Articles

Found 28 Documents
Search

UJI EFEKTIFITAS KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN LENGKAP AIR GAMBUT DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (FE) DAN WARNA DI PARIT SUNGAI RAYA DALAM Sismiarty, Nuniek; Budiastutik, Indah; Asmadi, Asmadi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 2, No 3 (2015): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.635 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v2i3.141

Abstract

Air sangat penting untuk kesehatan manusia dan mempengaruhi semua aspek kehidupan. Masyarakat di sekitar parit Sungai Raya Dalam menggunakan air gambut sebagai alternatif air bersih. Air gambut mengandung kadar besi (Fe) dan intensitas warna yang tinggi sehingga tidak layak dipakai untuk keperluan sehari ? hari karena akan berdampak buruk bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas intalasi pengolahan lengkap air gambut di parit Sungai Raya Dalam untuk menurunkan kadar Fe dan warna. Metode yang digunakan adalah melalui proses netralisasi, koagulasi, sedimentasi, filtrasi dan ultrafiltrasi. Penelitian ini bersifat eksperimen semu yang menggunakan desain penelitian one group pretest ? posttest design with control. Analisis data menggunakan uji statistik T-Test. Hasil pengukuran laboratorium dari hasil pengolahan menunjukkan adanya penurunan kadar besi (Fe) sebelum pengolahan 5,60 mg/l saat air surut menjadi 0,13 mg/l dengan efektifitas penurunan 97,6% dan 6,29 mg/l saat air pasang menjadi 0,23 mg/l dengan efektifitas penurunan 96,1%. Warna sebelum pengolahan adalah 1202,31 PtCO saat air surut menjadi 21,13 PtCO dengan efektifitas penurunan 98,1% dan 1338,38 PtCO saat air pasang menjadi 22,25 PtCO dengan efektifitas penurunan 98,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil olahan air gambut parit Sungai Raya Dalam menggunakan instalasi pengolahan lengkap dapat menghasilkan air bersih yang layak pakai sesuai dengan standar mutu Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat ? syarat dan pengawasan kualitas air, dimana baku mutu air untuk kadar besi (Fe) tidak melebihi 1,0 mg/L dan warna maksimum sebesar 50 PtCo.Saran bagi masyarakat yang menggunakan air yang mengandung air gambut sebaiknya di lakukan pengolahan secara sederhana dengan penambahan bahan penjernih seperti PAC dan tawas agar menjadi air bersih yang layak pakai.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SERBUK BIJI ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) DALAM MENURUNKAN TSS PADA LIMBAH CAIR TAHU DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA Irawan, Hery; Rochmawati, Rochmawati; Asmadi, Asmadi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 1, No 02 (2014): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.691 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v1i02.320

Abstract

Tofu liquid waste contains suspended and dissolved solids. Suspended solid may reduce sunlight penetrasion into the water so that it can affect the regeration of oxygen and photosynthesis.nin addition, deposition and decomposition of organic materials can reduce the quality of the water that would influence turbidity of the water. The problem formulation of this study was the effectiviness of additional tamarind seed powder in lowering the total suspended solid levels in tofu wastewater. This study is aimed at discovering the effectiviness of additional tamarind seed powder in lowering the total suspended solid levels in tofu wastewater, measuring the value of total suspended solid before and after added by the tamarind seed fowder, and measuring the dose effectivity of 300 mg/l, 400 mg/l, 500 mg/l, 600 mg/l and 700 mg/l of tamarind seed powder in lowering the total suspended solid levels in tofu wastewater.A quasi experimental design and one group pretest posttest design were carried out in this study. The samples were 30 tofu wastewater. The jartest was conducted at laboratory of Environmental Health Politechnique. While the saple was analyzed at Laboratory of Soil Quality and Health of Agriculture Faculty of Tanjungpura University.The study revealed that there was a meaningful reduction of total suspended solid level before and after the treatment. The value of total suspended solid level before the treatment was 2937,6 mg/l. while the total suspended solid level after the treatment decreased to 1401,6 mg/l. Hence, the optimum dose of tamarind seed powder in lowering total suspended solid levels in tofu wastewater was 600 mg/l with the effectivity level of 54,104%.Keywords : Tofu wastewater, tamarind seed powder, Total Suspended Solid
KAJIAN METODE BIOFILTRASI MENGGUNAKAN MEDIA SPUIT BEKAS PAKAI ( ALAT SUNTIK TANPA JARUM ) UNTUK MENURUNKAN KADAR BOD DAN COD PADA AIR LIMBAH LAUNDRY RUMAH SAKIT DR. SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2015 Risa, Tia Tio; Pradana, Tedy Dian; Asmadi, Asmadi
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 3, No 1 (2016): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.121 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v3i1.356

