Articles

Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Praktikum Fisika Dasar I Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Uin Alauddin Makassar Irwan, Anas; Arsyad, Muhammad; Arafah, Kaharudin
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Vol 4, No 2 (2018): Juli-Desember 2018
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v4i2.763

Abstract

This research is a development research (research and development) which aims to analyze the results of the development of the instrument of assessment of Basic Physics I practicum for students majoring in Physical Education UIN Alauddin Makassar theoretically and empirically in order to obtain a valid, reliable and feasible assessment. The development of assessment instruments refers to the design of test instrument development according to Kaharuddin Arafah which consists of 7 steps of development, namely: (1) Determining the measuring scale, measuring objectives and construction of measuring instruments, (2) Construction outcome measuring instruments, (3) Validation of contents, (4) Temporary measuring instruments, (5) Target of respondents for the trial, (6) Reliability, and (7) Measuring instruments ready for use. This research was tested in the Department of Physics Education Semester I 2016/2017 UIN Alauddin Makassar. The results of the study were obtained from the Basic Physics I practicum assessment instrument that produced 8 valid items, theoretically with reliability 1.0 and empirically reliability of 73.60%. The results of the study were obtained from the practicum assessment instrument that was declared valid and reliable and feasible to be used as a standard assessment instrument in the Department of Physics Education, UIN Alauddin Makassar.
Cultural adaptation in the form of a mosque roof in the South Konawe District of the Southeast Sulawesi Province Umar, Muhammad Zakaria; Arsyad, Muhammad
Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol 31, No 2 (2018): Masyarakat, Kebudayaan dan Politik
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkp.V31I22018.155-165

Abstract

Although it is already embodied in Islamic culture, acculturation can still be traced to elements of the supporting cultures. When the religion of Islam entered into Indonesia, the original culture was not brought with them, so the previous culture was continued by Islam. When the mosque concept is embodied as a cultural product, there are various forms and various buildings involved in the mosque. Mosques located in the Middle East are different from mosques in Indonesia. The form of the roof overlaps with that taken from the roof of ancient mosques in Indonesia. The form of roof overlap at mosques in South Konawe District has been traced by the author. This study aims to identify and analyse what cultural elements affect the shape of the roof of the mosque and the form of acculturation of the cultures at the mosques in the District of South Konawe. This research was used a qualitative descriptive method. This research concluded that the architecture as part of the Hindu cultural system, Islamic mysticism, and Europe acculturate is displayed in the roof of the mosque in the District of South Konawe. The roof shape of the two-tiered or three-storey mosque (Hindu culture and the Islamic principles of Mysticism) and the roof covered with mustaks shaped like onions (European culture) was formed by the acculturation of the three cultures.
ANALISIS KARAKTERISTIK CURAH HUJAN DAN TINGGI MUKA AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PUTE RAMMANG-RAMMANG KAWASAN KARST MAROS Arham, Muh; Arsyad, Muhammad; Palloan, Pariabti
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1469

Abstract

This research aims to describe the characteristics of rainfall, and the characteristics of the watershed (DAS) of Pute Rammang-rammang river at karst area of Maros , by using primary and secondary data. The primary data is the height of the watershed that measured at the 1-15 Sya?ban 1435 Hijriah using a ruler guess, while the secondary data is data of  rainfall in period (2000-2014) obtained from the Office PSDA Sulawesi Selatan Province. The characteristics of rainfall type of DAS Pute are having 6 wet months, 4 dry months, and 2 moist month; characterized in November to April is the rainy season, June to September is the dry season , while May and October is the transition time with precipitation type C (somewhat wet ) with Q value is of 0,473. During the drought, fluctuations of height of watershed of Rammang-rammang was more affected by the tides of the sea where it was on the morning of the tide rises while in the afternoon with the highest tides occur in full moon phase and the lowest occur in the a half moon phase.Telah dilakukan penelitian tentang Analsis Karakteristik Curah Hujan dan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (DAS) Pute Rammang-Rammang Kawasan Karst Maros. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik curah hujan, dan karakteristik tinggi muka air, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah tinggi muka air yang diukur pada tanggal 1-15 Sya?ban 1435 Hijriah dengan menggunakan mistar  duga, sedangkan data sekunder adalah curah hujan periode (2000-2014) yang diperoleh dari Dinas PSDA Provinsi Sulawesi Selatan. Karakteristik tipe curah hujan DAS Pute memiliki 6 bulan basah 4 bulang kering dan 2 bulan lembab, yang dicirikan pada bulan November hingga April merupakan musim hujan, bulan Juni hingga September merupakan musim kemarau, sedangkan Mei dan Oktober merupakan masa pancaroba, dengan curah hujan tipe C (agak basah) dengan nilai Q=0,473. Pada musim kemarau fluktuasi tinggi muka air Rammang-Rammang lebih dipengaruhi olah pasang surut air laut dimana pada pagi hari terjadi pasang naik sementara pada sore hari terjadi pasang surut dengan pasang tertinggi terjadi pada fase bulan purnama sementara pasang terendah terjadi pada fase bulan setengah.Kata Kunci:  tipe curah hujan, tinggi muka air, sungai Pute Rammag-Rammag
ANALISIS FENOMENA PERUBAHAN IKLIM DAN KARAKTERISTIK CURAH HUJAN EKSTRIM DI KOTA MAKASSAR Pabalik, Intan; Ihsan, Nasrul; Arsyad, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v11i1.1470

