Articles

WET MECHANICAL SEAL RELIABILITY IMPROVEMENTS Ariyanto, Ariyanto
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa Vol 21, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanical seal is a major component of the fluid transport system as an insulation to prevent fluid leakage in pump. Wet mechanical seal as components used working fluid passing through a shaft and serves to hold the fluid pressure and friction.  PT. Wilmar Nabati Gresik Indonesia is one customer Johncrane that have data seal installation and components failure of the wet mechanical seal during 33 months (2012 – 2014). Analyses quantitatively by mathematical calculation reliability of components to reliability improvements. The greatest failure component of the mechanical seal are o - ring seals (77,13%) and bellows seal (20,63%). Reliability of mechanical sealswas in confidence limits range 97% - 99 %. The investment required to achieve higher reliability should  be off set against the benefit when deciding on the most suitable plan of recommendation actions. Identifying the cause of failure, addressing the problems using defect elimination techniques, cost benefit analysis can be carried out to justify the time and costsassociated with reliability improvement. Keywords:Wet mechanical seal, Reliability, Improvements
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut di Kelurahan Wonoharjo Kabupaten Tanggamus Ariyanto, Ariyanto
Jurnal Analis Kesehatan Vol 7, No 2 (2018): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.874 KB) | DOI: 10.26630/jak.v7i2.1204

Abstract

Gigi merupakan salah satu bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah, berbicara dan mempertahankan bentuk muka.Mengingat kegunaannya yang sangat penting maka perlu untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut agar gigi dapat bertahan lama dalam rongga mulut. Menjaga kebersihan gigi dan mulut sangatlah penting, karena menjaga agar mulut tetap bersih, mencegah infeksi pada rongga mulut, serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tingginya penyakit gigi dan mulut sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah faktor perilaku masyarakat yang belum menyadari pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut. Jenis peneliitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian analitik. Teknik pengumpulan data dengan pendekatan cross sectional yaitu mengadakan pengamatan hanya sekali terhadap beberapa variabel dan diukur pada saat bersamaan. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Wonoharjo Kabupaten Tanggamus dengan jumlah sampel 284 orang. Analisa data yang dilakukan dengan cara univariat, bivariat dengan Chi Square dan multivariat dengan regresi logistic. Hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan dengan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut adalah pengetahuan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (p=0,044), sikap tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (p=0,018), tindakan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut (p=0,013). Hasil uji regresi logistic diperoleh hasil yang paling dominan berpengaruh terhadap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut adalah variabel tindakan responden (OR=1,749)
PERAN RUANG PUBLIK TERHADAP PEMBENTUKAN KORIDOR JALAN PATIMURA KOTA JEPARA Ariyanto, Ariyanto
Jurnal DISPROTEK Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.47 KB) | DOI: 10.34001/jdpt.v5i1.118

