Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN EKSPERIMENTAL KELAYAKAN DAN PERFORMA ALAT PENUKAR KALOR TIPE SHELL AND TUBE SINGLE PASS DENGAN METODE BELL DELAWARE Utami Handayani, Sri; Ariwibowo, Didik; Kusuma NH2), Fauzi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Alat Penukar Kalor dalam industri sangat besar, misalnya dipergunakan pada industri makanan, pembangkit tenaga listrik, perminyakan, transportasi, pendingin dan pemanas, dll. Pada umumnya Alat Penukar Kalor berperan dalam peningkatan efisiensi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa Alat Penukar Kalor tipe Shell and Tube Aliran Tunggal dengan Metode Bell Delaware. Penelitian dilakukan di Lab Konversi Energi PSD III Teknik Mesin Undip secara ekperimental dengan laju aliran pada shell sebesar 5 lpm dan laju aliran pada tube sebesar 10 lpm. Dari hasil perhitungan data diperoleh hasil bahwa nilai effectiveness peralatan adalah berkisar antara 0,4 – 0,5. Sedangkan nilai koefisien perpindahan kalor total alat penukar kalor 132,618 W/m2K.Kata kunci: penukar kalor, shell and tube single pass, bell delaware
PERFORMA MESIN DIESEL BERBAHAN BAKAR BIODIESEL TEROKSIDASI Ariwibowo, Didik; T.K., Berkah Fadjar; Suryo, MSK Tony
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi performa mesin diesel berbahan-bakar biodiesel teroksidasi dibandingkan dengan mesin diesel berbahan-bakar solar. Pengujian dilakukan pada mesin diesel izusu C223. Biodiesel dibuat dari minyak goreng curah dengan proses transesterifikasi. Kemudian, biodiesel tersebut dioksidasi dengan proses aerasi. Sifat-sifat biodiesel diukur antara lain bilangan peroksida, angka setana, dan kandungan energi. Torsi mesin diukur dengan water brake dynamometer, sedangkan konsumsi bahan bakar diukur dengan gelas ukur.  Performa mesin ditentukan oleh brake specific fuel consumption, bsfc, yang merupakan kalkulasi konsumsi bahan bakar dibagi dengan daya brake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan bakar biodiesel teroksidasi mempunyai karakteristik pembakaran lebih baik dibandingkan dengan solar, pada rentang beban kecil sampai dengan menengah, yang diindikasikan dengan daya yang lebih besar daripada solar yaitu sebesar 12,37%. Namun, bsfc dari bahan bakar tersebut lebih tinggi 4,84% daripada solar. Pemakaian B20 biodiesel-teroksidasi/solar merupakan pemakaian terbaik pada penelitian ini. Campuran B20 untuk biodiesel-teroksidasi/solar mempunyai daya lebih tinggi 16,2% dan bsfc lebih rendah 11,2% dibandingkan dengan solar. Pemakaian B100 biodiesel-teroksidasi tidak memberikan performa yang lebih baik pada mesin diesel. Kata kunci: performa, mesin diesel, brake specific fuel consumption
PENGEMBANGAN ADSORBENT BED UNTUK PENINGKATAN KONDUKTIVITAS TERMAL MELALUI PENAMBAHAN PARTIKEL METAL ALUMINIUM Ariwibowo, Didik; Sutrisno, Sutrisno
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan konduktivitas termal adsorbent dengan cara memberikan penambahan butiran metal ke dalam adsorbent bed sehingga menjadi suatu campuran butiran dalam suatu bed. Adsorbent bed berisi butiran karbon aktif dan partikel metal aluminium. Kegiatan yang dilakukan meliputi: desain dan pabrikasi prototipe adsorbent bed, dilanjutkan studi perfroma termal dari adsorbent bed. Studi perfroma termal dari adsorbent bed meliputi: studi pengaruh rasio metal/adsorben pada konduktivitas termal dari adsorbent bed. Parameter yang diteliti adalah rasio metal/adsorben (5, 10, 15% berat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan partikel aluminium meningkatan nilai konduktivitas termal adsorbent bed sebesar 10,9 Wm-1K-1; 21,9 Wm-1K-1; dan 30,9  Wm-1K-1 pada penambahan volume partikel aluminium 5%, 10%, dan 15% yang dibandingkan dengan adsorbent bed karbon aktif yang memiliki nilai konduktivitas termal 1,6 Wm-1K-1. Nilai konduktivitas termal hasil eksperimen lebih tinggi daripada nilai konduktivitas termal kalkulasi. Persentase perbedaan tersebut menurun seiring dengan meningkatnya temperatur permukaan bed. Persentase perbedaan yang relatif tinggi berkisar pada nilai 45%, sedangkan perbedaan yang relatif rendah berkisar pada 10%. Rentang perbedaan yang rendah yaitu 10-20% terjadi pada rentang temperatur 55-65 oC. Kata kunci: adsorbent bed, rasio metal/adsorben, konduktivitas termal
PENGEMBANGAN PROSES INAKTIVASI ENZIM POLIFENOL OKSIDASE UNTUK PRODUKSI TEH HIJAU BERKATEKIN TINGGI Yulianto, Mohamad Endy; Arifan, Fahmi; Ariwibowo, Didik; Hartati, Indah; Mustikaningtyas, Dewi
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 10, No 1 (2007): Volume 10 Issue 1 Year 2007
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.786 KB) | DOI: 10.14710/jksa.10.1.24-30