Abstract

This study examines the phenomenon of climate change and the analysis of the characteristics of extreme rainfall in the city of Makassar. The purpose of this study 1). to analyze the phenomenon of changes in precipitation in the city of Makassar and 2). to analyze changes in temperature Makassar. The data used are daily precipitation data obtained from PSDA, the data of monthly rainfall and temperature from years 1993-2012 obtained from BMKG region IV Makassar. Daily rainfall data is used to see the extreme rainfall whereas monthly rainfall and temperature to see the phenomenon peruban respectively. From the analysis of the data showed that rainfall Makassar including monsoonal type. For 20 years (1993-2012) the city of Makassar extreme rainfall occurred at the January, February, March and December around adari 101-376 mm / day. Climate change in Makassar especially rainfall is influenced by the occurrence of La Nina and El Nino.Suhu monthly average Makassar most low occurred in January, February, March and December, the lowest temperature while the house terjadipada months from May to October. The higher intensity of rainfall, the lower the air temperature and vice versa.Penelitian ini mengkaji tentang analisis fenomena perubahan iklim dan karakteristik curah hujan ekstrim di kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini 1). untuk menganalisis fenomena perubahan curah hujan di kota Makassar dan 2). untuk menganalisis perubahan suhu kota Makassar. Data yang digunakan yaitu data curah hujan  harian diperoleh dari Dinas PSDA, data curah hujan bulanan dan suhu dari tahun 1993-2012  diperoleh dari BMKG wilayah IV Makassar . Data curah hujan harian digunakan untuk melihat terjadinya hujan ekstrim sedangkan curah hujan bulanan dan suhu untuk melihat fenomena peruban curah hujan dan suhu di setiap bulan selama 20 tahun. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa curah hujan kota Makassar termasuk pola monsunal. Selama 20 tahun (1993-2012) curah hujan ekstrim kota Makassar banyak terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret dan Desember. Curah hujan ekstrim yang paling tinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar 376 mm/hari. Curah hujan tahunan paling tinggi terjadi pada tahun 1999 sebesar 4722 mm dan curah hujan paling rendah terjadi pada tahun 1997 sebesar 1991 mm. Suhu rata-rata bulanan kota Makassar paling rendah terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret dan Desember sedankan suhu tertinggi terjadi pada bulan Mei-Oktober.Kata Kunci:  curah hujan, hujan ekstrim, suhu
PENGARUH PENDEKATAN ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN FISIKA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 1 MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Purnama, Tiara; Haris, Abdul; Arsyad, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v11i2.1482