Abstract

ABSTRACT Public space at Pattimura Street in Jepara is not good enough yet to follow the rule to be used as an activity in informal sector, and it is also not good enough in time management. The activities of public space at Pattimura Street start to show festivity at noon up to night time with activity dominated culinary. River existence in the along side of Pattimura street can increase a lot of visitor to enjoy culinary at public space Pattimura. But on the other side, informal sector development at this corridor was not looking undercontrolled, and it tended to annoying vehicles which passed the road. Pattimura Street was a public space that has a potential enough as a cooperative ownership of public space wherein many visitors do many kinds of activities, either formal or informal based on schedule. The research method used is descriptive qualitative through qualitative and quantitative approach, data evaluation, data finding and observation at Pattimura Street. This study can be concluded that public space at Patimura Street definitely can be functioned and impressed visitors to use the public space for activity. Finally, this place can be an alternative place for people of Jepara to spend their time not only for holiday but also for business. Keyword: public space, Pattimura Street, public space at Pattimura Street ABSTRAK Ruang Publik di jalan Patimura Jepara belum cukup baik secara fungsional digunakan untuk aktivitas di sektor informal dan manajemen waktu. Aktivitas ruang public di jalam Patimura sudah mulai menunjukkan adanya perayaan baik di siang hari maupun malam hari dengan didominasi kuliner. Keberadaan sungai sepanjang jalan Patimura dapat meningkatkan banyak pengunjung untuk menikmati kuliner di ruang publik jalan Patimura. Akan tetapi, di sisi lain, perkembangan sektor informal pada koridor tersebut tidak terkendali, dan cenderung mengganggu pengendara yang melintasi jalan tersebut. Jalan Patimura merupakan ruang public yang cukup potensial bagi kebersamaan secara kepemilikan untuk ruang publik dimana banyak pengunjung melakukan aktivitas baik formal maupun informal sesuai jadwalnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif kuantitatif, evaluasi data, penemuan data dan pengamatan di jalan Patimura. Studi ini dapat disimpulkan bahwa ruang public di jalan Patimura sebenarnya dapat difungsikan dan memberikan kesan para pengunjung untuk menggunakan ruang public sebagai suatu aktivitas mereka. Pada akhirnya tempat tersebut dapat menjadi alternative bagi masyarakat Jepara untuk meluangkan waktu tidak hanya di saat liburan tetapi juga untuk bisnis.
PENENTUAN HARGA JUAL BARANG DAGANGAN PADA TOKO WAHYU DI SANGATTA Ariyanto, Ariyanto
EKONOMIA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.99 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah Toko WAHYU telah menetapkan harga jual barangnya sesuai dengan metode gross margin pricing dan mengetahui besarnya harga jual barang dagangan. Alat analisis yang digunakan dengan metode Gross Margin Pricing. .Hasil perhitungan menunjukkan perbandingan tingkat harga jual yang ditetapkan oleh toko berkisar antara Rp 65.000 s/d Rp 260.000, sedangkan berdasarkan gross margin pricing berkisar antara Rp 68.970 s/d Rp 292.820. Hasil perbandingan laba tiap unit barang yang ditetapkan toko berkisar antara Rp 8.000 s/d Rp 20.000, sedangkan berdasarkan gross margin pricing berkisar antara Rp 11.970 s/d Rp 50.820. Dari hasil perhitungan menunjukkan harga jual barang elektronik Miyako yang ditetapkan manajemen Toko WAHYU lebih rendah dibandingkan harga jual berdasarkan metode gross margin pricing, sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Perbedaan tersebut disebabkan karena penentuan harga jual yang ditetapkan Toko WAHYU berdasarkan taksiran laba sedangkan penentuan harga jual menurut metode Gross Margin Pricing ditentukan berdasarkan persentase mark up pada landasan teori.
GAMBARAN 12 INDIKATOR KELUARGA SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAAL X KOTA JAMBI Ariyanto, Ariyanto
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol 9, No 1 (2020): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.198 KB) | DOI: 10.36565/jab.v9i1.202

Abstract

A healthy family is condition that is prosperous in terms of physical, mental, and social which then allows a whole family to be able to socially normal life. A family is said to be healthy if it can overcome existing problems or conflicts and maintain healthy relationships between family members. Families are said to be healthy if they meet the 12 indicators established by the Ministry of Health.Method To find out the description of 12 indicators of healthy families in the Work Area of the Pall X Community Health Center in Jambi City, this type of research is descriptive with a Cross Sectional approach. The population was all family heads in the Pall X Community Health Center in Jambi City, with a sample of 203 family heads. Data analysis was performed using a univariate test.Results: 87.4% did not attend the family planning program, 77.8% stated that at birth there were those in the hospital and those in the midwife's house, 90% who had complete basic immunizations, 60% had given breast milk, 89.7% had performed monitoring the growth of children under five, 100% as patients who do not regularly treat pulmonary TB, 95.5% of patients do not treat their hypertension regularly, 97.9% do not take medication regularly, 85.6 have family members who smoke, 76.2 % of all family members have become JKN members, 100% have access to clean water and use it for daily needs and 98% of other families have and use healthy latrines. Results, it is recommended that the Puskesmas improve information dissemination regarding 12 Indicators of Healthy Families by conducting counseling in the work area. Information can be improved by empowering sub-district health centers, health cadres and village midwives.
Pendayagunaan Kosakata Bahasa Jawa: Kajian dari Segi Sosiolinguistik Ariyanto, Ariyanto
Jurnal Humaniora No 4 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.6 KB) | DOI: 10.22146/jh.1909

Abstract

Dalam tulisan ini, penulis mencoba menelaah teks Sri Sumarah sebab padadasarnya sebuah teks juga merupakan media berkomunikasi. Teks Sri Sumarah yang bermediakan bahasa tulis menuntut keterlibatan pengarang (sebagai pembicara) dan masyarakat pembaca (sebagai mitra wicara). Tentu saja fungsi bahasa sebagai sarana komunikasi baru dapat dicapai apabila teks tersebut dibaca oleh masyarakat pembaca. Melalui sebuah teks, pencipta (pengarang) Sri Sumarah--Umar Kayam--ingin berhubungan dengan masyarakat pembaca untuk mengomunikasikan gagasan-gagasan atau ide-idenya.
KEARIFAN MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN HUTAN DI DESA RANO KECAMATAN BALAESANG TANJUNG KABUPATEN DONGGALA Ariyanto, Ariyanto; Rachman, Imran; Toknok, Bau
Warta Rimba Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Warta Rimba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.208 KB)

