyak pelumas yang digunakan untuk pengujian adalah Oli Mesran Super SAE 20W-50. Penelitian dilakukan dengan menguji minyak pelumas pada mesin dalam kondisi tanpa beban dengan rpm rata-rata yaitu 4500 rpm sampai 5000 rpm dengan jarak tempuh 1000 km. Adapun tujuan dari pengujian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan Gas Propana terhadap minyak pelumas dan mengetahui kelayakan serta komposisi terbaik bahan bakar alternatif ditinjau dari aspek metal content dan viskositas oli. Dari data hasil pengujian menggunakan bahan bakar gas propana menunjukan adanya kenaikan metal content minyak pelumas dari pada menggunakan bahan bakar premium. Sedangkan untuk viskositas oli yang dihasilkan masih tetap stabil dan masih cukup layak untuk digunakan
PENGARUH BAHAN BAKAR GAS LPG TERHADAP EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR KARBURATOR Purnadi, Heri; Arijanto, Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.549 KB)

Abstract

Laju penjualan kendaraan bermotor di Indonesia semakin tahun semakin meningkat dan di dominasi oleh sepeda motor. Hal ini berdampak pada persediaan minyak bumi yang terus menipis, sehingga mendorong manusia menjadi kreatif. Berbagai cara dilakukan untuk mengefisiensikan kinerja mesin sehingga pemanfaatan minyak bumi menjadi semakin efektif. Selain menemukan teknologi untuk mengefisienkan kinerja mesin, penelitian juga dilakukan untuk mencari bahan bakar alternatif selain bahan bakar minyak.Gas LPG (Liquified Petroleum Gasses) adalah salah satu bahan bakar yang layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif. LPG adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Komponen utama LPG terdiri dari Hidrokarbon ringan berupa Propana (C3H8) dan Butana (C4H10), serta sejumlah kecil Etana (C2H6) dan Pentana (C5H12). Keuntungan penggunaan LPG yaitu emisi gas buang yang rendah. Disamping itu, persediaan gas alam di Indonesia masih cukup banyak bila dibandingkan dengan persediaan minyak bumi. Meskipun demikian beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan apabila menggunakan LPG sebagai bahan bakar yaitu LPG tidak dianjurkan pada mesin kendaraan bermotor dalam kondisi masih standar. Pengujian dilakukan pada mesin sepeda motor Supra X Helm In 4 langkah dengan variasi putaran mesin dan variasi bahan bakar menggunakan bahan bakar premium, pertamax plus, gas elpiji dan blue gaz. Selain itu dilakukan pengukuran emisi gas buang dengan menggunakan alat Gas Analyzer Stargas mod 898. Dari hasil pengujian bila dibandingkan dengan premium, pertamax plus mengalami penurunan kadar CO sebesar  24,18 % sampai 28,81 %. Gas elpiji mengalami penurunan kadar CO sebesar  24,37 % sampai 65,50 %. Blue gaz mengalami penurunan kadar CO sebesar  26,16 % sampai 80,92 %. Kesimpulan dari pengujian ini bahwa bahan bakar gas LPG layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif dilihat dari emisi gas buang yang dihasilkan.
PENINGKATAN NILAI KALOR BIOBRIKET CAMPURAN KULIT METE DAN DOMINANSI SEKAM PADI DENGAN METODE PIROLISA Putra, Resha Widya Permana; Arijanto, Arijanto; Muchammad, Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.591 KB)

Abstract

Biomass is an alternative fuel that can replace the role of coal, but it has not been widely used because of  low calorific value and less valuable form . Thus  briquetting and pyrolysis are answers to the problem. Pyrolysis is a thermochemical decomposition of organic material at elevated temperatures between 300 0C - 500 0C, without participation of oxygen. Biomass materials, widely available in Indonesia, are rice husks, cocoa shells, and cashew shells. The purposes of this study were to determine the effect  of  pyrolysis process, to increase the calorific value and to compare the results of biobriquette calorific composition value of 75% cashew shell - 25%  rice husk by torefaction testing and pyrolysis testing with pyrolysis of biobriquette 75% rice husk - 25% cashew shell . The biomass was then formed into biobriquette to increase the density of the mass. Biobriquette materials used in this study were rice husk and cashew shell. Mass composition between cashew shell and rice husk was 50% - 50%, 75% -25%, and 100%  glued together using PVA glue. Then they were formed into briquettes with 25-30 mm high and 25 mm in diameter with direct sunlight drying for 24 hours. Next, variations of pyrolysis temperature 325 0C, 350 0C and 375 0C were carried out within ranges of time of 15 minutes, 30 minutes, and 45 minutes. The highest increased calorific value was  at 375 0C within time duration of 45 minutes was 5401.9 cal / g. In addition, the percentage of weight loss occured at 100% biobriquette composition of rice husk weight which decreased by 57.99%. Compared to torefaction and pyrolysis testings with different variations before, both testings produced the best calorific value of 6368.54 cal / g by testing biobriquette 75% cashew shell - 25% rice husk at pyrolysis temperature of 300 0C.
Pengujian Alat Pengolah Limbah Plastik Jenis Ps (Polystyrene) Menjadi Bahan Bakar Alternatif Abidin, Zaenal; Atmadja, Sugeng Tirta; Arijanto, Arijanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.291 KB)

Abstract

Plastik adalah suatu material organik sintetik atau material organik semi sintetik yang berasal dari minyak bumi dan gas alam. Dari produk plastik, dihasilkan salah satunya polistirena (PS). Semakin meningkatnya sampah plastik ini akan menjadi masalah serius bila tidak dicari penyelesaiannya. Alternatif lain penanganan sampah  plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Tujuan dari penelitian untuk  mengetahui factor kondisi, serta mengetahui densitas dan nilai kalor dari minyak sampah PS hasil proses pirolisis. Penelitian ini dilakukan dengan metode pirolisis dimana sampah palstik jenis Polystyrene, dibakar di dalam reactor. Selama proses memiliki 3 suhu diantaranya 350oC dari hasil pirolisis menghasilkan volume 340 ml, densitas 0,8640 gr/ml, nilai kalor 35,348 J/gr, kemudian suhu 500oC menghasilkan volume 365 ml, densitas 0,8888 gr/ml, nilai kalor 34,687 J/gr, dan suhu yang ketiga 700oC menghasilkan volume 375 ml, densitas 0,9170 gr/ml, nilai kalor 29,914 J/gr.