Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM PADA BERBAGAI JARAK TANAM TERHADAP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR UNGU DI TANAH GAMBUT ARIYANTO, EKO; ZULFITA, DWI; SURACHMAN, SURACHMAN
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan berapa jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam terbaik pada ubi jalar ungu di tanah gambut, serta untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam pada ubi jalar  di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split PlotDesign) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan terdiri dari jarak tanam (J) sebagai petak utama (mainplot) dan pupuk kotoran ayam (P) sebagai anak petak (subplot). Adapun jarak tanam terdiri dari tiga taraf, yaitu : j1 = (70 cm x 20 cm) j2 = (70 cm x 25 cm) j3 = (70 cm x 30 cm)dan pupuk kotoran ayam terdiri dari tiga taraf, yaitu : p1 = (10 ton/ha) p2 = (15 ton/ha ) p3 = (30 ton/ha). Masing-masingperlakuan diulang sebanyak 3 kali.Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, panjang batang utama (cm), klorofil daun (spad unit), Berat kering tanaman (g), Jumlah umbi Per Tanaman, Berat umbi segar Per Tanaman, Berat umbi segar Per petak. Berdasarkan hasil penelitian ini tidak ditemukan perlakuan berbagai jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar ungu di tanah gambut serta tidak terjadi interaksi antara jarak tanam dan pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar ungu di tanah gambut. Kata kunci:JarakTanam,UbiJalarUngu, KotoranAyam, Tanah Gambut 
RANCANGAN MODEL PENGELOLAAN, OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA PLTMH CINTA MEKAR OLEH KOPERASI MEKAR SARI DI KABUPATEN SUBANG PROVINSI JAWA BARAT Ariyanto, Eko; Santoso, Didik Eko Budi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTMH  Cinta Mekar  di  Subang  Jawa  Barat,  menghasilkan  energi  listrik  100  kW,  dengan mengambil debit air   1.100  l / detik dari  Sungai Ciasem. Pengelolaan PLTMH ini dilakukan oleh Koperasi Mekar Sari    secara mandiri untuk menjamin  kontinuitas out put  energi  listrik yang dijual ke PLN, dengan operasi dan pemeliharaan   yang  baik.   Saat  ini pengelolaan di PLTMH  Cinta Mekar  dipandang  memiliki  kelemahan  dalam  optimalisasi  dampak  ekonomi. Energi  listrik yang dihasilkan saat dijual ke PLN dihargai   Rp 520,- per kWh, sehingga    tiap bulan hanya ada pemasukan Rp 31.200.000,-.  Hal ini jelas belum mampu menghasilkan harga jual energi  listrik yang ekonomis, mengingat  ada peluang untuk menjual dengan harga yang lebih. Sebuah  rancangan model pengelolaan dibuat dengan harapan memberi peluang untuk menjual  energi  listrik  yang  akan menghasilkan  pemasukan  lebih  sekaligus memberi  dampak langsung dan  tidak  langsung ekonomi ke masyarakat. Dengan rancangan model pengelolaan baru, Koperasi Mekar Sari sebagai pengelola langsung menjual  energi listrik yang dihasilkan PLTMH Cinta Mekar   ke masyarakat, dengan harga Rp 550,- per kWh,  sehingga  tiap bulan diperoleh  pemasukan  Rp  33.000.000,-.    Ini  berarti  ada  kenaikan  pemasukan  sebesar  Rp 1.800.000,-.  tiap bulan. Di samping  itu, masyarakat pun diuntungkan dengan harga  tersebut, sebab  masyarakat selama ini membeli harga energi listrik ke PLN Rp 585,- per kWh. Kata kunci :  Model Pengelolaan,  Operasi  dan Pemeliharaan,  Harga Jual  per kWh
IDENTIFIKASI DAN APLIKASI PENGENALAN SPEKTRUM BUNYI GAMELAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA MATLAB Ariyanto, Eko; Hananto, Farid Samsu
JURNAL NEUTRINO JURNAL NEUTRINO (Vol 7, No 1
Publisher : FAKULTAS SAINTEK,UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/neu.v7i1.2633