Abstract

Hospital wastewater derived from the laundry activities contains chemical compounds and pathogenic microorganisms that cause not only diseases to the surrounding community but also pollution. These effects increase the Biologycal Oxygent Demand (BOD) and the Chemical Oxygent Demand (COD) that lead foul-smelling and black-colored surface of the water. However, used syringe biofiltration can be employed to process this waste. This study aimed at testing the used syringe-biofiltration in reducing the BOD and COD levels in laundry waste at Dr. Soedarso hospital Pontianak. A quasi-experimental design with one group pretest posttest was carried out in this study. Laboratory test result showed that the average BOD level before processing was 103.63 mg/l and after processing into 46.41 mg/l, with an efficiency of 55.21 %. In addition, the average COD level before processing was 413.70 mg/l, and processing was 195.88 mg/l with an efficiency of 45.92 %. This study suggests the management of the hospital to pay more attention on the pH value and the use of blower in using used syringe biofiltration method and to consider used syringe biofiltration method to process wastewater.Keywords : Laundry waste, biofilter, used syringe, BOD, COD
ANALISIS SWOT KINERJA SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH SAKIT UMUM DR. SOEDARSO PONTIANAK Anggraini, Sri; Asmadi, Asmadi; Trisnawati, Elly
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 1, No 1 (2014): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2029.538 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v1i1.103

Abstract

Hospital as the health centers and health education institutions and research has both positive and negative impacts on the surrounding environment. One of the negative impacts is wastewater resulted from the activities of the hospital. Therefore, the waste must be processed by using wastewater treatment plants (WWTPS). Unfortunately , WWTPs at Soedarso Hospital do not work well and can't be functioned properly. The study is aimed at analyzing the performance of wastewater treatment plants by using SWOT analysis at Dr. Soedarso Hospital of Pontianak.An observational analytical design (non-experimental) and cross sectional approach were carried out in this study. The study revealed that the waste water resulted from data and direct observation showed that the results of the study show the value before treatment was 8.458 pH, BOD was 135.59 mg / L, COD seblum processing is 569.5 mg / L, and TSS treatment is 28 mg / L. There are several problems including malfunctioning of the WWTP. The strengths of the WWTPs were due to the availability of human resources, job descriptions, standard of operations, and facilities and infrastructure of waste management. The opportunities were due to the training center and the regulation of health minister about the health standard of the hospital. The weaknesses of the WWTPs were the lack of interest of the workers to join the training, the less detailed planning of waste management, the lack of compliance to the standards of waste management, the dysfunctional of the WWTPs, and the lack of electrical energy of the pump. While the threat was the parameter of wastewater which exceeded the quality standard NAB based Kep. No. Men LH. 51 1995 Based on the findings, it is highly recomended that Dr. Soedarso Hospital should utilize a solid organizational structure and create independent installation, improving the quality human resources by offering education opportunities for workers and providing facilities and infrastructure in accordance with the regulatory standards of the Health Minister, and preparing SOP management of waste water based on the regulations of Minister of Health of the Republic of Indonesia.
PERMASALAHAN LINGKUNGAN SUNGAI PEGAMBANGAN KOTA BANJARMASIN Fitriansyah, Muhammad; Asmadi, Asmadi; Sari, Ayu Putri Kusmia
Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v16i2.6269