Abstract

Teh merupakan bahan minuman penyegar alami yang menyehatkan karena di dalamnya terkandung senyawa katekin yang merupakan senyawa bioaktif yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, mengurangi kemungkinan timbulnya penyakit jantung, darah dan pembuluh darah, menyehatkan pencernaan makanan, mulut dan gigi serta beberapa penyakit infeksi lain. Oleh karena itu kadar katekin tinggi di dalam teh sangat diharapkan. Untuk memperoleh kadar katekin tinggi harus menghilangkan proses oksidasi polifenol secara enzimatik pada saat pengolahan daun teh. Untuk keperluan itu dirancang suatu proses dan sistem pemroses yang mendukung kondisi pengolahan tersebut. Dasar perancangan yang dipilih adalah inaktivasi enzim polifenol oksidase dengan cara steaming. Teh yang dihasilkan diharapkan merupakan teh berkatekin tinggi yang selain dapat langsung dikonsumsi dapat pula dijadikan bahan baku bubuk katekin untuk preparat dietary food dan fungctional food atau obat. Kajian sistem pemroses ini melibatkan variabel-variabel persen uap panas yang digunakan, kapasitas daun teh dan spray uap air. Parameter yang akan diamati adalah temperatur sistem, kadar katekin, kadar air, dan kelembaban sistem proses yang merupakan fungsi waktu. Hasil proses steaming daun teh menunjukkan bahwa pada temperatur 90 0C, diperoleh katekin dengan kadar relatif tinggi. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa kelembaban 70% didapatkan kadar katekin relatif tinggi dengan kadar air relatif rendah.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI MANISAN NANAS MELALUI PENGEMBANGAN PENGERING MULTI RAK Yulianto, Endy; Yohana, Eflita; Sutrisno, Sutrisno; Utami H, Sri; Ariwibowo, Didik; Fardzanela S, Fardzanela S; Sitawati, Riana
METANA Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.664 KB) | DOI: 10.14710/metana.v14i2.20097