Abstract

Gamelan merupakan salah satu alat musik tradisional dari pulau Jawa. Seperangkat gamelan terdiri dari berbagai macam alat musik yang dimainkan secara bersama-sama. Karena perpaduan antara bunyi gamelan satu dengan bunyi gamelan yang lainnya menggambarkan keselaraasan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun seiring berjalannya waktu, peminat gamelan semakin sedikit dan orang pembuat gamelan juga semakin sulit dijumpai.Gamelan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Gong, Kempul, Kenong dan Bonang Penerus. Bunyi gamelan akan diidentifikasi dengan caramencari frekuensi-frekuensi bunyi gamelannya. Dengan menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) suatu bunyi yang berdomain waktu dapat diubah menjadi domain frekuensi dengan salah satu software Matlab.Proses dalam jaringan syaraf tiruan Backpropagation ini menggunakan jumlah neuron yang bervariasi, diantaranya: 70, 80, 90, 100 dan 110 untuk mengetahui keakuratan jaringan dalam mengenali data yang diujikan. Hanya jumlah neuron 110 lah yang dapat mengenali data pengujian sebesar 99% untuk data pengujian pelatihan dengan MSE 0.0001233 pada epoch ke 1000. Maka hasil dalam penelitian ini jaringan dapat mengenali data pengujian dengan benar. Sehingga mengidentifikasi spektrum bunyi menggunakan jaringan syaraf tiruan dapat digunakan untuk mengenali berbagai bunyi gamelan bahkan bunyi yang lainnya.
ADSORPTION MALACHITE GREEN ON NATURAL ZEOLITE Ariyanto, Eko
Reaktor Volume 12, Nomor 3, Juni 2009
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.912 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.12.3.161 – 165

Abstract

A natural zeolite was employed as adsorbent for reducing of malachite green from aqueous solution. A batch system was applied to study the adsorption of malachite green in single system on natural zeolite. The adsorption studies indicate that malachite green in single component system follows the second-order kinetics and the adsorption is diffusion process with two stages for malachite green. Malachite green adsorption isotherm follows the Langmuir model.
PERMODELAN DAN SIMULASI PID KONTROL PADA ALAT PENUKAR PANAS Ariyanto, Eko; Cekdin, Cekmas
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat penukar panas secara luas digunakan untuk memindahkan panas dari fluida panas ke fluida dingin, sehingga pengendalian temperatur fluida aliran keluar dari alat penukar panas menjadi sangat penting. Pengendali PID secara konvensional dapat digunakan untuk mengoptimalkan suhu keluar dari alat penukar panas. Untuk pengendali PID alat penukar panas, nilai parameter tuning dihitung dengan metode tangent. Perancangan pengendali mengatur suhu fluida keluar pada pada set point yang diinginkan dalam waktu sesingkat mungkin tanpa memperhatikan massa aliran dan proses gangguan, ketidakstabilan peralatan dan tidak linier. Pengendali IMC Model memberikan hasil yang sangat baik pada overshoot dari kurva proses dibandingkan dengan pengendali klasik.
EVALUASI PEMAKAIAN LISTRIK PADA RUANG KULIAH JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM DIPLOMA III FAKUTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO Setiono, Iman; Ariyanto, Eko; Subali, Subali; Sasmoko, Priyo
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadakan evaluasi terhadap pemakaian listrik pada ruamg kuliah di jurusan teknik elektro program diploma III Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Ruang kuliah yang digunakan untuk juruan teknik elektro sebanhyak dua buah ruangan yaitu  ruang 203 dan 204, sehingga dalam penelitian ini tidak digunakan sampel, tetapi langsung pada populasinya. Variabel penelitian terdiri atas besarnya daya listrik pada lampu penerangan, besarnya kuat cahaya yang dihasikan, besarnya daya listrik pada kipas angin, suhu ruangan, besarnya daya yang digunakan pada pengeras suara, dan besarnya daya listrik yang digunakan pada LCD Proyektor.  Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan melakukan pengukuran langsung diruangan, dengan variabel yang diukur adalah : daya listrik pada pemakaian untuk lampu penerangan, besarnya lumen yang dibutuhkan, daya listrik untuk penggunaan kipas angin, suhu udara diruangan. Sementara untuk daya listrik pada pengers suara dan LCD Proyektor tidak dilakukan pengukuran karena masih dayanya kecil.Metode analisis data adalah denganm metode analisis deskriptif kualitatif, yaitu dengan membandingkan besarnya daya yang digunakan dengan daya yang seharusnya digunakan.Hasil yang diperoleh ternyata bahwa besarnya daya listrik yang digunakan ternyata masih dibawah standar, karena itu maka perlu diadakan peningkatan, dengan memperbesar daya lampu penerangan dan mengganti kipas angin dengan pendingin udara. Kata kunci :evaluasi pemakaian listrik,  kuat cahaya, lampu penerangan.
STUDI KASUS KEHILANGAN KVARH PELANGGAN TARIF I-2 DENGAN DAYA 16.500 VA DAN 17.600 VA DI PT PLN (PERSERO) AREA SEMARANG Kartikaningtyas, Arni; Ariyanto, Eko
Gema Teknologi Vol 18, No 2 (2015): October 2014 - April 2015
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.666 KB) | DOI: 10.14710/gt.v18i2.8979

