KUNJUNG ASHADI
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Prestasi Olahraga

PROFIL HIDRASI ATLET PENCAK SILAT PUSLATCAB KABUPATEN BANGKALAN PADA SESI LATIHAN RADITIYA MAHAYUNI, APRILIA; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hidrasi adalah kecukupan cairan dalam tubuh manusia untuk menunjang berjalannya metabolisme. Hidrasi komponen penting bagi seorang atlet, yang dimana atlet lebih banyak melakukan aktifitas fisik daripada yang bukan atlet.Dampaknya hidrasi bisa menyebabkak atlet cepat kelelahan pada saat latihan, kehilangan konsentrasi bahkan bisa menyebabkan cidera. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui rata-rata nilai hidrasi atlet sebelum latihan, mengetahui rata-rata nilai hidrasi sesudah latihan dan mengetahui perbedaan rata-rata nilai hidrasi atlet sebelum dan sesudah latihan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif.Sasaran penelitian ini menggunakan 14 atlet kategori remaja.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian soal piihan ganda sebagai penunjang kebenaran data dan mengetahui rata-rata pengetahuan atlet, kemudian cek urine untuk mengetahui hasil hidrasi atlet. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan atlet Pencak Silat tentang hidrasi adalah 65,00 yang termasuk dalam kategori baik, dengan rincian kategori baik sebesar 57% atau 8 atlet, kategori cukup sebesar 36% atau 5 atlet dan kategori kurang sebesar 7% atau 1 atlet. Hasil cek urine sebelum latihan rata-rata nilainya sebesar 3,43 yang termasuk dalam kategori terhidrasi sedangkan sesudah latihan rata-rata nilainya sebesar 3,93 yang termasuk dalam kategori dehidrasi. Hasil nilai uji mann whitney Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,063 hidrasi sebelum dan sesudah latihan, karena nilai tersebut lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai hidrasi sebelum dan sesudah latihan. Kata kunci : Hidrasi, Pencak Silat, Atlet ABSTRACT Hydration is the adequacy of the fluids in the human body in order to support the operation of metabolism. Hydration important components for an athlete, that is where athletes are doing more physical activity than not athletes. Its effects can be menyebabkak hydration athletes quickly exhausted at the time of exercise, the loss of concentration can even cause injuries. The purpose of this research is to know the average athlete hydration before exercise, knowing the average value of hydration after exercise and knowing the difference of the average value of the hydration of athletes before and after exercise. In this study using a descriptive quantitative research methods. Objectives this study using 14 athletes category teens. Data collection was done by charging problem piihan double as supporting the truth of the data and to know the average athletes knowledge, then check the urine to find out the results of the hydration of athletes. Based on the results of the study showed that the average knowledge about Pencak Silat athletes hydration is 65.00 which is included in both categories, with details of both categories of 57% or 8 athletes, a category simply amounted to 36% or 5 athletes and categories less of 7% or 1 athlete. Results of urine checks before practice average value of 3.43 is included in the category of hydrated after exercise while the average value of 3.93 is included in category dehydration. The results of the mann whitney test Asymp value. SIG (2-tailed) of 0.063 hydration before and after exercise, because such values over 0.05 then it can be concluded that there is no significant difference value of hydration before and after exercise. Key words: hydration, Pencak Silat, Athlete
PEMAHAMAN PELATIH SEKOLAH SEPAKBOLA SE KOTA MADIUN TENTANG PHYSIOLOGICAL ROCOVERY DIAS ABDILLAH, GHUFRON; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Recovery adalah waktu yang digunakan untuk mengembalikan kondisi tubuh untuk siap melakukan aktivitas berikutnya. Recovery dibagi menjadi dua, yaitu physiological recovery dan psychological recovery. Physiological recovery adalah kembalinya kondisi tubuh untuk siap melanjutkan aktivitas berikutnya melalui aspek fisik, sedangkan psychological recovery adalah kembalinya kondisi tubuh untuk siap melanjutkan aktivitas berikutnya melalui aspek mental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif menggunakan 10 soal pilihan ganda yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery dan wawancara lisan terstruktur berjumlah 8 pertanyaan yang digunakan untuk membantu memperjelas data yang diperoleh dari sampel dalam menerapkan strategi physiological recovery. Sasaran penelitian ini menggunakan 7 pelatih. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai rata-rata pengetahuan pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery adalah sebesar 75,71. