Articles

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK DENDROBIUM SP PADA FASE REMAJA Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sangat kaya dengan jenis dan varietas tanaman hortikultura, salah satunya yaitu tanaman anggrek. Anggrek berpotensi baik untuk dikembangkan, akan tetapi perkembangan produksi anggrek di Kalimantan Barat masih relatif rendah. Tanaman anggrek memerlukan waktu lama untuk memproduksi bunga dari hasil silangan, maka perlu adanya pemberian pupuk sebagai penyedia hara untuk pertumbuhan, perkembangan dan pembungaan.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi pupukdaun yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sp pada fase remaja. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dengan lama penelitian 3 bulan. Dilaksanakan pada tanggal 12 September 2017 sampai 12 Desember 2017.Penelitian ini menggunakan metode eksprimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri satu faktor yaitu pupuk daun dengan 5 taraf konsentrasi dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel, sehingga jumlah total keseluruhan populasi adalah 75 tanaman. Variabel pengamatan meliputi pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, pertambahan jumlah anakan dan pengamatan lingkungan. Pemberian konsentrasi pupuk Hyponex Hijau pada semua variabel pengamatan tanaman anggrek Dendrobium sp menunjukan respon yang sama dengan pemberian konsentrasi 1-3 g/l sehingga tidak terdapat konsentrasi terbaik, namun 1 g/l merupakan konsentrasi yang efektif.
THE EFFECT OF MEDIA COMBINATION TO THE GROWTH OF COELOGYNE PANDURATA ORCHID ON ACLIMATED STAGES MASYURA, RISKA; ASNAWATI, ASNAWATI; LISTIAWATI, AGUSTINA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acclimatization is a stage of conditioning the plan of multiplication through invitro to invivo environment. The success of acclimatization depends on the growth media that is appropriate to the type and nature of orchids. This study aims to find the best combination of growth media acclimatization of Coelogyne pandurata orchids. The study was conducted at the shelter house Green Villa of the Faculty of Agriculture of University of Tanjungpura Pontianak for 4 months. It was starting from August 11th, 2017 to December 10th, 2017. The study used a Completely Randomized Design (RAL), consisting of 6 treatment levels, 4 replicates and each treatment unit consisting of 4 plants. Observational variables included live percentage, number of leaves, leaf length increase, number of buds, and number of root, root length and environmental observation. The results showed that the combination treatment of growth media for the growth of Coelogyne pandurata orchid had significant effect on the number of shoots and had no significant effect on the percentage of live, number of leaves,  the increase of leaf length, number of root and root length. Based on the research, it can be concluded that all combinations media provide live percentage of more than 80% and the combination of coconut fiber and fern gives the best result the number of  buds that is 2,56 buds.Keywords: Acclimatization, Coelogyne pandurata Orchid, Combination of Media.
AMPEROMETRIC BIOSENSOR FOR GLUCOSE DETECTION BASED-ON IMMOBILISATION OF GLUCOSE OXIDASE IN ACETIC CELLULOSE MEMBRANE USING FERROCENE AS MEDIATOR Asnawati, Asnawati; Indarti, Dwi; Mulyono, Tri; Kesuma B, Gembong
Jurnal ILMU DASAR Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.725 KB) | DOI: 10.19184/jid.v14i1.481

Abstract

The study reported the development of glucose ampherometric biosensor based on immobilization of glucose oxidase on cellulose acetate membrane with ferrocene as a mediator. Biosensor was designed with model Fc, GOx, CP / GOx / CA where ferrocene and the enzyme glucose oxidase on carbon paste in immobilizatin on the electrode body in the form of glass tubes and in other parts of the enzyme glucose oxidase in immobilizatin on cellulose acetate membrane with adsorption techniques are placed in electrode tip by using the o-ring. The presence of enzymes immobilization was determined quantitatively by enzyme immobilization was Km value. The results showed the composition of acetone-water in the optimum coagulation bath is 0:100% and 0,0008 g of Optimum ferrocene. Biosensor for measuring glucose in the area amperometri 0,1 to 3 mM with regression coefficient of 0,996, the detection limit of 0,01 mM, sensitivity of 0,989 ?A / mM, the reproducibility of 0,07 to 0,3% and lifetime of 1 day. Keywords : Biosensor; glucose oxidase ; acetic cellulose; Ferrocene: Ampherometric.