Abstract

Arni Kartikaningtyas, Eko Ariyanto, in this paper explain that In electric power transmission and distribution, volt-ampere reactive (var) is the unit used to measure reactive power into AC electric power system. Reactive power in AC circuits when current and voltage are not in phase. Is a true symbol and Var, var, or VAR, but all three terms are widely used. Var terms proposed by Romanian Constantin Budeanu electrical engineer and was introduced in 1930 by the IEC in Stockholm, which has been adopted as a unit for reactive power. Var can be regarded as both the imaginary part of the apparent power, or the power flowing to the load reactive, where voltages and currents specified in volts and amperes. Two definitions are equivalent. Reactive power into the power unit kVArh is used by passive components beyond resistor which is a power loss or power that is not desirable. This power to a minimum to avoid, or at least minimized, although it will not disappear altogether, by minimizing the power factor. Industrial customers are groups of customers with the use of induction machines used for the induction process that requires a great power to drive the motor and pull out the reactive power usage needs to be taken into account. Customers I 2 is the class of tariffs for industrial purposes being at low voltage with power above 14 kVA to 200 kVA. Keywords: VAR, customer Industry.
OTOMATISASI PENGATUR SUHU DAN WAKTU PADA PENYANGRAI KOPI ( ROASTER COFFEE ) BERBASIS ATMEGA 16 PADA TAMPILAN LCD ( LIQUID CRYSTAL DISPLAY ) Ristiawan, Masde; Ariyanto, Eko
Gema Teknologi Vol 19, No 1 (2016): April 2016 - October 2016
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.259 KB) | DOI: 10.14710/gt.v19i1.21949