Abstract

This research is a quasi-experimental with static group comparison design with the aims are to determine; 1) the magnitude of science process skills of students who are taught by a scientific approach; 2) the amount of  science process skills of students who are taught without scientific approach; 3) significant difference to the science process skills of students who are taught by a scientific approach with which taught without using a scientific approach; The variables studied were scientific approach as independent variables, science process skills as dependent variables. The population in this study was all students of class X of SMAN 1 Liliriaja Academic Year 2014/2015. Based on the results of the descriptive analysis showed that the Science Process Skills Learners are taught with scientific approaches is higher than the learners who are taught without using a scientific approach. Inferential analysis shows that there are significant differences on Science Process Skills Learners were taught through a scientific approach with learners who are taught without scientific approach.Telah dilakukan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk memperoleh gambaran 1) besarnya keterampilan proses sains peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah; 2) besarnya keterampilan proses sains peserta didik yang diajar tanpa pendekatan ilmiah;  3) perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan proses sains peserta didik diajar dengan pendekatan ilmiah dengan yang  diajar  tanpa  mengunakan  pendekatan  ilmiah.  Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  seluruh peserta  didik  kelas  X  SMAN  1  Liliriaja  Tahun  Ajaran  2014/2015.  Berdasarkan  hasil  analisis deskriptif didapatkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik yang diajar dengan pendekatan ilmiah lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar tanpa menggunakan pendekatan ilmiah. Analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap keterampilan proses sains peserta didik diajar melalui pendekatan ilmiah dengan peserta didik yang diajar tanpa pendekatan ilmiah.Kata Kunci:  keterampilan proses sains, pendekatan ilmiah
ANALISIS DISTRIBUSI SPASIAL DAN TEMPORAL SEISMOTEKTONIK WILAYAH SULAWESI BAGIAN SELATAN DAN BARAT BERDASARKAN NILAI-B DENGAN METODE MAKSIMUM LIKELIHOOD Pertiwi, Imanuela Indah; Arsyad, Muhammad; Palloan, Pariabti
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v8i3.927

Abstract

Abstract:Analysis of Spacial and Temporal Distribution of Seismotectonic in South and West Region of Sulawesi Based on the b-Value by Using Maximum Likelihood Method. This study was correlational descriptive research is aimed to determined the spatial and temporal distribution seiemotektonik the southern and western Sulawesi (2°S-6°S and 118° 45'BT-120° 52'E). The variables in this study are the magnitude data of earthquake and the fractal dimension. Data obtained from IRIS catalog (Incorporated Research Institutions for Seismology) and BMKG. Technique of data analysis used the analysis of spatial distribution seismotektonik based on the b-value, and a-value, as well as analysis of temporal distribution seismotektonik based on the variation of b-value with time and and the fractal dimension,. The method used in determining the b-value is the Maximum Likelihood method with the help of software Zmap. Based on the results of the analysis indicate that the area Mamuju, Palopo, Mamasa, Rantepao and the surrounding area is a big chance for the occurrence of earthquakes with large magnitude and recurrence events in rapin intervals. Conversely, regions Pangkajene, Ujung Pandang, Sungguminasa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, and the surrounding area is an area with a very small chance for the occurrence of earthquakes with a large magnitude and recurrence events in a relatively long time intervals. Temporal distribution seismotektonik patterns (b-value distribution with time) showed that the b-value decreases dramatically when an earthquake will occur with a large magnitude and the time interval between events is very fast.Abstrak:Analisis Distribusi Spasial dan Temporal Seismotektonik Wilayah Sulawesi Bagian Selatan dan Barat Berdasarkan Nilai-b dengan Metode Maksimum Likelihood. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial dan temporal seismotektonik wilayah Sulawesi bagian selatan dan barat (2° LS-6° LS dan 118°45? BT-120°52? BT). Variabel dalam penelitian ini adalah data magnitude gempa bumi dan dimensi fraktal. Data magnitude diperoleh dari katalog IRIS (Incorporated Research Institutions for Seismology) dan BMKG. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis distribusi spasial seismotektonik yang didasarkan pada nilai-b, dan nilai-a, serta analisis distribusi temporal seismotektonik yang didasarkan pada variasi nilai-b terhadap waktu dan dimensi fraktal. Metode yang digunakan dalam menentukan nilai-b adalah metode Maksimum Likelihood dengan bantuan software Zmap. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa daerah Mamuju, Palopo, Mamasa, Rantepao dan sekitarnya adalah daerah yang berpeluang besar untuk terjadinya gempa bumi dengan magnitude besar dan perulangan kejadian gempa bumi dalam interval waktu yang cepat. Sebaliknya, daerah Pangkajene, Ujung Pandang, Sungguminasa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan sekitarnya adalah daerah dengan peluang yang sangat kecil untuk terjadinya gempabumi dengan magnitude yang besar dan perulangan kejadian gempa bumi dalam interval waktu yang relatif lama. Pola distribusi temporal seismotektonik (distribusi nilai-b terhadap waktu) menunjukkan bahwa, nilai-b menurun secara drastis ketika akan terjadi gempa bumi dengan magnitude yang besar dan interval waktu antar kejadian sangat cepat.Kata Kunci : nilai-b, nilai-a, dimensi fraktal, distribusi spasial, distribusi temporal
STUDI PROFIL TERMODINAMIKA AWAN GUNTUR DI WILAYAH MAKASSAR DAN SEKITARNYA Adikuasa, Muhamad Biyadihie; Aslim, Aslim; Arsyad, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v8i1.809