THE USE OF NATA DE COCO MEMBRANE AS BIOSENSOR MATERIAL Mulyono, Tri; Asnawati, Asnawati; Noviandri, Indra; Buchari, Buchari
Jurnal ILMU DASAR Vol 8 No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.254 KB)

Abstract

Nata de coco has been characterized as filter toward glucose solutions. Standard nata de coco membrane can not be used as membrane because of variations of thickness. It has unequal weight if it was made thinner. Based on its character, nata de coco had been made in various incubation times. Three days incubation time membrane have passed up 76.84 % glucose, 61.15  Lm -2hr -1 flux/permeability. In Low concentration, it?s produced permeate 87% and decrease in increasing concentration. Structures of membrane morphology showed that existence of bovine serum albumin (BSA) in glucose solution possibility didn't influence determination of glucose in blood.
PENGARUH AIR GAMBUT DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG DI LAHAN SULFAT MASAM MANTARI, SUSI; BUDI, SETIA; ASNAWATI, ASNAWATI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air gambut dan kapur dan dosis terbaik dari air gambut dan kapur terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan sulfat masam. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan Split Plot dengan dosis kapur sebagai main plot dan pemberian air gambut sebagai sub plot. Kapur terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu k1 = 25% kapur setara dengan 1 ton kapur/ha dan k2 = 50% kapur setara dengan 2 ton kapur/ha. Air gambut terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu a0 = 20 kali pemberian air sungai, a1 = 20 kali pemberian air gambut, dan a2 = 40 kali pemberian air gambut. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 5 sampel. Variabel yang diamati adalah diameter batang, tinggi tanaman, berat kering, waktu berbunga, diameter tongkol, panjang tongkol, berat biji per tongkol, dan berat 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian air gambut dan kapur tidak memberikan dampak terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan sulfat masam. Perbedaan jumlah pemberian air gambut maupun dosis kapur tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan sulfat masam.
PENGARUH NAA DAN KINETIN TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK COELOGYNE PANDURATA PADA MEDIA MS SECARA KULTUR JARINGAN sawati, ely; asnawati, asnawati; listiawati, agustina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya eksploitasi hutan dan bencana kebakaran menyebabkan anggrek alam terus mengalami penurunan populasi sehingga perlu segera dilakukan usaha pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi NAA dan kinetin terhadap pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media MS secara kultur jaringan.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai tanggal 7 September sampai 11 Desember 2015.  Penelitian ini menggunakan metode  Rancangan Acak  Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan Kinetin dengan masing masing faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm, dan 2,0 ppm.  Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi waktu muncul akar (hari), jumlah akar (helai), waktu muncul tunas (hari), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai).  Hasil penelitian menunjukkan berbagai taraf konsentrasi NAA, kinetin dan kombinasinya berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah akar, waktu muncul tunas, jumlah tunas, dan jumlah daun, akan tetapi  berpengaruh nyata terhadap waktu muncul akar.  Kombinasi konsentrasi efektif untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media MS terhadap waktu muncul akar adalah 0,5 ppm NAA dan 0,5 ppm kinetin (23,83 hari).   Kata kunci : Anggrek, Coelogyne pandurata, media MS, kultur jaringan, kinetin, pertumbuhan, NAA