Abstract

Masde Ristiawan, Eko Ariyanto Roasting is one of the most important processes in processing coffee beans. So it takes an automatic coffee roaster machine that can support the home roasting process. Basically, this coffee roaster is a heating device, the temperature is regulated following the input setpoint. The heating process is produced by electric heating elements which are controlled by the relay. The temperature sensor used is K type MAXX 6675 Thermocouple. The minimum system of ATmega 16 is used as the overall system control, Users can monitor temperature values and timers, which are displayed via the LCD display. In roasting coffee, roasting weight and temperature are very influential in the length of roasting time. Maximum capacity of 350 gram coffee roasters. To roast coffee with a weight of 100 grams at a temperature of 100 ° C it takes 34 minutes for light maturity and a temperature of 130 ° C with the same weight takes 18 minutes. Keywords : Thermocouple, Relay, Temperature, Sistem Minimum ATmega 16, LCD, Roaster Coffee.ReferencesSutanto, N. (2012). Rancang Bangun Coffee Producting Machine. Surabaya: Universitas Wijaya Putra.Wijaya, A. (2011). Rancang Bangun Alat Pemanas dan Pengaduk Terintergrasi dengan Temperatur dan Kecepatan Terkendali Berbasis Mikrokontroler. Depok : Universitas Indonesia.Perdana, Y. (2012). Rancang Bangun Alat Penyangrai Kacang Tanah dengan Penggerak Motor DC Berbasis Mikrokontroler AT89s51. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.Kurniawan, R. (2014). Sistem Pengendalian Suhu Menggunakan Metode Fuzzy Logic Pada Tungku Mesin Penyangrai Kopi. Jember : Universitas Jember.Amiq, B. (2015). Rancang Bangun Alat Penyangrai Kopi Semi Otomatis dengan Kapasitas 5Kg. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.Hartanto, S. (2012). Prototipe Pintu Bendungan Otomatis Berbasis Mikrokontroler ATmega 16. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.Kholatingulloh, T. (2015). Otomatisasi Pengatur Suhu dan Waktu Pada Oven Listrik Berbasis arduino yang ditampilkan pada LCD. Semarang: Universitas Diponegoro.
EKSISTENSI PLTMH CINTA MEKAR DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KOPERASI MEKAR SARI DI DESA CINTA MEKAR KECAMATAN SERANG PANJANG KABUPATEN SUBANG PROVINSI JAWA BARAT Ariyanto, Eko; Setiono, Iman; Sasmoko, Priyo; Pamungkas, Zaka Adi
Gema Teknologi Vol 19, No 4 (2018): October 2017 - April 2018
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.928 KB) | DOI: 10.14710/gt.v19i4.19154

Abstract

PLTMH located in CintaMekar Village, SerangPanjang Sub-District, Subang Province, West Java Province, utilizes Ciasem River water, processed so that it has high water fall 17,61 m, water discharge design 1,100 l / s, hydraulic potential of 160 KW, turbine efficiency of 0.73, efficiency of generator 0.89, out put generator 120 KW, loses 4 KW and total electrical energy generated 116 KW. The purpose of development, to help people who were not reached PLN electricity, to empower the community.Empowerment begun from the time of development, where citizens are involved, which then able to become operators. The result of energy from PLTMH is sold to PLN, then the result is reduced for operational costing, maintenance cost, import cost / electricity payment used, depreciation cost of equipment taken from 10% of transactions, divided by two (50% for PT HidropirantiIntiBaktiSadaya, as shareholder) and 50% for Mekar Sari Cooperative, used for community empowerment. Since its operation, people who do not have electricity grid, are connected to electricity. In addition, the proceeds from the sale of electricity to PLN are used to help with the cost of education / scholarship, health, loans for business and cooperative operations. Empowerment implemented or managed Mekar Sari Cooperative. Along with the development of the era, empowerment assistance now being implemented includes: Health Sector in cooperation with Village Midwife, Savings and Loans and Scholarships for Primary School - 10 People and Junior High School - 5 People.
KOREKTOR FAKTOR DAYA OTOMATIS PADA INSTALASI LISTRIK RUMAH TANGGA Yuniarto, Yuniarto; Ariyanto, Eko
Gema Teknologi Vol 19, No 4 (2018): October 2017 - April 2018
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.971 KB) | DOI: 10.14710/gt.v19i4.19153

Abstract

TL lamps, electric motors, Air Conditioner (AC), and other electrical equipment which is widely used for industry and households. Where all the electrical equipment is a burden that is inductive. As a result of the use of an inductive load, causing the falling value of the electrical power factor mounted on the customer can not be used optimally. To overcome this, in this thesis, has created a tool to correct the power factor value automatically. To improve the power factor, is used capacitors mounted in parallel to the load. By using the integrator, it can be obtained how large capacitor must be mounted parallel to the load according to the inductive load changes resulting in improved power factor value. Test results showed that an increase in the value of power factor from 0.34 to 0.95.