Abstract

Abstract: Makassar and its surrounding region is the region's most high thunderstrom day in central Indonesia, a total of 150 day/year. This study aims to analyze the thermodynamic profile of thunder clouds in Makassar Hasanuddin Meteorological Station, during the rainy season and dry season, by calculating the thermodynamic variables (saturated vapor pressure, virtual temperature, potential temperature and mixing ratio) vertical per standard isobaric layer. The results showed that both the rainy season and dry season, cloud thermodynamic profiles vertically reduced per standard isobaric layer. The value of each variable tends to be small in the morning, after that gradually increases during the process of cloud formation Guntur. Abstrak: Wilayah Makassar dan sekitarnya  merupakan wilayah yang paling tinggi hari guruhnya di Indonesia bagian tengah, sebanyak 150 hari/tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisa profil termodinamika awan guntur di Stasiun Meteorologi Hasanuddin Makassar, saat musim hujan dan musim kemarau, dengan menghitung nilai variabel-variabel termodinamika (tekanan uap jenuh, temperatur virtual, temperatur potensial dan nisbah percampuran) secara vertikal per lapisan standar isobarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik saat musim hujan maupun musim kemarau, profil termodinamika awan berkurang secara vertikal per lapisan standar isobarik. Nilai masing-masing variabel cenderung kecil saat pagi hari, setelah itu berangsur-angsur meningkat saat proses pembentukan awan Guntur.   Kata kunci: awan guntur, variabel termodinamika, profil termodinamika, lapisan standar isobarik.
ANALISIS SIFAT FISIS DAN SIFAT MEKANIK BATUAN KARST MAROS Rosari, Andi Anita; Arsyad, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v13i3.6199

Abstract

. Telah dilakukan penelitian tentang analisis sifat fisis dan sifat mekanik batuan karst Maros. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis besarnya harga sifat fisis batuan meliputi harga densitas, dan porositas dan untuk untuk menganalisis besarnya harga sifat mekanik batuan meliputi harga kuat tekan. Proses dimulai dengan mengambil sampel pada daerah Batuan karst Hutan Batu Maros dari 5 titik yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil uji sifat fisis batuan  dapat dilihat bahwa Sifat Fisis batuan Karst dari Hutan Batu Kabupaten Maros dalam hal ini besar nilai densitas yaitu sebesar 2-3 gr/cm3 sedangkan nilai porositas menunjukkan skala 0-5% adalah jenis batuan gamping dolomite dan skala 5-50%adalah jenis batuan gamping terkarstifikasi. Nilai sifat mekanik dalam hal ini nilai kuat tekan batuan Karst Kabupaten Maros memiliki nilai kuat tekan yaitu 20,87 MPa, 23,69 MPa dan 33,70 Mpa.Kata kunci : densitas, porositas, kuat tekan, batuan gamping, Karst Maros
STUDI PENGGUNAAN LAHAN BERBASIS DATA CITRA SATELIT DENGAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Lestari, Senifa Citra; Arsyad, Muhammad
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v14i1.6332