Abstract

Industri olahan buah-buahan khususnya nanas menjadi salah satu industri yang cukup berkembang. Olahan hasil panen nanas dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk ini.Tujuan kegiatan ini adalah deseminasi teknologi pengering multi rak resirkulasi adsorpsi berbasis zeolit yang telah teruji di laboratorium dan merupakan well-proven technology ke industri manisan nanas rumput laut KUB 3 Sekawan. Target yang ingin dicapai melalui pengembangan proses produksi dan konsep pengering resirkulasi berbasis zeolit di industri manisan nanas rumput laut KUB 3 Sekawan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi. Kegiatan diseminasi produk teknologi ke masyarakat meliputi: (i) desain dan pabrikasi prototipe pengering resirkulasi adsorpsi kapasitas 50 kg/batch, (ii) penyusunan dokumen Standard Operating Procedures (SOP), (iii) pengujian adaptasi dan evaluasi penerapan pengering resirkulasi adsorpsi, dan (iv) evaluasi tekno-ekonomi. Pengering multi rak dilengkapi resirkulator udara pengering berbasis zeolit telah terpabrikasi secara baik dan telah digunakan untuk produksi manisan nanas rumput laut. Pengering adsorpsi multi rak ini, mampu meningkatkan kapasitas produksi dan menurunkan biaya produksi. Analisis tekno-ekonomi meliputi: B/C Ratio, NPV dan IRR menunjukkan bahwa terap-kembang alat di industri manisan nanas rumput laut ini layak. Dengan demikian, alat memenuhi persyaratan secara teknis dan secara finansial atau secara ekonomis.
MODEL SISTEM MONITORING PH DAN KEKERUHAN PADA AKUARIUM AIR TAWAR BERBASIS INTERNET OF THINGS Tadeus, Dista Yoel; Azazi, Khasnan; Ariwibowo, Didik
METANA Vol 15, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.623 KB) | DOI: 10.14710/metana.v15i2.26046

Abstract

Ikan hias dan vegetasi air memiliki rentang toleransi terhadap nilai parameter lingkungan. Parameter tersebut hendaknya senantiasa diawasi demi kelangsungan hidupnya. Internet of Things (IoT) telah dimanfaatkan sebagai sistem monitoring dan otomasi parameter lingkungan ikan dan vegetasi air namun sistem ini membutuhkan biaya yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan suatu model sistem monitoring berbasis IoT berbiaya rendah untuk memberikan informasi parameter pH dan kekeruhan air setiap saat kepada pemilik ikan hias. Sistem ini dibangun menggunakan komponen opensource dan sensor berbiaya rendah. Data monitoring digunakan untuk mengaktifkan aktuator berupa filter air. Filter akan aktif apabila tingkat kekeruhan air sudah melebihi batas kekeruhan yang ditentukan. Pengujian kekeruhan air aquarium menunjukkan saat kekeruhan mencapai 3000 ntu pukul 14.12 pompa aktif dan filter bekerja sampai kekeruhan berada pada nilai 498 ntu pada pukul 17.00 dan pompa mati secara otomatis. Nilai pH dan kekeruhan air berhasil ditampilkan dengan baik di aplikasi Blynk pada ponsel. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan telah berhasil diimplementasikan dengan baik.  Ornamental fish and aquatic vegetation have a tolerance range of environmental parameter values. These parameters should always be monitored for survival. Internet of Things (IoT) has been utilized as a monitoring and automation system for environmental parameters of fish and aquatic vegetation, but this system requires high costs. The purpose of this study is to develop a low-cost IoT-based monitoring system model to provide information on pH parameters and water turbidity at any time to ornamental fish owners. This system is built using opensource components and low-cost sensors. Monitoring data is used to activate the actuator in the form of a water filter. The filter will active if the turbidity level of water has exceeded the specified turbidity limit. The aquarium water turbidity test showed that when the turbidity reached 3000 ntu at 14.12 the pump was active and the filter worked until the turbidity was at 498 ntu at 17.00 and the pump automatically shut down. The pH value and the turbidity of the water were successfully displayed in the Blynk application on the cellphone. The test results concluded that the monitoring system developed was successfully implemented. 
PEMODELAN DAN SIMULASI PROSES PENGERINGAN CHIPS MOCAF Ariwibowo, Didik; Yohana, Eflita; Yulianto, M. Endy; Paramitha, Vita; Arifan, Fahmi
METANA Vol 8, No 02 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.601 KB) | DOI: 10.14710/metana.v8i02.6841