Abstract

The local wisdom is a knowledge obtained in hereditary that becomes a custom and based on the values and based on the values and norms of society. As the To`Balaesan ethnic or the original ethnic in Rano village inhibiting Tanjung Balaesang cluster lies on viscous culture covering language, religion system, and a little different physics from the other society in the area of Balaesang Tanjung sub district. The method employed was explorative descriptive with a qualitative approach through the exploration of key informants information. Thus it can describe a certain situation or a group of human systematically, factually, and accurately based on the fact in the field. The data were collected through observation and interview with a good structured guidance or free interview. The population was the Rano people. The selection of the informants was by using snow-ball sampling. The result indicates that Rano people still uphold their tradition they know from the past, seen from the land selection process, land opening and the farming process. All of it accumulated in a topomaradia tradition institution which contains a set of rules and inferences as the attitude manager norms and behavior of the ethnic society to`balaesang in Rano village. Key words: Local Wisdom, ethnic of ta`Balaesan, Rano Village
ANALISIS KEBERADAAN DAN STRATEGI PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH KOTA TERNATE Bachmid, Fasri; Ariyanto, Ariyanto
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Alauddin University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan strategi penanganan permukiman kumuh perkotaan. Kedudukan Kota Ternate sebagai pusat kegiatan ekonomi menjadi daya tarik tersendiri terhadap arus migrasi dan urbanisasi serta menjadi embrio perkembangan Kota Ternate, hal ini merekondisi perkembangan kantong-kantong kumuh yang cenderung berlokasi di sekitar kegiatan sosial ekonomi dan daerah pesisir khususnya di sekitar kawasan pelabuhan penyeberangan. Sumber daya inilah yang berkonstibusi terhadap eksistensinya keberadaan kawasan permukiman kumuh Sangaji-Gamalama. Tipologi kawasan permukiman kumuh Sangaji - Gamalama merupakan kumuh di tepi air dan berada di pusat Kota Ternate. Artikel ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan survei dengan menggunakan instrumen kuesioner terhadap beberapa responden di kawasan tersebut. Permukiman kumuh di Kota Ternate terkondisi akibat lemahnya pengendalian pemanfaatan ruang serta peran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan tidak optimal, mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hunian masyarakat.
Upaya Mencari Ciri Kata Majemuk dalam Bahasa Indonesia Ariyanto, Ariyanto
Jurnal Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Science Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.456 KB) | DOI: 10.22146/jh.2220

Abstract

Hingga saat ini telah dikenal adanya gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan atau menimbulkan arti baru dengan nama kata majemuk. Di samping itu, perlu kiranya diturunkan batasan kata majemuk sebagaimana dirumuskan dalam Kamus Linguistik. Kata majemuk ialah gabungan morfem dasar yang seluruhnya berstatus sebagai kata yang mempunya pola fonologis, gramatikal, dan semantis yang khusus menurut kaidah bahasa yang bersangkutan; pola khusus tersebut membedakannya dari gabungan morfem dasar yang bukan kata majemuk. Pembahasan dalam tulisan ini adalah dalam rangka upaya mencari ciri kata majemuk dalam bahasa Indonesia, penulis batasi dari segi morfologi dan semantik.
Teorema Berbasis Aksioma Separasi dalam Ruang Topologi Soewongsono, Albert Ch.; Ariyanto, Ariyanto; Jafaruddin, Jafaruddin
Jurnal Matematika Integratif Volume 11 N0 2 (Oktober 2015)
Publisher : Jurnal Matematika Integratif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.543 KB)

Abstract

Pada artikel ini dikaji karakteristik dan hubungan antara aksioma-aksioma separasi dalam ruang-ruang topologi  yaitu, ruang T1, ruang T2 (Ruang Hausdorff), ruang T3, ruang T4, dan ruang metrik. Aksioma separasi adalah suatu aksioma yang digunakan untuk mengklasifikasikan ruang-ruang topologi berdasarkan distribusi himpunan terbukanya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah dengan menggabungkan premis-premis dari aksioma separasi dalam ruang-ruang topologi sehingga dapat diperoleh teorema yang menghubungkan ruang-ruang topologi. Pada kajian ini, diperoleh hubungan antara ruang-ruang topologi tersebut yakni, setiap ruang T4 adalah ruang T3, setiap ruang T3 adalah ruang T2, setiap ruang T2 adalah ruang T1 tetapi tidak berlaku untuk pernyataan sebaliknya. Diperoleh juga bahwa, setiap ruang metrik memenuhi semua aksioma separasi dalam ruang T1, T2, T3, dan T4. Diskusi tentang aksioma separasi dalam ruang topologi masih terbuka dengan membandingkan aksioma separasi dari ruang-ruang topologi yang lebih kompleks seperti, ruang Tychonoff dan ruang Urysohn.