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi penggunaan lahan berbasis data citra satelit dengan metode sistem informasi geografis di Kecamatan Sopai yang bertujuan untuk pengidentifikasian penggunaan lahan dan menganalisis sebaran luas penggunaan lahan di daerah tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder citra digital SPOT 7 akuisisi tanggal 28 Januari 2016 yang telah diinterpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi penggunaan lahan dan luas sebarannya dengan tujuh tipe klasifikasi penggunaan lahan yaitu Kawasan Hutan seluas 703,26 ha; Kebun Campur seluas 877,54 ha; Lahan Terbuka seluas 215,67 ha; Sawah Lebak seluas 274,52 ha; Sawah Tadah Hujan seluas 230,45 ha; Semak Belukar seluas 4,71 ha; dan Tegalan seluas 2,35 ha. Pada tahun 2013 dan 2014 luas penggunaan lahan di Kecamatan Sopai mengalami konstan, sedangkan pada tahun 2015 dan 2016 mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan aktivitas penggunaan lahan yang dilakukan oleh masyarakat di daerah tersebut. Kata kunci : : Penggunaan Lahan, Sistem Informasi Geografis, SPOT 7
PENERAPAN PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 GOWA Susanto, Itsna Khumaerah; Arsyad, Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jspf.v15i2.11034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kemampuan kogitif antara peserta didik yang diajar menggunakan tugas terstruktur dan peserta didik yang diajar tanpa menggunakan tugas terstruktur pada kelas XI SMA Negeri 1 Gowa Tahun ajaran 2017/2018. Sampel penelitian ini adalah peserta didik pada kelas XI MIA 9 sebanyak 35 peserta didik sebagai kelas kontrol dan kelas XI MIA 6 sebanyak 29 peserta didik sebagai kelas eksperimen di SMA Negeri 1 Gowa. Pengumpulan data diperoleh melalui tes kemampuan kognitif fisika dalam bentuk pilihan ganda. Data penelitian dianalisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil belajar fisika pada kelas eksperimen berada pada kategori rendah dan kelas kontrol berada pada kategori cukup. Sehingga pengujian hipotesis mengatakan terdapat perbedaan kemampuan kognitif antara peserta didik yang diajar menggunakan pemberian tugas terstruktur dan peserta didik yang diajar tanpa menggunakan tugas terstruktur.
Co-Authors A.M. Anzarih Abdul Haris Abdul Kadir Muhammad Abdul Salam Abdullah, Nurlaila Afrillawati Ismi, Afrillawati Ahsan Irawan, Ahsan Aisyah Azis Alimuddin Alimuddin Ambo Upe Amiruddin, Achmad Andi Nuddin Andi Satriani, Andi Andirah Al Ansar Anggun Pratiwi Antika, Rindi Anwar M Arafah, Kaharudin ARMAN FASLIH, ARMAN Asir, Muhammad Aslim Aslim Astuti, Aldiana Baharuddin Baharuddin Bilang, Mariyati Bunga Dara Amin Dewi, Eva Septiana Dhamayanthi, Wenny Diansari, Pipi Eka Intan Kumala Putri Gemaputri, Ariesia Ayuning Herman Anis, Herman Hesti Pebriayani, Hesti Hidayat Pawitan Imanuela Indah Pertiwi Imran, Al Ichlas Intan Pabalik, Intan Irwan, Anas Isnah Sahriani, Isnah jamaluddin hos Jusriani Ringan, Jusriani Kaharuddin Arafah, Kaharuddin karmila karmila Kaspul Kaspul Kawamura, Yoshio Khaeruddin Khaeruddin Kiki Rizki Fauziah, Kiki Rizki Laban, Sartika Lestari, Senifa Citra M. Saleh S. Ali Ma'ruf, Ma'ruf Mahyuddin Mahyuddin Marlina Syam, Marlina Maruf Maruf, Maruf Maryati, Rusmini Sri Masdam, Masdam Megawati Udin, Megawati Meytij Jeanne Rampe Muh Arham, Muh Muhamad Biyadihie Adikuasa Muhammad Amin Said, Muhammad Amin Muhammad Fahmi Muhammad Firdaus Jauhari, Muhammad Firdaus MUHAMMAD HASBI Muhammad Ikbal Putera, Muhammad Ikbal Muhammad Zaini Muhammad Zakaria Umar, Muhammad Zakaria Murdjani, Murdjani Mustafa, La Ode Nasrul Ihsan Nur Ajija, Nur Nurhayati Nurhayati Nuringsih, Nuringsih Nurlina Nurlina Nurmansyah, Dian Nuzul Nuzul, Nuzul Pariabti Palloan Paston Sidauruk Puspawati, Puspawati Putra, Aditya Maulana Perdana Putra, Febrianto Putri Kartika Sari Radinal Mochtar, Radinal Rahim Darma Raihan Raihan, Raihan Reni Susanti Hakiki, Reni Susanti Rifqoh Rifqoh, Rifqoh Rizal Rizal Rosari, Andi Anita Rudy Soenoko Rustifah, Rustifah Sabrianto Sabrianto, Sabrianto Salman Salman Sam, Ummu Sa'ada Samhuddin Samhuddin, Samhuddin Santi Santi Saputra, Heri Sarmadi, Sarmadi Siti Jahroh SITTI ROSYIDAH, SITTI Stellamaris, Yaula Stellamaris, Yaula Suharno Suharno Sukmawati Sukmawati Sulistiawaty Sulistiawaty, Sulistiawaty Sulistiawaty Sulistyawaty Sumiati Sumiati Sunarti Sunarti Susanto, Itsna Khumaerah Syarifuddin, Adiansyah Tahir, Mulyati Muhammad Teshome, Temesgen Tilahun Tiara Purnama, Tiara Umar, Mazhfia Vistarani Arini Tiwow Warsyidah, Andi Auliyah Wati, Eka Widiya Yan Kondo Yanti, Haswida