Abstract

Lingkungan dapat menjadi masalah krusial terhadap pembangunan kota berkelanjutan, seperti pembungan sampah yang tidak pada tempatnya yang menyebabkan tercemarnya pemukiman. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya berkurang dan menyebabkan pemukian dan air di sepanjang aliran sungai menjadi tercemar yang membuat kualitas hidup masyarakat di daerah sungai pangambangan itu rendah akibat kurangnya kesadaran tentang penting nyan kebersihan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif dan survey langsung ke lokasi. Alternatif yang dapat di terapkan adalah menjadikan sungai tersebut sebagai wisata edukasi. Pemerintah diharapkan bisa membantu memperbaiki bangunan-bangunan rumah warga disekitar sungai pengambangan dan yang terutama adalah pembersihan sungai untuk dapat menarik minat wisatawan. Memperindah lingkungan sungai pengambangan seperti pembersihan sungai, peremajaan bangunan warga, membuka ruang terbuka hijau serta melengkapi fasilitas yang ada seperti tempat sampah, kursi untuk bersantai, toilet umum dll.
VARIASI WAKTU TAHAN PADA PROSES AUSTEMPERING BERPENGARUH TERHADAP SIFAT MEKANIK BAJA KARBON TINGGI Asmadi, Asmadi
TEKNIKA Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2062.138 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan spesimen Baja Karbon Tinggi ASTM 1045 kemudian dilakukan proses Austempering. Spesimen dibagi dua bagian; yaitu: spesimen tanpa perlakuan dan spesimen di Austenisasi pada suhu 850 0 C, kemudian diquench dengan Timah Cair pada suhu 350 oC dan ditemper dengan variabel waktu 20 menit, 40 menit dan 60 menit selanjutnya dilakukan pendinginan udara. Dari hasil perhitungan diperoleh temperatur Ms = 321 oC karena untuk proses Austempering diambil diatas temperatur MS sehingga diambillah temp.MS = 350 oC. Variasi waktu tahan ini akan memberikan nilai yang berbeda terhadap hasil uji kekerasan dan uji Impack, struktur mikro yang diharapkan dari proses austempering adalah struktur bainit. Dari hasil pengujian diperoleh; uji kekerasan dengan waktu tahan 60 menit memiliki angka kekerasan terkecil yaitu 195 VHN dan nilai kekerasan terbesar adalah 217 VHN untuk waktu tahan 20 menit. Kondisi sebaliknya nilai ketangguhan tertinggi 81,43 joule untuk waktu tahan 60 menit dan nilai ketangguhan terendah yaitu 55,18 joule untuk waktu tahan 20 menit. Dapat disimpulkan bahwa dengan variasi waktu tahan, nilai kekerasan berbanding terbalik dengan nilai ketangguhan.
ANALISA PENGARUH VARIASI KATALIS BaCO3, NaCO3 dan CaCO3 PADA PROSES KARBURASI BAJA KARBON SEDANG DENGAN PENDINGINAN TUNGGAL Afriany, Reny; Asmadi, Asmadi; Nuryanti, Siti Zahara
TEKNIKA Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.57 KB)

Abstract

Proses karburasi adalah proses perlakuan panas yang bertujuan untuk mendifusikan unsur karbon  ke dalam logam khususnya pada bagian permukaan logam sehingga kekerasan permukaan logam meningkat. Pada penelitian ini logam yang digunakan adalah baja karbon sedang dengan paduan rendah AISI 4340 berbentuk silinder berdiameter 20 mm yang dikarburasi menggunakan arang batok kelapa dengan variasi campuran BaCO3, NaCO3 dan CaCO3 sebagai katalis sebanyak 30% pada temperatur 950⁰C selama 5 jam dan dilanjutkan dengan proses pendinginan cepat dengan oli SAE 20. Kemudian dilakukan pengujian kekerasan vickers sesuai ASTM E 384 dan foto struktur mikro. Hasil pengujian kekerasan rata-rata raw material adalah 615,8 HV. Sedangkan nilai kekerasan rata-rata spesimen karburasi dengan katalis BaCO3 adalah 1018,7 HV, spesimen dengan katalis NaCO3 adalah 972,9 HV dan dengan katalis CaCO3 adalah 708,2 HV. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kekerasan tertinggi didapat dari penggunaan katalis BaCO3. Kata Kunci: karburasi, pendinginan tunggal, baja AISI 4340
PEMBUATAN BESI COR NODULAR Asmadi, Asmadi; Afriany, Reny
TEKNIKA Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas IBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.841 KB)