PENGARUH LARUTAN MOL REBUNG DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH KEMIRI Heli, Yulius; Palupi, Tantri; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi MOL rebung dan lama perendaman yang terbaik untuk mematahkan dormansi benih kemiri. Penelitian dimulai dari tanggal 26 April sampai 24 Juni 2014. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu konsentrasi yang terdiri 5 taraf perlakuan dan lama perendaman terdiri 3 taraf perlakuan. Faktor pertama konsentrasi (k0) tanpa MOL rebung, (k1) konsentrasi  MOL rebung 10 ml/liter air, (k2) konsentrasi MOL rebung 20 ml/liter air, (k3) konsentrasi MOL rebung 30 ml/liter air, (k4) konsentrasi MOL rebung 40 ml/liter air; faktor kedua lama perendaman, (j1) lama perendaman benih 1 jam, (j2) lama perendaman benih 3 jam dan  (j3) lama perendaman 5 jam. Variabel yang diamati: kadar air (%), daya berkecambah (%), indeks vigor (%), keserempakan tumbuh (%), kecepatan tumbuh (%/etmal), dan laju pertumbuhan kecambah (%). Hasil penelitian menunjukkan interaksi konsentrasi MOL rebung dan lama perendaman memberikan pengaruh nyata, dan sudah dapat mematahkan dormansi benih kemiri. Hasil terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi MOL rebung 40 ml/l dan lama perendaman 5 jam, dengan kadar air sebesar 11,54%, daya berkecambah 53,33%, indeks vigor 20%, keserempakan tumbuh 48,33%, kecepatan tumbuh 1,60%/etmal, dan laju pertumbuhan kecambah 78,29%. Kata kunci: benih kemiri, dormansi, lama perendaman dan mikroorganisme lokal
PENGARUH METODE PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP VIABILITAS BENIH SIRSAK SIMANJUNTAK, MASTORA; wasian, wasian; asnawati, asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benih sirsak merupakan benih yang memiliki kulit biji yang keras, sehingga benih sirsak merupakan benih dorman yang baru akan mulai berkecambah sekitar empat minggu setelah penyemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pematahan dormansi yang terbaik terhadap viabilitas benih sirsak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu upaya pematahan dormansi benih sirsak yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu: A ( Perendaman Air Selama 30 menit), B (Perendaman KNO3 3% Selama 30 menit), C (Perendaman H2SO4 8% Selama 20 menit), D (Skarifikasi + Perendaman Air Selama 30 menit), E (Skarifikasi + Perendaman KNO3 1,5% Selama 30 menit), F (Skarifikasi + Perendaman H2SO4 4% Selama 20 menit). Setiap perlakuan menggunakan 25 biji sirsak dan terdiri dari 4 ulangan. Penelitian dilakukan di laboratorium Agronomi dan dilapangan dengan membuat rumah penelitian dari plastik. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa semua perlakuan berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan (kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh). Semua perlakuan pada umumnya tidak mempercepat pematahan dormansi benih sirsak.
PENGARUH BERBAGAI JENIS PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PHALAENOPSIS SP ASAL KULTUR JARINGAN Dzulianningsih, Saulifah; Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH BERBAGAI JENIS PUPUK DAUNTERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT Phalaenopsis spASAL KULTUR JARINGAN Saulifah Dzulianningsih*1, Agustina Listiawati2, Asnawati31Budidaya; Universitas Tanjungpura2Budidaya; Universitas Tanjungpura3Budidaya; Universitas Tanjungpurae-mail: *1ningsihdzulian@yahoo.com ABSTRACTThe seedling of tissue culture still have low autotrophic activity, in purpose of fulfilling the nutritional needs of the seedling from tissue culture, application of fertilizer is needed. The application of fertilizer on the seeds from tissue culture aims to fulfill the intake of plant nutrient that can boost the growth and development of plants, in the seedling phase the fertilization through the leaves is more effective than the soil fertilizer. This study aims to find the best types of foliar fertilizer on the growth of orchid seeds Phalaenopsis sp from tissue culture. The study was conducted at the shelter house at Nirbaya Street, Kotabaru Village, South Pontianak, Pontianak City for 4 months. It was starting from November 23th, 2017 to March 22th, 2018. The study used a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 5 treatment, 5 replicates and each treatment unit consisting of 4 plants. Observational variables included the number of leaves increase, the totally of leaf length increase, the totally of leaf area increase, the number of roots increase, and the totally of root length increase and then environmental observation. Based on the research, it can be concluded that type of effective fertilizer for the growth of orchid seeds Phalaenopsis sp from tissue culture is the application foliar fertilizers of green Hyponex and Gandasil D.   Keyword: Foliar Fertilizer, Gandasil D, Hyponex, Phalaenopsis sp Orchid.