Abstract

This study was to propose the use of a simple heat and mass transfer based model to predict the evolutions of the moisture content and temperature of cassava chip undergoing superheated steam drying (SSD). Cassava chip has been chosen as the product to be simulated because of its various uses in the food especially as modified cassava flour (mocaf). Recently, superheated steam drying (SSD) has received much attention as an alternative drying technique for heat-sensitive biomaterials. There are a very limited number of works that report attempts to model this drying process, although there are a number of works that report studies of this drying technique experimentally. The results showed that the drying of the product is affected by the drying steam temperature and the product characteristics. The model was found to be able to predict the heat and mass transfer behavior. Keywords: Cassava chip, mocaf, superheated steam drying
STUDI AWAL REKAYASA PROSES PRODUKSI TEH HIJAU BERKATEKIN TINGGI MELALUI TEKNOLOGI STEAMING Yulianto, Mohammad Endy; Senen, Senen; Ariwibowo, Didik
METANA Vol 4, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5253.161 KB) | DOI: 10.14710/metana.v4i1.1719

Abstract

Abstract Tea is a nalural healty, beverage because of catechin content which is a bioactive matter that can retard cancel growth, heart desease, blood and nerves, making healthy for mouth, teeth and some other infection. Therefore, high catechin in tea would be needed. To Obtain high catechin contend it must eliminate enzymatically oxidation process of polyphenol during tea manufacturing. Thus, it was created a process and processing system which sustain the process. The basic design was inactivation of polyphenol oxidase enzyme by steaming. It wishes a high catechin green tea product that can either be directly as a beverage or as a catechin powder for dietary food and functional food or medicine. The variables of this study, were percentage of steam, tea leaves feeding and humidity. The investigated parameters were temperature, catechin content, moisture content, and humidity as time function. The result was that at 900C yielded high catechin. The study shows that at 70%  humidity  yielded higher catechin and lower moisture content.   Keywords : Green tea; Steaming
PEMODELAN DAN SIMULASI PROSES PENGERINGAN CHIPS MOCAF Ariwibowo, Didik; Yohana, Eflita; Yulianto, M. Endy; Paramitha, Vita; Arifan, Fahmi
METANA Vol 8, No 02 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.601 KB) | DOI: 10.14710/metana.v8i02.6840

Abstract

This study was to propose the use of a simple heat and mass transfer based model to predict the evolutions of the moisture content and temperature of cassava chip undergoing superheated steam drying (SSD). Cassava chip has been chosen as the product to be simulated because of its various uses in the food especially as modified cassava flour (mocaf). Recently, superheated steam drying (SSD) has received much attention as an alternative drying technique for heat-sensitive biomaterials. There are a very limited number of works that report attempts to model this drying process, although there are a number of works that report studies of this drying technique experimentally. The results showed that the drying of the product is affected by the drying steam temperature and the product characteristics. The model was found to be able to predict the heat and mass transfer behavior. Keywords: Cassava chip, mocaf, superheated steam drying
PENGUJIAN AWAL KINERJA TUNGKU PENGECORAN LOGAM ALUMUNIUM MATRIX COMPOSITE DENGAN BAHAN BAKAR GAS LPG Mukhammad, Alaya Fadllu Hadi; Ariwibowo, Didik; Syarifucin, Yanuar Taufik; Robbaanii, Moh. Ammar; Arifin, Zainal; Yuliyanti, Yuliyanti
ROTASI Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.146 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.4.110-116

Abstract

Alumunium Matrix Composite (AMC) merupakan material alternatif yang memiliki banyak keunggulan diantaranya adalah kekuatan, kekakuan, modulus elastisitas dan ketahanan aus yang tinggi. Salah satu metode  pembuatan AMC adalah stirr casting yang memerlukan tungku peleburan. Penelitian ini meliputi beberapa tahapan yaitu perancangan, pembuatan dan uji coba kinerja kinerja tungku di dalam  melebur logam alumunium untuk pembuatan AMC. Desain dan pembuatan tungku telah dilakukan dengan baik. Hasil uji coba menunjukkan bahwa tungku mampu melebur 5 kg alumunium(800oC)  dalam waktu 3000 detik pada ?fuel = 0,00187 kg/s dan AFR=31,85:1, dengan efektifitas 1,12 kg LPG/kg alumunium. Nilai efektifitas tertinggi diperoleh  1,04 kg LPG/kg alumunium pada ?fuel = 0,00093 kg/s dan AFR = 63.71 : 1 dengan waktu peleburan 5580 detik untuk mencapai temperatur 800oC