Abstract

Besi Cor Nodular (BCN) yang juga Besi Cor Ulet (ductile), karena sifat-sifat mekaniknya banyak kesesuaian dengan sifat komponen-komponen mesin saat ini. Suatu pengkajian yang membahas tentang keterkaitan antara prosen pembuatan BCN yang memuat banyak variabel dengan metoda optimasinya sangat perlu dilakukan guna mendapatkan suatu bentuk proses pembuatan BCN yang optimum baik ditinjau dari segi teknologi maupun ekonomi. Studi kasus yang dilakukan saat ini adalah pembahasan tentang Metoda Optimasi dengan parameter Komposisi kimia Base material yang digunakan dalam proses pembuatan BCN. Kata Kunci:  nodular, ductile, optimasi,  base material
KAJIAN PARAMETER KEBERADAAN VEKTOR PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENGGUNAKAN DUKUNGAN PENGINDERAAN JAUH (REMOTE SENSING) DI KOTA PONTIANAK Asmadi, Asmadi; Amin, Akhmad Arif; Budiarti, Sri; Raimadoya, Machmud Arifin
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.1.1.16

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) transmission dynamic is naturally influenced by fluctuating environmental conditions that could be locally specific even at the level of urban areas. Remote sensing technology is increasingly recognized as a powerful tool to scan DHF endemic areas and could be used to monitor DHF vectors fluctuation and the related biogeographical environment. A study was conducted to estimate the DHF transmission intensity in four endemic distric in Pontianak urban areas West Borneo. The estimation was based on environmental condition and the most of the data were obtained through remote sensing using the satellite IKONOS and NOAA. The study subjects were the environmental conditions of the urban areas considered as the risk factors for DHF transmission. Data were collected either through field observations and remote sensing. Data set was analyzed with the discriminant analysis module using the SPSS 17.0. The results of the study showed that there were predictor variables of the environment risk factors should be considered in the estimation of DHF transmission intensity in certain DHF endemic distric. Those variables included: (1) air temperature, (2) mosquito vector density, (3) relative humidity and (4)building density. Linear discriminant function was obtained to predict the incidence of DHF outbreak. Applying this model, DHF transmission intensity in certain distric could be estimated with a high accuracy. The result showed that the assessment model could be built following the formula:Y = 237,490 + 113,474 x (vector) – 121,828 x (temperature) – 98,999 x (relative humidity) + 78,782 x (building) that could be as high accuracy as 90,9 %. Keywords: Remote sensing technology, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), DHF transmission intensity, Mosquito vektor density, IKONOS, NOAA
TERMINOLOGI BAHASA LOURA DALAM RANAH SOSIAL PADA MASYARAKAT SUKU SUMBA DI DESA RAMADANA KECAMATAN LOURA KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Asmadi, Asmadi
Jurnal Edukasi Sumba (JES) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : SekolahTinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembiasaan penggunaan bahasa pada masyarakat suku Sumba, salah satunya dapat diamati dalam ranah sosial. Penggunaan bahasa suku Sumba dalam ranah sosial terdapat sistem warisan budaya yang memiliki nilai-nilai, seperti nilai pendidikan, religi, ekonomi, sosial. Penelitian ini mengkaji tentang bentuk dan makna, konteks pemakaian serta nilai-nilai bahasa Loura pada masyarakat suku Sumba di desa Ramadana kecamatan Loura kabupaten Sumba Barat Daya. Terminologi bahasa Loura dalam ranah sosial ditemukan istilah-istilah atau kata-kata yang berhubungan dengan konteks sosial yang dilakukan oleh masyarakat suku Sumba. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode simak dan metode cakap. Metode penganalisisan data selanjutnya menggunakan metode padan dengan teknik hubung banding menyamakan dan hubung banding membedakan. Hasil penelitian ini secara langsung ataupun tidak langsung berpotensi untuk pengembangan kosakata bahasa Indonesia. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan dalam pengajaran bahasa daerah dalam upaya menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat setempat terhadap kebudayaan daerahnya