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata pelatih sekolah sepakbola seluruh Kota Madiun tentang physiological recovery adalah baik. KATA KUNCI : Recovery, Sepakbola, Pelatih Abstrack Recovery is the time used to restore the condition of the body to be ready to do the next activity. Recovery is divided into two, namely physiological recovery and psychological recovery. Physiological recovery is the return of body condition to be ready to continue the next activity through the physical aspect, while psychological recovery is the return of body condition to be ready to continue the next activity through mental aspects. The purpose of this study was to find out the average value of the knowledge of football coaches throughout Madiun City about physiological recovery. The method in this study is quantitative descriptive using 10 multiple choice questions used to find out how much the average value of knowledge of coaches of football schools throughout Madiun City about physiological recovery and structured oral interviews amounted to 8 questions used to help clarify the data obtained from the sample in implement physiological recovery strategy. The target of this research is 7 coaches. Based on the results of this study it is known that the average value of the knowledge of football coaches throughout Madiun City about physiological recovery is 75.71. From the results of this study can be concluded that the average coach football school throughout Madiun about physiological recovery is good. KEY WORD : Recovery, Football, Coach
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OVERTRAINING PADA ATLET DAN PELATIH KLUB ATLETIK PETROGRES KABUPATEN GRESIK PRATIWI, NANDA; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa PKO
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overtraining adalah proses latihan yang terlalu berlebihan sehingga atlet mengalami kelelahan yang ditandai dengan beberapa gejala-gejala psikologi dan fisiologi, sehingga menurunnya kemampuan tubuh ditengah-tengah program latihan akibat beban yang terlalu berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan overtraining kepada atlet dan pelatih klub atletik Petrogres Kabupaten Gresik tentang pengertian, mekanisme, tanda-tanda, dampak, penyebab, dan cara mengatasi overtraining. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 20 dan beberapa pertanyaan wawancara untuk penunjang kebenaran dari hasil data tersebut. Sasaran penelitian menggunakan atlet dan pelatih dengan total 26 orang, dari 18 atlet dan 8 pelatih. Dari hasil yang diperoleh maka kesimpulan dari rata-rata nilai pengetahuan atlet sebesar 54,6 dengan presentase 72% termasuk dalam kategori ?cukup?. Sedangkan untuk pelatih adalah 71,3 dengan presentase 50% termasuk dalam kategori ?baik?. Dilihat dari skor jawaban atlet menurut komponen soal yang benar adalah 58% dan yang salah 42%, untuk pelatih dengan jawaban benar yaitu 63% dan 37% dengan jawaban salah. Dari hasil tingkat pengetahuan atlet dan pelatih sebagian besar telah memahami overtraining dengan baik dilihat dari kategori ?baik? untuk pelatih dan ?cukup? untuk atlet. Kata Kunci: Pengetahuan, overtraining, atlet, pelatih, atletik.
PERBANDINGAN DENYUT NADI, STATUS HIDRASI DAN JUMLAH KALORI DALAM AKTIVITAS SUBMAKSIMAL DENGAN MENGGUNAKAN MUSIK DAN TANPA MUSIK PADA MAHASISWA FIO UNESA THAURICHIA WAHYU LESTARI, YANI; ASHADI, KUNJUNG
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas Olahraga adalah aktivias yang dilakukan secara terencana, terstruktur, sistemastis serta dilakukan secara berkelanjutan. Seseorang yang melakukan olahraga harus memperhatikan bebrapa faktor diantaranya intensitas latihan yang dilakukan, frekuensi latihan, durasi, serta tipe latihan yang digunakan. Pada penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui perbandingan denyut nadi, status hidrasi, dan jumlah kalori dalam aktivitas submaksimal dengan menggunakan musik dan tanpa musik.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan subjek penelithan sebanyak sepuluh mahasiswa yang dipilih secara proposive sampling. Data yang dicari pada penelitian ini adalah denyut nadi, status hidrasi, dan jumlah kalori. Teknik analisis data yang digunakan adalah mean, standar deviasi, uji normalitas, uji homogenitas, paired t-test, independent samples t-test.Hasil penelitian ini adalah bahwa tidak tedapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan musik dan tanpa musik terhadap denyut nadi latihan dan denyut nadi pemulihan ( p > 0,05). Tredapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang menggunakan musik dan anpa musik terhadap status hidrasi ( p > 0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompo yang menggunakan musik dan tanpa musik terhadap jumlah kalori yang dikeluarkan (p > 0,05).