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK CYMBIDIUM FINLAYSONIANUM LINDL. SECARA IN VITRO Putra, Rafi Adista; ASNAWATI, ASNAWATI; LISTIAWATI, AGUSTINA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

       Kerusakan alam yang disebabkan oleh penebangan dan konversi lahan mengakibatkan kelestarian habitat anggrek Cymbidium finlaysonianum di alam semakin berkurang. Teknik in vitro merupakan alternatif yang dapat digunakan dalam perbanyakan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung pada 13 September sampai 22 Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan BAP. Setiap faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm, 2,0 ppm. Variabel yang diamati adalah pertambahan jumlah daun, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah akar. Data pengamatan diolah dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NAA dan BAP secara umum memberikan pertumbuhan yang sama pada anggrek Cymbidium finlaysonianum pada semua variabel pengamatan. Konsentrasi NAA yang efektif untuk pertambahan jumlah akar adalah 0,5 ppm. Konsentrasi BAP yang terbaik untuk pertambahan jumlah akar adalah 0,5 ppm.Kata kunci : Anggrek, BAP, Cymbidium finlaysonianum, in vitro, NAA
Co-Authors Ade Wahidin, Ade Adi Winata, I Nyoman Agung Biworo Agus Arianto, Agus Agustina Listiawati Akbar, Syahrizal Fitrian Alfi Yasmina Ambarsari, Dwi Putri Anak Agung Istri Ratnadewi, Anak Agung Istri Antonio Imanda, Antonio aponius aponius, aponius Arbarudinsyah, Arbarudinsyah Ardiyanto, Methodius Arismaya, Fenly AYU LESTARI Ayun, Qurrota Azizah Azizah Azmi Noor Sanjaya, Azmi Noor Bambang Piluharto Bambang Sugianto Bismindar, Bismindar Buchari Buchari Budi Budi Cristine Natalia Darmawan Darmawan Dianitami, Erin Djoko Setyadi Dwi Indarti Dwi Zulfita Dzulianningsih, Saulifah Eka Surya Buana, Eka Surya Eli Ermawati Evi Novianti Fransiska Anggriani Salim, Fransiska Anggriani Gembong Kesuma B HAIRIDA HAIRIDA Hardi Hardi, Hardi Hariyanti, Agus Hefinda Erfiandika, Hefinda HENI YUNIANTI, HENI Henny Sulistyowati Hidayat Hidayat Huldani Huldani Ibrahim Bafadhol, Ibrahim Indra Noviandri Irsan Tricahyadinata Irwan Said J. Kuleh K.Y Margiati Kenanga Marwan Sikumbang, Kenanga Marwan Listiawati, Agutina LUCKY, MAYLANI MANTARI, SUSI MASTORA SIMANJUNTAK, MASTORA MASYURA, RISKA Melati, Husna Amalia Miftahul Arifin, Miftahul Muchlis Djirimu Nadia Harira Neran Neran Niarsari Anugrahing Putri Noorlitaria, Gusti Nur Arifin, Nur Nurdiana Dewi, Nurdiana Nurhayati, Mufrihah Patriani Patriani, Patriani Pura, Dwi Nomi Purwaningsih Purwaningsih Putra, Rafi Adista PUTRI, AYU DIAH PUTU LAKSMI Rahmat Rahmat Rangga, Rangga Rebika Nurul Azizah, Rebika Nurul Rini Susana Rizki Agmalia Sorayya, Rizki Agmalia Rudi Fakhriadi Saputra, Harius Eko Sari, Desi Novita Sari, Venny Novita Sari, Venny Novita Savitry, Nur Syaima Dhiya Savitry, Nur Syaima Dhiya sawati, ely Setia Budi SIGALINGGING, SARJUN HENDRY Siswoyo Siswoyo Siti Hadijah Siti Halidjah Sunjaya Tunggala, Sunjaya Susi Nurqomariyah, Susi Syamsul Arifin Syarifah Hudayah Tanjung, Ayu Medang Tantri Palupi Tati Hartati Tri Mulyono Umarul Faruq Warganda Warganda wasian wasian, wasian Wiwin Setiani, Wiwin Yeni Maulidah Muflihah Yulius Heli, Yulius Yuris Argata Dini, Brigitta Yutami, Annisa Yutami, Annisa Zulfikar Zulfikar